
Jehova menurunkan Alesya diranjang miliknya. ranjang super mewah itu sudah dipenuhi kelopak bunga mawar putih yang bertaburan. harum semerbak seketika menusuk Indra penciuman milik Alesya.
matanya terpejam menikmati harum yang dari tumpukan kelopak mawar putih itu. tangan dan kakinya bergerak-gerak layaknya sedang berenang diatas tumpukan bunga. pikiran langsung tenang, perasaan panik nya sesaat sirna, namun kesadarannya segera kembali. tatkala mendengar ponsel Jehova berdering cukup kencang diatas nakas. namun sipemilik ponsel seakan tak mempedulikan nya.
"eh, ponsel mu berdering Tuan! Alesya membuka netranya dan langsung mengarahkan pandangan pada tubuh suaminya yang masih berdiri mematung, menatap pergerakan Alesya diatas ranjang, sambil melipat kedua tangannya.
Alesya segera berbalik memunggungi Jehova. ketika Ia menyadari kalau ternyata suaminya itu sedang memperhatikannya.
"kenapa kau berhenti? teruskan lah! aku tidak keberatan kalau bahkan kau ingin menari diatas ranjang ku.
saat itu juga Always langsung menarik selimut yang sudah berantakan karena ulahnya tadi. dan dengan cepat menutupi tubuh nya. Hov tampak mengulum senyum saat melihat reaksi Alesya yang begitu menggemaskan dimatanya.
"kenapa kau tidak mengangkat ponsel mu Tuan? apa kau tidak mendengar, kalau dari tadi masih saja berbunyi. Alesya mencoba mengalihkan pembicaraan.
"haha, apa kau pikir aku ini Tuli Nyonya Hov? Hov dengan cepat meraih ponsel nya.
("ada Carl?)
("apa aku bisa pulang sekarang Hov?)
("ya, kau bisa pulang sekarang, tapi maaf sepertinya aku tidak bisa mengantarmu)
("tidak masalah Hov, lagi pula aku tahu. kau ini kan pengantin baru, jadi wajar lah kalau sekarang kau ingin selalu dekat dengan istri kecil mu itu haha) tawa Carlos dari balik ponsel nya.
("kalau begitu jangan ganggu aku lagi!) pekik Hov keras.
("santai saja kawan! aku tidak akan menggangu mu. Oiya tapi jangan lupa dengan rencana tadi. kau harus bisa membuat Alesya mengungkapkan perasaannya pada mu.)
("iya, iya.. sekarang pulang lah! dan jangan menggangguku. karena aku akan segera beristirahat.) seperti biasa Jehova memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak saja.
"sial, kenapa Tuan mu itu selalu menyebalkan seperti ini Steve? Carlos melampiaskan kekesalannya pada Steven.
"maaf Tuan, saya Tidak tau. Jawab Steve singkat.
"apa katamu? kau bahkan setiap hari bersama nya. bagaimana mungkin kau tidak tau. Carlos semakin kesal.
"sekarang ayo saya antar Anda ke Helipad. ucap Steve santai.
"oh astaga, kalian berdua memang benar-benar menyebalkan. bisa-bisanya kalian mengusir ku begitu saja setelah mendapat apa yang kalian mau heh. pekik Carlos.
"maaf Tuan, bukan begitu maksud saya. tapi bukan tadi anda meminta ijin pada Tuan Jehova untuk segera pulang? sahut Steven.
"oh tidak, rupanya kau lebih menyebalkan dibandingkan Jehova, Steve! Carlos memicingkan matanya menatap Steven.
sekarang siapkan Helicopters untuk ku! aku akan segera pergi sini. jika aku tidak segera pergi, maka aku akan menjadi orang-orang menyebalkan seperti kalian. Carlos pergi dengan perasaan kesal.
"Tuan Carl, tunggu! saya akan mengantar Anda. Steven terbahak-bahak sambil mengejar Dokter Carlos yang lebih dulu menuju ke Helipad.
Carlos tidak menghiraukan teriakan Steve, Ia terus saja berjalan dengan cepat.
Sementara itu, didalam kamar Alesya masih saja menutup dirinya dengan selimut tebal milik Jehova.
setelah Jehova mengangkat ponselnya tadi. rupanya Jehova langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. karena hari memang sudah menuju petang. jadi pantas saja kalau tubuh nya sudah merasa lengket.
setelah Ia menyelesaikan mandi nya. kemudian Jehova segera menghampiri Alesya yang masih tetap berada pada posisi nya tadi.
__ADS_1
"hey, apa kau tidak ingin membersihkan tubuh mu? apa kau akan tidur dengan gaun pengantin mu itu Alesya? suara Hov datar.
"eh, Iya Tuan" tapi apa boleh aku mandi dikamar ku saja. pinta Alesya.
"tidak boleh! bukankah aku sudah mengatakannya tadi. kita ini suami istri. jadi sudah sepantasnya kalau kita harus saling berbagi dikamar ini. Pekik Hov.
"tapi Tuan? Alesya mengiba.
"tidak ada tapi-tapian Alesya. cepat lepas gaun itu dan segera pergi mandi! titah Hov.
"Baiklah Tuan. Alesya segera menyingkap selimut yang menutupi tubuh nya dan segera beranjak dari ranjang itu. dengan sangat hati-hati Ia berjalan menuju kekamar mandi.
"hey, berhenti di situ Alesya! pekik Hov.
"eh, ada apa lagi Tuan? Alesya langsung menghentikan langkahnya.
tanpa berkata apa-apa, Hov berjalan mendekati Alesya yang masih mematung ditempatnya.
Hov sudah berdiri didepan Alesya sekarang. mereka saling berhadapan, namun seperti biasa, Hov harus menundukkan kepalanya saat harus memandang wajah Istrinya itu. maklum saja karena tinggi Alesya hanya sebahu milik Jehova.
"apa kau bisa melepaskan baju ini sendiri? Hov bertanya dengan sangat ramah pada Alesya.
"entahlah, tapi aku akan berusaha melakukan nya sendiri Tuan. sahut Alesya.
"sungguh kau tidak butuh bantuan dari ku. Hov memandang Alesya penuh arti.
"aku rasa tidak Tuan. terimakasih atas tawaran anda.
"baiklah kalau begitu, Jehova dengan kesal segera berbalik namun baru saja Ia melangkahkan kakinya, tiba-tiba.
Buuuug..
Auuuuuhhh, pekik Alesya keras.
"baru saja selangkah aku meninggalkan mu, kau sudah terjatuh seperti itu. haha Hov tergelak.
"kenapa kau malah tertawa? bukannya menolong ku! Hufff, kenapa gaun pengantin ini sungguh sangat berat. Alesya mencoba berdiri namun sepertinya kesulitan.
"dasar bawel, Hov dengan segera menggendong istri dan membawanya ke kamar mandi.
sekarang aku akan membantu mu untuk melepaskan gaun ini. ucap Hov kesal.
"tidak, tidak perlu Tuan. aku bisa melakukan sendiri. tolak Alesya sopan.
"sudah lah, jangan banyak bicara Alesya! lagipula apa yang ingin kau sembunyikan dari ku. bahkan aku sudah pernah melihat semuanya. Hov berbisik pelan ditelinga Alesya, hingga membuat tubuh gadis itu memanas seketika.
tangan Hov dengan terampil, melepaskan satu persatu pernak pernik yang masih menempel di Gaun itu. hingga menyisakan gaun utama saja.
Hov benar-benar bisa melihat keindahan tubuh istrinya itu walaupun masih terbalut gaun pengantin.
Alesya hanya diam saja, saat tangan Jehova mulai membelai punggung, pundak hingga tulang selangka nya. hatinya bergemuruh. tubuhnya menikmati setiap sentuhan tangan suaminya itu, namun hatinya merasa belum siap untuk melakukan nya.
"Tuan... Alesya merintih. ketika bibir Hov sudah mendarat dileher jenjangnya.
"hmmmmm, kenapa Alesya? Hov hanya menjawab namun tidak menghentikan aktivitas nya sama sekali.
__ADS_1
"geli Tuan.. kata-kata memalukan itu muncul begitu saja dari bibir ranum Alesya.
"nikmatilah! nanti juga kau akan terbiasa. sahut nya. dan kembali menjelajahi seluruh leher dan punggung mulus istrinya.
tangan Hov sudah berhasil membuka resleting Gaun itu dan berhasil menurunkan nya hingga sebatas pinggang Alesya.
tampak sekali kedua mahkota kembar milik Alesya benar-benar sempurna.
Jehova semakin beringas menguasai tubuh Alesya. tangannya dan bibir tak henti bermain dengan tubuh istrinya itu. hingga nafas mereka saling menderu.
Alesya semakin dibuat melayang entah kemana, kala Jehova dengan lihai nya memainkan benda-benda sensitif milik Alesya.
sesekali lenguhan itu meluncur dari bibir Alesya begitu saja. namun sepertinya Jehova bisa merasakan kalau Alesya belum siap untuk melakukan nya. Karna saat Hov mencumbu nya jelas sekali tubuh Alesya masih bergetar seperti ada rasa ketakutan.
"Tu..Tuan Hov. lagi-lagi Alesya mamanggil nama suaminya, sambil meremas lengan Jehova kuat.
seketika Hov langsung menghentikan aktivitas nya, saat Ia menyadari kalau tubuh Alesya sudah bergetar semakin kencang. tanpa mempedulikan Alesya yang sudah setengah telanjang, Ia langsung saja pergi meninggalkan istrinya itu dikamar mandi sendirian.
Alesya terkejut bukan main, karena tidak biasanya Jehova seperti itu. Alesya memang ingin mengatakan kalau dirinya belum siap. namun belum sempat Dia mengatakan nya. Hov sudah lebih dulu melepaskan nya.
oh Tuhan, apakah aku berdosa kali ini. tapi aku belum mengatakan apapun pada nya, aku memang belum siap melakukan semua ini Tuhan. tapi aku tidak menolak nya. Dia sendiri yang meninggal aku.
gumam Alesya.
Alesya terduduk sendiri dikamar mandi. memikirkan perlakuan Jehova kepadanya tadi. tubuh polosnya dibiarkan begitu terguyur air. tanpa mempedulikan sudah hampir 1jam Ia dikamar mandi, sejak Jehova meninggalkan nya sendiri.
Hov mulai hawatir, Karna Alesya tidak juga keluar dari kamar mandi pun mulai menghampiri nya.
Hov terkejut karena melihat Alesya masih berendam didalam bathtub dengan air mengalir deras.
"cepat pakai handuk mu, dan segera keluar! aku tidak ingin kau sakit. setelah melihat keadaan Alesya baik-baik saja, Jehova langsung keluar dari kamar mandi.
ingat jangan lama-lama! pekik nya sebelum menutup pintu.
"iya" Alesya hanya menjawab singkat.
segera Ia menyelesaikan mandi nya. dan masuk ke dalam Walk in Closet milik Jehova. sebenarnya
Alesya sempat bingung, saat masuk walk in Closet itu. karena semua bajunya masih ada dikamarnya sendiri. tapi Dia tidak punya pilihan lain, selain harus memakai baju milik Hov. jelas tidak mungkin Alesya akan keluar tanpa menggunakan busana.
namun saat Ia membuka pintu lemari paling ujung. Ia terkejut bukan main, karena semua baju-bajunya sudah berpindah ke dalam lemari itu. karena semakin penasaran akhirnya Alesya membuka satu persatu lemari itu dan benar saja. dari baju yang dipakainya sehari-hari, baju tidur, hingga seluruh dalaman milik nya sudah ada di lemari itu.
oh astaga, siapa yang sudah memindahkan seluruh isi lemari ku ke dalam lemari ini? dan kapan mereka melakukan nya?
Alesya masih saja bergumam sendiri.
sepertinya gadis itu tidak tau, kalau semua pelayan diMansion ini bekerja bagaikan robot. mereka akan langsung bergerak cepat begitu menerima perintah dari Tuannya.
dan rupanya siang tadi saat Alesya sedang ada dipesta. sebagaian pelayanan perintah kan untuk memindahkan seluruh isi lemari Alesya ke dalam lemari milik Jehova.
*BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH