Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 51


__ADS_3

"Ugh..." Renguh Aeleasha kepalanya terasa berdenyut mengingat kejadian semalam, Joe memukul lengan Aciel, memberikan kode untuk memanggil dokter. Aciel hanya bisa menghela napas berat lalu keluar dari ruangan tersebut.


Aeleasha mengalihkan tatapan matanya ke arah tangan kanannya, rasa cemas menyelimuti dirinya karena ada yang menyentuh tangannya. Aeleasha bernapas lega melihat wajah Joe yang tengah duduk disampingnya. Joe kaget melihat ada cairan bening yang sudah siap mau turun dari tempatnya.


"Hua... Kak Joe..." Tangis Aeleasha pecah, entah kenapa kali ini dia tidak bisa menahannya padahal biasanya dia akan selalu tersenyum semua baik-baik saja.


"Hei... Kamu kenapa menangis." Joe mendadak jadi bingung, ini pertama kalinya dia melihat Aeleasha menangis dengan nyaring.


"Aku... Hua..." Aeleasha ingin mengatakan sesuatu tapi seperti ada sesuatu yang menyangkut ditenggorokkannnya. Joe memeluk Aeleasha dan menepuk punggungnya menghiburnya.


"Sudah selesai nangisnya?" Goda Joe tersenyum melihat hidung Aeleasha yang memerah dan matanya yang sembab karena menangis. Aeleasha mengembungkan pipinya kesal, dia memalingkan wajahnya.


"Adikknya nangis bukan dihibur tapi diledek..." Oceh Aeleasha dengan sangat pelan, Joe mengelengkan kepalanya heran dengan sikap Aeleasha.


"Aelea kenapa kamu nangis?" Joe mengelus kepala Aeleasha dengan lembut.


"Kakak Apa aku sudah membunuh orang?" Tanya Aeleasha dengan sedikit memiringkan kepalanya, tangan bergemetaran mengingat kejadian itu.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan Aelea, kamu tidak melakukan apapun." Jawab Joe, dia tidak sadar kalau ada dua pasang mata yang tengah mengintip disela-sela kaca.


"Kakak tidak berbohongkan kak? Aku melihatnya sendiri, peluru itu menembus kepala dan wanita itu jatuh dari..." Aeleasha memeluk dirinya, Joe memeluk adikknya mencoba memberikan ketenangan padanya dan menghela napas berat.


"Ternyata 'itu' tidak berguna sama sekali." Gumam Joe dalam hatinya, Joe melepaskan pelukkan dari Aeleasha lalu tersenyum lembut.


"Apa kamu merasa baikkan sekarang?" Tanya Joe, melepaskan pelukkannya dan Aeleasha hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Ceklek


Aciel masuk kedalam ruangan, Joe mengkerutkan keningnya. Dia tadi menyuruh Aciel membawa dokter bersamanya kenapa tidak ada siapa pun selain Aciel yang masuk kedalam ruangan.


"Kamu bantu aku jaga Aeleasha, aku akan keluar membeli makanan." Joe menepuk pundak Aciel, dia mengerakkan bibirnya memberikan kode pada Aciel. Aciel hanya mengangguk paham.


Aciel duduk dikursi yang tadi diduduki Joe, Aeleasha tidak melihatnya sama sekali, dia tengah menatap keluar kaca jendela yang ada disamping. Aciel mengaruk kepalanya yang tidak gatal, dia merasa canggung dengan Aeleasha tapi dia mau menjaga jarak lagi.


"Aeleasha." Panggil Aciel tapi orang yang dipanggilnya tidak bergeming sama sekali, matanya masih fokus melihat keluar.

__ADS_1


"Aeleasha Alister." Perkataan Aciel berhasil mengalihkan mata Aeleasha kearah Aciel hanya saja bukan tatapan biasa tapi tatapan yang sangat aneh.


"Aku Aeleasha Brewster pu-." Aciel memotong perkataan Aeleasha, dan perkataannya ini cukup membuat pupil mata Aeleasha bergetar.


"Aeleasha Alister putri angkat dari keluarga Alister, Tuan Jiko dan Nyonya Dea." Aciel memasang wajah serius tapi wajah Aeleasha sangat pucat.


Kepalanya kembali berdenyut, tapi nama itu seperti tidak asing ditelinga Aeleasha dan entah kenapa dia sangat familiar dengan nama itu.


"Aeleasha Alister yang menikah dengan Aciel Aarava Carnier, dia hari pernikahannya tidak ada satu pun pihak dari keluarganya yang datang untuk mengantarnya." Aciel mengamati ekspresi Aeleasha, tapi wajah itu masih tetap sama.


"Berharap mendapatkan kebahagian dari suami tapi malah mendapatkan penyiksaan yang tidak dia ketahui alasannya dan pergi meninggalkan rumah karena mengetahui dirinya menderita penyakit kanker otak." Kata Aciel rasa bersalah menyelimuti tubuhnya.


Aeleasha memegang kepalanya yang seakan mau pecah, ingatan yang sudah memudar kembali normal berpuat didalam otaknya.


"Kya... Ar... Sakit." Teriak Aeleasha kepalanya sangat sakit, ingatannya seperti dihapus, kini bayangan hitam yang menutupi wajah orang yang menyiksa terlihat sangat jelas.


Aeleasha memegang kepalanya dengan kedua tangan. Sangat sakit, kepalanya sangat sakit bahkan matanya mulai mengeluarkan cairan bening lagi. Aciel mencoba menenangkan Aeleasha tapi wanita itu tidak juga tenang tapi melah berteriak kesakitan.

__ADS_1


"Aeleasha." Teriak Aciel kaget...


__ADS_2