
sementara itu Alesya masih duduk dikamar dengan ponsel baru ditangannya. Ia kembali mengotak ngatik handphone pemberian dari Jehova itu. Ia membuka kontak telepon dan hanya ada beberapa nomor telepon saja disana diantaranya nomor telepon milik Ibunya, Hanna, Steven dan pastinya Jehova. Alesya hanya menggeleng kepalanya pelan setelah tau Handphone secanggih itu hanya terdapat beberapa kontak telepon saja. Lalu Alesya berlanjut ke aplikasi lain nya dan kali ini pilihan nya jatuh pada galeri foto, betapa terkejutnya saat Ia membuka aplikasi itu. matanya seketika terbelalak lebar, tatkala Ia melihat ada banyak sekali foto Selfi milik Jehova dengan berbagai pose dan dari berbagai engels yang berbeda disana.
satu persatu Alesya mulai mengamati foto-foto Suami nya itu. terkadang terselip tawa dari bibir Alesya, saat Ia menemukan foto yang menurutnya cukup aneh. namun tak jarang Ia juga mengagumi beberapa foto yang memperlihatkan dengan jelas ketampanan yang Jehova miliki.
tampan sekali! aku tidak tau. apakah aku harus bahagia atau sedih karena memiliki suami setampan diri mu Tuan. rasanya aku tidak percaya, dengan ketampanan dan juga kemapanan yang kau miliki sekarang, kau mau menikahi ku. lagi pula siapa aku ini.
ah, kenapa aku jadi memikirkan Iblis besar itu sih.
Batin Alesya.
Alesya kembali melihat foto-foto suaminya itu, lalu dengan kesal melemparkan ponsel yang dipegangnya ke ranjang.
*
*
sementara itu di kantor Jehova sedang sibuk melakukan pekerjaan yang sudah lama terbengkalai.
siang ini Jehova memulai nya dengan pertemuan penting dengan para pemegang saham di perusahaan miliknya.
Jehova tampak tenang memasuki ruang meeting nya. sepertinya biasa tak ada sedikitpun senyum yang terlukis dibibir indah itu.
"selama siang Tuan Hov, semua orang yang ada di sana segera berdiri dan menyapa kedatangan Jehova.
"Hmmmmm.
hanya itu yang keluar dari mulut Pria tampan itu. dan segera mengambil posisi duduk di kursi kebesaran nya.
"apa kabar Tuan? tanya seseorang laki-laki yang sudah berumur 50 tahun nan itu.
"apakah mata mu sudah rabun Tuan Robert? bagaimana mungkin kau bisa bertanya bagaimana kabar ku, sementara aku sedang duduk di depan matamu sekarang. senyum Hov sarkas.
wajah Robert seketika tampak pias saat mendengar jawaban yang begitu menohok dari mulut Jehova.
Jehova memang terkenal dengan sikap nya yang keras, dingin dan juga paling tidak suka basa-basi. Ia dikenal dengan sikap nya yang sangat tegas dan juga kejam tentunya.
karena itu semua rekan ataupun koleganya di dunia bisnis legal dan Ilegal sangat menyenangi kepribadian Jehova, namun tidak sedikit pula para pesaing bisnisnya yang merasa terancam dengan sepak terjang seorang Alexander Jehova.
banyak sekali di antara musuh-musuh nya yang menginginkan kematiannya. dan salah satu nya yang pernah Ia alami 10 tahun yang lalu. saat itulah Dimana Alesya menolong hidup Jehova.
"Apakah rapat ini sudah bisa dimulai? suara dingin Jehova memecah kebisuan di meeting room itu.
__ADS_1
"iya Tuan" semuanya menjawab dengan serentak.
"kalau begitu silahkan laporkan semua perkembangan saham kalian! titah Hov.
semua nya segera membuka laptop mereka satu persatu dan mulai menyiapkan apa saja berkas-berkas yang diminta Jehova.
setiap kali mengadakan pertemuan, Jehova memang sengaja tidak mengijinkan mereka membawa sekertaris atau pun asisten pribadi mereka. itu semua bertujuan agar mereka bisa bekerja sendiri tanpa mengandalkan sekertaris nya.
terkadang begitulah cara Jehova melihat rekan bisnisnya yang benar-benar bisa bekerja dan mana yang hanya sekedar bekerja.
"maaf Tuan? penjualan kita di Mall X sedikit mengalami penurunan. tukas Robert.
"bagaimana mungkin? bukankah Mall itu adalah pusat perbelanjaan paling besar dan Juga paling lengkap di antara Moll lainnya. sahut Hov kesal.
"iya Tuan. tapi menurut survei lokal, banyak masyarakat yang merasa enggan untuk memasuki Mall itu, karena menurut mereka Mall itu hanya untuk kalangan menengah keatas saja.
"O iya, begitu kah?
lalu apa yang bisa kau lakukan untuk merubah cara berfikir masyarakat itu. bukankah 10% saham di Mall X adalah milik mu. Hov menatap Robert penuh tanya.
"maaf Tuan Hov, apa maksud Anda? Robert kebingungan dengan sikap Hov.
"Astaga, Tuan Robert. jadi kau hanya melakukan survei saja, dan setelah kau tau apa permasalahan kau sama sekali tidak bertindak.
"maaf Tuan, tapi saya tidak tau harus berbuat apa. lagi pula beberapa bulan ini Anda sangat sulit untuk dihubungi kan. Robert mencoba mencari kesalahan Hov.
"jangan gila Tuan Rob!! aku bukan lah satu-satunya orang yang bisa untuk kau ajak berunding kan. dan ketahui lah! aku berhak melakukan apapun di perusahaan ku. jadi aku bebas untuk bekerja atau tidak. karena itu bukan urusan mu. lagi pula Hans selalu mengantikan posisi ku kan. tegas Hov.
"iya Tuan maaf kan atas kelancangan ku. tampak sekali suara Pria paruh baya itu sudah bergetar.
"jangan memancing ku lagi Tuan Rob! atau kau akan tau apa akibatnya. ancam Hov.
"Baik Tuan. Robert tampak pias.
"mulai sekarang, kirim kan semua laporan tentang Mall X kepada ku secara langsung. biar aku yang akan menyelesaikan masalah ini secara pribadi.
"Baik Tuan. jawab semua orang yang ada di sana.
"sekarang apa lagi yang akan kalian sampai kan pada ku? pekik Hov keras.
"maaf Tuan, ada yang ingin saya sampaikan. sahut seorang pria dari ujung meja.
__ADS_1
"katakan lah! pekik Hov.
"perkembangan bisnis properti kita mengalami kemajuan yang sangat pesat, sejak Anda mengusulkan progres pembangunan properti untuk masyarakat dengan penghasilan minim.
"bagus lah kalau begitu. karena pada dasarnya semua mahluk hidup membutuhkan tempat tinggal yang nyaman, apalagi manusia iya kan? jadi aku sudah bisa memperkirakan kalau kita bisa meluncurkan program properti yang terjangkau, maka akan banyak sekali peminatnya. Hov menjelaskan.
"iya Tuan, Anda benar sekali. tapi, sepertinya kita membutuhkan banyak lahan untuk memenuhi permintaan pasar. sahut Pria itu.
"tentu saja, kita akan membuka lahan baru. jawab Hov.
"tapi kita tidak bisa sembarang membuka lahan Tuan. karena tidak semua tempat akan menyetujui jalan nya dilalui oleh alat berat dan juga truk-truk besar Tuan.
"bodoh!! tentu saja masyarakat akan marah, kalau merusak akses mereka. yang kau butuhkan hanya meyakinkan mereka, kalau proyek kita akan berdampak positif pada desa mereka.
sudah lah, kau cari saja lahan nya. dan masalah lainnya biar aku yang akan mengurus nya. titah Hov.
"Baik Tuan. terimakasih atas saran Anda.
"Hmmmmm.
lalu satu persatu semua orang yang hadir di pertemuan itu menyampaikan keluh kesah proyek yang Sedang mereka kerjakan. dan dengan sangat lugas Hov memberikan pendapat juga pengarahan pada seluruh tamu yang datang.
walaupun terlihat sangat santai, tapi Jehova tidak pernah menyepelekan masalah pekerjaan sedikit pun. Ia akan sangat serius saat sudah bekerja. karena itu, tak jarang Ia sering mengabaikan kesehatan, dan tak jarang Ia menunda makan siang nya jika merasa seluruh pekerjaan nya belum terselesaikan.
seperti sekarang ini. sudah hampir 3 jam mereka semua berkutat di meeting room untuk membahas pekerjaan. walaupun sebenarnya anggota lainnya sudah merasa kelelahan, namun sepertinya mereka tidak berani protes. karena Jehova sendiri belum ingin mengakhirinya.
*
*
*
sementara itu didalam kamar mewah milik Jehova. Alesya sudah mulai merasa bosan. Ia hanya bisa bolak balik di kamar itu, tanpa bisa melakukan kegiatan apapun. sebab suaminya sudah mengatakan Ia tidak boleh melakukan kegiatan apapun tanpa seijin nya. sebenarnya Alesya ingin sekali menelfon Hov, untuk meminta ijin memasak untuk makan malam mereka nanti. tapi sepertinya Alesya masih merasa malu untuk menghubungi suaminya lebih dulu.
dan yang bisa dilakukan nya hanya menonton beberapa film favoritnya.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH