"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 53


__ADS_3

sepertinya Alesya masih belum bosan untuk bermain dengan bunga-bunga yang ada di taman itu.


tak sekalipun Hanna mengalihkan pandangannya dari Alesya Ia selalu memantau pergerakan Alesya kemanapun, karena tidak di pungkiri, Hanna masih takut jika Alesya kembali kabur dari Mansion itu.


"Nona, kemarilah sebentar! panggil Hanna.


"kenapa Bi? aku masih memotong tangan bunga yang sudah layu ini. tangan Alesya dengan terampil memilah tangkai yang sudah layu itu.


"kemari lah! minum dulu jus ini. Hanna menunjukkan segelas Oren jus yang sengaja di minta Hov untuk di berikan pada Alesya.


"iya Bi. pekik Alesya.


Alesya segera berlari kecil menghampiri Hanna yang sedang duduk di bangku taman.


"apa kau senang Nona?


"tentu saja Bibi, aku sangat senang sekali!


"duduklah dulu!


"he,em.. Alesya mendudukkan tubuhnya tepat di samping Hanna.


wah rupanya ada roti isi coklat juga yang Bi. Alesya tampak tersenyum sumringah.


"iya Nona, makan lah! Hanna menyodorkan selembar tissue basah namun ternyata Alesya malah memilih dress cantik nya untuk mengelap tangannya.


setelah Alesya merasa tangannya sudah cukup bersih, segera saja Ia mengambil roti coklat yang ada di hadapannya itu.


"hmmmmm, roti ini enak sekali Bi! siapa yang membuatnya?


oiya, kenapa aku baru tau kalau ada roti selai coklat seenak ini ya.


Hanna hanya tersenyum saja, saat mendengar Alesya begitu banyak berbicara pada nya.


jelas saja kau baru bisa merasakan roti coklat itu sekarang Nona. karena para koki hanya akan membuat nya saat Tuan Hov meminta nya saja.


batin Hanna.


uhukkk..uhukkk... tiba Alesya tersedak karena terlalu bersemangat memakan roti itu.


"pelan-pelan Nona, minum lah! Hanna memberikan segelas Oren jus pada Alesya.


dengan cepat Alesya meraihnya, ketika Oren jus itu menyentuh lidah nya, secera refleks mata coklat nya membulat sempurna.


"Huuuh, terbuat dari jeruk apa ini Bi? kenapa rasanya begitu berbeda. ini jus jeruk paling enak yang pernah aku minum selama ini Bi. Alesya tak hentinya menyesap jus itu. maklum saja sejak hidup di panti, Alesya sudah terbiasa hidup secara sederhana, bahkan bisa di bilang hidupnya sangat terbatas.


"habiskan lah Nona! Hanna tampak tersenyum bahagia melihat Alesya sudah kembali sehat.


"tentu saja aku akan menghabiskan nya, lagi pula tidak baik menyia-nyiakan makanan seenak ini Bibi. bisiknya pelan, kemudian Alesya tampak tertawa terbahak-bahak dengan Hanna.


Jehova yang menyaksikan itu dari atas tempat nya berdiri saat ini sepertinya turut berbahagia. karena gadis nya sudah kembali ceria seperti biasanya.


"haha lihatlah Steve!! Alesya tertawa keras sekali, aku bahkan bisa mendengar suara nya dari sini. Hov tampak kegirangan.


Steve..?


Steven..??


merasa tak menerima jawaban, Hov menoleh kearah Asistennya itu.

__ADS_1


kenapa kau diam saja Steve? apa kau sudah tuli heh?


"maaf Tuan, bukankah tadi Anda meminta saya untuk diam. jadi saya diam sesuai permintaan Anda.


"dasar Bodoh! kalau aku tidak bertanya ya memang kau harus diam. tapi saat aku bertanya bukankah kau harus menjawab nya! Hov tampak menggerutu.


"iya Baiklah Tuan!


"ah, sudahlah! Steve, apa Hans menelpon mu lagi?


"tidak Tuan, sejak Tuan Hans meminta Anda untuk menelpon nya, Dia tidak pernah lagi menelfon saya.


"Astaga, aku sampai lupa kalau Hans meminta ku untuk menelpon nya.


ambil kan ponsel ku Steve!


"iya Tuan" Steve langsung mengambil ponsel Jehova yang di letakkan di atas meja yang ada di Rooftop itu dan memberikan nya pada Tuan nya.


setelah Hov menerima ponselnya segera Ia mendial nomor sahabatnya itu.


namun tanpa di sangka-sangka nomor Hans tidak bisa di hubungi sama sekali oleh Jehova.


"Brengsek, kenapa Hans tidak bisa dihubungi Steve? Hov tampak murka karena baru kali ini Ia merasa telpon dari nya di tolak oleh orang lain.


coba kau hubungi Hans! Steven.


"iya Tuan" segera Steve melakukan apa yang di perintahkan oleh Jehova. setelah menunggu beberapa waktu ternyata Steve juga tidak berhasil menghungi Hansen.


maaf Tuan, saya Juga tidak bisa menghungi Tuan Hansen.


"apa menurutmu Dia sudah bosan hidup Steve, beraninya Hans bermain-main dengan ku. Hov meremas jari-jarinya kuat.


"iya Tuan, segera Steve menghungi Ivan General manager di AJ Group.


dengan cepat Steve sudah tersambung dengan Ivan.


("ada yang bisa saya bantu Tuan Steven?") Ivan begitu ramah pada Steven.


("apa Tuan Ada di kantor sekarang?")


("oh, Tuan Hansen seperti tidak masuk hari ini, beliau juga tidak memberitahu kan secara detail alasannya Tuan")


("Baiklah lah, kalau begitu")


Steve langsung mengakhiri panggilan nya.


"kau dengar sendiri kan Steven! rupanya si brengsek itu memang sengaja ingin bermain main dengan ku. Hov semakin murka.


"jangan terlalu buru-buru untuk menyimpulkan Taun, siapa tau Tuan Hans sedang menghadiri acara penting sekarang. Karna itu Dia Sengaja mematikan ponsel nya. Steve coba menjernihkan pikiran Jehova.


"tapi tidak biasanya Dia seperti ini Steve! bukankah kau sudah mendengar apa yang baru saja Ivan katakan, Dia sengaja tidak masuk ke kantor hari ini. Hov berjalan menjauh dari balkon Rooftop dan kembali ke tempat duduknya.


berkali-kali ia mencoba menghubungi Hans namun hasil nya tetap sama. Hans tidak bisa di hubungi.


saat Jehova dan Steven sedang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. rupanya mereka tidak menyadari kalau sebuah mobil mewah warna merah maroon sudah memasuki pelataran Mansion itu.


Edward, supir Hans langsung memarkirkan mobilnya di tempat biasa Jehova menaruh puluhan mobil mewah miliknya.


setelah mobil nya terparkir dengan benar, Hans segera turun dari mobil nya dan hendak berjalan memasuki Mansion itu. namun langkah nya langsung terhenti ketika Ia mendengar suara seorang gadis yang sedang tertawa dan suara itu sungguh tidak asing di telinga nya.

__ADS_1


suara siapa itu? kenapa aku sangat mengenali suara itu. Alesya? ya suara itu seperti suara Alesya. Batinnya.


dengan cepat Hans berlari mencari dari mana sumber suara itu berasal. Edward yang merasa bingung dengan Taun nya hanya bisa mengikuti kemana Tuannnya berlari saat ini.


dengan penuh penasaran Hans berlari mencari ke setiap sudut yang ada di taman itu. hingga tibalah Ia di taman bunga mawar itu. larinya seketika terhenti matanya terbelalak tatkala Ia melihat sosok gadis yang selama ini dicari nya kemana-mana.


"Alesya" ya ternyata itu benar suaranya. bibir Hans sedikit bergetar saat menyebut naman gadis yang sudah lama sekali Ia rindukan.


sialan kau Jehova, rupanya kau sengaja menyembunyikan Alesya dariku, pantas saja akhir-akhir ini kau selalu menghindar dari ku.


Alesya... pekik Hans keras dan segera berlari menghampiri Alesya yang tengah duduk bersama Hanna.


Alesya yang terkejut karena mendengar namanya dipanggil oleh seorang dengan cukup kencang. langsung berdiri dan mencari tau siapa orang yang memanggil namanya itu.


"Tu..Tuan Hans! Alesya tampak terkejut bukan main karena tidak menyangka akan bertemu dengan Hansen di Mansion ini.


Hans langsung saja merengkuh tubuh Alesya ke dalam pelukannya. tanpa menghiraukan Hanna yang juga masih tampak terkejut karena ternyata Alesya juga mengenal Hansen sahabat baik Tuan Mudanya itu.


"bagaimana kau bisa ada di sini Sya? Hans tampak menangkup pipi Alesya dengan kedua tangannya.


"cerita nya panjang Tuan, Alesya menatap wajah Hans nanar.


apa yang sedang Tuan lakukan disini? kenapa Tuan bisa tau tempat ini? Alesya mencecer Hans dengan banyak pertanyaan.


"aku kesini karena urusan pekerjaan Sya!


Hans masih tidak melepaskan Alesya dari pelukannya.


rupanya tanpa di sadari oleh Hans dan juga Alesya, Hanna menghungi Jehova dan memberitaukan kalau sekarang Alesya sedang bersama dengan Hansen.


tentu saja laporan yang terimanya dari Hanna seketika membuat darahnya mendidih.


"ayo kita turun sekarang Steven!! teriak Hov keras.


"baik Tuan" Steve langsung mengekor di belakang Jehova walaupun Ia belum tau apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana. kenapa sampai membuat Tuannya itu begitu marah.


saat Jehova sampai di depan pintu kamar nya, tiba-tiba Ia berbelok masuk kedalam kamar dan tampak Ia mengambil senjata api yang ada di laci nakas samping ranjangnya.


seperti biasa Hov menelusup kan pistol itu dibalik punggung nya, dan kembali merapikan kemeja yang dipakainya.


Hov begitu terburu buru menuruni tangga kali ini. Ia sampai tidak memperdulikan Steven yang tampak bingung karena tidak biasanya Jehova membawa senjata nya saat sedang berada di rumah.


ada apa lagi ini? apa yang Nona Alesya lakukan, kenapa Tuan Hov sampai harus membawa senjata nya. Steven.


"Tuan berhati-hati lah! Steve tampak mengingat Jehova, Karna Jehova berjalan seperti orang yang sedang kesetanan.


"Diamlah Steve!! kalau kau tidak bisa diam, maka aku akan membuat diam sekarang juga. Hov berbicara tanpa menoleh pada asistennya itu sedikit pun.


ketika Steve mendengar apa yang baru saja Jehova ucap kan, semakin membuat nya penasaran kenapa tiba-tiba Jehova bisa semarah ini.


*BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH*"

__ADS_1


__ADS_2