"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 85


__ADS_3

Hov segera turun ke bawah untuk menghampiri Alesya yang sudah menunggu nya di meja makan.


tampak semua pelayan sudah berdiri berjejer saat melihat kedatangan Jehova dari lantai atas, tak terkecuali Steve yang dengan setia menunggu nya di bawah tangga.


"selamat pagi Tuan Hov"


sapa Steve dengan ramah.


"hmmmmm" seperti biasa hanya jawaban itu yang meluncur dari bibir Tuan nya.


Steve dengan sikap mengikuti langkah Jehova yang menuju ke meja makan.


"selamat pagi Tuan Steve" Alesya memberikan senyuman ramah ke arah Steve.


sontak saja hal itu langsung membuat raut muka Hov berubah menjadi tak bersahabat.


"apa-apaan ini Alesya? kenapa kau malah menyapa Steven, bukan nya Suami mu ini heh! Hov berdiri berkacak pinggang dengan bolak balik menatap Alesya kemudian Asistennya itu.


"memang nya kenapa Tuan?"


Alesya merasa tidak ada salahnya menyapa Steven. toh menurut Alesya, Ia tidak perlu lagi menyapa Jehova karena sejak pagi tadi mereka sudah bersama.


wajah Steve seketika berubah menjadi pias. saat melihat tingkah Tuan mudanya yang sudah mulai cemburu buta.


"tapi aku tidak suka, kalau kau menyapa pria lain selain aku Nyonya Hov, ingat itu baik-baik!"


Hov menarik kursi nya kasar.


Alesya hanya diam saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari bibir nya. begitu juga dengan Steven.


Dasar gila, apa Dia pikir aku ini manusia yang tidak berperasaan seperti nya, bisa-bisanya Dia melarang ku menyapa orang lain.


Batin Alesya kesal.


Alesya mengambil kan sedikit nasi dengan lauk beberapa lauk dan juga sayuran di piring Jehova.


"silahkan kan Tuan" Alesya mempersilahkan Suaminya untuk sarapan.


"apa ini Alesya? kenapa banyak sekali sayuran di piring ku!" protes Hov.


"ini menu sarapan pagi untuk Anda Tuan, lagi pula Anda sudah cukup banyak memakan daging semalam, jadi sekarang saatnya makan sayur. jawab Alesya santai.


"tapi aku tidak menyukai sayuran ini" Hov masih saja protes.


"oh, kau sungguh tidak menyukainya Tuan. sayang sekali" Alesya menggeleng kan pelan kepala nya.


"iya aku tidak menyukainya" sahut Hov cepat.


"Baiklah, kalau begitu silahkan Tuan Steven! anda bisa memakan semua masakan spesial ku pagi ini" Alesya menarik piring makan milik Jehova begitu saja.


"hey, tunggu! apa yang kau lakukan Alesya? Hov tampak bingung.


"bukankah kau tidak mau memakannya Tuan, lalu biarkan aku memberikan makanan ini untuk Tuan Steven saja. anda belum sarapan kan Tuan Steve?" Alesya bicara dengan santainya.


wajah Steven semakin pucat pasi karena perlakuan Alesya terhadap nya.


"kembali kan piring ku Alesya!" pekik Hov kencang.


Alesya masih diam saja dengan wajah cemberut kali ini.


"sebenarnya apa mau Anda Tuan Jehova?" Alesya ikut memikik keras.

__ADS_1


sedikit memanas suasana sarapan pagi ini, hingga membuat semua orang yang ada di sana ketakutan.


"keluar sekarang Steve! tunggu saja aku di Helipad" titah Hov pada asistennya.


"baik Tuan"


tanpa membuang waktu Steven langsung berjalan keluar menuju Helipad yang ada di atas bangunan Mansion DE'LUXE.


"kembali kan piringku!"


Hov menarik kembali piring yang berisi sarapan nya dari tangan Alesya.


sekarang makan lah! jangan membuang waktu ku. suara Hov sudah mulai tak bersahabat.


Tak ada suara di meja makan itu, kecuali Suara sendok dan garpu yang bergesekan dengan piring.


walaupun Ia tidak menyukai menu sarapan nya pagi ini, tapi Ia sungguh menghabiskan isi piring nya tanpa sisa.


dan setelah itu langsung pergi meninggalkan Alesya tanpa sepatah kata pun dari bibirnya.


sepertinya Hov masih merasa kesal dengan Istrinya kecilnya. Ia merasa cemburu karena Alesya lebih memperhatikan Steven dari pada suaminya sendiri.


Hov berjalan dengan tergesa-gesa, seperti ingin segera naik ke atas helicopter nya. begitu Ia sampai di Helipad langsung saja Ia menaikinya tanpa mempedulikan Steve atau kru pesawat yang menyapa kedatangan nya.


sepertinya biasa, Steven duduk di depan Jehova walaupun tidak saling berhadapan. suasana di dalam Helicopters sekarang ini sungguh seperti ruang interogasi bagi Asisten tampan itu. benar saja, beberapa menit setelah mereka terbang. Hov mulai memberikan tatapan mengerikan nya pada Steven.


"apa kau suka dengan Istri ku Steven?" Hov memberikan pertanyaan tanpa basa-basi.


"astaga, apa yang sedang Anda katakan Tuan?" Steve tampak terkejut.


...oh tidak, matilah aku. Tuan Hov sungguh cemburu pada ku. seandainya kau tau, Rasanya aku ingin menutup mulut Istri kecil mu itu dengan lakban Tuan, agar Dia tidak berkata sembarangan lagi....


Batin Steven.


"sungguh aku tidak tahu Tuan,


aku tahu Anda sedang cemburu, tapi ku mohon jangan menatap ku seperti itu Tuan!" protes Steve.


"Cemburu??? apakah seperti ini rasanya cemburu Steve? haha"


tiba-tiba Hov tertawa tak jelas di sana.


"iya Tuan, Anda benar sekali. saya rasa Anda sedang cemburu buta" sahut Steven kebingungan.


"cemburu buta? apa maksud mu Steve? Hov masih tidak menyadari.


"itu semua terjadi karena Anda sangat mencintai Nona Alesya Tuan, karena itu lah Anda merasa tidak senang kalau Nona Alesya memperhatikan orang lain selain Anda"


Steve menerangkan sebisanya. karena sebenarnya Dia sendiri belum pernah merasakan nya.


"iya kau benar sekali Steven" tampak sebuah senyuman dari bibir Jehova.


sungguh aku tidak pernah mengalami perasaan semacam ini pada gadis manapun, termasuk pada Cindy.


dulu aku tidak pernah merasa keberatan saat si wanita ular itu mengatakan ingin berlibur dengan teman-teman nya. yang aku tau hanya dia ada saat aku butuhkan.


tapi dengan Alesya, aku sungguh merasakan hal berbeda, sedikit pun aku merasa tak rela, saat Ia menatap apa lagi berbicara pada pria lain selain aku. Hov berbicara panjang lebar.


"tapi sekarang Anda tidak perlu khawatir Tuan, Nona Alesya sudah resmi menjadi Istri Anda. dan tidak akan ada yang berani mengambil nya dari Anda" jelas Steve.


"kau benar sekali Steven, karena aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Alesya dari ku. aku tidak akan ragu untuk membunuh siapapun yang berani menyentuh apa lagi mengambil Alesya dariku. termasuk kau!" Hov memelototi asisten pribadinya.

__ADS_1


"sampai mati pun aku tidak akan melakukannya Taun" Steve menjawab nya kesal.


"haha, aku percaya padamu Steve, tenang lah!" Hov menepuk pundak asistennya pelan.


tak terasa, mereka sudah mendarat di AJ Group dengan sempurna.


langsung saja Hov dan Steven menuju ke ruang pribadi milik Jehova.


*


*


Sementara itu di Mansion, Alesya tampak bingung dengan keadaan nya sendiri, Ia merasa bosan hanya menghabiskan waktunya berjam-jam di dalam kamar.


beberapa hari ini, Ia juga belum bisa menghubungi Ibu nya. entah kerena apa, Ibu nya menolak panggilan telepon dari Alesya. Ibunya hanya mau bertukar pesan singkat saja.


dan itu membuat Alesya sedikit gelisah.


karena merasa bosan, akhirnya Alesya memilih menelfon Jehova untuk meminta ijin agar bisa berjalan keluar di tepi pantai.


Alesya segera mendial nomor milik suaminya itu.


tak butuh waktu lama, Suara berat milik Hov sudah terdengar dari balik telpon genggam nya.


("ada apa menelfon ku?") Suara Hov datar.


("Tuan, apa aku boleh keluar untuk berjalan-jalan di tepi pantai?") ucap Alesya setengah merayu.


("ada apa dengan suara mu Nyonya Hov") goda Jehova.


ternyata Istri ku sudah mulai genit. hehe.


Hov tersenyum tak jelas.


("memang nya ada yang salah dengan suara ku? aku hanya meminta ijin, kalau tidak boleh ya sudah") sahut Alesya kesal.


("haha, aku lebih suka suara cempreng mu yang seperti ini Alesya") ucap Hov dengan tawanya.


("Tuan, aku bosan di kamar terus, aku hanya ingin berjalan-jalan saja. sungguh aku tidak akan kabur lagi") rengek Alesya.


("kabur lah kalau memang kau berani Nyonya Hov!") sahut Jehova.


("aaaa, Tuannnn") Alesya semakin merengek.


("iya..iya.. keluar lah, tapi jangan lupa untuk mengajak Hanna untuk menemani mu.) titah Hov


("akhirnya,, yeaa terimakasih Tuan Alexander Jehova yang baik hati. haha)


tutttttt


tanpa mempedulikan Hov yang masih berada di sambungan telepon nya, dengan sepihak Alesya sudah menutup panggilan nya.


"hey...hey... Alesya kenapa kau menutup telfonnya? ish,, gadis ini benar benar membuat ku gila. Hov mengajak rambutnya sendiri.


Steven hanya bisa tersenyum bahagia, saat melihat Tuan Mudanya sudah menemukan wanita yang sungguh sungguh Ia cintai.


BERSAMBUNG


**LIKE


*VOTE

__ADS_1


*KOMENTAR*


TERIMAKASIH


__ADS_2