
beberapa kali Alesya ingin menghubungi Hov, tapi selalu membatalkannya. lalu Ia pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu dan menuju ke dapur.
semua orang langsung riuh ketika melihat Alesya turun dari tangga.
"ada yang bisa saya bantu Nona? sapa Leo mendekati Alesya.
"Tidak ada Paman. sahut Alesya ramah.
"lalu kenapa Anda turun kebawah Nona? Leo bingung.
"memang kenapa? apa aku tidak boleh turun ke bawah Paman? Alesya keheranan.
"bukan begitu Nona, hanya saja Tuan Hov berpesan, kalau Anda tidak boleh melakukan pekerjaan rumah apapun. sahut Leo.
"tapi aku bosan Paman Leo. Alesya cemberut.
"ih, iya Nona. kalau begitu silahkan duduk. akan saya panggil kan Hanna untuk menemani Anda. Leo mempersilahkan Alesya untuk duduk di bangku meja makan.
"tidak usah Paman. Alesya menghentikan langkah Leo.
"kenapa Non? Leo berhenti.
"Paman Leo, apakah aku boleh meminjam dapur mu untuk ku memasak? Alesya berbicara setengah berbisik.
"tentu saja boleh, inikan rumah mu dan tentunya ini juga dapur mu Nona. tapi? Leo menggantung ucapan nya.
"tapi kenapa Pak? Alesya penasaran.
"tapi, saya takut Tuan Hov akan marah, kalau sampai tau Anda memasak sendiri di dapur. Leo tampak pias.
"tidak apa-apa Paman, percayalah padaku.
lagi pula Dia juga pasti akan lebih marah, kalau kau tidak mengijinkan aku untuk memasak di dapur kan. rupanya Alesya mulai belajar mengancam dari suaminya.
"oh, iyaa, iya Nona. silahkan! Leo mempersilahkan Alesya untuk memasuki dapur mewah itu.
sebentar Nona, akan aku ambil kan Appron yang baru untuk Anda pakai. Leo tampak tergopoh-gopoh menuju lemari penyimpanan pakaian pelayan.
"tidak perlu Paman, aku akan memakai ini saja. Alesya sudah meraih satu Appron yang tergantung di dinding dapur.
"tapi Nona? Leo merasa tidak enak.
"tidak apa-apa Paman. aku akan memakai ini Saja. Alesya sudah memakai Appron berwarna putih bersih itu di tubuh indah nya.
"Baiklah Nona, kalau itu mau mu. sahut Leo pelan.
"o iya Paman, apa yang biasa Tuan Hov makan saat makan malam? Alesya mencari tau.
"dalam menu makan malam nya, Tuan Hov selalu meminta untuk di sediakan daging, akan di olah menjadi apapun, yang penting ada daging di menu makan malam nya.
"o iya" Alesya terkejut. apakah Dia tidak bosan setiap hari harus memakan daging?
Pantas saja, terkadang Iblis besar itu sedikit buas, rupanya Dia sering memakan daging.
Batin Alesya
__ADS_1
"tidak Nona, karena Tuan Hov jarang sekali makan malam di sini. hanya baru beberapa bulan ini saja Tuan Hov makan malam di Mansion ini. itu pun karena Nona tinggal disini. jelas Leo.
"sungguh? Alesya tampak tersipu malu.
"tentu saja, sudah bertahun tahun Tuan Hov tidak pernah mengunjungi Mansion ini. sampai akhirnya Ia datang bersama Nona. Leo memandang ke langit langit dapur.
"tapi kenapa Paman? bukankah tempat ini sangat indah. Alesya penasaran.
"sudah lah Nona, ayo kita memasak! Ajak Leo yang sengaja ingin mengalihkan pembicaraan mereka berdua tentang mantan kekasih Jehova.
"he,em. ayo kita mulai sekarang Paman. Alesya tersenyum ramah.
Leo mulai memilih kan beberapa potong daging sapi segar dari freezer khusus untuk daging dan di berikan pada Alesya.
"akan kau olah menjadi masakan apa daging ini Nona? Leo penasaran.
"bagaimana kalau kita membuat Steak saja Paman? Alesya meminta saran.
"boleh, kenapa tidak. aku yakin Tuan Hov akan menyukainya. Leo tampak kagum pada sosok Nona Mudanya itu.
Nona Alesya sangat berbeda dengan Nona Cindy, Non Alesya benar-benar ramah, Dia tidak pernah membedakan mana pembantu dan mana majikan. Dia memperlakukan semua orang dengan sangat baik.
oh pantas saja, kenapa Tuan Jehova begitu tergila-gila dengan gadis ini.
Batin Leo.
"Paman kenapa kau malah melamun? Alesya menyenggol pelan bahu kepala pelayanan di Mansion itu.
"Oh, maaf kan saya Nona. apa lagi yang kau butuhkan? jawab Leo.
"siap Nona. Leo dengan sigap mengambil sayuran yang masih sangat seger untuk diberikan pada Alesya. diantaranya wortel, baby buncis dan juga kentang.
apa masih ada lagi yang kau butuhkan Nona?
"tidak Paman, maaf aku sudah merepotkan kan mu. Alesya tersenyum canggung.
"apa yang kau katakan Nona? aku bahkan sangat senang bisa membantu mu. pekik Leo.
"kalau begitu terimakasih banyak Paman. haha Alesya terkekeh.
Hanna yang mendengar suara Alesya tertawa, langsung saja berlari menuju dapur untuk mencari dari mana sumber suara itu berasal.
"Astaga, apa yang sedang kau lakukan di sini Nona? Hanna terkejut karena sudah mendapati Alesya di dapur.
"Bibi, mengagetkan aku saja. Alesya mengusap dadanya pelan.
"aku lah, yang seharusnya terkejut Nona, sekarang beritahu aku! kenapa kau ada di dapur ini? bukankah seharusnya kau ada dikamar menunggu Tuan Hov pulang kan! Hanna mengoceh.
"aku bosan di kamar terus Bi. Alesya cemberut.
"tapi kalau Tuan Hov tau, Dia bisa marah besar Nona. Hanna memperingati.
"tenang Saja Bi, kalau Tuan Hov marah biar aku yang akan berbicara pada nya. Alesya tampak tenang-tenang saja.
"kau tidak tau Nona, dan kau Leo, bagaimana kau bisa mengijinkan gadis ini berada di dapur mu heh, kau bisa kehilangan pekerjaan mu! pekik Hanna.
__ADS_1
"aku sudah memperingatkan nya Hanna, tapi Nona Alesya malah mengancam ku. wajah Leo panik.
"mengancam? apa benar Nona Alesya? Hanna memicingkan mata nya menatap Alesya.
"hehe, aku tidak mengancamnya Bibi, aku hanya mengatakan. kalau Paman Leo tidak mengijinkan aku untuk memasak di dapur, maka aku akan mengatakan nya pada Tuan Hov. Alesya tampak mengulum senyum.
"dasar nakal, itu namanya kau mengancamnya Nona. rupanya kau sekarang sudah mirip dengan suami mu ya. Hanna memandang Alesya malas.
"hehe. percayalah padaku ku Bi! Tuan Hov tidak akan marah kalau aku sendiri yang menginginkan nya. Alesya meyakinkan.
"Baiklah, kalau begitu terserah kau saja Nona.
sekarang apa yang bisa aku bantu? Hanna merangsek masuk dan berdiri di tengah-tengah.
"hey, apa kau tidak bisa berdiri disebelah ku saja Hanna? kenapa kau harus berdiri diantara aku dan Nona Alesya. Leo tampak kesal.
"kau tidak boleh berada dekat dengan Nona Alesya, Leo!! Hanna menatap Leo sinis.
"Baiklah Hanna, sesuai perintah mu. Leo bergeser sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.
"sekarang apa yang bisa aku bantu Nona? Hanna menawarkan bantuan.
"kau bisa mengukus kentang ini Bibi! Alesya memberikan lima buah kentang berukuran sedang.
"maaf Nona, apa saya bisa kembali ke Paviliun sekarang? lagi pula sudah ada Hanna yang akan membantu Anda. sela Leo.
"iya Paman, kau bisa kembali sekarang. Alesya mempersilahkan.
"kalau begitu saya permisi dulu Nona Alesya. Leo berpamitan.
"Iya Paman. O iya, Terimakasih Paman.
"sama-sama Nona. Leo keluar dari dapur melalui pintu belakang yang langsung tertuju pada Paviliun khusus para pelayan.
"Bi, kalau nanti kentang itu sudah matang, tolong sisakan satu utuh untuk ku ya. titah Alesya.
"iya Nona". Hanna sudah mulai mengukus kentang.
mereka berdua sudah sangat sibuk di dapur. Alesya dengan terampil mengolah daging sapi itu untuk di jadikan nya steak. Ia juga sudah terbiasa dengan bumbu-bumbu dapur, sehingga tidak pernah kebingungan saat harus memasak.
Hanna cukup heran saat melihat keterampilan memasak Alesya yang sudah seperti seorang chef Handal.
karena Hanna memang tidak tau, kalau sebenarnya Alesya secara diam-diam sering diminta untuk menggantikan Chef di restoran Milik Hansen.
Karena Alesya masih sibuk di dapur, rupanya Dia tidak mengetahui kalau ternyata Jehova menelpon nya berkali-kali. Alesya memang tidak membawa Ponsel nya ke dapur. Ia sengaja meletakkan nya di nakas kamar, karena Alesya pikir Jehova tidak akan menelfon nya.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH
__ADS_1