"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 45


__ADS_3

Hov memandangi gadis nya yang masih terengah-engah, di belainya lagi wajah Alesya hingga membuat Ia berhasil kembali pada kesadaran yang seutuhnya.


dengan kasar Alesya menyingkirkan jari-jari Hov yang masih menangkup pipinya.


"jangan menyentuh ku Tuan!! aku tidak sudi!! Alesya memalingkan wajahnya.


"haha, aku bahkan sudah menjelajahi seluruh tubuh mu Alesya! Hov tergelak.


apa kau lupa? apa yang baru saja ku lakukan pada mu. atau kau ingin aku mengulangi nya? Hov kembali meraih


dagu gadis itu agar menatap nya.


"cih, jangan mimpi, dasar Iblis" jawabannya penuh murka.


"Kau terlalu meremehkan kan aku Nona!


kemudian Hov dengan kasar menarik tubuh Alesya dan memposisikan tubuhnya sempurna di atas tubuh gadis itu.


"Pergi!! menyingkirlah dari tubuh ku!! kaki Alesya sudah menendang tubuh Hov dengan sekuat tenaga.


tapi sepertinya Hov tidak mau mengalah, di cekal nya kedua kaki Alesya dengan kedua kaki jenjangnya. hingga membuatnya terbuka sempurna.


dengan cepat Hov segera memposisikan Miliknya untuk segera memasuki Milik Alesya, Karna memang Ia sudah menahan hasratnya sejak tadi.


aaaaaaaaaaaaa Alesya berteriak sekuat tenaga saat merasa milik Hov, yang begitu sempurna sudah menyentuh Milik nya.


"Diamlah" aku tidak akan menyakiti mu!!


"Tidak" kumohon jangan lakukan itu Tuan! air matanya sudah kembali membanjiri pipi mulusnya. Hov tetap tak bergeming sedikitpun.


Hov masih saja berusaha mendobrak nya, tapi karena Alesya terus saja meronta-ronta Ia merasa kesulitan.


sial, kenapa sulit sekali? sepertinya Dia memang masih "gadis"


Batin Hov


"kalau kau tidak bisa diam, maka dengan cara paksa aku akan memasuki nya. Hov menyeringai.


seketika Alesya langsung diam mematung, tubuhnya tak lagi meronta. kedua matanya tertutup rapat.


"Baiklah" lakukanlah apa yang kau mau Tuan!! tapi ingat satu hal! setelah kau melakukan ini padaku, maka kau akan menjadi orang yang paling ku benci di sepanjang hidup ku!


dengan ajaib Hov langsung mengehentikan semua aktivitas yang sedang Ia lakukan pada tubuh Alesya.


otaknya langsung berfikir keras saat Alesya mengucapkan kalimat itu.


mungkin jika kalimat itu keluar dari bibir orang lain, tidak akan berpengaruh sedikit pun pada Hov. tapi bagi Hov lain lagi bila kalimat itu keluar dari bibir Alesya, gadis yang sangat di cintai nya. Ucapan itu sudah seperti pistol mematikan yang diletakkan tepat di jantung nya.


tidak, kau tidak boleh membenciku Alesya! aku tidak bisa membayangkan akan seperti apa jika aku hidup dengan kebencian dihatimu.


"Arkhhh... dengan penuh emosi Hov langsung menyingkir dari tubuh Alesya, dengan segera Hov menarik resleting celana nya yang sempat terbuka lebar tadi.


Kali ini aku melepaskan mu Alesya!! tapi lain kali kalau kau berani melakukan kesalahan yang sama. maka aku tidak akan membiarkan mu lolos begitu saja.


Hov meraih selimut yang sudah teronggok di lantai dan melemparnya ke tubuh polos Alesya.

__ADS_1


dengan cepat Alesya langsung menutup tubuhnya dengan selimut itu.


Hov menyambar jasnya dan segera keluar dari kamar Alesya tanpa menoleh lagi pada gadis itu.


Alesya hanya bisa menangis sesenggukan, Ia tidak pernah membayangkan nasibnya akan setragis ini.


Ya Tuhan, apa salah ku? kenapa Engkau harus mempertemukan aku dengan manusia iblis itu.


Setelah memastikan Hov sudah benar-benar keluar dari kamar nya. Ia segera berlari menuju ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang telah bercampur dengan peluh laki-laki itu.


"hiks..hiks.. betapa menjijikan nya tubuh ku ini! kenapa aku bisa terhanyut dalam permainan gilanya itu. kenapa aku begitu menikmati nya tadi. Alesya semakin keras menggosok tubuh nya hingga kemerahan, dia sudah tidak lagi mempedulikan seluruh luka gores di tubuh nya yang terasa perih saat tekena sabun. yang Ia tau hanya bagaimanapun caranya Ia harus menghilangkan bekas sentuhan tangan Hov di tubuhnya.


*


*


sementara Hov yang baru saja keluar dari kamar Alesya dengan wajah penuh kemarahan langsung membuat seluruh penjaga ketakutan. tak ada yang berani menatap matanya. apalagi menyapanya, semua hanya menundukkan badan saat Hov melintas di depan mereka.


dengan penuh emosi Hov masuk kamarnya dan membanting pintu dengan sangat kasar. hingga membuat semua orang yang ada di sana terperanjat.


"sebenarnya ada apa dengan Tuan Hov ya, kenapa wajah tampak begitu marah, saat keluar dari kamar Nona tadi"


para penjaga berbisik dengan sangat pelan agar tidak ada yang mendengar nya.


matahari dengan malu-malu menampakkan diri nya pagi ini, ya. semalaman hujan turun dengan derasnya, hingga pagi inipun masih menyisakan sedikit mendung kelabu.


Tak jauh berbeda dengan hati Alesya pagi ini. Dia hanya mengurung dirinya di bawah selimut tebal. tak berniat untuk bangun dari sana.


kali ini tubuhnya sungguh sangat sakit, seluruh tulang seperti akan terlepas dari tubuhnya.


dengan pelan pintu di buka oleh seseorang.


Alesya yang masih ketakutan langsung bersembunyi di balik selimutnya.


"ini saya Nona" sapanya sopan.


"Bibi" pekik Alesya keras dan langsung melompat turun dari ranjang memeluk wanita itu.


maaf kan aku Bibi, karna kesalahan ku Bibi harus menerima hukuman dari iblis itu.


"sttttt, jangan menyebutkan Tuan Jehova seperti itu lagi! Karna itu bisa berbahaya Nona. Hanna menutup mulut Alesya dengan jari telunjuknya.


"iya maafkan aku Bibi" Air matanya sudah berkumpul di ekor matanya.


apa Bibi marah pada ku?


"tentu saja aku marah padamu Nona! Karna kau sudah melakukan hal Bodoh itu, bukankah aku sudah memperingatkan mu untuk tidak berfikir yang macam-macam kan.


"hiks..hiks.. Alesya menangis di pelukan Hanna aku memang bodoh Bibi, bahkan aku tidak berfikir betapa mengerikannya Tuan Hov saat sedang merah.


Alesya langsung teringat dengan perbuatan Hov semalam pada nya, langsung menarik selimut dan mencoba menyembunyikan hasil karya Hov di leher putih nya dari Hanna.


"apa yang sedang kau sembunyikan dari ku Nona? Hanna berpura-pura penasaran. padahal wanita itu sudah melihatnya sejak Alesya memeluknya tadi.


karena siapapun yang melihat Alesya, juga pasti akan melihat tanda kepemilikan itu di leher nya yang begitu banyak. sepertinya

__ADS_1


Hov memang dengan sengaja membuat mahakarya yang begitu luas biasa di tubuh Alesya, bahkan di tempat-tempat tertentu Hov juga tak lupa memberikan stempel nya.


"tidak, tidak ada apa-apa Bi. Alesya kelimpungan mejawabnya.


"tapi kenapa kau tiba-tiba menarik selimut itu?


"iya, aku cuma kedinginan Bi.


"oh benar kah? Hanna menatap lekat wajah Alesya.


"jangan menatap ku seperti itu Bibi! proses nya.


haaaachin


Alesya bersin tepat di depan Hanna, hingga membuat wanita paruh baya itu terkejut.


"apa kau sakit Nona?


"entahlah Bi, aku hanya merasa tubuhku seperti hampir rontok.


Hanna menempelkan telapak tangannya di jidat gadis itu dengan hati-hati.


"Astaga" badan mu panas sekali Nona! Hanna langsung panik dan ingin segera memanggil Hov. namun Alesya langsung menghentikan langkahnya.


"Bibi mau kemana?


"Aku harus memberitahu Tuan Hov kalau kau sedang tinggi Nona!


"jangan Bi! berikan saja aku obat penurun panas, nanti juga akan sembuh sendiri.


"tidak Nona" Tuan Hov harus tau.


"baiklah, kalau kau bersikeras untuk memberitau nya, maka aku akan kabur saja dari sini. Alesya mengancam.


"iya..iya.. aku tidak akan memberitahu kan pada Tuan Hov. tapi kau harus menurut padaku sekarang.


"Iya Bibi Hanna ku sayang. Alesya memeluknya dengan penuh kasih, seperti Ia sedang memeluk ibunya.


"sekarang kembali lah ke tempat tidur mu! aku akan mengobati luka-luka yang ada di tubuh mu.


tunggulah sebentar aku akan menyuruh, penjaga untuk mengambil kan obat penurun panas di kotak obat. jangan kemana-mana Nona.


"iya Bi, aku akan diam di sini. Alesya duduk diam di ranjang nya menunggu Hanna.


Bibi tidak perlu takut, aku tidak akan kabur lagi dari tempat mengerikan ini. aku sudah merelakan hidup ku untuk berakhir di tempat ini. aku tidak peduli, dengan cara apa kelak si gila itu akan menghabisi ku, aku tidak akan lari lagi, aku tidak akan membahayakan nyawa kalian lagi. aku berjanji.


tampak beberapa butiran bening mengalir dengan sendirinya dari mata Alesya.


BERSAMBUNG.....


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR

__ADS_1


"TERIMAKASIH"


__ADS_2