
"Itu tidak lucu." Jawab Aeleasha dengan muka datar, "Calon menantu apanya? anak ajah gak punya." Sindir Aeleasha dengan wajah kesal.
"Tega sekali kamu padaku. Tapi itu benar sih!." David pura-pura sakit hati, Aeleasha menghela napas berat ini pasti ada hubungannya Wili, Dadynya.
"Kalau begitu aku mau pamit. Mau pulang dulu." Aeleasha melambaikan tangannya dan pergi. David sedih, dirinya baru saja bertemu dengan Aeleasha sekarang Aeleasha sudah pergi saja dari hadapannya.
Aeleasha sedikit celingukkan mencari Joe, tapi matanya tidak juga menemukan kakak Laki-lakinya itu. Aeleasha menghela napas lagi, ingin pulang berbaring diranjang empuknya sambil mendengarkan musik kesukaannya. Aeleasha yang melihat Wili sudah selesai berbincang-bincang dengan kolagenya, segera berjalan menghampirinya.
"Dady..." Panggil Aeleasha, Wili langsung mengalihkan matanya kearah suara. Aeleasha tersenyum kaku, merasa tidak enak karena meminta izin pulang lebih dulu.
"Ada apa? Apa yang mau kamu katakan?" Tanya Wili, Aeleasha terlihat seperti sangat bingung karena tebakkan Wili tepat sekali.
"Aku mau pulang duluan, boleh gak?" Aeleasha mengatakannya dengan sangat pelan, kepalanya yang tertunduk perlahan-lahan matanya terangkat melirik Wili.
"Ahaha... Maafkan Dady yang tidak bisa peka ini. Kamu bisa memakai mobil Dady, supirnya yang akan mengantarmu." Wili tersenyum ingin mencubit pipi Aeleasha yang terlihat sangat mengemaskan menurutnya.
__ADS_1
"Kalau begitu selamat menikmati pestanya, Dady." Aeleasha melambaikan tangan tersenyum cerah lalu berjalan pergi. Aeleasha berjalan-jakan disekitar parkiran, lupa dengan tujuan awalnya.
"Nona Aeleasha." Panggil seseorang yang berdiri tidak jauh dari mobil hitam, Aeleasha mengedipkan matanya berkali-kali lalu mengalihkan matanya kearah mobil, pastinya itu adalah supir mobil yang tadi dijelaskan Wili.
Aeleasha masuk kedalam mobil, mobil melaju meninggalkan gedung pencakar langit itu. Aeleasha menatap keluar jendela, tangannya terulur membuka jendela mobil menikmati angin malam.
Mobil itu berhenti didepan rumah yang ukurannya sangat besar dan juga mewah. Aeleasha turun dari mobil, menatap rumah itu sampai kelantainya yang paling atas. Dia tidak sempat mengamati karena buru-buru ditarik keluar Joe.
"Rumahnya gede banget." Gumam Aeleasha, terlihat seseorang berjalan keluar dari dalam. Seorang membukakan pintu , seorang wanita berjalan mendekati Aeleasha.
Pelayan itu berhenti berjalan didepan pintu kamar berwarna putih, pelayan itu membuka pintu. Aeleasha masih ingat ruangan ini, ruangan dimana dirinya dirias dan juga tempat dimana dia mengalami mimpi aneh itu.
"Selamat beristirahat nona." Kata pelayan itu membungkuk sedikit lalu berjalan pergi.
...****************...
__ADS_1
Terdengar suara burung berkicau, embun yang berada diatas daun bergerak turun dari daun karena bebannya yang berat. Sinar matahari menyelinap masuk melalui sela-sela gorden.
"Mmh.." Aeleasha membuka matanya perlahan-lahan tangannya terangkat menutupi sinar matahari yang tepat menerpa wajahnya.
Aeleasha mengosok matanya dengan lembut, bangun dan duduk ditepi ranjang. Melakukan sedikit peregangan untuk sendinya yang kaku.
Aeleasha menyibak gorden lalu membuka jendela kamarnya dan menghirup udara pagi yang seger. Berbalik berjalan kamar mandi, mengisi air hangat dalam baththud. Air yang sudah terisi penuh, Aeleasha berendam beberapa menit lalu keluar dari kamar mandi dengan mengunakan kimono dan handuk kecil melilit dikepalanya.
Aeleasha memakai baju santai, baju kaos yang ukurannya sedikit lebih besar dari tubuhnya hingga memperlihatkan tank top hitamnya dan celana pendek diatas lutut. Dia juga menyanggul rambutnya dengan asal-asal, ini hari liburnya sebelum masuk kerja.
Aeleaaha keluar dari kamarnya menuruni tangga satu persatu. Matanya melihat Wili tengah duduk diteras, Aeleasha tidak melihat ada orang yang duduk disamping Wili karena orang itu tertutup gorden.
"Selamat pagi Dady." Sapa Aeleasha, memeluk Wili dari belakang. Wili tersenyum senang, tapi segera dia berdehem agar Aeleasha sadar kalau mereka tidak sendirian.
Aeleasha melirik kesamping, dia kaget melihat Aciel yang berdehem memalingkan wajahnya. Aeleasha tersenyum malu, tidak tau kalau Aciel ada disana. Aciel melirik Aeleasha yang berdiri disamping Wili, tatapan matanya tiba-tiba jadi aneh.
__ADS_1