
tak ada pembicaraan apapun di mobil itu. senyap dan suara mesin mobil yang terdengar menderu.
Steve masih fokus memegang kemudi, sedang Hov tak sedikit pun melepaskan tubuh Alesya dari pelukannya.
sesekali Hov menciumi pucuk kepala Alesya, walaupun rambut gadis itu sudah basah kuyup dan tidak lagi sewangi biasanya.
"Bajumu basah kuyup Alesya" kau bisa memakai baju ganti ku yang ada di mobil ini. Suara Hov memecah kesunyian.
Tapi Alesya tetep diam, tak berniat untuk membicarakan apa pun pada Hov.
Bicara lah Alesya!! jangan diam begini.
"Bukankah kau tadi yang menyuruh ku untuk diam Tuan! kenapa sekarang kau malah menyuruh ku untuk bicara?
"Iya aku memang menyuruhmu diam agar tidak berbuat hal-hal gila, bukan tidak bersuara! dasar gadis aneh! cicit Hov.
"Tapi apa lagi yang harus aku bicarakan pada mu Tuan? aku sedan tidak ingin berkata apa-apa sekarang, jadi tolong jangan menggangguku!
"lagi pula siapa yang mengganggu mu, aku hanya menawarkan mu untuk berganti Baju, itu saja.
"Aku tidak ingin mengganti baju atau apa pun itu" Alesya meninggi kan suaranya.
Di mana letak otak laki-laki ini? apakah dia tidak bisa berfikir seperti manusia pada umumnya, bagaimana mungkin aku bisa mengganti baju ku, saat ada 2 pria gila yang sedang bersama ku saat ini.
"Baiklah kalau kau tidak mau. Hov kembali diam tapi tidak melepaskan pelukannya.
"Apa kau akan mengancam ku lagi Tuan? Hardik nya.
"Tidak" Hov mendengus kesal.
sial, berani sekali gadis ini sekarang yang mengintimidasi ku!
mereka semua kembali terdiam, setelah sedikit berselisih paham. Steve yang hanya mengulum senyum saat melihat kedua sejoli itu dari kaca spion dalam.
Dasar pasangan yang aneh, yang pria sedikit gila dan yang wanita keras kepala. semoga saja kalian memang di ciptakan untuk saling melengkapi.
secuil Doa dari Steve untuk Tuan dan Nona muda nya.
Mobil masih melaju di jalan beraspal yang cukup panjang itu, Karna memang jarak tempuh jika melalui jalur darat memang cukup lama, Mansion DE'LUXE adalah satu-satunya bangunan yang ada di Pulau itu, jadi memang hanya ada satu jalan beraspal saja yang menjadi akses keluar masuk ke pulau itu. selain menggunakan speed boat dan juga Helicopters.
walaupun Alesya hanya diam, tapi matanya tak pernah terpejam, Ia masih takut jika Hov berbuat macam-macam pada nya, walaupun tubuh nya saat ini seperti sudah tak bertulang lagi.
apa yang akan Iblis tampan ini lakukan saat *aku kembali ke Mansion itu, apa kah pria ini akan membunuhku, atau mungkin saja, pria ini akan melakukan hal-hal gila lagi kepada ku. atau aku harus mencoba kabur lagi. Oh Tuhan kumohon selamat kan aku dari Iblis berwajah malaikat ini*.
pikiran Alesya masih menerawang jauh menerka apa yang akan Hov lakukan pada nya nanti.
Saat iringan mobil yang mereka tumpangi hampir tiba Di Mansion, pikiran gila Alesya kembali muncul.
__ADS_1
ya aku harus melompat dari mobil ini, karena Dia tidak mungkin akan membunuhku begitu saja, aku harus bunuh diri, paling tidak jika aku mati, si gila ini tidak akan lagi mengganggu keluarga ku,
Pikir Alesya dengan otak buntunya.
"bisa kan Anda melepaskan tangan mu dari Tubuh ku Tuan?
"Kenapa Alesya? Hov tampak bingung.
"Tidak apa-apa Tuan, aku hanya susah bernafas karena kau memegangi ku dengan sangat erat, Alesya mencari Alesya agar Hov melepaskan nya.
"Aku ini tidak memegangi mu Alesya, aku memeluk mu! Hov memperjelas.
"iya apapun itu namanya Tuan, tapi ini membuat ku susah bernafas.
"Baiklah" Hov melepaskan pelukannya tanpa merasa curiga.
saat di rasa Hov sudah melonggarkan pelukannya Alesya dengan perlahan menggeser tubuhnya mendekati pintu mobil, Ia masih menunggu saat yang tepat untuk nya melompat nanti.
Hov tidak merasa curiga sama sekali saat Alesya menggeser tubuhnya, karna Dia melihat sikap Alesya sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya.
pada saat mobil hendak berbelok memasuki gerbang utama, dengan cepat.
Cekleek.. Bruuaakkk...
Alesya benar-benar melompat dari mobil itu, hingga tubuhnya terguling guling di aspal,
"Alesya" Apa yang kau lakukan?? Hov terdengar murka.
dengan cepat Steve mengehentikan mobil itu. Karna mendengar pintu mobil yang terbuka dengan keras. Dia segera turun dan di susul oleh Hov.
Alesya yang masih sadar segera berdiri dan mencoba berlari semampunya untuk menghindari Hov yang terlihat sudah berlari kearahnya.
Biar aku saja yang mengejarnya Steven. kau dan yang lainnya tunggulah di sini.
"tapi Tuan? Steve tampak ragu.
"tenanglah, sejauh mana Dia bisa berlari dariku. Hov kembali mengejar Alesya yang masih terus berlari di depan nya.
seperti dugaan Hov, tiba-tiba Alesya jatuh tersungkur ke jalanan, hingga memberi luka menganga baru di lututnya. Ia hampir kehilangan kesadaran.
"Auuuu" pekik Alesya keras.
"Hah.... apa kau sedang menguji kesabaran ku Alesya? Hov berjalan dengan santainya mendekati Alesya yang masih terengah-engah.
kau benar-benar ingin membuat ku marah rupanya.
Hiks...Hiks... Hanya Air mata yang sudah membanjiri pipi putihnya. Tenaganya sudah benar-benar habis kali ini. dan menyerah dengan keadaan mungkin menjadi pilihan terakhir nya.
__ADS_1
"kumohon bunuh aku sekarang Tuan!! dari pada aku harus menjadi tawanan mu. suara Alesya samar-samar terdengar.
"Membunuh Mu? Haha apa kau pikir nyawamu tidak berharga untuk ku Nona? rupanya kau sengaja melompat dari mobil ku agar kau bisa mati sia-siakan.
pikiranmu terlalu Bodoh Alesya!!
asal kau tau, aku tidak akan membiarkan mu pergi apa lagi mati!
Hov sudah mencengkeram kedua tangan Alesya kuat dan kembali memanggul tubuh gadis itu di pundak nya.
"apa yang akan kau lakukan padaku Tuan? hiks..hiks.. tangis Alesya masih terdengar pilu.
"kau sudah membuat ku kehilangan kesabaran Alesya! aku akan memberi mu pelajaran yang berharga agar kau tidak berani melakukan kegilaan seperti ini lagi.
Bruugg..
Kali ini Hov melempar kan tubuh Alesya ke mobil dengan keras, hingga membentur pintu.
"aauuuu sakit" Alesya merintih pelan.
namun kali ini Hov seperti sudah tidak peduli dengan rintihan kesakitan gadis itu, emosinya sudah tidak lagi terkendali. Karna perbuatan Alesya sudah membuatnya cukup muak malam.
"dengarkan baik-baik Alesya, sampai kapanpun aku tidak akan menyakiti mu apalagi membunuh mu.
aku menginginkan mu sampai kapanpun aku mau, dan kau harus menuruti perintah ku!! Hov mencengkeram kuat dagu Alesya. hingga membuat gadis itu memejamkan matanya. Alesya sudah tidak mempunyai keberanian untuk menatap Hov.
gadis itu sungguh diluar dugaan. aku tidak menyangka Dia akan seberani ini pada Tuan Hov, aku pikir semua nya akan berjalan dengan mudah, tapi ternyata kau jauh dari perkiraan ku Nona. Steven.
Steve hanya diam dan membayangkan, hal buruk apa yang akan terjadi sebentar lagi, Karna Hov sudah benar-benar marah dan juga mabuk malam ini. tidak ada yang bisa menduga apa yang akan di lakukan Tuannya saat sedang dalam keadaan mabuk seperti sekarang ini.
"Steven" suruh mereka semua yang berjaga malam ini untuk berkumpul di halaman depan.
"iya Tuan" Steve mengambil ponsel nya menghubungi salah satu anak buahnya dan memerintahkan apa yang di perintahkan Hov.
sesaat kemudian iring iringan mobil yang mereka tumpangi sudah masuk di pelataran Mansion DE'LUXE.
tampak seluruh penjaga yang bertugas malam ini sudah berjejer rapi seperti yang sudah Hov perintahkan.
wajah mereka semua sudah terlihat pias, mereka sudah bisa menebak apa yang sebentar lagi akan terjadi. mereka semua seperti para narapidana yang hanya menunggu di eksekusi oleh sang eksekutor nya.
tubuh mereka semakin bergetar hebat, tatkala Orang yang paling mereka takuti tampak turun dari mobil Rolle Royce hitam itu.
BERSAMBUNG....
*LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR
"TERIMAKASIH"