
Hov sengaja mengajak Alesya untuk berputar di Apartemen nya yang luar itu. secara tidak langsung Hov ingin menunjukkan kepada Alesya dimana saja letak ruangan-ruangan yang ada di sana.
saking takjub nya Alesya dengan kemewahan Apartemen milik suaminya itu, Alesya sampai lupa kalau tujuan nya adalah kamar mandi. Ia tak henti hentinya mengagumi setiap detail dan desain di setiap sudut dari ruangan Apartemen itu.
saat mereka tiba di sebuah ruangan yang tampak sangat menakjubkan menurut Alesya, gadis cantik itu seketika menghentikan langkahnya dan mengamati dengan seksama ruangan itu.
terlihat samar seisi ruangan dari kisi-kisi sekat kayu yang menjadi dinding dari ruangan itu.
"tunggu sebentar Tuan! ruangan apa itu? kenapa terlihat begitu menenangkan." cecar gadis itu.
"oh, itu ruangan kerja sekaligus ruangan membaca ku Alesya" sahut Hov.
"tapi kenapa terlihat seperti sebuah galeri lukisan Tuan?" Alesya penasaran.
"eh, iya.. Alesya, terkadang saat aku bosan, aku mengalihkan nya dengan melukis." jawab Hov malu-malu.
"sungguh?" sahut Alesya antusias.
"Hmmm" jawab Hov singkat.
"kalau begitu ayo kita masuk untuk melihat lukisan mu Tuan" ajak Alesya.
"tidak mau!" tolak Hov cepat.
"tapi kenapa Tuan?" Alesya penasaran.
"tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin kau melihat lukisan ku saja." jawab Hov.
"tapi kenapa?" rengek Alesya.
"sudahlah Alesya, lain waktu saja aku menunjukkan ruangan itu" Bujuk Hov.
ada apa sebenarnya dengan ruangan itu, kenapa aku tidak boleh melihat nya.
batin Alesya penasaran.
"hmmmmm" jawab Alesya malas lalu berlalu begitu saja meninggalkan Jehova yang masih berdiri di tempatnya.
"Alesya? Alesya? panggil Hov.
namun Alesya tidak menghiraukan panggilan dari Suaminya, Ia lebih memilih untuk tetap berjalan menyusuri ruangan demi ruangan yang menurutnya cukup membingungkan.
sementara Hov tetap setia mengikuti langkah Istri dari belakang, Hov tau betul kalau sekarang Istri kecilnya sedang merajuk, oleh karena itu pria tampan itu memilih untuk diam saja.
setelah beberapa saat Alesya berjalan tibalah Ia di depan sebuah ruangan besar dengan pintu kayu yang cukup tinggi dengan ukiran yang bertuliskan AJ yang begitu tampak elegan namun juga misterius. lagi-lagi Alesya di buat penasaran dengan ruangan demi ruangan yang ada di Apartemen milik suaminya itu.
Alesya berdiri sambil menatap pintu ruangan itu lekat-lekat.
"kalau kau mencari kamar mandi masuklah keruangan itu!" titah Hov dengan suara berat nya.
"eh, terimakasih Tuan, karena sudah menunjukkan dimana kamar mandi nya." jawab Alesya pelan.
apa aku tidak salah lihat, untuk apa Dia membuat kamar mandi sebesar ini. dasar pria aneh.
gumam Alesya dalam hati.
ckreeeeek....
__ADS_1
mata Alesya terbelalak sempurna, ketika Ia membuka pintu ruangan itu.
Ia tidak menyangka kalau rupanya ruangan itu bukan kamar mandi seperti dugaan nya, melainkan kamar tidur milik Jehova suaminya.
"masuklah!" titah Hov lagi.
"ta..tapi, bukankah tadi kau mengatakan kalau disini kamar mandi kan?" Alesya menatap Hov kebingungan.
"iya.. karena itu masuklah dulu supaya kau bisa menemukan kamar mandi nya." Hov mendorong tubuh Alesya dari belakang pelan.
"aku bisa berjalan sendiri Tuan" cicit Alesya.
"o iya, tapi kalau aku ingin menggendong mu bagaimana?" goda Hov untuk mencairkan suasana.
"tidak mau" lagi pula aku berjalan sendiri" tolak Alesya dengan nada kesal.
"tapi aku tidak menerima penolakan Nyonya Hov" sahut Hov dan segera membopong tubuh ramping Istri nya untuk di bawanya ke kamar mandi.
"aaaaaaaaaaaaa, turun kan aku Tuan!! turun kan aku!!" pekik Alesya dalam gendongan Jehova.
"meronta lah sesukamu Nyonya Hov, aku tetap tidak akan menurunkan mu." ucap Hov santai.
"dasar menyebalkan kan" pekik Alesya yang kemudian pasrah di gendong suaminya.
"hahaha" tawa Hov penuh kemenangan.
dalam gendongan Jehova, mata Alesya tampak beredar kemana-mana, Ia memandang ke seluruh ruangan kamar itu, kamar tidur yang tak kalah besar dengan yang ada di Mansion DE'LUXE, hanya saja kamar di Apartemen ini sedikit lebih minim pencahayaan, apalagi dengan cat dinding dengan warna biru gelap dan juga di sertai tirai panjang yang menjuntai menutupi jendela besar di kamar itu, semakin menambah kesan misterius si penghuni kamar.
tak berapa lama tibalah mereka berdua di depan pintu kamar mandi.
"turunkan aku Tuan!!" pekik Alesya.
"tunggu sebentar, aku akan membukakan pintu untuk mu" Hov meraih gagang pintu dan membukanya.
"aauuuuu" rintih Alesya karena tubuhnya terhimpit saat Hov berusaha membuka pintunya.
"Hehe, maaf Alesya" sahut Hov, sambil menutup pintu kamar mandi dengan cara menendang nya pelan.
"sudah tau sulit, tapi tetap saja tidak mau menurunkan aku" oceh gadis itu.
"sudah sampai..." pekik Hov sambil menurunkan tubuh Istrinya di depan Bathtub mewah yang lebih mirip seperti bathtub jaccuzi.
Alesya hanya diam terperangah, melihat bak mandi super mewah, yang menurutnya lebih mirip seperti kolam kecil.
"apa kau biasa mandi di tempat ini Tuan?" tanya Alesya sambil menahan tawa.
"iya, memang nya kenapa Alesya?" sahut Hov penasaran.
"haha, bukankah ini seperti kolam kecil Tuan" ucap Alesya dengan polosnya.
"apa, kolam? sahut Hov tak kalah gelinya.
"ini bathtub Alesya" ucap Hov.
"tapi kenapa berbeda dari yang ada di Mansion Tuan" sahut Alesya.
"iya, karena menurut ku model seperti lebih nyaman untuk di gunakan Alesya" jawab Hov sekenanya saja.
__ADS_1
"oh, tapi sungguh, menurut ku ini lebih seperti kolam ikan, haha" Alesya tertawa terbahak-bahak setelah mengucapkan nya.
"kolam ikan katamu! apa kau sungguh tidak pernah melihat jaccuzi sebelumnya heh? sahut Hov tak terima.
"sebenarnya aku pernah melihatnya di film-film, tapi aku tidak pernah membayangkan kalau ternyata bentuk aslinya mirip seperti kolam ikan." ucap Alesya.
"kalau begitu kaulah yang akan menjadi ikan nya" Hov menarik tubuh Alesya dari belakang dan membawanya masuk ke dalam bathtub jaccuzi nya.
"aaaaaaaaaaaaa, apa yang akan kau lakukan Tuan?" teriak Alesya histeris.
Hov tidak memperdulikan teriakan Istri nya, Ia terus saja mengguyur sekujur tubuh Alesya dengan shower yang di aliri dengan air hangat.
"aku akan menjadi kan mu ikan penghuni kamar mandi ku Alesya, haha." ucap Hov kegirangan.
"sekarang keluar lah! aku mau mandi" ucap Alesya bersungut-sungut.
"kalau begitu mandi saja! kenapa aku harus keluar." sahut Hov sembari berdiri dari bathtub nya dengan basah kuyup.
"tentu saja kau harus keluar, aku tidak mungkin mandi saat kau ada disini" ucap Alesya.
"kenapa tidak, aku saja tidak malu saat harus melepaskan baju di hadapan mu, jadi kenapa kau harus malu" Hov bersikukuh.
"iya aku tau, tapi aku belum siap untuk itu Tuan, kau mengerti maksud ku kan" Alesya mengiba.
"lalu kapan kau akan siap Alesya?" Hov penasaran.
"entah lah Tuan, ku mohon jangan memaksa ku" wajah Alesya berubah sendu.
"hey jangan takut, aku tidak akan memaksa. dengarkan aku baik-baik, aku akan menunggu nya, walaupun aku harus menunggu untuk seumur hidup ku Alesya." terang Hov sambil mencium pucuk rambut Alesya yang sudah basah kuyup.
"sekarang mandi lah, karena aku juga akan mandi" Hov melepaskan baju nya begitu saja tanpa mempedulikan Alesya yang seketika mematung sebelahnya.
maaf kan aku Tuan, karena aku belum bisa menjadi Istri yang baik untuk mu, aku sungguh belum sepenuhnya bisa melupakan apa yang dulu pernah kau lakukan padaku, seandainya pertemuan kita berawal dengan baik, pasti saat ini aku sudah sangat jatuh cinta padamu.
Batin Alesya sendu.
Alesya hanya diam, menikmati pemandangan indah di depannya. apalagi kalau bukan tubuh suaminya yang begitu sempurna, tubuh berotot nya, perutnya yang membentuk roti sobek, kulit nya yang putih bersih dan yang paling membuatnya merasa ngilu adalah "senjata" milik Jehova yang benar-benar size nya di atas rata-rata.
itulah yang berhasil membuat pikiran Alesya bertamasya kemana-mana.
gadis itu hanya mampu menelan saliva nya, membayangkan jika saat nya nanti, senjata itu akan menerobos milik nya yang paling berharga.
dasar gadis gila, apa yang sedang kau pikir kan Alesya. kenapa kau sampai berpikir sejauh itu heh!
Batin Alesya sambil merutuki kebodohannya sendiri.
Hov hanya tertawa geli, saat melihat Istrinya bergerak salah tingkah, saat melihatnya sedang mandi di bawah guyuran shower.
***BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
*KOMENTAR
TERIMAKASIH***
__ADS_1