
Alesya masih duduk di sofa kamar itu. menunggu Jehova keluar dari ruang ganti, tak berapa lama, pria yang sudah menjadi suaminya itu keluar dengan sudah berpakaian rapi.
Hov menggunakan seluruh pakaian yang sudah di siapkan oleh Alesya.
tak sedikit pun Alesya mengalihkan pandangan nya dari Hov. Hov benar-benar sempurna di mata Alesya. posturnya yang tinggi besar, tubuhnya tegak berisi, parasnya yang tampan, dan yang jelas pria itu memiliki kekayaan juga kekuasaan yang begitu fantastis.
Oh Tuhan, Iblis besar ini sungguh ciptaan yang begitu sempurna dari mu.
gumam Alesya.
"Hey, kenapa kau malah diam saja? ambil kan sepatu ku! Hov mengarah kan ekor matanya pada sebuah lemari besar disamping sofa, tempat Alesya duduk.
"eh, iya Tuan" Alesya segera membuka pintu lemari kaca itu.
Anda ingin menggunakan yang mana Tuan? Alesya menoleh ke arah Suaminya.
"terserah, cepat! pilih saja semau mu. pekik Hov sambil menatap Alesya yang sedang memilihkan sepatu untuk dipakainya.
Dasar gila, baru saja tadi Dia mengatakan kalau seleraku kuno, sekarang malah meminta ku untuk memilih kan untuk nya.
Batin Alesya kesal.
setelah sesaat memperhatikan beberapa sepatu yang tersusun dengan rapi itu, Alesya menjatuhkan pilihannya pada sepasang sepatu yang tidak asing di matanya. ya, sepatu itu adalah sepasang sepatu fantofel berwarna hitam mengkilat, dengan aksen tali sederhana namun terlihat elegan.
"Yee, akhirnya aku menemukan nya Tuan. pekik Alesya kegirangan sambil memegang sepasang sepatu ditangan nya.
Darimana dia bisa tahu, kalau itu sepatu favorit ku.
Batin Jehova keheranan.
"kenapa kau malah tertawa seperti itu Alesya? cepat bawa kesini! apa kau tidak tau kalau aku sudah terlambat heh. Hov menatap arloji mewah nya.
"iya Tuan" segera Alesya berlari kecil ke arah Jehova.
silahkan, pakailah! Alesya meletakkan sepasang sepatu itu di samping kaki Suaminya.
"pakai kan! Titah Hov.
"eh, iya Tuan" Alesya menuruti perintah Jehova.
namun belum sempat Alesya memakai kan nya. Hov sudah lebih dulu memegang tangan Alesya erat.
"tidak usah, biar ku pakai sendiri saja. Hov melepaskan tangan Alesya dan meraih sepatu nya.
kenapa kau tidak menolak perintah ku Alesya? bukankah sebelum nya kau paling tidak suka kalau aku memberikan perintah untuk mu.
Jehova
"tapi kenapa kau tidak mengijinkan aku untuk memakai kan sepatu ini untuk mu Tuan? Alesya penasaran.
"apa kau ingin tau Alesya? sahut Hov.
"he,em. tentu saja. jawab Alesya.
__ADS_1
"karena kau lambat!!! lagi-lagi Hov menyentil jidat Alesya pelan. dan segera berdiri dari tempat duduknya.
"uuhhh, kenapa kau selalu melakukan ini padaku sih? Alesya kesal.
"haha" Hov hanya terkekeh melihat reaksi Alesya yang begitu menggemaskan dimatanya.
ini untuk mu. Hov memberikan sebuah paper bag berisi Handphone keluaran terbaru untuk Alesya.
"apa ini Tuan? Alesya tampak keheranan saat melihat isi paper bag itu.
"itu ponsel Alesya! apa kau tidak bisa melihat nya? Hov kesal.
"iya aku tau ini ponsel! tapi kenapa kau memberikan nya pada ku? sahut Alesya.
"ya untuk kau kau gunakan. memang nya untuk apa lagi.
"tapi Tuan?"
belum sempat Alesya menyelesaikan ucapannya Hov sudah bergegas meninggalkan kamar.
Alesya pun segera meletakkan paper bag berisi ponsel itu di atas ranjang, dan segera berjalan mengikuti Jehova.
tak ada sedikitpun pembicaraan diantara mereka saat berjalan menuju ke lantai bawah.
saat tiba di bawah Steve sudah seperti patung kayu yang berdiri di samping tangga menunggu Tuannya. Hov hanya mengangguk kan kepala nya pada Steven dan langsung menuju ke meja makan. dimana sudah tersedia roti untuk sarapan pagi nya dengan berbagai pilihan rasa.
semua pelayan sudah menunggu kedatangan Jehova dengan wajah pias. mereka semua takut kalau Jehova akan marah saat melihat ada berbagai macam roti di atas meja itu. Karena mereka semua tau. Jehova hanya akan makan apa yang biasa Dia makan, tidak kurang dan juga tidak lebih. namun mereka juga tidak berani menyingkirkan semua makanan yang sudah Alesya siapkan untuk Jehova. sungguh mereka sudah seperti buah simalakama pagi ini.
"wah, ada apa ini, kenapa ada banyak sekali roti diatas meja makan? Hov berkacak pinggang. berpura-pura tidak tahu. walaupun sebenarnya Ia tau kalau Istri kecilnya lah yang sudah menyiapkan semua itu.
"aku tidak meminta jawaban dari mu Leo! jawab Hov sinis.
"oh, maaf Tuan" saya yang sudah menyiapkan semua sarapan ini untuk Anda. Alesya tersenyum getir. karena Alesya sudah tau kalau Jehova mengharapkan jawaban dari nya.
"oh, jadi kamu yang sudah menyiapkan sarapan untuk ku. Hov tampak tersipu malu saat mendengar jawaban dari Alesya. hingga membuat semua orang yang ada di sana tampak keheranan.
kalau begitu sekarang duduk lah! habiskan semua roti yang sudah kau buat ini. Hov segera duduk di kursinya.
"Iya Tuan" Alesya tampak kesal dengan jawaban Jehova.
"apa kau marah dengan pada ku Nyonya Hov!! Jehova memicingkan matanya menatap Alesya.
"oh, tidak Tuan. mana mungkin aku berani marah pada mu. iya kan? Alesya menusuk roti isi keju milik nya dengan garpu.
haha, bisa-bisanya Dia berkata tidak marah. sedangkan garpu nya berkata lain.
Hov tampak tersenyum sendiri saat melihat tingkah Alesya.
"apa ini roti buatan mu Alesya? Hov membolak-balik roti yang ada didepannya.
"iya Tuan, saya sendiri yang membuat nya. sahut Alesya masih dengan nada kesal.
"kenapa bentuk nya seperti ini? Hov mengangkat nya ke atas dengan garpu.
__ADS_1
"kenapa Anda harus mempermasalahkan bentuk nya Tuan? Alesya semakin kesal.
"hey, santai saja Alesya. aku akan tetap memakannya. ya walaupun sebenarnya aku tidak yakin dengan rasanya. Hov melirik Istrinya yang masih tampak kesal.
"kalau begitu, cepat lah habis kan sarapan Anda Tuan! dan segera lah pergi kekantor. Sahut Alesya kesal.
"apa kau mengusir ku dari Mansion ku sendiri Nyonya? Hov kembali memicingkan matanya.
haha, rasanya menyenangkan sekali saat melihat mu kesal seperti sekarang Sayang.
Batin Hov.
"sudahlah Tuan, jangan mempersulit sarapan pagi Anda. bukankah Anda tidak ingin terlambat. Alesya menatap Hov dengan senyuman termanis nya namun mengerikan untuk Jehova.
"Baik lah Nyonya, aku akan menuruti perintah mu kali ini. Sahut Hov sambil menahan tawanya.
eh, ngomong-ngomong, rasa apa yang sedang kamu makan?
"keju" jawab Alesya malas.
"wow, kelihatan enak" tanpa izin Hov mengambil roti milik Alesya dan memakannya.
"eh, apa yang Anda lakukan Tuan? Alesya terkejut karena Hov mengambil roti milik nya.
"Hmmm" enak' kenapa aku tidak pernah berfikir kalau ternyata roti isi keju begitu enak ya. Hov memakan roti milik Alesya tanpa sisa.
"oh, tidak. jangan katakan kalau Anda tidak pernah mencicipi roti isi keju Tuan. mata indah Alesya terbelalak tak percaya.
"jangan gila Alesya, aku hanya tidak begitu menyukai olahan yang terbuat dari susu. sahut Hov.
"ohh" jawab Alesya singkat.
"ohh? jawab apa itu Alesya? Hov tampak kesal.
"lalu aku harus menjawab apa Tuan? Alesya tampak putus asa.
"sudahlah kau membuang waktu ku saja. Hov menggeser piring berisi roti milik nya ke hadapan Alesya.
habiskan itu!
Leo, letakkan semua roti ini di tepak dan berikan pada Steven. aku akan membawakan ke kantor.
Hov beranjak dari kursinya dan segera meninggalkan meja makan tanpa mempedulikan Alesya yang masih terheran-heran dengan tingkah suaminya.
sebenarnya bukan Alesya saja yang merasa heran, seluruh pelayan yang ada di sana juga bingung. Karna Tuan mereka tidak pernah sekalipun membawa makanan dari Mansion ke kantor nya.
namun tidak ada satupun dari mereka yang berani menolak permintaan dari Jehova dan segera menyiapkan tepak untuk membawa semua roti buatan Alesya.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH