Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 22


__ADS_3

"Apaan sih." Wanita itu menepis tangan Aciel, Aciel tersentak kaget. Wanita yang berada didepannya ini tidak sama dengan yang dia lihat tadi dan berada didalam ingatannya terakhir kali.


Wanita dengan rambut pirang ikal, bintik-bintik hitam disekitar hidungnya. Pakaian yang dia pakai juga tidak sama, jas putih hanya sebatas pinggangnya bukan diatas lutut. Wajah yang ada didepannya tidak sama dengan wajah dengan orang yang dia cari.


"Maaf, saya salah orang." Lirih Aciel, wanita itu mendengus kesal masuk kedalam taksi dan taksi melaju pergi melewati Aciel yang berdiri ditepi jalan dengan tatapan nanar.


Aciel mengigit bibir bawahnya, dia berjalan dengan langkah berat keparkiran. Aciel masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mobilnya pergi dari perusahan kembali keapartemennya. Setidaknya disana dia bisa melihat wajah yang dia cari.


"Aciel." Gumam Joe memperhatikan mobil Aciel yang melaju pergi, dia mengabaikan wanita yang duduk disampingnya yang sibuk melahap makan siangnya.


"Kak Joe, kenapa kamu tidak bekerja diperusahaan Dady?" Tanya Aeleasha, Joe melirik adikknya.


"Karena Dady tidak mau membantuku mencarimu, dia menarik semua dana yang dia salurkan." Keluh Joe, Aeleasha menganggukkan kepalanya paham.


"Kesimpulannya, Bosmu lah yang membantumu selama ini." Jawab Aeleasha jari telunjuknya terangkat menyentuh pipi Joe. Aeleasha tersenyum cerah, Joe terkekeh kecil mendengar jawaban Aeleasha.

__ADS_1


"Adikku ternyata sangat pintar." Ledek Joe, mengacak rambut Aeleasha. Aeleasha mengerutu kesal karena Joe mendadak mengacak rambutnya yang rapi.


"Ah.. Jam makan siang sudah mau habis aku mau kembali kerumah sakit dulu." Aeleasha menatap jam tangannya, lalu membuka pintu mobi dan keluar dari mobil.


Aeleasha melambaikan tangannya berjalan pergi setelah Joe membalas lambaian Aeleasha. Aeleasha berjalan dengan wajah ceria menuju rumah sakit, dia berhasil mengerjai Joe tanpa Joe sadari tadi.


Joe keluar dari mobil, masuk kedalam keperusahaan, dia tidak bisa menunda pekerjaannya apalagi tadi Aciel meninggalkan perusahaan. Joe berjalan dengan santai, tapi matanya tidak bisa lepas dari bisikan para karyawan. Joe menghentikan langkahnya dan mendekati para karyawan.


"Kenapa kalian berbisik-bisik?" Tanya Joe, matanya menatap tajam para karyawan. Mereka langsung terdiam, bubar dari tempat.


Joe mengepalkan tanganya, dirinya sekarang paham kenapa para karyawan berbisik-bisik tadi. Senyuman jahil menghiasi wajahnya, dia menyapu rambutnya. Joe menghapus goresan itu dengan kasar.


"Tunggu saja pembalasanku adik kecil." Joe menyeringai jahat, melangkah keluar dari lift dengan aura hitam mengelilinginya. Para karyawan segera menghindar karena mereka belum pernah melihat Joe diselimuti aura itu selama Joe bekerja disini. Tapi kalau Direktur mereka, itu sudah merupakan hal biasa bagi karyawan.


Aeleasha mendadak merinding, punggunya terasa sangat dingin. Dia mengosokkan kedua lengannya agar rasa dinginnya berkurang, mata Aeleasha bertemu dengan mata Andra.

__ADS_1


"Dokter Aeleasha kemana anda tadi? Pemegang saham tertinggi dirumah sakit tadi mencarimu." Ungkap Andra, memasukkan kedua tangannya kedalam saku.


"Pemegang saham? Siapa itu saya tidak kenal?" Tanya Aeleasha, mengerutkan keningnya heran, Andra baru mau membuka mulutnya tapi mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang anak remaja yang mengendong seorang anak kecil dipunggungnya. Andra dan Aeleasha bersih tatap.


Aeleasha berlari menghampiri anak remaja dan Andra berlari masuk membawa kasur dorong. Aeleasha membantu remaja laki-laki itu membaringkan anak kecil itu dikasur dorong. Andra dengan cepat mendorong keruangan UGD.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Aeleasha sedikit khawatir karena anak remaja itu bernapas dengan sangat berantakan. Anak remaja itu mengelengkan kepalanya, dia duduk dikursi tunggu.


Aeleasha mengigit bibir bawahnya, kini memori lama yang ada dikepalanya yang sudah dia lupakan terginang lagi dikepalanya. Aeleasha meremas dadanya yang sesak, kakinya berjalan keruangan UGD mau melihat bagaimana keadaan anak kecil yang sedang ditangani Andra saat ini.


Aeleasha baru saja mau mendorong pintu itu tapi Andra lebih dulu membuka pintu. Aeleasha bisa melihat kalau penanganan anak kecil itu sudah selesai. Dia bernapas lega, melihat anak itu mulai bernapas dengan normal lagi.


"Dokter Aeleasha, saya lupa menunjukkan ruangan anda. Jadi mari ikuti saya." Kata Andra memperhatikan wajah Aeleasha, Aeleasha mengikuti Andra yang membawanya keruangan yang akan Aeleasha tempati selama bekerja.


"Hah?" Desis Aeleasha, menatap Andra meminta penjelasan.

__ADS_1


__ADS_2