"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 59


__ADS_3

Alesya masih meraung-raung dikamar itu. namun sepertinya Jehova tidak memperdulikan tangisan gadisnya. karena saat ini di telinganya, tangisan Alesya terdengar seperti alunan melodi yang sangat menyenangkan.


inilah hukuman untuk mu Alesya!! karena kau sudah berani mengabaikan semua perasaan ku untuk mu. Batin Jehova.


"paus-paus kan lah! kau menangis hari ini Alesya. Karna besok saat kita menikah aku tidak ingin lagi ada air mata yang menetes di pipi mu itu. Tegas Hov.


Jehova berdiri dari tempat duduknya dan segera meninggalkan Alesya yang masih saja menangis.


"Tuan Hov. kumohon jangan lakukan itu padaku! Tuan Hov kumohon kali ini dengarkan aku dulu! pinta Alesya.


kenapa harus aku Tuan!!!! teriakannya kencang.


namun sepertinya Jehova tidak menghiraukannya dan segera berlalu keluar dari kamar Alesya.


saat Hov hendak keluar kamar, rupanya di depan pintu itu sudah ada Hanna dan juga Steven yang dengan setia sudah menunggu.


"eh, apa yang sedang kalian lakukan di sini? Hov tampak bingung dengan keberadaan mereka.


"maaf Tuan saya sengaja menunggu Anda di sini. jawab Steve.


"oh, bagus lah kalau begitu. aku jadi tidak perlu mencari mu lagi. sahut Hov.


Hanna bantu Alesya untuk bersiap-siap. Karna besok pagi kami akan menikah. dengan santai nya Jehova mengatakan itu di depan Steve, Hanna dan juga kedua penjaga pintu kamar itu. hingga membuat mereka semua melotot kan matanya tak percaya. terutama Steven.


"a..apa..? me.. nikah! apa aku tidak salah dengar Tuan. Steve masih tidak percaya.


"apa telinga mu tuli Steve? iya aku akan menikah dengan Alesya besok pagi. wajah Jehova tampak sedikit merona saat mengatakannya.


"Oh.. Baiklah Tuan! jawab Steve.


"Baiklah apa Steven? Hov malah kembali bertanya.


"Iya Baiklah, Anda akan menikah besok pagi. Steve tampak kelabakan menjawabnya.


"ah, sudah lah siapkan Helicopters untuk ku sekarang juga, aku akan terbang ke kota X sebentar lagi.


Hanna sekarang kau masuk lah kemar! titah Hov.


"Ba.. baik Tuan. dengan segera perempuan paruh baya itu memasuki kamar Alesya.


tak beberapa lama Jehova sudah tiba di kamar nya. dengan segera Ia pergi ke kamar mandi kali ini Dia tidak ingin berlama-lama di kamar mandi nya dan langsung bersiap-siap untuk terbang ke kota X.


"Steven apa helicopters ku sudah siap?


"iya Tuan, helicopters sudah siap terbang, jawab Steve dari balik ponsel yang dipegangnya.


"hmmmmm, kalau begitu aku akan segera keatas.


"Baik Tuan. sahut Steven dan segera mengakhiri panggilan mereka.


oh astaga, apakah ini benar-benar akan terjadi. akhirnya Tuan Jehova memutuskan untuk menikah juga. walaupun secara mendadak. semoga Anda dan Nona Alesya selalu bahagia. terselip doa disela-sela gumaman hati Steven.


sesaat kemudian Jehova sudah tampak berjalan menuju Helipad. Steven langsung berlari menghampiri nya dan segera berjalan disebelahnya seperti biasa.


"Steve, tolong persiakan semuanya dengan baik untuk acara penting ku ini. titah Hov.


"Baik Tuan" saya akan mempersiapkan dengan sebaik baiknya.


apa Anda akan memberitahu rencana Anda pada Nyonya Besar(Michelle. Ibunda Jehova)


"aku rasa tidak Steve, kau tau sendiri kan Mommy ku seperti apa. aku takut kehadiran Mommy hanya akan membuat Alesya semakin tidak nyaman.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu Tuan. saya yakin apapun keputusan yang Anda ambil itu lah yang terbaik. jawab Steve yakin.


Steven bisa memahami kalau Tuan nya itu tidak memberitahu tahu kan kabar gembiranya pada sang Ibu. Karna orang Tua Jehova adalah orang yang sangat terpandang di Negara itu dan juga sangat disegani di negara lainnya. itulah mengapa Ibunya selalu menginginkan Jehova menikah dengan seorang gadis dari kalangan yang sama. karena itu Jehova belum siap kalau Alesya harus bertemu dengan sang ibunda.


"terimakasih banyak Steven. Hov menepuk pundak asistennya itu. hingga membuat Steve sedikit terkejut.


"eh, sama-sama Tuan" jawab Steve singkat.


tak berapa lama mereka berdua sudah berada didalam Helicopters dan bersiap untuk terbang menuju ke kota X siang ini.


sementara di kamar nya, Alesya masih menangis di pelukan Hanna. Ia masih tidak menyangka kalau besok adalah hari pernikahannya. selama ini Dia begitu mendambakan pernikahan yang sempurna. bukan dari segi kemewahan tapi Alesya mendambakan pernikahan yang didasari dengan perasaan cinta dari kedua mempelai tanpa ada paksaan apalagi ancaman.


"kenapa kau masih menangis Nona? Tanya Hanna.


"aku takut Bi. Alesya menggenggam tangan Hanna kencang.


"kenapa kau harus takut! bukankah seharusnya kau berbahagia karna besok kau akan menjadi seorang pengantin. Hanna tampak tersenyum menggoda.


"bagaimana aku bisa bahagia Bi, kalau calon suami ku seperti seperti Dia(Jehova). Dimata ku Dia seperti Iblis besar yang setia saat ingin memakan ku hidup-hidup. jawab nya sinis.


"haha.. Iblis besar katamu. apa kau tau Nona? Pria yang kau sebut Iblis itu sangat di idam idamkan oleh banyak sekali wanita cantik dan juga kaya diluar sana. Nona Alesya, percayalah padaku! Kau ini sangat beruntung karena bisa menaklukkan hati iblis besar itu. haha Hanna kembali terkekeh.


"kalau memang banyak wanita yang menginginkan dirinya, kenapa harus aku yang menjadi pengantin nya Bi? Alesya bingung.


"Karna Tuan Hov memang memilih mu. jawabnya singkat.


"aneh sekali! padahal Dia tidak pernah mengenal ku sebelumnya. aku juga tidak pernah mengenal nya. lalu bagaimana kami bisa hidup dalam bersama dalam ikatan pernikahan Bibi. Hiks hiks Alesya kembali menangis. sungguh aku takut Bi!!


"tidak ada yang aneh Nona. kalau Tuan Jehova sampai memilih mu itu tandanya kau adalah gadis yang sangat Tuan Hov ingin kan. Tuan Hov tidak pernah berfikir untuk menikahi gadis manapun sebelumnya. dan sekarang Dia ingin menjadikan mu sebagai pengantin nya. sadarilah kalau kau begitu Istimewa dihatinya.


sejenak Alesya terpaku mendengar apa baru saja Hanna ucap kan


ah, entahlah.. Batin Alesya berkecambuk


pikirannya benar-benar kacau. saat membayangkan dengan sekejap mata Dia akan segera kehilangan status lajang nya dengan sangat menyedihkan. Ia harus menikah dengan laki-laki yang sudah menculiknya. dan yang paling Alesya takuti sebenarnya adalah saat Ia sudah menikah dengan Jehova nanti. Ia harus melayani Jehova dengan sepenuh hati nya.


"aaaaaaaaaaaaa.. tiba-tiba Alesya berteriak seperti orang kesurupan hingga membuat Hanna terkejut bukan main.


"kenapa Nona? ada apa dengan mu? Hanna panik.


"Tidak Bi. aku belum siap untuk melayani Tuan Jehova. aku belum siap untuk tidur dengan nya. mulut nya meracau tak jelas.


"Astaga, jadi kau terdiam hanya untuk membayangkan hal-hal itu. haha Hanna malah tertawa.


"kenapa Bibi tertawa seperti itu? Alesya bersungut-sungut.


"kau lucu sekali Nona. Hanna mengusap pucuk kepala Alesya pelan.


"apanya yang lucu Bi? aku ini serius Bi! aku benar-benar belum siap untuk melakukan nya Bi.


"tenanglah Nona. nanti kau juga akan tau bagaimana cara nya. goda Hanna.


"Bibi!! kenapa Bibi malah bicara seperti itu sih? wajah merah merona karena malu.


"sekarang aku harus membantu mu untuk bersiap-siap Nona.


"memang nya apa yang harus aku persiapkan Bi? bukankah pernikahan ini hanya permainan untuk Tuan Muda itu. pasti ada alasan yang tidak masuk akal dibalik semua ini. Alesya memicingkan matanya.


"jangan bicara seperti itu Nona. ayo sekarang aku akan membantu membersihkan tubuh dengan lulur rempah yang sudah disiapkan ini.


"tidak, aku tidak mau! Alesya berlari kesana-kemari menghindari Hanna. namun tetap saja Hanna berhasil melucuti pakaian Alesya dan memaksanya untuk merebahkan tubuhnya indah nya di ranjang.

__ADS_1


*


*


di tempat lain Jehova dan Steve sudah di tiba di pusat kota X dan segera mereka menuju ke butik paling terkenal di kota itu.


didalam mobil tampak sekali air muka Jehova yang begitu berseri seri. Ia seperti sangat berbahagia dengan rencana pernikahan nya dengan Alesya.


tibalah mobil yang mereka kendarai disebuah Rumah mode merk terkenal.


Jehova memasuki butik bersama dengan Steven di belakangnya.


"silahkan Tuan! seorang penjaga membuka pintu dengan ramah nya.


sepertinya biasa Jehova dan Steve hanya melenggang saja tanpa mempedulikan sapaan mereka.


tampak dari kejauhan seorang desainer gemulai itu mendekati dan segera ingin menghambur ke pelukan Jehova. namun dengan cepat Steve menghalangi nya.


"Oh Astaga Tuan Jehova" angin apa yang membawa Anda sampai datang ke galeri ku ini. sapa Desainer genit.


"Aku ingin mencari sepasang baju untuk pernikahan! Jawab Hov dengan suara dingin nya.


"uuhhh, gaun pengantin? siapa gerangan yang wanita beruntung itu Tuan. lagi dengan sengaja pria lembek itu ingin merangkul tubuh Jehova. namun dengan cepat Jehova menghindari.


"aku tidak menyuruh mu untuk banyak bicara Marlon! Jehova tampak menautkan kedua alisnya.


"apa Marlon! Anda bisa memanggil ku dengan sebutan Marie Tuan Jehova. sahut pria gemulai itu.


"ah terserah kau saja, kalau kau masih banyak bicara aku akan mencari butik lain. ancam Hov.


"oh tidak, tidak Tuan. aku hanya bercanda. sekarang katakan! gaun pengantin seperti apa yang Anda inginkan?


"cari kan aku gaun pengantin yang paling mahal di butik mu ini. tegas Hov.


"seusai perintah mu Tampan. tak lupa Marlon/Marie mengedipkan sebelah matanya pada Jehova dan segera berlalu meninggalkan dua Pria tampan yang sedang duduk bersebelahan itu.


"oh tidak, mimpi apa aku semalam Steven? kenapa aku harus bertemu dengan mahluk menjijikan seperti itu. Hov tampak menggeleng kepala nya.


apa tidak ada butik lain yang lebih bagus di kota ini Steve? kenapa kau harus membawa ku kesini!


"tidak ada Tuan, Hanya inilah satu-satunya butik yang paling ternama dan terbaik di negara ini. bahkan jas yang sedang Anda gunakan itu adalah rancangan nya.


"apa kau bersungguh sungguh dengan ucapan mu Steven? Hov tampak tidak percaya dengan apa yang sudah Ia dengar.


"iya Tuan, tentu saja. jawab nya mantap


"Gila!!! kenapa selama ini aku tidak pernah tau siapa perancang nya. Hov membolak-balik kan kemeja yang sedang di pakainya dengan sedikit geli.


dari sebuah ruangan Marie muncul dengan beberapa gaun pengantin yang indah sudah ada ditangan nya.


satu persatu dengan hati-hati Marie menunjukkan gaun-gaun rancangan nya pada Jehova namun sepertinya belum ada yang menarik di matanya.


*BERSAMBUNG


*LIKE


"VOTE


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH*"

__ADS_1


__ADS_2