
Hov langsung menuruni tangga menuju ke lantai di mana kamar Alesya berada.
"Selamat malam Tuan.
semua penjaga yang ada di sudut-sudut ruangan, langsung membungkukkan badan mereka ketika Hov dan Steve memasuki Mansion.
"Kau boleh kembali ke tempat mu Steven!
"Baik Tuan.
selama Hov berada Mansion, sudah pasti Steve juga akan tinggal di sana. walaupun tempat yang mereka tinggali terpisah. Steve tidak pernah sekalipun berada jauh dari Hov. karena sejak Hov kecil, Steve sudah menjadi orang yang pertama kali dekat dengan Hov.
karna itu Steve menjadi orang yang paling Hov percaya.
Hov menyusuri koridor Mansion untuk menuju kamar Alesya.
"Selamat malam Tuan.
apakah Anda ingin masuk ke kamar Nona Alesya? salah satu penjaga dikamar Alesya tampak bingung. karna Hov hanya berdiri terpaku di depan pintu.
"entahlah, aku ingin masuk atau tidak ya? raut muka Hov terlihat ragu.
kalau aku tidak masuk untuk melihat Alesya sekarang. aku baru akan bertemu dengan Alesya lusa, karna pagi ini aku harus pergi untuk menghadiri pertemuan dengan relasi ku.
ah lebih baik aku melihat nya sekarang.
"Buka kan pintunya!
"Baik Tuan. dengan cepat si penjaga membukakan kuncinya di pintu itu.
"eh.. kenapa kamarnya gelap sekali? Hov berjalan dengan perlahan menghampiri ranjang tempat Alesya tidur.
Cekliik
Hov menyalakan lampu duduk yang ada di meja, untuk sedikit memberi cahaya di kamar itu. dari remang cahaya, Hov mengamati sekujur tubuh Alesya yang sedang tertidur pulas.
ahh, bisa-bisanya Dia tertidur dengan posisi sejelek ini, apakah gadis ini tidak bisa tidur dengan posisi yang lebih bagus lagi!
sial bahkan saat Dia tertidur pulas begini wajah nya masih terlihat manis.
Hov duduk di samping ranjang, sesekali tangannya merapikan rambut Alesya yang sudah berantakan kesana kemari, Hov menarik selimut yang ada di bawah kaki nya dan menyelimuti tubuh Alesya hingga menutupi seluruh dada Alesya.
Saat Hov baru saja akan menjauhkan tangan nya, rupanya Alesya sudah lebih dulu bergelayut di lengan berotot milik Hov.
Astaga ku mohon jangan seperti ini Alesya!!!
Hov sudah panas dingin saat Alesya kembali menyentuh tubuhnya.
kembali di tatapnya raut wajah Alesya yang sedang tertidur pulas.
kenapa kau begitu erat merangkul lengan ku Alesya.
bagaimana ini? tidurmu begitu pulas, seperti nya aku tidak tega bila harus membangun kan mu.
Akhirnya dengan senang hati Hov merebahkan tubuhnya di samping Alesya dengan perlahan. agar Gadisnya itu tidak terkejut dengan kehadiran nya yang tiba-tiba.
Malam ini Alesya tidur dengan sangat pulas. Karna di mimpi nya Alesya mendapatkan sebuah Boneka besar yang begitu nyaman untuk di peluk, dan boneka itu memiliki Aroma yang selalu menjadi candu nya.
Dasar gadis mesum. bisa-bisanya meletakkan kakimu di atas "Milikku". untung saja tadi aku tidak minum. jika saat ini aku mabuk pasti kau sudah habis ku cabik-cabik. awas saja saat kau terbangun nanti berani menyalahkan ku.
Hov langsung mengambil Handphone yang ada di saku nya. dengan hati-hati Ia mengambil beberapa foto Alesya yang sedang tertidur pulas dengan posisi kaki nya bertumpu di atas tubuh Hov.
Yeah... akhirnya aku punya bukti, kalau kau sendiri lah yang slalu memulainya.
Hov menyeringai menatap Alesya yang masih terlelap.
walaupun Hov harus sedikit tersiksa menahan keinginannya. tapi setidaknya Dia sangat bahagia. Karna Alesya memeluk tubuh nya dengan erat seakan tak ingin di tinggalkan.
Hov membalas pelukan hangat yang di berikan oleh Alesya. Hov memeluk erat tubuh gadis itu penuh kasih sayang. tak lupa Ia membaui pucuk rambut Alesya dan Alesya pun semakin menyusupkan wajah nya ke ceruk leher milik Hov.
lagi-lagi mereka menghabiskan malam, dengan tidur berdua dalam satu kamar.
__ADS_1
Di pagi yang cerah ini.
Alesya lebih dulu terbangun dari mimpi indahnya. karena matahari sudah menelusup masuk lewat kisi-kisi jendela kamar.
Ah.. kenapa tubuhku berat sekali..?
Alesya membuka lebar matanya dan terkejut melihat tangan kaki panjang milik Hov sudah melingkar erat di tubuh langsing nya.
Apa-apaan ini. Oh Tuhan' jadi semalam saat aku bermimpi memeluk boneka yang sangat besar itu???? bodoh nya aku. bisa bisa nya aku memeluk nya semalaman ini, pantas saja aku mencium aroma tubuh yang tidak asing, ternyata itu Tuan Hov!!
Alesya yang sudah betul-betul tersadar dari tidur nya, tiba kembali terdiam karena mengingat apa yang telah di lakukan nya pada Hov malam tadi.
"Aauuh"
Hov melenguh pelan saat merasa ada gerakan kecil dari Alesya.
Alesya yang menyadari Hov sudah hampir membuka matanya, langsung berpura-pura tertidur lagi, dan dengan cepat menelusup kan wajah nya di dada Hov.
bodoh, kenapa aku harus bersembunyi di dadanya. semoga saja Dia langsung bangun dan pergi dari kamar ini.
Alesya masih saja diam dan mendengarkan irama detak jantung milik Hov. yang seperti irama musik klasik di telinganya.
"He, apa kau belum bangun Alesya? Suara serak khas bangun tidur terdengar di telinga Alesya.
Alesya tetap saja tak bergeming. berharap agar Hov segera bangun dan pergi dari kamar nya.
"Baiklah, kalau kau masih mau memelukku aku juga tidak akan bangun dari ranjang mu. terselip sebuah senyuman manis di bibir Hov saat menggoda Alesya. karena sebetulnya Hov sudah tau Alesya bangun lebih dulu.
" Tidak... Tidak.... Aku sudah bangun Tuan. Alesya langsung berusaha bangkit dari tempat tidur nya.
Pria gila ini sungguh membuat pagiku seperti di neraka saja.
Aaaaaaaaaaaaa..
Bruuuug...
tubuh Alesya kembali terbaring di ranjang ketika tangan Hov sudah dengan cepat menahannya.
bukankah semalaman ini kau seperti nya tidak ingin lepas dari pelukan ku kan!
Wajah Alesya sudah memerah sempurna seperti jambu air yang siap untuk di petik.
hey kenapa wajah mu merah Sya?? Hahahaha Hov tertawa lepas di hadapan Alesya.
"lagi pula bukan salah ku, kenapa kau tiba-tiba ada ranjang ku Tuan? jelas saja aku memeluk mu. karna aku mengira kau itu giling ku. Alesya tak berani menatap bola Mata Hov yang seperti ingin menerkam nya.
"Sungguh!!! apa kah ada guling yang setampan diriku Nona? ayolah Alesya, aku tidak akan marah kalau kau mau mengakui nya.
"apa yang harus ku akui padamu Tuan. sudah ku bilang aku tidak bersalah! Alesya tetap bersikukuh.
"akui saja, kalau kau memang sengaja ingin memeluk ku kan!!
"Tidak, aku tidak mau mengakui apa-apa. karna memang kau sendiri yang tidur di ranjang ku.
"apa kau tidak takut padaku Sya? Hov menatap wajah gadis yang di cintai nya Itu.
"Kenapa aku harus takut padamu Tuan? lagi pula aku tidak bersalah!
"Cleetukk"
Hov sudah menyentil jidat Alesya dengan pelan.
Aduhh...
kenapa kau suka sekali menyentil jidat ku Tuan?
tringgg.. tringgg.. tringgg...
Tiba-tiba Handphone Hov berbunyi nyaring di atas meja.
"Ya Steve ada apa?
__ADS_1
Hov langsung bangun dari ranjang dan duduk membelakangi Alesya yang masih terbaring di sana.
"ini sudah saatnya, Anda berangkat ke kota X untuk menghadiri pertemuan Tuan.
"Baik, sebentar lagi aku akan bersiap-siap.
"Baik Tuan!
Hov mengakhiri panggilan nya dan segera menatap Alesya yang sudah akan kabur ke kamar mandi.
"Berhenti di situ Alesya!
"tapi kenapa Tuan? Alesya menjawab tanpa menoleh kebelakang.
"kalau ku bilang berhenti, ya berhenti Alesya!!
"Siapp Tuan "Jehova".
Alesya berhenti di tempat nya berdiri saat ini.
Hov berjalan menghampiri Alesya dan.....
Greeeeeeb
tengannya memeluk erat tubuh Alesya dari belakang.
"A..a..apa yang kau lakukan Tuan? Alesya merasa seperti tubuh nya membeku. saat Hov sudah mengungkung tubuh nya.
"Diam....! aku hanya ingin memeluk saja! jangan melawan atau aku akan meminta lebih.
Ancaman Hov terdengar seperti silet tajam. yang siap di gunakan untuk menyayat kulit tipis nya. Alesya hanya memejamkan mata nya tanpa berani bergerak apalagi bersuara.
Nah, kalau kau menurut seperti ini kau jadi semakin manis Sya! Hov tertawa kecil, dengan tak henti mengendus rambut Alesya seperti seekor singa yang mendapat buruannya.
Satu Hari ini aku akan pergi Sya. dan sepertinya aku akan menginap di Apartemen ku malam ini. karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di sana.
"eh... kenapa Tuan? maaf, maksud ku kenapa Anda harus mengatakan nya pada ku.
bukankah Anda tidak perlu meminta ijin pada ku hehehehe Alesya terdengar memaksakan senyum nya.
"Dasar Bodoh! Hov sudah membalikan tubuh Alesya tepat di hadapan nya.
kau tau apa alasan ku memberi taumu?
Aku ingin kau baik-baik saja di tempat ini. jangan melakukan hal-hal yang bisa membahayakan diri mu dan juga orang lain yang menjagamu tau. Paham itu!
jadi Jangan berfikir terlalu jauh Nona, lagi lagi Hov menjentikkan jari di jidat mulus Alesya.
"uuuuhh, kenapa kau selalu menyentil jidat ku sihh. Alesya bersungut-sungut.
"Karna kau bodoh Alesya! Hahahahah Hov melepaskan pelukannya. dan mengaisi jas dan sepatu nya yang diletakkan di sofa kamar.
ingat kata-kata ku tadi Alesya, jangan melakukan hal-hal bodoh selama aku tidak di sini. atau aku akan menghukum mu!
Hov mengedipkan sebelah matanya dan berjalan menuju pintu keluar tanpa menoleh lagi pada Alesya.
para pengawal langsung mengambil Alih jas dan sepatu hitam mengkilap yang ada di tangan Hov. mereka mengekor di belakang Hov yang saat itu bertelanjang kaki menuju kamar pribadinya.
tidak ada yang berani bergunjing apalagi membicarakan tentang perubahan Tuan nya setelah bertemu dengan Alesya.
mereka memilih diam. walaupun sebenarnya keheranan melihat seorang Alexander Jehova berjalan tanpa menggunakan sepatunya.
🌸🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA TERHIBUR 🤗🤗🤗🤗
****LIKE
*VOTE
*KOMENTAR***
__ADS_1