"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 60


__ADS_3

Dua pria tampan itu masih duduk di sofa king size yang ada disalah satu ruangan khusus VVIP di butik ternama itu.


bergiliran satu persatu para karyawan membawa kan gaun pengantin yang diinginkan oleh Tuan Jehova namun berkali kali itu juga belum ada yang menarik perhatiannya.


"apa kau sungguh tidak salah butik Steve? Jehova seperti putus asa.


"iya Tuan, aku rasa Butik inilah yang paling cocok untuk mencari kan gaun untuk Nona Alesya besok.


"tapi apa kau lihat, koleksi disini semua biasa saja! Hov merajuk.


"bagaimana kalau Anda mendesain sendiri saja Tuan. saran Steve.


"jangan gila Steven! pernikahan ku dan Alesya akan dilaksanakan besok pagi. mana sempat aku mendesain nya.


Jehova beranjak dari tempat duduknya dan berjalan memutari galeri milik Marie.


matanya mengedarkan pandangannya ke seluruh Gaun pengantin yang ada disana. satu persatu Ia menyentuh nya, dan melihat detail desain nya.


tiba tiba ada Gaun pengantin berwarna putih dengan aksen lengannya terbuat dari brokat tipis menyerupai warna kulit.


langsung saja Ia berjalan mendekati Gaun pengantin yang sedang terpasang dimenekin itu.


Steve yang melihat Tuan nya berjalan menuju kesebuah ruangan yang ternyata itu adalah ruang untuk menjahit dan juga mendesain.


segera mengikuti pergerakan Tuan Mudanya itu.


"apa ada gaun pengantin yang Anda inginkan kan Tuan? tanya Steven.


"iya Steve, lihat lah gaun pengantin ini! bukankah ini sempurna? Hov membelai gaun itu dengan lembut.


"iya Tuan, sangat bagus! tegas nya.


"kalau begitu cepat panggil Marko kesini! kenapa kau malah diam saja? cecar nya.


"iya Tuan. Steve segera mencari pelayan untuk memanggil Marko datang ke ruangan itu.


hey kau!! panggil Steven pada pelayan wanita yang ada luar ruangan.


"iya Tuan" dengan segera si pelayan datang menghampiri nya.


ada yang bisa saya bantu? tanya pelayan itu dengan ramah.


"panggil kan Marko kesini sekarang! pekik Steve.


"apa maksud Anda Madame Marie? tanya pelayan itu keheranan.


"iya Dia, terserah kau menyebut nya apa. cepat panggil Dia kesini.


"iya Tuan" pelayan itu segera mencari Marie yang sedang memilihkan beberapa gaun pengantin terbaik untuk Jehova.


tak beberapa lama pelayan itu sudah tiba dihadapan Marie.


"Madame, kedua Tuan besar itu sedang menunggu Anda di ruang penjahitan. terang pelayan itu.


"apa maksud mu Tuan Jehova dan Asisten seksinya itu? sahut Marie dengan genitnya.


"iya Madame.


"oh, apa yang sedang mereka lakukan disana? kalau begitu aku akan segera menemui mereka. Marie dengan cepat berjalan menuju ke ruang penjahitan.


Oh Tuan-tuan yang tampan apa yang sedang Anda lakukan di sini. Marie mendekati mereka berdua.

__ADS_1


"aku ingin membeli Gaun pengantin ini! Jehova kembali membelai Gaun pengantin itu.


"Oh Tuan Jehova, selera Anda memang sangat bagus. tapi sayang gaun itu belum bisa digunakan. karena memang aku merancang nya hanya untuk ku gunakan fashion show busana ku Minggu depan.


"aku tidak menerima penolakan Marko! selesai gaun ini sekarang juga! aku akan membayar nya berapapun yang kau mau. kau harus sudah mengirimkan gaun ini ke Mansion ku malam nanti. ucap Jehova dingin.


"tapi aku masih harus menambahkan beberapa pernak-pernik lainnya Tuan! dan aku mungkin bisa menyelesaikan malam ini.


"aku tidak peduli dengan cara apa kau harus menyelesaikan nya. kalau kau tidak bisa menyelesaikan nya malam ini juga. maka aku akan menarik semua kerja sama ku untuk butik mu ini. kau paham itu. Hov menatap desainer gemulai itu tajam.


"Baiklah Tuan. aku akan mengirimkan sepasang Gaun pengantin ini ke Mansion Anda malam ini juga.


"jangan lupa bawa juga seorang perias pengantin yang terbaik untuk merias pengantin wanita ku besok.


"iya Tuan, saya akan membawakan perias pengantin yang terbaik di kota ini untuk mempelai Anda. sahut nya.


"ayo sekarang kita pergi dari sini Steve. antar aku ke suatu tempat lagi!


mereka berdua seharian ini menghabiskan waktunya di kota X. Jehova benar ingin pernikahannya ini berjalan sesuai keinginan Alesya.


Ia tidak Ingin membuat Alesya menyesal karena sudah menikahinya.


*


*


Sementara itu di Mansion seluruh pelayan sudah sangat sibuk mempersiapkan pernikahan Taun muda mereka yang secara tiba-tiba.


para pelayan hingga penjaga semuanya di kerahkan ke untuk mendesain seluruh Mansion agar menjadi seindah mungkin.


Jehova memilih taman untuk menjadi tempat mereka mengikrarkan janji suci itu.


tak ada satupun yang bersantai hari ini semua bekerja dengan keras.


tak terkecuali Hanna yang dari tadi masih bergelut dengan Alesya dikamar nya.


Alesya tampak malu-malu saat Hanna memaksa untuk melepaskan semua pakaiannya Karna untuk membaluri tubuh dengan wewangian.


"Bibi bukan kau sudah membersihkan tubuh ku tadi! bibir Alesya meruncing.


"tadi itu hanya lulur Nona! sekarang aku akan membaluri tubuh mu dengan wewangian ini. agar besok saat kau melakukan upacara pernikahan tubuh mu semerbak bau wangi.


Hanna tersenyum menggoda.


"tapi saat ini tubuh juga sudah sangat wangi Bibi. tegas nya.


"sudah jangan banyak bicara lagi. kali ini menurut lah pada ku! atau aku akan memaksa mu Nona. Hanna sudah mendekati Alesya dengan senyum yang tak bisa dijelaskan.


"aaa... jangan mendekat Bibi! sekarang kau benar-benar sudah mirip dengan Tuan Jehova yang bisa hanya mengancam ku. tiba-tiba Alesya tertunduk.


"Nona. ku mohon jangan seperti ini lagi! kau harus tersenyum manis. Karna besok kau akan menjadi pengantin dari Tuan Alexander Jehova.


"seandainya Ibu ku bisa hadir di pernikahan ku ya Bi. gumam nya pelan.


"Berdoalah Nona. agar Tuhan mengabulkan Doa mu itu. Hanna mulai membalurkan minyak wewangian itu ketubuh molek Alesya.


akhirnya mau tidak mau Alesya menyerah dan membiarkan Hanna menguasai tubuhnya kali ini.


dengan sesekali Hanna memberikan pijatan di bagian tubuh Alesya.


"O iya Bi, bukankah waktu itu Bibi belum bercerita padaku tentang Anak gadis Bibi kan. sekarang cerita kan lah Bi! pinta Alesya.

__ADS_1


"opa kau sungguh ingin mendengar nya Nona. jawab Hanna.


"tentu saja! ayolah Bi cerita sekarang!


"iya Baiklah!


Dulu, aku memiliki seorang anak perempuan berusia 9tahun Dia bernama Miera. tapi karena kebodohan suami anakku harus menjadi korban nya.


"Korban? apa maksud mu Bibi? Alesya semakin penasaran.


"Karena keserakahan suami Miera di culik oleh para pengedar narkoba di kota X dan menjadi kan nya tawanan mereka.


"tapi apa yang suami mu lakukan Bi. kenapa mereka sampai menculik anak kalian.


"suami ku membawakan narkoba para mafia itu. aku sungguh tidak tau kalau ternyata dia menjadi seorang kurir narkoba. Karna setauku Dia bekerja di perusahaan Tuan Jehova saja Nona.


"lalu? sahut Alesya.


"Suami ku pergi entah kemana, dia membawa lari barang haram itu. dan mereka menculik putri ku saat Ia baru saja keluar dari sekolah nya.


mereka menjadi kan anak ku untuk memancing suami ku keluar.


dan rencana mereka berhasil, saat suami ku tau anak kami diculik Ia segera mendatangi tempat itu.


namun sayang mereka berdua malah disiksa bersamaan. dan saat mereka hendak menangkap ku Taun Jehova melihat nya dan menolong ku.


"lalu apakah Tuan Jehova menolong anak dan suami mu Bi? cecar nya..


"tentu saja Nona, setelah aku menceritakan apa yang terjadi dengan suami ku.


Taun Jehova dan tuan Steven langsung pergi ketempat di mana Anak dan suami ku disekap.


tapi sudah terlambat. rupanya mereka sudah menghabisi nyawa mereka berdua dengan sangat keji.


hingga akhirnya Tuan Jehova menyuruhku untuk tinggal di Mansion ini dan menjadikan ku sebagai pelayanan nya. karena tempat ini paling aman untuk aku tinggali.


"sejak kapan Bibi tinggal di Mansion ini?


"sejak aku kehilangan keluarga ku Nona. tepat nya sebelas tahun yang lalu.


"rupanya Bibi sudah lama ya berasa di Mansion ini. aku turut berdukacita atas kepergian keluarga Bibi. Alesa memeluk wanita paruh baya itu tanpa mempedulikan tubuh nya yang masih polos.


"terimakasih Nona. percayalah padaku! kau pasti akan bahagia hidup dengan Tuan Jehova. karena Dia sungguh pria yang baik dan juga perhatian pada mu.


"ah entahlah Bibi, aku tidak berani berharap banyak pada iblis besar itu sekarang.


bagaimana mungkin Dia perhatian pada ku. tanpa meminta persetujuan dari ku tiba-tiba Dia ingin menikahi ku. apa itu yang disebut perhatian Bi? tidak masuk akal. tukas nya.


Hanna hanya bisa tersenyum saat mendengar Alesya menggerutu sesuka hatinya.


aku yakin kelak kau akan bahagia di sisi Tuan Jehova Nana. aku yakin kau akan mencintai Taun Jehova dengan segenap jiwa dan raga mu. Batin Hanna.


*BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH*"

__ADS_1


__ADS_2