"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 87


__ADS_3

Alesya masih terkejut, Ia tidak menyangka kalau akan makan siang dengan berbagai menu masakan yang sangat bervariasi, selain terkejut, Alesya juga masih bingung bagaimana Ia akan menghabiskan semua makanan yang sudah tersaji di atas meja makan itu.


"Bi, ada apa ini? kenapa ada banyak sekali masakan di meja makan" Alesya keheranan.


"entah lah Nona, aku juga tidak tau" jawab Hanna sama herannya.


Hanna memang tidak tau kalau ini semua adalah perintah dari Jehova.


"silahkan Nona! Anda bisa mulai makan sekarang, sebelum semua masakan yang ini dingin" Ucap Leo sambil menarik kursi untuk Alesya duduk.


"iya Paman Leo" Alesya hanya menurut saja dengan perintah Leo.


saat Alesya sudah duduk di kursinya, para pelayan mulai maju untuk melayani Alesya makan siang. mereka memiliki tugas masih-masing di meja makan itu. dari mengambil piring untuk Alesya, menuangkan air putih, mengambil kan lauk pauk dan ada juga yang hanya bertugas mengawasi Alesya makan, siapa lagi kalau bukan kepada pelayanan di Mansion itu yaitu Leo.


Alesya makan dengan keheranan, karena tidak biasanya para pelayan akan berkumpul seperti ini saat makan siang, bahkan saat makan bersama Jehova pun, biasa nya hanya Leo saja yang berdiri di pojok kanan meja makan untuk bersiap menerima kritikan dari Hov.


tapi siang ini sungguh sangat aneh untuk Alesya. tak jarang Alesya menoleh kearah Hanna untuk meminta penjelasan melalui isyarat dari mata coklat nya. tapi hanya bisa menggelengkan kepalanya menandakan ketidaktahuan nya.


"apa Anda ingin menambah makanan lainnya lagi?" ucap Leo membuyarkan keheningan.


"eh, tidak Paman, terimakasih. bagaimana mungkin aku akan menghabiskan semua makanan ini kalau hanya aku sendiri yang memakannya" sahut Alesya sopan.


"tapi ini semua memang sengaja dimasak untuk Anda Nona" jawab Leo.


"iya aku tau Paman! tapi aku tidak akan sanggup untuk menghabiskan semua nya sendirian kan?" Alesya memelas.


Oiya, bagaimana kalau kita makan bersama-sama saja. tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Alesya.


semua pelayan bahkan para pengawal langsung saling memandang satu sama lain saat mendengar Ide gila dari Nona Mudanya itu.


"mana boleh Nona? kami tidak berhak duduk di meja makan Anda dan Tuan Jehova" ucap Leo sopan.


"kenapa tidak Paman? apa salahnya kalian semua makan bersama ku disini" sahut Alesya.


"tidak bisa Nona, Leo bener. kami tidak bisa duduk bersama Anda di meja makan itu" Hanna menimpali.


"tapi kenapa Bi? setidaknya berikan aku alasan yang jelas" Alesya mulai kesal.


"Nona, meja makan itu hanya boleh di gunakan oleh Anda dan Tuan Hov saja" tidak yang lainnya. Hanna menerangkan.


"kalau begitu berikan ponsel ku Bi!" Alesya meminta ponsel nya dari Hanna.


"silahkan Nona! tapi kumohon jangan mempersulit kami semua" titah Hanna.


"tidak akan Bi, bibi jangan kuatir, tenang saja" Alesya tersenyum menyeringai.


Alesya, segera mendial nomor ponsel milik Jehova yang bertuliskan "Suami ku♥️"


tak butuh waktu lama, saat Hov mendengar ponsel berdering kencang, dan ternyata Istri kesayangannya lah yang sedang melakukan panggilan, dengan cepat Ia(Hov) mengangkat panggilan itu.


("ada apa? mengganggu ku saja!) sahut Hov dengan suara berat dan juga datar.


("mengganggu? baiklah kalau begitu aku akan menutup telfonnya.) ucap Alesya kesal.


("hey, tunggu! enak saja kau main tutup saja, kau sudah mengganggu ku, jadi katakan ada apa?) sahut Hov cepat.


("huh, dasar orang aneh!)

__ADS_1


cetus Alesya begitu saja, hingga membuat seluruh orang yang mendengar percakapan mereka berdua hanya mampu saling pandang karena keheranan.


("apa katamu? aku aneh!) sahut Hov cepat.


("iya, kau orang paling aneh yang pernah aku temui T u a n Jehova!) Alesya menekan suaranya.


("sudah cepat katakan! ada apa kau menelfon ku? buang-buang waktu ku saja") ucap Hov.


("tidak ada apa-apa, hanya saja aku ingin meminta ijin padamu") ucap Alesya.


("ijin untuk apa Alesya?) Hov penasaran.


("hehe, apakah para pelayan di sini boleh makan bersama ku di meja makan milik mu?) suara Alesya terdengar sedikit memohon.


("apa katamu? tidak ada satupun pelayan yang boleh menggunakan meja makan itu Alesya!) Hov menegaskan.


("baiklah kalau begitu, anggap saja akan tidak pernah menelfon mu!!!) Alesya menutup panggilan nya dengan kesal.


("halo...haloo...! Alesya? Alesya? sial, lagi-lagi gadis itu memutus panggilan begitu saja dari ku") Hov kesal.


Hov tampak berkali kali menelfon Alesya, namun rupanya Istrinya enggan untuk menjawab panggilan dari nya(Hov).


Alesya sengaja mengabaikan panggilan dari Suaminya sebagai wujud protes karena Hov tidak mengabulkan permintaannya.


"Bi, apa Bibi dan yang lainnya bisa membantu ku?" Tanya Alesya.


"iya Nona, apa yang kau butuhkan? sahut Hanna.


"Bi tolong siapkan satu meja berukuran besar dan letak di taman depan ya!" titah Alesya.


"sudah siapkan saja Bi!" Alesya memohon.


"iya Baiklah"


Hanna segera meminta bantuan kepada para pengawal untuk menyiapkan meja sesuai keinginan Alesya.


"Oiya Bi, jangan lupa siapkan beberapa kursi juga ya!) pekik Alesya.


"iya Nona") sahut Hanna.


tak lupa para pelayan juga terlihat membantu membawakan kursi.


hingga tak butuh waktu lama, meja dan kursi yang diinginkan Alesya sudah selesai di siapkan dengan rapi di taman depan.


"wow, sempurna!!!" pekik Alesya kegirangan.


sekarang ayo pindah kan semua makanan yang ada di dalam ke meja ini!


"tapi Nona?" sahut Leo


"sudah lah, Paman jangan takut, kali ini ku mohon turuti saja permintaan ku" Alesya memelas.


"baiklah kalau begitu Nona" ucap Leo pasrah.


seluruh pelayan yang sedang berada disana, segera mengambil semua makanan yang masih tersaji di meja makan untuk dipindahkan ke meja di yang sudah di siapkan di taman.


sedangkan Alesya dengan telaten menata satu persatu makanan yang sudah ada di hadapannya dengan sangat rapi.

__ADS_1


sekitar lima belas menit kemudian, semua makanan itu sudah berpindah tempat ke Meja yang sudah disulap Alesya menjadi meja makan sederhana namun di penuhi dengan hidangan yang tampak sangat menggiurkan.


"yeee... akhirnya selesai juga" pekik Alesya kencang.


"sekarang apa yang akan Anda lakukan dengan semua makanan Nona?" tanya Leo.


"tentu saja kita akan memakan nya Paman Leo!" sahut Alesya.


"kita?? apa maksud Anda?" Leo tampak bingung.


"iya kita Paman, kita semua yang akan menghabiskan semua makanan ini" Alesya tersenyum lebar.


"tapi kami semua tidak boleh memakan nya Nona" sahut Leo.


tampak semua orang yang ada di sana, sedang di buat kebingungan oleh sikap Alesya yang begitu sederhana dan juga rendah hati. mereka tidak pernah menyangka kalau Alesya mau makan bersama dengan mereka yang hanya seorang pelayan di Mansion itu.


"kenapa tidak boleh Paman, siapa yang akan melarang nya? apa kau takut dengan suami ku itu heh?" jawab Alesya lantang.


"iya Nona, kami takut dengan Tuan Hov" di jawab serentak oleh seluruh orang yang sedang berkumpul.


"dengarkan baik-baik! tidak ada yang perlu takut, jika si ib.. eh maksud ku suami ku marah maka aku yang akan menanggung nya." ucap Alesya.


"tapi Nona, itu terlalu berbahaya!" sahut Hanna


"iya benar sekali Nona" Leo menimpali.


"Bibi, Paman, sekarang kita tidak sedang berada di meja makan milik Tuan Hov, lihat lah ini meja makan kita sekarang. lalu dengan alasan apa lagi Tuan Hov akan marah." Alesya menjelaskan.


"tapi seluruh makanan ini memang di buat khusus untuk Anda Nona" Leo kembali menjawab.


"iya aku tau Paman, tapi apa kau ingin melihat aku mati kekenyangan heh! makanan ini banyak sekali Paman, apa salahnya kalau aku ingin berbagi dengan kalian semua, bukankah tidak baik menyia-nyiakan makanan, karena belum tentu orang-orang di luar sana bisa menikmati makanan selezat ini kan" suara Alesya terdengar parau.


"iya, Anda memang benar Nona, tapi?" Leo tampak masih ragu.


"tapi apa Paman? sekarang dengar kan aku sekali lagi! jika kalian semua tidak mau makan bersama ku di meja ini, maka aku akan menelfon Tuan Hov sekarang juga. dan aku akan mengatakan kalau kalian semua membuat kesal hari ini, bagaimana? ancam Alesya.


"jangan Nona kumohon" pinta Leo.


"kalau begitu, kalian sudah tau apa yang harus kalian lakukan sekarang" Alesya tersenyum menyeringai.


saat mendengar apa yang baru saja Alesya ucap kan, dengan cepat seluruh pelayan dan juga para pengawal segera mengambil posisi duduk mereka masing-masing, tak terkecuali si Petrus yang selalu mem Vidio kan seluruh pergerakan Alesya secara diam-diam dan kemudian mengirim nya pada Jehova, termasuk kejadian saat ini juga.


rupanya Alesya tidak menyadari kalau salah seorang pengawal nya secara diam-diam selalu mengabadikan aktivitas melalui video.


Ia juga tidak menyangka kalau semua video video itu akan di kirim ke suami nya, yang saat ini sedang tertawa terbahak-bahak menyaksikan tingkah istri nya yang begitu menyebalkan namun juga sangat menggemaskan di menurut nya.


Hov tak sekalipun melepaskan ponsel itu dari genggamannya, Ia terus saja menyaksikan Video demi video yang anak buahnya sudah kirim kan.


***BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


TERIMAKASIH***

__ADS_1


__ADS_2