"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Episode 13


__ADS_3

Alesya dengan susah payah menarik tubuh pemuda itu. hingga akhirnya si pemuda berada di halaman Rumah kebunnya.


"Kakak, kenapa kamu tidak bergerak? Alesya tanpa rasa takut mengusap kedua pipi pemuda itu.


saat kedua orang tua Alesya datang. mereka di buat terkejut, karna disamping anak nya sudah tergeletak seseorang yang berlumuran darah dan sudah tidak bergerak.


Gracia langsung berlari menarik tubuh Alesya untuk menjauh dari orang itu.


"apa yang sudah kau lakukan sayang. kenapa tangan mu penuh darah? Gracia sudah terlebih dahulu panik.


"ini bukan darah ku ibu! tapi darah kakak itu. jari kecil Alesya menunjuk kearah pemuda itu.


"Bagaimana orang ini bisa ada disini sayang? Ayah nya mulai bertanya pada Alesya. sembari memeriksa denyut nadi si pemuda.


"kakak ini, meminta Tolong dari balik semak semak sana Ayah. lalu aku menarik tubuh nya kesini.


apa kau Tau Ibu? tubuh nya berat sekali!! bisik Alesya pada Ibunya.


Gracia langsung memeluk tubuh anaknya erat-erat.


"hatimu sungguh Mulia sayang.


"bagaimana keadaan pemuda itu suamiku? Gracia coba mencari tau.


"seperti nya aku masih merasa kan denyut nadi nya, walaupun sangat lemah.


menurut ku, orang ini banyak kehilangan darah. ada banyak sekali luka di tubuhnya dan seperti nya luka tembak. Joo coba menjelaskan pada Istrinya.


"apa lebih baik, kita bawa Dia ke rumah saja. di sana ada beberapa perlengkapan kesehatan.


"Baiklah. Grece bantu! aku untuk menaikkan nya ke dalam bak mobil belakang.


sebaiknya kau yang menyetir. dan aku yang menjaga nya di belakang.


"Iya suami ku, Grece menyanggupi nya!


"apa aku boleh duduk di belakang juga Ayah? Alesya menyela.


"ya Baik lah sayang, kau boleh duduk di belakang. tapi kau harus berhati-hati karna ini sudah mulai gelap.


"Baiklah Ayah. Alesya menjawab dengan penuh semangat karna sudah di ijinkan untuk duduk di belakang.


dalam perjalanan menuju rumah, pemuda itu sama sekali tidak bergerak. Jonathan mencoba mencari identitas dari si pemuda.


tapi tak membuahkan hasil. tidak ada satu pun identitas di tubuh pemuda itu.


Jonathan hanya menemukan satu pulpen berwarna emas. yang di simpan di balik jas pemuda itu.


pulpen apa ini? kenapa di ujungnya ada lampu merah yang slalu berkedip-kedip. Jonathan yang merasa penasaran akhirnya menekan tombol di atas pulpen itu.


sementara Alesya sedang sibuk memainkan jari-jari si pemuda. sambil mengajak pemuda yang pingsan itu mengobrol.


"Cepat lah sembuh kakak! dan beritahu aku Hewan buas apa saja yang sudah kau temui di hutan sana. sampai tubuh mu terluka seperti ini!


"Alesya lepaskan tangannya! titah Ayahnya.


lihat lah! tangan mu terkena noda darah nya kan.


"Baiklah Ayah. bibir Lesya meruncing.


tidak lama setelah mereka tiba di rumah. Jonathan dan istri nya membawa pemuda itu masuk ke dalam rumah, di bantu oleh Mayya sang kakak.


mereka mengelap tubuh si pemuda dan mencoba memberikan pertolongan pertama pada pemuda itu.


ketika mereka sedang sibuk membersihkan pemuda itu. suara gemuruh terdengar dari luar rumah.


Jonathan keluar, untuk mencari tau dari mana suara itu berasal.


dan ternyata. sudah ada satu Helicopters yang menuju turun ke halamannya yang cukup luas.


"ada apa ini?


Jonathan masih tidak mengerti maksud dari kedatangan mereka.

__ADS_1


saat helicopters berhasil mendarat. mereka langsung menghampiri Jonathan.


salah satu orang bertubuh tegap dengan jas yang rapi langsung bertanya tanpa basa basi.


"apa Tuan Muda kami ada disini? karena sinyal bahaya yang saya terima, berasal dari rumah ini?


Jonathan hanya diam tak mampu berkata-kata.


Dia masih belum bisa mencerna keadaan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


tanpa menunggu persetujuan si Tuan rumah. orang itu masuk kedalam. dan benar saja yang mereka cari adalah si pemuda sekarat itu.


Bawa Tuan Muda Hov naik ke dalam helicopters! teriak pria ber jas hitam itu. dan seketika seluruh anak buahnya mengangkat tubuh pemuda itu dengan sangat hati-hati.


Jonathan dan isterinya hanya bisa diam. menyaksikan kejadian yang sama sekali tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


sementara itu, Alesya dan Mayya bersembunyi di kamar mereka.


mereka berdua tidak menyaksikan apa yang sedang terjadi di luar kamar.


"terimakasih Tuan! atas kebaikan anda telah menyelamatkan kan Tuan muda kami. apakah anda juga yang telah menekan tombol di pulpen itu?


tak bisa berkata kata apa-apa Jonathan hanya menggangguk mengiyakan pertanyaan orang itu.


dan sekarang, apa anda tau di mana pulpen itu berada?


"sebentar akan ku ambil kan. Joo berlari ke arah belakang mengambil jas pemuda itu.


ini Tuan ambillah!!


Joo menyodorkan sebuah jas yang masih berlumuran darah. setelah aku menekan tombolnya aku kembali memasukkan pulpen itu ke dalam jas nya.


"Anda sungguh orang yang baik Tuan. saya berjanji setelah Tuan Hov sadar dan sehat. saya akan membawa nya ke rumah ini, untuk berterima kasih secara langsung kepada keluarga anda.


dan terimakasih juga. karena anda telah menekan tombol di pulpen ini. sehingga kami bisa menemukan Tuan Hov tepat waktu.


kemudian orang-orang itu berpamitan dengan Joo dan Grece. mereka pergi dengan satu helicopters. dan yang lainnya mengendarai beberapa mobil besar.


*


*


datang lagi beberapa orang dengan mengendarai 2 mobil hitam besar.


Jonathan langsung keluar. karna menyangka orang-orang tadi kembali lagi, ternyata Ia salah besar.


orang-orang ini adalah, orang yang sudah memburu pemuda tadi. rupanya mereka mendengar informasi bahwa Hov di selamat kan oleh pemilik perkebunan di hutan itu.


Para pria bersenjata itu, langsung bergegas menuju alamat yang di dapat nya. setelah sampai di sana mereka melepaskan tembakan ke udara beberapa kali.


hingga membuat Joo terkejut, langsung masuk ke dalam rumah dan menguncinya.


"Grace dimana Alesya?


"Dia ada di kamar nya bersama Kak Mayya.


"cepat suruh kakak mu membawa Alesya ke rumah kebun!!


"tapi kenapa suamiku? bukan kah ini sudah malam.


"Jangan banyak bertanya! cepat lah Grece!


Joo hanya memerintahkan tanpa memberi alasan.


lalu Grece langsung masuk ke kamar Alesya. dan menyuruh Mayya untuk membawanya ke rumah kebun.


Dorrrr...Dorrrr...Dorrrr....


Grece mendengar suara tembakan seperti ada di depan rumah nya. Ia pun semakin panik.


"cepat lah kak bawa Alesya kesana! dan


ingat! jangan kembali kerumah ini, sebelum aku menjemput kalian kesana.

__ADS_1


Grece menekankan pada Mayya.


"Baiklah Grece!!


Mayya dengan cepat menarik tangan Alesya keluar dari rumah itu melewati pintu belakang.


dan segera membawa Alesya berlari menyusuri kegelapan di tengah rerimbunan pohon-pohon besar.


"kenapa kita harus kerumah kebun malam-malam begini Bi? celoteh Lesya di sela pelarian mereka.


"tidak apa-apa sayang, nanti ayah dan ibu mu juga akan menyusul. Mayya mencoba menghibur Alesya.


sejak itu. Mayya dan Alesya tidak pernah lagi bertemu dengan Gracia dan Jonathan.


pagi harinya. para warga desa menemukan rumah itu sudah dalam keadaan terbakar habis. hanya menyisakan puing-puing.


"Apaaaaaaaaa!!!


Mayya terkejut bukan main.


ketika, salah satu warga menghampiri nya di rumah kebun. untuk mengabarkan bahwa rumah adiknya terbakar hebat. dan tidak ada satu orang pun yang selamat dari kebakaran itu.


kakinya lemas, hingga tak mampu menopang tubuh nya. Ia langsung bersimpuh di lantai dengan berurai air mata.


"Bi.... kenapa Bibi menangis? tangan kecil Alesya menyentuh pundak Mayya.


tidak sayang, Bibi tidak apa-apa.


"O iya, mulai sekarang kau harus memanggil ku ibu. karena sekarang akulah Ibu mu Alesya.


"tapi kan, aku masih punya Ibu Grace Bi! Bibir kecil Alesya tak hentinya bertanya.


*


*


akhirnya Mayya menjual sebagian Tanah perkebunan. dan uwang hasil dari penjualan tanah itu, Ia belikan tanah dan bangunan di kota X.


yang saat ini menjadi Panti asuhan kasih Tuhan. sejak itulah mereka berdua Pergi dari desa B, dan menetap di Kota X.


Flash Back off


*


*


Steve yang mendengar cerita panjang lebar dari Mayya. seakan di buat tak percaya.


keluarga kecil, yang dulu di temui nya sekitar 10 tahun yang lalu. ternyata tewas di bunuh. bukan karena kebakaran.


Sebenarnya 4 bulan setelah kejadian Hov di culik.


Hov dan Steve mendatangi rumah keluarga Alesya. tapi mereka tidak menemukan siapa pun disana. warga desa hanya mengatakan bahwa seluruh penghuni rumah itu tewas dalam kebakaran.


"Terimakasih banyak Nyonya!!


Steve membungkuk kan badan nya di depan Mayya.


karena selama ini Anda telah menjaga Nona Alesya dengan sangat baik.


Saya berjanji akan melindungi Anda dan Nona Alesya mulai saat ini.


Steve merasa sudah menemukan sebuah titik terang, dari gadis yang saat ini sedang bersama Tuannya besar nya itu.


🌸🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tunggu terus Kelanjutannya ya...☺️☺️☺️


dan jangan lupa kasih like dan komentar untuk Novel aku 👌👌👌👌


Happy Reading 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2