"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 10


__ADS_3

Hov keluar dari ruang kerjanya menuju ke lantai bawah, untuk mencari salah satu pelayan wanita di Mension itu.


Ia melihat salah satu pelayan paruh baya yang sudah cukup lama bekerja di Mension. sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan makan siang.


"Hanna.....!!


suara Hov langsung membuyar konsentrasi si pelayan yang saat itu sedang tertuju pada masakan yang ada di depan nya.


"Iya Tuan. tanpa membuang waktu Hanna langsung menuju ke arah suara itu berasal.


"suruh pelayanan lain untuk menggantikan mu di dapur.


aku ingin mulai sekarang kau yang mengurus semua kebutuhan Nona Alesya.


"Baik Tuan, akan Saya laksanakan sebaik mungkin. Hanna menundukkan tubuhnya menerima tugas yang di berikan sang Tuan.


"masuk lah ke kamar nya sekarang!! dan gantilah pakaiannya dengan pakaian yang sudah aku siapkan di dalam lemari.


"Baik Tuan!! tanpa membuang waktu, Hanna langsung menuju ke kamar Lesya.


saya permisi Tuan. pamit nya.


"Hmmmmm. hanya itu yang keluar dari mulut Hov.


Hov pun segera menuju ruang kerjanya lagi. untuk menunggu informasi apa yang akan Steve laporkan padanya.


Aku harus segera tau siapa sebenarnya Alesya, agar aku tidak terlalu lama membuang waktu ku yang berharga.


*


*


sementara itu di kamar Alesya. Bibi Hanna dengan perlahan melepaskan satu persatu pekaian yg melekat di Alesya.


mengelap tubuhnya menggunakan air hangat yang telah di bubuhkan aroma terapi di dalam nya dengan sangat hati-hati.


Gadis yang Luar biasa! ucapnya.


"seandainya kau tau Nak! baru kali aku melihat Tuan Hov begitu perduli dengan seorang wanita.


Kaulah satu satunya wanita yang bisa menempati kamar yang sudah lama ditinggal kan oleh pemilik nya ini.


Hanna terus bercerita, walaupun Lesya masih dalam pengaruh obat tidur.


Hanna memperhatikan wajah Lesya dengan seksama.


pantas lah Tuan Hov jatuh hati pada mu. parasmu begitu ayu, tubuh mu bagus dan kau memiliki kulit yangputih bersih. kau benar-benar seperti jelmaan Bidadari Nona.


Oh Tuhan, Semoga gadis ini memang Engkau ciptakan untuk menjadi teman Hidup Tuan kami. Doa' Hanna di sela aktivitas nya.


"uhuk...uhuk...uhuk, tiba-tiba Lesya tersedak karena tenggorokan nya terasa kering.


air.... aku ingin minum!! ucapnya dengan mata masih terpejam.


Bibi Hanna dengan sigap mendudukkan tubuh Alesya di sandaran ranjang tempat tidur nya.


minumlah Nona! Hanna mendekat kan gelas ke bibir Alesya.


Alesya pun meminumnya dengan perlahan lahan. namun tiba-tiba:


Pyaaaaaaaarr


Alesya membuka matanya dan menyingkirkan gelas itu dari bibir nya, hingga terlempar ke lantai. Gelas itupun hancur berkeping-keping.


"siapa kau? siapa kau?

__ADS_1


mata Alesya masih tertuju pada sosok Hanna orang yang tidak Ia kenali.


siapa Anda Nyonya? apa yang anda lakukan disini? Lesya terus saja menjauh kan tubuh nya dari Hanna.


"jangan takut Nona!


saya Bibi Hanna, orang yang akan mengurus semua keperluan anda di sini. Hanna coba memperkanalkan dirinya.


"tidak! aku tidak ingin di sini. aku ingin pulang! aku ingin pulang!


bibir Lesya masih saja meracau.


aku mohon Bibi Hanna, bantulah aku keluar dari tempat ini. Lesya tiba-tiba turun dari ranjangnya dan menghampiri Hanna.


"Nona tempat anda memang disini! mulai sekarang anda harus terbiasa tinggal di Mansion ini. Hanna coba menenangkan Alesya.


"seperti nya kau sama saja dengan orang yang telah menculik ku itu(Hov). Lesya kembali menangis dan terduduk di lantai.


dengan lembut Hanna merengkuh tubuh Lesya, dan memeluknya dalam-dalam mencoba membuat Lesya merasa nyaman.


"percayalah pada saya Nona, anda akan baik-baik saja di sini. selama anda menuruti kemauan Tuan Hov. Hanna mengusap punggung Lesya dengan lembut.


"tapi aku tidak ingin tinggal disini Bibi. Lesya semakin menangis dalam pelukan Bibi Hanna.


"kenapa tidak? Hanna mencoba memulai pembicaraan.


"Karena ada keluargaku yang slalu menunggu ku di rumah. ada pekerjaan yang harus aku kerjakan, agar aku bisa menghidupi ibu dan adik adiku.


bagaimana mereka bisa hidup dengan baik, jika aku di sekap di tempat ini. siapa yang menghidupi mereka Bibi! tangisnya semakin pecah.


"anda tidak perlu khawatir Nona, saya yakin Tuan sudah mengurus semua itu. Hanna meyakinkan Alesya.


"bagaimana mungkin Bibi? Tuan Hov tidak mengenal ku dan aku juga tidak mengenal nya. bagaimana mungkin Dia tau aku memiliki keluarga.


Kau sungguh begitu polos Nona. Hanna Tersenyum dengan menangkup kedua pipi Alesya.


"Percayalah Nona. seiring berjalannya waktu anda akan tau dengan sendirinya. tangannya memapah tubuh Lesya untuk kembali ke atas ranjang.


"tapi aku tetap ingin pulang Bi,,!!!


suara nya terdengar parau.


"O iya' minum lah obat ini! supaya tubuh anda segera sehat Nona. Bibi coba mengalihkan pembicaraan Lesya.


"aku tidak mau. Alesya memalingkan wajahnya dengan bibirnya di tutup rapat, saat Hanna mendekatkan obat ke mulut nya.


"Nona Alesya, bagaimana anda bisa pulang. bila keadaan tubuh anda saja tidak sehat?


Hanna mencoba merayu.


"Baiklah Aku akan meminum obatnya. tapi kau harus berjanji untuk membantu aku keluar dari tempat ini. Hanna hanya tersenyum tanpa menggiyakan permintaan Alesya.


sejenak hati Lesya merasa tenang dengan kehadiran Hanna di sekitarnya. sosok keibuan Hanna membuat Lesya nyaman berada di sampingnya.


Nona' tugas saya di sini sudah selesai, Hanna baru saja selesai membersihkan serpihan kaca dari gelas yang pecah tadi.


bila ada keperluan apapun Nona bisa memanggil Saya, Lewat Telfon yang ada di meja itu!


Nona bisa langsung memencet tombol berwarna biru untuk langsung menyambungkan pada pelayan yang ada di dapur.


Hanna menjelaskan secara rinci pada Alesya.


apa Nona sudah paham??


"Iya.... aku paham, Lesya Bibi menjawabnya dengan singkat.

__ADS_1


tapi bukan itu yang aku mau Bik!! aku ingin Bibi tetap di sini bersamaku,


"tapi saya tidak bisa terus di sini Nona, Hanna menegaskan.


"Baiklah kalau begitu aku yang akan ikut dengan mu. Alesya mengembangkan senyumnya.


"itu juga tidak bisa Nona. Hanna kembali menegaskan.


"tapi kenapa Bik?


"Nona tidak boleh keluar dari kamar ini. tanpa seijin dari Tuan Hov.


semua yang Nona butuh kan akan di sediakan disini.


dari baju, makanan, minuman, dan kebutuhan mandi semua sudah ada di kamar ini.


"tapi aku akan bosan bila terus berada di kamar ini.


aku bukan tawanan Tuan Hov mu itu Bibi. Lesya merajuk.


"maafkan saya Nona, saya permisi untuk keluar.


tanpa di sadari oleh Hanna yang sudah menuju pintu keluar.


dengan cepat Lesya turun dari ranjangnya dan mengikuti Hanna. pokoknya aku ikut dengan mu Bik.


"Auuw sakitt, pekik Alesya keras. tiba-tiba Lesya mengangkat salah satu kakinya untuk melihat apa yang sudah menyakiti telapak kakinya.


Hanna langsung membalikkan badan nya, dan melihat darah sudah mengucur cukup banyak dari telapak kaki Lesya.


"Oh Tuhan, kaki anda berdarah Nona.


teriakan Hanna mengudura didalam kamar.


jangan bergerak! kembali lah ke ranjang mu sekarang Nona!!!


aku akan segera mengambil peralatan P3K yang di kotak obat.


Hanna langsung keluar kamar dengan tergopoh-gopoh.


langkah nya terburu-buru sampai Ia tidak menyadari ada Hov berjalan di depan nya.


"kenapa kau terburu-buru Hanna? suara Hov menghentikan langkah Hanna.


"oh maaf Tuan, saya tidak melihat anda.


"apa kau sudah buta hah?? teriak Hov.


"aa..anu Tuan, Nona... Hanna terbata bata.


"anu anu apa? ada apa dengan Alesya?? katakan dengan jelas! bentak Hov sekali lagi.


"itu... kaki Nona Alesya berdarah karna tertusuk pecahan gelas.


Bagaimana bisa? Hov langsung berlari kearah kamar gadis kecil nya.


cepat bawa kotak P3K itu ke Alesya!


"Iya Tuan..


🌸🌸🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸🌸


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR NYA DENGAN LIKE, VOTE, DAN KASIH KOMENTAR YANG BAIK YA 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan dari cerita ini, tunggu terus kalanjutannya ya Teman-teman...


Happy Reading 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2