
Ia terus saja berlari menembus gelapnya malam dan derasnya air Hujan seperti tidak mengenal rasa takut.
hingga akhirnya tibalah Ia di jalan beraspal yang sangat panjang itu, bahkan Alesya tidak tau di mana ujung ataupun pangkal nya.
tubuhnya berputar dan pandangan nya masih berusaha mencari kemana arah jalan besar itu.
"harus kemana arah ku berlari sekarang? kenapa aku seperti kehilangan arah. di mana ini?
Hiks..hiks Alesya terisak di tengah pelarian nya.
"tidak, aku tidak boleh takut. aku harus bisa melewati nya! aku yakin pasti jalan ini memiliki ujung, pasti akan ada orang yang melintas jalan ini. pikir Alesya.
Alesya kembali memantapkan hati nya dan segera berlari lagi mengikuti jalan beraspal itu. tubuhnya sudah basah kuyup, bibir nya sudah memucat dan kakinya penuh luka, tapi keinginan nya untuk pergi menjauh dari Hov lebih kuat dari semua rasa sakit yang ada di tubuhnya.
*
*
Di mansion di semua penjaga belum menyadari bahwa Alesya sudah berlari cukup jauh dari sana.
hingga salah satu penjaga yang bertugas untuk berkeliling menemukan benda mencurigakan yang menjuntai dari balkon kamar Alesya.
si penjaga dengan cepat menghubungi teman-teman nya melalui walkie talkie yang di pegangnya.
"Remon" kemarilah! aku sedang ada di bawah balkon kamar Nona Alesya.
"ada apa Joni? kenapa suara mu seperti sedang panik begitu.
"Sudahlah, jangan banyak bertanya cepatlah kemari!
"iya.... baiklah"
dengan cepat Remon sudah ada bersama Joni. ditaman yang ada di bawah balkon kamar Alesya.
kain apa ini Mon? apa jangan-jangan ada orang yang masuk secara diam-diam ke kamar Nona Alesya. keduanya tidak berfikir bahwa seorang gadis muda seperti Alesya berani kabur di tengah hujan lebat seperti sekarang ini. justru mereka berfikir ada seorang yang sudah menyelinap masuk ke kamar Nona Mudanya.
mereka berdua sudah sama-sama panik saat membayangkan apa yang akan di lakukan Hov pada mereka, saat Hov tau mereka telah lalai dalam bertugas.
"cepat bangun kan Hanna Jon!! suruh dia untuk mengecek keadaan Nona Alesya.
"iya"
dengan cepat Joni menuju ke Paviliun belakang. tempat para pembantu wanita beristirahat.
Dokk...Dokk..Dokk..
Joni menggedor kamar Hanna dengan sangat kencang, hingga membuat Hanna terjaga dari tidurnya.
"Siapa sih? malam-malam begini yang mengedor pintu dengan sangat keras. Hanna bergegas bangun menuju pintu.
ada apa Jon? malam-malam begini kamu mengganggu tidur ku saja.
"Hanna" cepet pergi ke kamar Nona Alesya, lihatlah apa Dia baik-baik saja.
"Apa maksud mu Joni? ada apa dengan Nona Alesya? Hanna sudah keluar dari kamar nya dan langsung berlari masuk ke Mansion DE'LUXE untuk menemui Alesya.
sesampainya di didepan pintu kamar milik Alesya Hanna langsung membangun kan para penjaga yang tertidur di tempat duduk yang ada di kedua sisi pintu.
"Dani, Antonio Bangunlah! Hanna menepuk keras pundak mereka satu persatu.
"Ada apa Hanna? Dani terbangun membuka mata nya dan melihat Hanna sudah ada di depan nya.
"Cepat buka pintu kamar Nona Alesya!
__ADS_1
"tapi ini masih tengah malam Hanna, apa kau ingin mengganggu istirahat Nona?
"Sudah cepat buka saja"! Hanna berteriak kepada kedua orang penjaga pintu itu.
"Baiklah Hanna" Dani langsung mengeluarkan kunci kamar dari saku nya dan membuka kan pintu kamar untuk Hanna.
Betapa terkejutnya mereka semua, Karna mendapati Alesya sudah tidak ada pada ranjang miliknya.
Hanna segera berlari menuju kamar mandi dan Walk in Closet yang ada di kamar, tapi tetap saja Alesya tidak ada di sana.
Hanna dan beberapa panjang langsung keluar ke balkon kamar dan menemukan sprei yang masih terlilit di balkon.
Oh Nona Alesya. kenapa Anda harus kabur dari Mansion ini. apa Anda tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya Tuan Hov. saat tau kalau kau sudah berani lari dari Mansion nya.
Hanna bersimpuh di depan balkon dengan berurai air mata, Ia benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan Hov padanya dan juga pada Alesya saat dia kembali ke Mansion ini lagi nantinya.
Karna Hanna tau, Alesya tidak akan bisa keluar dari pulau ini dengan selamat. jika tidak ada bantuan dari Tuan nya.
"Cepat hubungi Tuan Steven! katakan padanya kalau Nona Alesya telah kabur dari Mansion.
"Iya Hanna"
Dani langsung menghubungi Steven yang saat ini sedang ada di Club bersama Jehova.
*
*
Di Club Hov dan Steve duduk bersama di satu sofa walaupun jarak mereka tidak terlalu dekat.
Steve masih mengamati Tuan Muda nya yang begitu kuat menghabiskan beberapa botol minuman beralkohol nya sendirian. walaupun sudah Hov sudah menghabiskan beberapa botol minuman, tapi Dia pernah kehilangan kendali atas pikiran dan tubuh nya.
tiba-tiba Steve melihat seorang wanita mulai mendekat dengan membawa sebotol minuman mahal di tangan dan menghampiri Hov.
siapa lagi wanita itu kalau bukan Laura. Dia masih saja berusaha mendekati Hov walaupun secara terang-terangan Hov sudah menolak nya.
"Tidak" Hov menjawabnya dingin.
"kalau begitu biar kan aku menemani Anda disini.
"Tidak Perlu" lagi lagi Hov tidak memperdulikan Laura.
"Tapi kenapa saya tidak boleh duduk di sini Tuan? Laura masih mencoba memaksa.
"Sebaiknya Anda tidak menggangu Tuan Hov, Nona Laura! Steve sudah memandang Laura dengan tatapan membunuhnya.
"Baiklah" kalau aku tidak boleh duduk di sini. tapi paling tidak terimalah sebotol minuman dari ku ini, sebagai tanda kalau Anda menghormati Ayah ku Tuan Hov. wanita itu sudah meletakkan botol minuman yang dari tadi di pegangnya di depan Hov.
lihat saja setelah kau meminumnya, kau pasti akan segera berlari padaku Tuan Jehova. Karna aku sudah memasukkan obat perangsang dalam minuman itu.
Gumang Laura dalam hati nya.
"Hmmmmm"
Hov tidak menjawab apa-apa.
"Sekarang Anda bisa pergi Nona! Steve mempersilahkan.
Dreeed..Dreeed...
Tiba-tiba Ponsel yang ada di saku Jas Milik Steve tampak bergetar.
dengan cepat Steven meraihnya dan melihat "Dani" nama salah satu pengawal yang menjaga Kamar Alesya. Yang sedang melakukan panggilan padanya.
__ADS_1
Steve langsung bisa menangkap kalau ada hal buruk yang sedang terjadi dengan Alesya, karena tidak biasanya malam begini Dia sampai menelfon nya.
"Apa yang terjadi Dani" Suara Steven sudah seperti pedang tajam yang siap menghunus dada si penjaga pintu itu.
"Ma..maaf kan kami semua Tuan" Nona Alesya kabur dari Mansion DE'LUXE.
"Apa katamu" seperti ada Sambaran petir di di atas kepala Steven saat mendengar kabar dari bawahannya itu.
"Ada apa Steven?? Suara berat milik Hov langsung mengejutkan Steve.
"Maaf Tuan, sepertinya kita harus kembali ke Mansion sekarang juga. Steve berbicara setenang mungkin, padahal jantungnya sudah menderu kencang seperti seekor kuda pacu.
"Apa ada hal buruk yang terjadi pada Alesya Steve? Hov langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Maaf Tuan" Nona Alesya telah kabur dari Mansion DE'LUXE.
"Apa Steven? Alesya ku kabur! tengah malam begini. dasar gadis Bodoh! Dia tidak tau kalau sangat berbahaya ada di luar Mansion tangan malam begini.
"Ih,iya Tuan" wajah Steve tampak memucat saat matanya Hov sudah merah padam seperti Iblis.
"segera siapkan Helicopters ku Steven!
kita kembali Mansion sekarang juga,
"Iya Tuan" dengan cepat Steven memerintahkan para kru penerbang menyiapkan Helicopters untuk Hov.
Hov dengan perasaan kalut segera menghampiri Hans yang masih terlihat bersenang senang dengan para wanita nya. Hov tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang slalu memperhatikan gerak gerik nya.
Sial! kenapa Tuan Jehova tampak terburu-buru pergi, bahkan Dia belum menyentuh minuman yang sudah ku berikan tadi. laura
Tampak bibir Laura mengumpat sesukanya. saat rencana nya untuk Jehova tidak berhasil.
"Hans" kemarilah!
"Ada apa Hov? kenapa kau terlihat panik seperti itu? Hans tau temannya itu sedang dalam masalah.
"Tolong gantikan aku sekarang, aturlah semua nya dan jangan terlalu mabuk seperti malam itu. Hov akan segera berlari pergi, tapi Hans menahan tangan nya.
"Tapi kenapa Hov? kau mau pergi kemana? kenapa kau tampak tergesa-gesa seperti ini? Hans mencecar Hov dengan banyak pertanyaan.
"Aku akan kembali ke Mansion Hans! dengan cepat Hov menjawabnya karena dalam keadaan mabuk, tanpa sadar Hov mengucapkan pada Hans tentang Mansionnya.
kemudian Hov segera berlari menuju Helipad yang ada di Atas gedung Club itu.
tanpa mempedulikan Hans yang masih bingung dengan jawaban yang di berikan oleh nya.
"Mansion" ada apa Hov tiba-tiba datang ke Mansion nya, bukankah hampir 4tahunan ini dia tidak pernah lagi pergi kesana kan.
apa yang sebenarnya sedang Hov sembunyikan di Mansion nya.
atau jangan-jangan selama beberapa Minggu ini dia berada di Mansion nya?
aku harus segera mencari tau siapa sebenarnya yang ada di Mansion itu, kenapa Hov sampai meninggal kan pertemuan penting ini hanya untuk kembali ke Mansion nya.
Hans semakin di buat penasaran dengan sahabat nya itu.
BERSAMBUNG.....
*LIKE
*VOTE
*KOMENTAR
__ADS_1
"TERIMAKASIH