"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 50


__ADS_3

sudah beberapa hari ini semua penjaga dan juga pelayanan mencari sebuah buku Diary yang dimaksud oleh Jehova, tapi tetap tidak membuahkan hasil.


mereka semua gagal menemukan. bahkan Hov sendiri juga tidak bisa menemukan keberadaan buku itu.


"apa buku itu masih tidak ketemu Steve? Hov mulai bingung.


"Bagaimana kalau kita menghubungi toko buku itu dan membeli buku yang sama Tuan.


Steve mencoba memberikan solusi.


"kenapa kau tidak mengatakan ide itu dari kemarin-kemarin Steven! akhir-akhir ini aku perhatikan kau sedikit menyebalkan ya. Hov menatap Steve jengah.


"maaf Tuan, ide itu baru terpikir sekarang di otak saya. karena beberapa hari ini saya juga ikut sibuk mencari buku itu.


"jadi maksud mu mencari buku adalah pekerjaan yang berat dan menyibukkan sehingga kau menjadi sedikit bodoh Steve!


"tidak Tuan bukan begitu maksud saya.


salah lagi, kenapa sekarang Tuan Hov menjadi semakin sensitif begini ya.


Steve bingung.


"kalau begitu kenapa sekarang kau masih diam? lalu untuk apa kau memberikan saran tadi. kalau kau tidak segera menghubungi si gendut itu.


"Baik Tuan"


Steve segera mendial nomor si pemilik toko buku waktu itu.


("ada yang bisa saya bantu Tuan Steven")


("hey gendut! carikan aku buka Diary yang sama persis dengan yang Tuan Hov beli waktu itu")


("maaf Tuan" tapi buku itu hanya ada satu buah saja, kami tidak pernah menjual buku dengan isi dan sampul yang sama persis di setiap bukunya. Toko kami hanya menjual buku dengan edisi terbatas saja") jelas Bams.


("sial, kalau begitu tutup saja toko buku mu itu gendut!") umpat Hov dari kejauhan.


tuttt..


tanpa membuang waktu lagi Steve langsung mematikan penggilan di Handphone nya.


"bagaimana mana ini Steven? Hov menggoyangkan satu telapak kakinya yang sedang bertumpu di atas lutut nya.


"Bagaimana kalau kita mencari buku baru saja untuk Nona Alesya Tuan.


"apa kau sudah gila Steve? aku mendapatkan buku itu dengan susah payah dan sekarang dengan mudah kau meminta ku untuk membeli yang baru lagi. kau sungguh keterlaluan Steven!


Steven masih berdiri di depan Hov tanpa ada pergerakan dan juga masih menutup bibirnya erat-erat. sebab Ia tau kalau pun harus menjawab tidak akan ada gunanya.


*


*


Sementara Alesya sudah tiga hari ini sejak malam itu, hanya mengurung dirinya di kamar bersama Hanna. Ia tidak pernah mau keluar dari kamarnya, masih ada perasaan takut di hatinya kalau harus bertemu dengan Jehova.


"apa kau tidak ingin keluar dari kamar Anda Nona? Hanna membelai pelan telapak tangan gadis itu.


"tidak Bibi" lagi pula tubuh ku masih sakit.


"Bagaimana tidak sakit, kalau kau terus saja menolak untuk meminum obat yang diberikan oleh Dokter Carlos.


Tubuh Alesya memang masih sedikit demam, Karna Ia hanya mendapat asupan di tubuhnya lewat infus saja, Alesya selalu menolak untuk meminum obatnya. Ia juga tampak sedikit kurus karena Ia kehilangan hampir tiga kilo berat badannya hanya dalam beberapa hari saja.


ayolah Nona, setidaknya minumlah vitamin ini, agar Anda bisa lekas sembuh. bujuk Hanna.


"tapi aku tidak mau Bi. sepertinya Alesya sengaja menyiksa tubuhnya sendiri dengan tidak mau meminum satu pun obat yang di berikan oleh Dokter Carlos pada nya.


"Baiklah kalau begitu makan bubur ini sedikit saja! apa kau tidak lapar Nona? kau hanya minum susu saja sejak kemarin.


"tapi sungguh tidak lapar Bibi! Alesya menolak nya dengan sedikit senyum dibibir pucat nya.


"jangan membuat ku dirimu semakin sulit sayang. hiks..hiks.. Hanna tau persis Alesya memang sengaja melakukan hal ini agar tubuhnya semakin tidak berdaya.


katakanlah pada ku, apa yang ingin kau makan. aku akan membuatkan nya khusus untuk mu Nona. Hanna menangkup pelan pipi gadis itu.


"aku tidak ingin apa-apa Bi. aku hanya ingin Bibi tetap di sini, jangan pernah tinggalkan aku sendirian di tempat ini ya Bi! Alesya mengelap air mata yang masih mengalir di pipi perempuan paruh baya itu.


"iya Nona, aku tidak akan meninggalkan mu sendiri lagi, aku berjanji. Hanna mencium punggung tangan Alesya.


Nona, aku akan keluar kamar sebentar, ada yang ingin aku ambil di dapur.


"iya Bi, tapi jangan lama-lama ya. rengeknya.


sebenarnya Hanna keluar dari kamar Alesya untuk menemui Jehova. Ia sengaja tidak menghubungi Jehova di depan Alesya, karena Hanna tau. Alesya tidak akan memperoleh kan nya.


karna itu Hanna Sengaja menghubungi Hov lewat pesawat telepon yang ada di dapur.


setelah Tersambung dengan Jehova, Hanna langsung memberitahukan keadaan Alesya yang sebenarnya padanya. Karna Hanna tidak berani menyembunyikan apapun tentang Alesya dari Tuannya. walaupun sebenarnya Alesya tidak ingin Jehova tau tentang nya.


("Baiklah kalau begitu aku akan segera kekamar Alesya sekarang") Hov mengakhiri panggilan.


maaf kan aku Nona, kali ini aku tidak bisa menuruti keinginan mu, untuk tidak memberitahu Tuan Hov. Hanna.


dengan terburu-buru Jehova keluar dari ruang kerjanya segera menuju ke kamar Alesya, begitu dengan Hanna. setelah Hov menutup telepon nya, Ia juga segera kembali menuju kamar Alesya.

__ADS_1


tak lama mereka pun tiba secara bersamaan di depan pintu kamar gadis itu.


"silahkan Tuan" Hanna membuka pintu untuk Hov lebih dulu masuk.


tanpa mempedulikan Hanna, Hov langsung saja masuk kedalam kamar dan di susul oleh Hanna di belakang nya.


tentu saja Alesya tidak menyadari kalau ternyata Jehova masuk ke kamar nya bersama Hanna. karena Dia tertidur menghadap ke balkon kamar.


Hov sengaja tidak mendekati Alesya untuk membangun kan gadis itu, karna Hov takut Alesya akan terkejut saat melihat nya secara tiba-tiba.


"Hanna bangun Alesya!


"Baik Tuan. Hanna segara duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang itu.


"Nona, Bangun lah! ada yang ingin bertemu dengan mu. Hanna membelai pelan pipi Alesya.


Hov yang melihat kedekatan Hanna dan Alesya begitu merasa Iri. karena Hanna bisa dengan leluasa menyentuh tubuh Alesya tanpa ada perlawanan sedikitpun dari gadis nya.


sial, seandainya aku ada di posisi Hanna sekarang ini. pasti aku tidak akan merasakan sesakit ini. Batin Jehova.


"Bibi, kenapa Bi? Alesya tampak membuka matanya perlahan saat merasa ada tangan yang menyentuh pipinya.


"Ada yang ingin bertemu dengan Mu Nona.


"Siapa memangnya Bi? Alesya tampak bingung karna Dia merasa tidak ada seorang pun yang mengenal di Mansion ini kecuali Hanna, Jehova dan Steven tentunya.


"Orang itu sedang duduk di sofa Nona. Hanna mengarah kan ekor matanya pada sosok lelaki tampan yang sedang memandangi mereka berdua dari tempat duduknya.


Alesya dengan spontan duduk dan mencari sosok yang di maksud Hanna.


Tubuhnya tiba-tiba sedikit bergetar saat matanya menangkap sosok yang saat ini menjadi orang yang paling Ia takuti. ya, siapa lagi kalau bukan Jehova.


"untuk apa Dia ada disini Bi? Hanna meremas tangan Hanna kencang.


ku mohon jangan biarkan si Iblis itu mendekati ku Bi. Alesya menarik selimut sampi keatas lehernya.


Jehova yang mendengar semua penolakan dari Alesya benar-benar membuat nya sangat terpukul.


Kemudian Ia berjalan mendekat ke ranjang Alesya. tepat nya di sisi belakang ranjangnya.


Jehova hanya diam menatap tubuh Alesya yang tertutup selimut hingga menutupi wajahnya kali ini.


"Turun kan selimut mu Bodoh!! apa kau pikir dengan menutupi seluruh tubuh mu menggunakan selimut, bisa membuat ku tidak melihat mu heh. dasar konyol!


Turun kan!!!


namun Alesya diam tak bergeming.


sebenarnya Hov sangat merindukan gadis itu. Karna sudah beberapa hari mereka tidak saling bertemu.


"tidak, aku tidak menantang mu Tuan. dengan cepat Alesya sudah melemparkan selimut itu dari tubuh nya.


kali ini Jehova lebih merasakan hal yang lebih menyakitkan dari penolakan yang Alesya lakukan tadi. Jehova langsung menutup mulutnya saat melihat tubuh sempurna milik Alesya sedikit menyusut. hatinya sungguh sangat hancur, jantung nya seperti berhenti berdetak.


"kenapa? kau terlihat jelek sekali Nona! Hov coba menyembunyikan kesedihannya.


namun Alesya masih diam tak menjawab.


apa kau tuli? aku bertanya pada mu Kenapa kau sekarang sejelek ini? kemana hilangnya tubuh mu yang Indah itu? Hov coba mencairkan suasana canggung mereka.


Cepat jawab pertanyaan ku!! pekik Hov.


"Aku tidak tau Tuan, aku tidak tahu kenapa tubuhku tiba-tiba kurus begini. Alesya menjawab semaunya saja. Karena Ia tidak ingin Jehova tau kalau beberapa hari ini Dia tidak makan dengan baik.


"Dasar Bodoh" bahkan kau sendiri tidak tahu kemana separuh daging di tubuhmu itu bisa berkurang.


sini biar ku beri tau.


Hov duduk di ranjang di sebelah kaki Alesya.


namun saat Alesya ingin menarik kakinya Hov sudah memegang nya.


jangan singkirkan Sya, biarkan kaki mu tetap disini! Hov sedikit memohon hingga gadis seperti terhipnotis dan menurut saja.


ku mohon maaf kan aku Alesya, sungguh aku tidak akan mengulangi kesalahan ku waktu itu. percayalah padaku!! Hov menatap kedalam manik coklat Alesya.


seperti ada keinginan di mata Alesya untuk mempercayai nya. namun tampak jelas masih ada ketakutan di raut wajahnya.


aku berjanji, jika aku melakukan kesalahan itu lagi, kau bisa menghukum ku sesuka hati Mu.


"Taun apa yang Anda katakan? Hanna benar-benar terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut Tuan Muda nya itu.


"Diamlah Hanna! kau tidak perlu ikut campur.


"Maaf kan atas kelancangan saya Tuan. Hanna segera terdiam.


"dimana makanan untuk Alesya Hanna.


"sebentar akan saya ambil kan di meja itu, Saat Hanna akan berdiri namun Hov menghentikan nya.


"diamlah di situ, aku yang akan mengambilnya.


Hov sudah berjalan mendekati meja di mana semua kebutuhan makanan dan obat-obatan untuk Alesya di letakkan. mereka berdua hanya saling menatap heran, karena Tuannya berperilaku sangat tidak biasa.

__ADS_1


suapi Alesya sekarang. Hov menyodorkan sebuah baki yang berisi mangkok bubur dan lauk pauk nya kepada Hanna.


Hanna hanya menerima saja tanpa berkata apapun.


"sekarang makanlah, atau aku yang akan menyuapi mu. Hov sudah kembali duduk di tempatnya semula.


"Ta..tapi Tuan, saya sedang tidak lapar sangkal Alesya.


"jangan menyiksa diri mu Alesya! bukankah aku sudah pernah mengatakan, kalau aku tidak akan membiarkan mu sakit apa lagi sampai mati.


jadi makanlah cepat! atau aku yang akan menyua..


belum sempat Hov meneruskan kalimatnya Alesya sudah menarik sendok berisi bubur yang di pegang Hanna masuk kedalam mulutnya.


Bagus.. bisik Hov pelan dengan mengulum senyum.


Hov tak bergeming sedikitpun dari tempatnya Ia masih menatap Alesya memakan makanannya.


"kumohon jangan menatap ku seperti itu Taun! Protes Alesya.


"lalu aku harus menatapmu dengan cara bagaimana? mataku memang seperti ini Sya. Hov menaikkan kedua alisnya.


sebenarnya Alesya selalu merasa hatinya berdebar kencang saat Hov ada di sebelah nya, apalagi saat menatap nya seperti ini.


"tapi aku takut, kalau terus saja menatap ku seperti itu. bibir Alesya meruncing.


"jangan banyak bicara, apa makanan nya sudah habis Hanna?


"Hampir Tuan. Hanna menunjukkan mangkok itu pada Hov.


"segera habis kan lalu minum lah semua obat yang sudah Carlos berikan.


"iya" Jawab Alesya singkat.


eh kenapa Iblis ini, tidak keluar dari kamar ku. bukan kah aku sudah selesai makan dan sudah mengatakan akan meminum obatnya kan.


"Kau sudah selesai makan. sekarang giliran mu untuk meminum semua obat itu.


ambil semua obat Alesya kesini Hanna.


"Baik Tuan" Hanna yang segera meraih obat yang Hov maksud.


"Bantu Dia untuk meminum nya Hanna.


"iya Tuan. minumlah obat-obat ini Nona. Hanna sudah menyodorkan satu obat.


"tidak aku tidak mau Bibi. aku tidak mau meminumnya.


"tapi kenapa kau tidak mau meminumnya? apa kau tidak ingin sembuh? atau jangan-jangan kau sengaja melakukan ini heh! Hov sudah berdiri.


Alesya hanya tertunduk tak berani menatap Jehova.


minggir lah Hanna! Hov menarik paksa lengan Hanna agar menyingkir.


Alesya tampak terkejut karena Hov sudah berada di posisi Hanna tadi.


jangan bergerak, tetap lah di tempat mu sekarang! Hov mecekeram erat pergelangan tangan Alesya.


"ku mohon lepaskan aku Tuan! wajah Alesya mulai pias.


"minum dulu obat mu, baru aku akan melepaskan tangan mu.


"iya nanti aku akan meminum nya"


"apa kau takut akan meracuni mu Alesya?


"Tidak Tuan" Alesya menggeleng pelan.


"Baiklah kalau kau takut, maka aku akan meminum obat-obat ini lebih dulu.


Hov meraih beberapa obat dan langsung memasukkan nya ke dalam mulutnya. hingga membuat Hanna dan Alesya membuka matanya lebar. namun tanpa di sangka tiba-tiba tangan Jehova meraih tengkuk Alesya dan mendekat kan bibir mungil Alesya di bibirnya. dengan sedikit gigitan Hov berhasil membuka mulut gadis itu lebar.


"aaaaaaaaaaaaa" pekik Alesya.


dengan cepat Hov memasukkan obat itu ke dalam mulut Alesya.


hingga membuat gadis itu sedikit terbatuk karena terkejut dan tentu saja tidak siap dengan perlakuan Hov.


Hov segera meraih segelas air putih dan membantu Alesya untuk meminum nya.


setelah Alesya merasa semua obat itu sudah tertelan masuk. Ia dengan brutal memukuli dada bidang Hov bertubi-tubi.


BERSAMBUNG...


Don't forget to:


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH"

__ADS_1


__ADS_2