"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 74


__ADS_3

Alesya sudah memakai baju tidur nya sekarang. baju tidur setelah berwarna merah maroon. Yang tidak begitu menerawang, namun tetep menampakan siluet lekukan tubuh Alesya yang mempesona


dengan kaki berjinjit, Ia tampak dengan sangat pelan berjalan keluar dari Walk in Closet menuju ke ranjang.


"kenapa kau berjalan seperti itu? apa kau ingin kabur heh? suara bariton Jehova langsung menusuk telinga Alesya.


rupanya Alesya tidak menyadari kalau Hov sudah ada di belakangnya. karena baru saja Ia keluar dari kamar mandi.


"eh, Tuan Hov" Alesya langsung berbalik menatap tubuh suaminya yang begitu sempurna dibalik kaos polos tipis berwarna putih bersih. sudah berdiri dengan melipat kedua tangannya.


"kenapa kau tidak menjawab pertanyaan dari ku Nyonya Hov? Jehova menekankan panggilan nya kepada Alesya.


"oh, tidak Tuan, mana mungkin aku akan kabur dari sini. bukankah tempat ku memang disini. Alesya tersenyum getir.


"benarkah? bukankah baru kemarin, kau sendiri yang mengatakan ingin pergi dari Mansion ku? Hov sudah berjalan mendekati istrinya.


"tidak Tuan, sekarang saya sudah membuang jauh-jauh keinginan gila itu. sahut Alesya.


"Bagus lah kalau begitu. sekarang ayo tidur. karena mulai besok aku akan kembali bekerja seperti biasa. Sahut Hov santai dan segera berjalan meninggalkan Alesya dibelakangnya.


"ih,iya Tuan" Alesya dengan segera mengekor di belakang Hov.


kenapa? Tuan Hov sekarang menjadi aneh begini ya. tidak biasa nya Dia mengacuhkan kan ku seperti ini. apa mungkin karena kejadian tadi. ah sudahlah lagi pula aku memang belum siap untuk melakukan nya.


Alesya terus saja bergumam dalam hati.


"ambil ini!


Hov menyodorkan sebuah bantal dan selimut kepada Alesya.


"apa ini Tuan? kenapa Anda memberikan nya pada ku? Alesya kebingungan dengan sikap suami nya itu.


"apa kau tidak bisa melihat Alesya? itu bantal dan selimut untuk mu tidur. pekik Hov.


"iya, aku tau ini bantal dan selimut! tapi kenapa Anda memberikan nya pada ku? sahut Alesya.


"astaga, ya untuk mu tidur Alesya. kau tidak bisa tidur satu ranjang dengan ku. kau harus tidur di sofa itu! ekor mata sudah Hov mengarah ke sudut kamar.


Alesya hanya terdiam mematung, saat mendengar ucapan Jehova kepada nya. Ia masih tidak bisa mencerna keadaan yang saat ini sedang dihadapinya.


"ta..tapi? sahut Alesya


"tapi apa Alesya? Hov langsung menyambar.


"tidak Tuan. tidak ada apa-apa. saya akan tidur di sofa itu, sesuai perintah Anda. Alesya segera berjalan ke sofa dengan perasaan kesal.


apa Iblis besar itu sudah benar-benar gila. apa maunya yang sebenarnya. saat aku belum menjadi istrinya, Dia seperti mati-matian mengejar ku. tapi sekarang saat dia sudah mendapatkan aku. Dia mengacuhkan ku.


Batin Alesya.


"Oiya Alesya. mulai besok kau harus menyiapkan semua kebutuhan ku. dari aku bangun tidur hingga saat aku akan tidur. ingat itu baik-baik!

__ADS_1


"Iya Tuan" Alesya menjawab nya dengan kesal.


Apa lagi ini? apa jangan-jangan Dia menikahi ku hanya untuk menjadikan aku sebagai pembantu nya.


Pikir Alesya.


"singkirkan pikiran gila mu Alesya! aku tau kau sedang berfikir macam-macam tentang aku kan? sahut Hov.


"eh, tidak Tuan. mana mungkin aku berani berfikir macam-macam tentang mu. hehe kekehnya pelan


tidak! apa sekarang dia bisa mendengar suar batin ku? Oh Tuhan. mahluk apa sebenarnya yang sekarang ini sudah menjadi suami ku itu.


Batin Alesya.


"baguslah kalau begitu. sekarang tidurlah! Karna besok kau harus bangun pagi untuk menyiapkan semua kebutuhan ku. titah Hov.


"Iya Tuan"


Alesya meringkuk di sofa itu.


tak butuh waktu lama gadis itu sudah tertidur dengan pulas. maklum saja karena seharian tadi Ia sudah melalui hari yang sangat melemahkan.


"Alesya? Alesya? Hov memanggil Istrinya namun sudah tidak mendapat jawaban.


Jehova lalu turun dari ranjang nya dan mengahampiri Istri nya yang sudah tertidur pulas.


"Astaga, rupanya kau sudah tidur ya. kau pasti sangat lelah sayang. terimakasih karena sudah menerima ku sebagai suami mu. aku berjanji akan membahagiakan mu. aku akan menjaga mu dengan nyawaku Alesya. aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu. Hov mengusap usap wajah Istrinya dengan penuh kasih sayang.


oiya, maaf aku juga. karena aku sudah membuat mu kesal malam ini. Hov tampak mencium kening Alesya kemudian berjalan kembali ke ranjangnya untuk beristirahat.


*


*


pagi sekali Alesya sudah terbangun dari tidurnya. Ia segera pergi ke kemar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


setelah selesai Ia segera turun ke bawah untuk menuju ke dapur. tampak dapur masih sangat sepi. Karna biasanya para pelayan dan koki akan mulai bekerja pada jam 6 pagi. sedangkan sekarang baru jam 5 pagi.


"ah, sepi sekali. Alesya tampak sedikit ketakutan.


tidak ada satupun penjaga ada ditempat itu seperti biasa. bahkan tidak ada para penjaga pintu didepan kamar Jehova.


Alesya mulai menyalakan semua lampu hingga seluruh dapur tampak lebih tenang.


tangannya sudah meraih Appron yang tergantung ditembok dapur dan memakai nya. tak lupa Ia menggulung rambut panjangnya sembarangan saja. dengan sangat teliti gadis itu mulai memilih beberapa bahan makanan untuk dimasaknya menjadi sarapan pagi ini. karena Ia tau betul, suami nya itu memiliki indera perasa yang bisa dikatakan sempurna. setelah di rasa cukup dengan terampil Alesya mulai memasaknya satu persatu. pagi ini Alesya membuat beberapa roti panggang. ada yang berisi coklat, selai strawberry, keju dan juga Oren jus dengan sedikit campuran apel Fuji segar didalamnya. namun Alesya juga tak lupa membuat segelas Oren jus untuk Hov.


Alesya masih bergelut didapur dengan sangat serius. sampai-sampai Ia tidak menyadari kalau ternyata Jehova memperhatikan nya dari tangga. Jehova tampak tersenyum senyum, saat melihat istrinya yang sedang memasak didapur sendirian. Ia merasa terhibur saat melihat gerakan-gerakan tak jelas dari tubuh Alesya. namun itu membuat Jehova semakin gemas pada Istri kecilnya itu.


"astaga, apa yang sedang gadis itu lakukan? kenapa dia harus menggoyangkan pinggulnya seperti itu. apa sebenarnya yang ada di kepalanya. ucapnya pelan.


setelah Alesya selesai dengan pekerjaannya di dapur, dengan cepat Ia membersihkan dapur dan mengembalikan Appron yang ia pakai ke tempat semula.

__ADS_1


saat Jehova tau Alesya sudah selesai, dengan segera Ia berlari kembali ke kamarnya dan pura-pura tertidur pulas.


benar saja, tak berapa lama. Alesya Tampak sudah kembali ke kamarnya, dan langsung menuju ke kamar mandi tanpa menghampiri Hov di ranjang.


astaga, kenapa dia hanya melewati ku begitu saja. kenapa Dia tidak membangunkan aku.


Batin Hov.


Alesya segera menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi dan setelah dirasa kehangatan nya pas. Alesya segera berpindah ke Walk in Closet untuk menyiapkan pakaian kerja untuk Jehova.


saat membuka lemari milik Jehova. lagi-lagi Alesya dibuat tertegun dengan koleksi suaminya itu. dari kemeja, jas, celana, hingga dasi semuanya dari merk ternama. dan yang membuat semakin iri, semua pekaian suaminya itu tersusun dengan sangat rapi dan juga begitu harum tentunya.


"aish, kenapa semua bajunya bisa tersusun serapi ini. bahkan lemari ku tidak serapi miliknya. Always tampak kesal.


setelah beberapa menit memilih. akhirnya pilihan nya jatuh pada kemeja berwarna putih kebiruan, dan tak lupa Alesya memilih sebuah jas berwarna abu-abu dan juga sebuah dasi berwarna biru navy untuk dipakai suaminya pagi ini.


dengan begitu hati-hati Alesya meletakkan semua pakaian Jehova ke tempat yang sudah disiapkan.


dengan perlahan Alesya mengehampiri Jehova yang masih tertidur pulas diranjang nya.


sejenak Ia menatap lekat ke dalam wajah suaminya itu. Alesya tampak mengagumi ketampanan yang dimiliki oleh suaminya itu.


"kenapa kau bisa memiliki wajah se sempurna ini Tuan? Alesya tampak ingin menyentuhnya. namun segera menarik kembali tangannya. Alesya masih saja menatap Jehova dengan pandangan lembut.


tanpa Ia sadari, kalau ada sebenarnya Hov tidak tertidur pulas.


eh, kenapa Dia tidak jadi menyentuh ku? apa mungkin Dia belum sepenuhnya tertarik pada ku.


Batin Hov.


saat Alesya melihat jam dinding kamar sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Alesya tampak bingung. karena ingin membangun kan laki laki yang ada didepannya itu, namun sepertinya ada keraguan dihatinya.


"Tu..tuan... Bangunlah! ini sudah jam 6 pagi. ucap Alesya pelan ditelinga Hov.


tanpa di duga, rupanya Hov malah menarik tubuh Alesya masuk kedalam pelukan Jehova.


aaaaaaaaaaaaa...


Alesya sangat berteriak, namun langsung terdiam ketika Ia melihat Hov sudah menatap nya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.


"apa begitu caramu membangun kan suamimu Alesya? Hov menatap wajah Alesya yang sudah tampak merah padam.


Hov langsung melepaskan pelukannya dan segera bangun dari ranjang itu. sedangkan


Alesya masih duduk terdiam. Ia masih memerlukan beberapa detik untuk mengembalikan seluruh kesadarannya.


BERSAMBUNG


**LIKE


*VOTE

__ADS_1


*KOMENTAR*


TERIMAKASIH


__ADS_2