"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 100


__ADS_3

pagi-pagi sekali, dengan cekatan Alesya sudah menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.


setelah menghidangkan semua masakan nya di atas, dengan segera Ia membangun Jehova yang masih tertidur lelap di sofa empuk milik nya.


seperti biasa, sebelum membangunkan pria tampan itu, dengan seksama Ia memperhatikan wajah suaminya yang begitu terlihat polos saat sedang tertidur pulas.


oh Tuhan, pria ini saat tidur sungguh berwajah malaikat. rasanya aku tidak tega untuk membangun kan nya.


Batin Alesya.


namun apa boleh buat, meskipun tak tega Alesya harus segera membangun kan Jehova. selain Pria itu harus berangkat ke kantor nya. Alesya juga tidak ingin terlambat pergi ke Rumah Panti nya.


"Tuan, bangun!!" Alesya menyentuh pundak Hov pelan.


tak bersuara, Hov hanya menggeliat menelusup kan kepala di balik selimut.


"Tuan, Bangun!! ini sudah pagi." ucap Alesya dengan nada bicara yang sedikit tinggi.


"emmmm, memang nya ini sudah jam berapa Alesya?" ucap Hov sambil membuka matanya perlahan.


"ini sudah jam 7 pagi Tuan" Ucap Alesya sembari menahan tawa nya.


"sungguh? kenapa kau baru membangun kan aku Alesya dan kenapa juga Steven tidak menelfon ku kalau ini sudah jam 7 pagi." Hov segera bangun dari tidurnya dan berjalan tergopoh-gopoh menuju kamar mandi.


kali ini Hov mandi dengan cepat tidak seperti biasanya. Hov tidak menyadari kalau Istri kecilnya sedang mengerjainya agar mau bangun pagi.


sekitar 15 menit kemudian Hov sudah keluar dari Walk in Closet dengan setelan jas kemeja dan juga celana yang sudah di siapkan oleh Alesya.


"ayo cepat kita sarapan Alesya! kalau tidak kita akan terlambat, aku ingin menyapa ibu terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor nanti." Hov menggerutu semaunya.


"iya Tuan, sekarang makan lah dengan tenang dan tidak perlu terburu-buru" ucap Alesya dengan santai.


"bagaimana mungkin aku bisa tenang Alesya, jam 9 nanti aku ada meeting penting dengan para pemegang saham." ucap Hov panik.


"kalau begitu kita masih punya waktu 3 jam lagi kan" sahut Alesya tanpa merasa berdosa.


"apa maksud mu Alesya? jangan bilang kalau kau sengaja mengerjai aku" Hov memicingkan matanya.


"aku tidak bermaksud mengerjai mu Tuan, aku hanya ingin kau bangun lebih pagi itu saja" ucap Alesya sambil menyiapkan piring untuk suaminya itu.


"kalau begitu jam berapa sekarang?" Hov gelagapan karena lupa memakai jam tangan nya.


"jam setengah enam" ucap Alesya santai.


"dasar nakal" Hov menggenggam pergelangan tangan istrinya erat-erat.


"auuu, sakit" pekik Alesya pelan.


"ini belum seberapa Nyonya Hov, kau harus menerima hukuman dari ku." Hov tersenyum sarkas.


"apa yang akan kau lakukan Tuan? lepas kan tangan ku!" Alesya meronta.


Hov berdiri dari kursinya, dan menarik pinggang Alesya memeluk tubuh gadis itu erat sekali.


Alesya tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menurut, Ia menelusup kan wajah nya di dada bidang milik Hov, sembari membaui wangi maskulin dari tubuh suaminya.


"lihat aku Alesya!" ucap Hov dengan suara bariton nya.


Alesya menengadah untuk menatap wajah Jehova.


dengan lembut Hov meraih dagu gadis itu dan sedikit menundukkan kepalanya.


"berani sekali kau melakukan itu pada ku Nyonya Hov!" ucap Hov sambil menatap Alesya tajam.


"maaf kan aku Tuan, kalau begitu aku tidak akan pernah melakukan nya lagi." ucap Alesya sambil menggigit bibir bawahnya karena ada sedikit perasaan takut.


wajah Alesya seketika berubah pias, saat mendengar suara Hov sudah mulai berubah berat.

__ADS_1


saat Hov melihat perubahan wajah Istri nya, Ia tau betul kalau Istrinya sudah mulai ketakutan. namun Hov tau apa yang harus Ia lakukan, tanpa membuang waktu lagi. pria tampan semakin menunduk dan menyambar bibir Alesya begitu saja tanpa aba-aba, hingga membuat si pemilik bibir merasa terkejut bukan main.


"eemmm, apa yang kau lakukan Tuan? Alesya masih bisa bersuara walaupun bibir Hov menyimpan mulut mungil nya.


"ah, diamlah Alesya!! atau aku akan memberi mu hukuman yang lebih berat" Ancam Hov di sela-sela ciumannya.


Seperti sebuah perintah yang tidak berani Alesya langgar. tubuh nya langsung terdiam pasrah. dan segera saja Hov melancarkan kembali serangan nya di bibir Istri kecil nya itu.


cukup lama mereka berpagutan. hingga membuat baju yang mereka kenakan sedikit terkoyak. namun rupanya Hov masih sangat sadar hingga segera melepaskan pagutan nya dan kembali merapikan dress berwarna merah maroon yang Alesya kenakan.


"Tuan" panggil Alesya pelan.


"ada apa Alesya? sekarang ayo kita sarapan!" ucap Hov sambil merapikan dress milik Alesya.


"iya Tuan, ucap Alesya pasrah.


mereka pun sarapan dengan suasana sedikit hening. kali ini tak ada percakapan ataupun candaan yang meluncur dari bibir mereka berdua.


hingga suara ponsel milik Jehova membuyarkan keheningan di meja makan.


("ada apa Steve?") jawab Hov pada asistennya yang sedang ada di balik panggilan itu.


("mobil sudah siap Tuan") sahut Steven.


("iya Tunggu sebentar! aku dan Alesya sedang sarapan")


("Baik Tuan") ucap Steven mengakhiri panggilan nya.


Hov kembali meletakkan ponselnya dan kembali meneruskan sarapan pagi nya.


"Alesya, nanti setelah dari rumah panti, supir akan menjemput mu dan mengantar mu langsung ke kantor ku." ucap Hov.


"eh, ke kantor? kenapa aku tidak langsung pulang ke apartemen saja Tuan?" sahut Alesya.


"kita akan makan siang bersama di kantor ku" jawab Hov.


"oh, iya baiklah Tuan" ucap Alesya menyanggupi.


"he,em" Alesya mengangguk bersemangat.


mereka berdua turun ke lantai bawah menuju ke parkiran mobil khusus milik Jehova, melalui lift khusus yang hanya Jehova dan keluarganya yang bisa menggunakan nya.


saat mereka tiba, terlihat Steve sudah berdiri di samping mobil sedan mewah berwarna hitam mengkilat dengan pakaian yang sangat rapi.


asisten tampan itu segera berlari mendekati Tuan dan Nona Muda mereka.


"selamat pagi Tuan, Nona" sapa Steve sopan.


"hmmmmm" sahut Hov.


"selamat pagi Tuan Steve" sapa Alesya dengan ramah.


"kau tidak harus tersenyum seperti itu pada Steven, Alesya!!" Hov memperingati.


"eh, tapi kenapa Tuan?" protes Alesya.


"sudah lah, jangan terlalu banyak bicara" ucap Hov.


"Hmmm" jawab Alesya menirukan gaya Suaminya.


mereka bertiga sudah ada di dalam mobil sekarang, dengan posisi Steve memegang kemudi.


Hov dan Alesya masih saja berdebat di dalam mobil walaupun hanya karena masalah sepele. mereka tampak tak pernah bosan untuk beradu argumen, seperti tak ada yang mau mengalah. walaupun setelah nya mereka kembali saling melempar candaan.


Steven hanya bisa menahan tawanya saat melihat Nona dan Tuan mudanya saling bertengkar seperti anak kecil.


Steven tidak pernah melihat Jehova bisa tertawa selepas ini, bahkan saat dulu bersama Cindy sekalipun. baru kali Hov bisa begitu nyaman berbicara dengan seorang wanita, seperti pria pada umumnya.

__ADS_1


Steven tampak bisa merasakan kalau Jehova benar-benar bahagia berada di samping Alesya, gadis muda yang pernah menyelamatkan hidupnya 10 tahun yang lalu.


tak terasa mobil yang mereka kendarai sudah memasuki jalan menuju ke panti, tempat Alesya tinggali dulu.


"Tuan, Nona. sebentar lagi kita akan sampai di kediaman Nyonya Mayya." ucap Steven membuyarkan candaan mereka berdua.


"eh,. benar kah?" Alesya segera membuka kaca mobilnya dan melihat keluar jendela.


"apa yang sedang kau lakukan Alesya?" pekik Hov merasa tak nyaman. karena Ia tidak terbiasa membuka kaca mobilnya.


"eh, maaf Tuan. aku hanya ingin melihat saja" ucap Alesya sambil memencet tombol untuk menaikkan kembali kaca mobil mewah itu.


"maaf, Alesya! aku tidak bermaksud memarahi mu, aku hanya terkejut saja. karena aku tidak terbiasa membuka kaca mobil seperti yang kau lakukan" Hov menjelaskan.


"iya Tuan tidak apa-apa" Alesya tersenyum getir.


"lihat lah sekarang kita sudah sampai" Hov menunjuk jari nya ke arah rumah Panti milik Mayya.


Hov keluar dari mobil dulu, setelah Steve membukakan pintu untuk nya kemudian di susul oleh Alesya.


dan betapa terkejutnya Alesya saat turun dari mobil Roll Royce milik suaminya.


Ia tak sanggup menahan haru saat melihat Panti asuhan yang menjadi tempat tinggal nya dulu. kini sudah berubah menjadi bangunan megah dengan di kelilingi taman bunga dan juga tempat bermain untuk anak-anak dengan lahan yang cukup luas.


"Tuan, apa benar ini Panti asuhan tempat tinggal ibu ku?" Alesya menatap Jehova dengan mata berkaca-kaca.


"iya Alesya, Ini rumah mu" ucap Hov sambil memeluk tubuh istrinya yang sedikit lunglai.


"ta.. tapi apa yang sudah terjadi Tuan? Kenapa sekarang panti asuhan kami bisa sebagus ini?" Alesya masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"sekarang ayo kita masuk! apa kau tidak ingin bertemu dengan Ibu?" Hov mencoba mengalihkan pembicaraan dari Alesya.


"he,em. ayo kita masuk Tuan!" ajak Alesya yang tanpa sadar menarik menggandeng tangan Jehova erat.


Hov hanya mengikuti saja, dan membalas genggaman tangan dari Istri nya.


saat baru saja Alesya membuka pintu, sahut Lia dan Anak-anak lain nya yang sebagian besar Alesya tidak mengenal nya.


rupanya selama Alesya tinggi di Mansion diam-diam Hov merenovasi panti asuhan nya. Hov memugar semua bangunan rumah itu, hingga membuat nya jadi semegah sekarang ini. bahkan Jehova sengaja membeli tanah yang berada dekat dengan Panti yang sekarang sudah berubah menjadi taman bermain terbaik untuk anak-anak.


"Kak Lesya" teriak Lia dan segera menghambur ke pelukan Alesya.


kak Lesya.. imut sekali panggilan istri ku di sini.


Batin Jehova sambil tersenyum kecil.


"Hey sayang, apa kabar?" ucap Alesya pada adik angkatnya itu.


"Baik kak, bagaimana kabar kak Lesya dan kakak tampan?" celoteh Lia.


"kami baik-baik saja cantik" ucap Jehova sambil melambaikan tangannya pada gadis kecil itu.


"Ibu di mana sayang?" tanya Alesya.


"ibu ada di kamar nya Kak" jawab Lia polos.


"baiklah, kalau begitu Kak Lesya pergi ke kamar ibu dulu ya" ucap Alesya sambil membelai rambut hitam Lia.


"iya kak" sahut Lia cepat.


saat Alesya hendak berjalan menuju ke kamar ibunya. tiba-tiba Hov menahan tubuh Istrinya.


BERSAMBUNG


**LIKE


*VOTE

__ADS_1


*KOMENTAR*


TERIMAKASIH


__ADS_2