
dengan penuh semangat, Jehova berjalan menyusuri koridor menuju kamar gadis pujaan hatinya.
saat Ia hampir sampai didepan pintu kamar, semua penjaga serentak berdiri bersamaan ketika melihat Jehova datang kearah mereka.
"selamat pagi Tuan Jehova" mereka berdua Secara bersamaan memberikan salam pada Tuan Muda nya. walaupun sebenarnya saat itu sudah tidak lagi di katakan pagi Karna jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang.
"Hmmmmm" seperti biasa hanya itu saja jawaban dari bibir pria tampan itu.
"apa Anda ingin masuk ke kamar Nona Tuan? tanya salah satu penjaga itu.
"apa matamu buta? tentu saja aku ingin masuk, apa kau tidak melihat aku sudah membawakan sarapan ini. Jehova menunjukkan piring berisi setangkup roti dan segelas Oren jus yang dipegangnya.
"oh, maaf Tuan, saat mereka ingin membuka kunci nya tiba-tiba Jehova menghentikannya.
"tunggu! apa kalian tidak punya sopan santun heh? bisa-bisa nya kalian langsung saja membuka nya tanpa mengetuknya dulu! Jehova bersungut-sungut.
"eh, maaf kan kami Tuan! dengan cepat salah satu penjaga langsung mengetuk pintu kamar Alesya untuk Tuannya.
Tokkk...Tokkk...Tokkk
"masuk lah Bi! seperti biasa Alesya mempersilahkan begitu saja orang yang mengetuk pintu kamar nya tadi. Karna Alesya sudah tau, hanya Hanna saja satu satunya pelayanan yang bisa memasuki kamar miliknya itu. sepertinya Dia melupakan kalau Jehova juga memiliki hak penuh untuk keluar masuk ke dalam kamar nya juga.
setelah mendapat persetujuan dari pemilik kamar, para penjaga itu membuka pintunya dan mempersilahkan Jehova masuk lalu menutup nya kembali.
rupanya Jehova sengaja tidak memanggil Alesya, agar gadis itu tidak terkejut dengan kehadirannya. Hov hanya mengedarkan pandangannya keseluruh kamar mencari keberadaan gadis itu.
"Di mana Alesya? kenapa Dia tidak ada di ranjang nya. gumam Hov pelan.
kemudian Hov meletakkan sarapan milik Alesya di meja persegi itu.
Jehova masih saja mencari Alesya, hingga ke kamar mandi tidak luput dari pencarian nya.
"aauuuh"
tiba-tiba terdengar suara jeritan kecil dari Walk in Closet yang terletak tepat disamping kamar mandi itu.
"Alesya" dengan panik Hov membuka pintu ruangan itu dengan kasar hingga membuatnya hampir terjatuh.
sejenak mata mereka berdua bertemu, saat Jehova sudah berada didepan pintu. lalu dengan cepat berbalik membelakangi Hov dan segera merapikan handuk yang masih melilit tubuh indah nya. Hov tidak tau kalau
rupanya Alesya baru saja selesai mandi dan berniat mengganti bajunya. namun saat Ia sedang mengambil dalaman yang ada di laci, tanpa sengaja saat hendak menutup nya jari telunjuknya terjepit diantara seluruh laci itu. hingga membuatnya berteriak Karna terkejut.
"apa yang sedang Anda lakukan di sini Tuan? teriak gadis itu.
"a..aku sedang mengantarkan sarapan pagi yang kau minta Alesya. Hov tampak gugup.
sial, Kenapa aku harus gugup seperti ini sih? bukankah aku sudah pernah melihat tubuh nya waktu itu. Batin Jehova.
__ADS_1
"bukankah Bibi Hanna sudah menyiapkan nya di meja. lalu untuk apa Anda membawakan sarapan lagi. tukas gadis itu.
"tapi bukan kah, kau sendiri yang meminta pelayan untuk membuat roti isi coklat dan segelas Oren jus kan! jadi aku Sengaja mengantarkan sendiri untuk mu.
"ah. terserah apa alasannya. ku mohon keluar dari tempat ini sekarang Tuan! karna aku ingin memakai baju ku. bibir Alesya meruncing.
"eh, iya.. iya baiklah. aku keluar sekarang Alesya. Hov langsung mengambil langkah seribu dan menutup pintunya dengan cukup keras hingga membuat Alesya sedikit terkejut.
Dasar iblis gila, kenapa tiba-tiba Dia yang masuk ke kamar ku.
oh jantung ku, kumohon berhentilah berdetak dengan kencang saat ada Tuan Jehova. sungguh aku takut kalau Dia bisa mendengar detakan nya. Batin Alesya.
Jehova duduk di balkon kamar Alesya. menatap Mansion miliknya dari atas balkon itu.
tiba Alesya keluar dengan berteriak memanggil manggil Hanna.
"Bibi Hanna! Bibi..! Suara Alesya sungguh memekakkan telinga Hov.
"apa kau tidak bisa diam Alesya? kenapa kau suka sekali berteriak teriak. apa kau pikir sekarang kau sedang ada di hutan heh! sahut Hov pelan.
"oh Astaga! Alesya menutup mulutnya sendiri. karena Ia terkejut bukan main saat mengetahui ternyata Jehova masih ada dikamarnya dan sedang duduk bersantai di balkon depan.
a..apa yang sedang Anda lakukan disini Tuan? kenapa Anda belum keluar? suaranya terdengar gugup.
"apa kau tidak lihat? aku sedang duduk menikmati keindahan Mansion ku dari sini Alesya. dan suara cempreng mu itu sungguh sangat menggangu ku. cicit nya.
"iya ini memang kamar mu! tapi tetap saja seluruh tempat yang ada di Mansion ini adalah milik ku. jadi aku berhak ada dimana saja sesuai keinginan ku. ingat itu.
sekarang makan lah sarapan mu dulu! titah Hov.
"tidak mau! aku akan makan bersama Bibi Hanna saja. Alesya merajuk.
"Baiklah, kalau kau tidak mau makan maka aku juga tidak akan keluar dari kamar ini. ancamnya.
"kenapa kau selalu mengancam ku Tuan? apa kau tidak bisa melakukan hal lain selain mengancam saja! Alesya meraih roti itu dan memakannya dengan cepat.
tak butuh waktu lama Alesya sudah menghabiskan semua makanan yang Jehova bawakan untuk nya. Karna selain Alesya lapar Ia juga sangat menyukai roti dan Oren jus itu.
"Astaga, cepet sekali kau memakan Sya? Jehova masuk dan melihat Alesya sudah menghabiskan semua nya.
"sekarang aku sudah selesai memakan nya. sekarang Anda bisa keluar dari kamar ku sekarang! titahnya.
"tidak mau! aku masih ingin disini bersama. Jehova sudah mengambil posisi kosong di sebelah Alesya duduk.
oh Tuhan, apa lagi yang iblis besar ini ingin lakukan pada ku. Alesya.
Jehova tidak menyadari kalau gadis yang sedang duduk disebelahnya itu sedang berusaha mati-matian untuk menyembunyikan detak jantungnya yang berdebar semakin kencang saat sedang bersama dirinya.
__ADS_1
"ta..tapi Anda tidak bisa terus berada di kamar ini Taun.
"haha, apa jangan-jangan kau takut tidak bisa menahan diri mu saat sedang bersama ku ya! Jehova terbahak bahak.
"kenapa kau malah tertawa Tuan? apa ada yang lucu dari ucapan ku. Alesya semakin bingung.
"ucapan mu tidak lucu Sya, tapi wajah mu itu menggemaskan saat sedang panik seperti ini. Jehova semakin menggeser tubuhnya mendekati Alesya.
wajah Alesya langsung berubah merah padam saat Jehova menatap nya dari jarak dekat.
"jangan dekat-dekat Tuan! Alesya mendorong tubuh kekar Hov pelan.
"kenapa Alesya? apa kau tidak suka berdekatan dengan ku? Hov sedikit menjauh.
"ku mohon keluar dari kamar ku sekarang Tuan! Tegas nya.
"tapi kenapa Sya? kenapa kau slalu menolak ku seperti ini Alesya.
tapi kenapa kau diam saja saat Hansen memeluk tubuh di taman tempo hari. Hov memekik keras.
"apa maksud Anda berkata seperti itu Tuan? Alesya bangun dari duduknya dan berpindah ke ranjang.
"jangan pura pura lupa Alesya! aku bahkan melihat nya sendiri saat Hans memeluk mu. untuk saja aku tidak menembak kepalanya.
"kenapa Anda harus melakukan itu pada Tuan Hans. apa salah nya? Alesya menatap Jehova nanar.
"apa kau sedang membela laki-laki itu Alesya? Alesya tidak menyadari kalau Pria itu sudah terbakar api kecemburuan.
"aku tidak membela Nya. hanya saja aku tidak tega saat Anda memperlakukan seperti itu.
"kenapa memangnya? apa kau tidak terima? Jehova berdiri dan mendekati Alesya.
"jelas saja aku tidak terima. Karna Tuan Hans itu orang yang sangat baik. Dia bahkan selalu membantu aku saat sedang dalam kesulitan. dan kau tidak boleh menyiksanya seperti waktu itu.
"Cukup Alesya! berhenti menyebut nama Hans didepan ku! atau aku akan! Hov mengepal kuat jari-jarinya.
"atau apa Tuan? seperti nya sekarang aku mulai terbiasa dengan ancaman yang Anda berikan. Alesya tersenyum sinis.
Pertikaian antara kedua nya pun kembali terjadi lagi.
*BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
*KOMENTAR
__ADS_1
"TERIMAKASIH"