
Tangan Hov mulai bergerilya kesana kemari.
Alesya tidak menyadari bahwa sebagian kancing kemejanya sudah terbuka, Ia masih saja bergelayut manja di leher Hov sambil membauinya.
"Ahhhhhhh, kenapa kau memiliki Aroma seharum ini Tuan? bibirnya terus saja meracau tak jelas.
Hov yang mulai sudah tidak tahan dengan pergerakan Alesya di atasnya, mulai memposisikan tubuh Alesya tepat di "Kejantanannya"
perlahan Hov menyingkap Kemeja yang Alesya gunakan hingga ke atas pusar.
Alesya yang sudah terbakar N***u tak menyadari tangan Hov sudah berhasil menurunkan penutup kewanitaannya (CD). dan sudah memposisikan Miliknya untuk memasuki Milik Alesya.
Seketika Mata Alesya membulat sempurna, saat Ia merasa kan ada benda Besar dan keras, yang hampir menerobos kesuciannya.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"
Ia berteriak sekuat tenaga dan melompat turun dari Tubuh Hov.
Hov yang saat itu sudah di atas ubun-ubun, seperti merasa di pecundangi oleh Alesya.
"Apa yang kau lakukan Sya? kenapa kau menjauh dari ku. kenapa kau menghentikan nya?
"Apa yang telah Anda lakukan Tuan? Hiks.. hiks..hiskk.. tangis nya pecah.
tangan Alesya mulai merapikan Kemeja dan CD nya yang sudah tidak pada tempatnya.
"Bukan aku yang memulai nya, tapi kau sendiri yang memancing ku Sya!! dan sekarang kau menyalahkan aku.
"Tapi seharusnya Anda mengehentikan kan aku Tuan, bukan malah memanfaatkan kehilafanku.
Alesya masih saja meraung-raung.
"Bagaimana aku bisa menghentikan mu, sementara aku adalah Pria "Normal" yang memang membutuhkan kan aktivitas itu.
"Mungkin Anda sudah terbiasa melakukan hal seperti ini dengan banyak wanita, tapi untuk ku Hal ini sangat penting, karna aku hanya akan melakukan nya dengan suamiku kelak.
"Hey Nona... apa kau pikir aku sebrengsek itu hah!!!
Memangnya siapa yang akan menjadi suami nanti Sya? Hov mulai terpancing emosi.
Hov dengan tatapan membunuh, mendekati Alesya yang sedang meringkuk di sudut ranjang.
"jangan mendekat Tuan! Tolong.
"sekarang kau harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kau lakukan padaku Sya!
"Tapi apa yang sudah lakukan pada mu Tuan? Alesya semakin takut dengan apa yang Hov katakan.
"Sekarang kemarilah!!! Bentak Hov pada Alesya.
"Tidak, aku tidak mau!
"Baiklah kalau begitu aku yang akan menghampiri mu.
Hov sudah naik ke atas ranjang di mana Alesya meringkuk.
Alesya langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut yang ada di dekatnya. saat melihat Hov sudah naik keatas ranjang.
apa kau pikir kau bisa bersembunyi di balik selimut itu Sya! Hov sudah menarik kasar selimut yang menyelimuti tubuh Alesya.
"aaaaaaaaaaaaa ku mohon jangan lakukan itu Tuan. bukankah kau sudah berjanji tidak akan melakukan itu tanpa persetujuan dari ku.
sejenak Hov berhenti, saat mendengar yang Alesya katakan.
"Baiklah. aku tidak akan melakukan itu sekarang Sya! karna kau belum mengijinkan nya.
tapi jangan senang dulu! kau harus tetap membantu ku untuk melepaskannya. Hov menyeringai.
"a...apa.. maksud Anda Tuan? Alesya nanar menatap Hov.
"sekarang ikutlah bersama ku ke kamar mandi!! Hov menarik Alesya turun dari ranjangnya.
"tidak.. aku tidak mau..! Alesya meronta semampu nya.
apa yang kau lakukan padaku Tuan? Alesya mencoba melepaskan tangannya dari Hov.
"Sudah, ikuti saja perintah ku!
kau hanya tinggal menuruti apa yang akan ku ajarkan pada mu!
__ADS_1
mereka berdua sudah ada di kamar mandi.
Hov langsung mengunci kamar mandi dan menyimpan kunci nya. di tempat yang tidak bisa di jangkau oleh Alesya.
"apa yang akan kau lakukan padaku Tuan??
"Diamlah! aku tidak akan melakukan itu pada mu, aku hanya butuh bantuan saja!
Hov melempar baju yang di pakainya ke sembarang arah.
Alesya yang melihat tubuh sempurna milik Hov sempat terpesona, tapi langsung tersadar saat mengingat kejadian yang tadi hampir saja merenggut kesuciannya.
"menjauh dari ku Tuan! jangan mendekat!
Hov terus saja menghampiri Alesya yang sudah terpojok di sudut kamar mandi.
"Memangnya kau mau lari kemana Sya? kali ini aku tidak akan menyelesaikan nya sendirian.
karena kau yang sudah memulai nya, Hov menampakkan senyum Iblis nya.
"Aaaaaaaaaaaaa.. Alesya semakin histeris ketika melihat Hov sudah melepas celananya dan Hanya menggunakan Boxer tipis.
yang semakin memperlihatkan jelas Benda keras dan besar tadi yang hampir menjebol miliknya.
tubuh Alesya bergetar hebat saat melihat Hov sudah ada tepat di hadapan nya.
"Kenapa kau begitu Takut Sya? apa kau tidak tahan melihat milik ku? Hahahahahaha Hov masih saja menggoda Alesya.
Tenang lah, aku berjanji ini tidak akan menyakiti mu sedikit pun.
Hov meraih Handuk yang ada disampingnya untuk di tutup kan ke mata Alesya.
karena Hov berjaga-jaga agar Lesya tidak pingsan saat Hov membuka "Rudal" nya nanti.
"apa yang akan kau lakukan Tuan? kenapa kau menutup mataku? Bibir Alesya tak henti bertanya pada Hov.
"Aku tidak mau kau terkejut Sya? apalagi kalau sampai kau pingsan.
Saat di rasa Mata Alesya telah tertutup sempurna, Hov mulai melucuti satu celana yang masih menempel di tubuh nya.
Hov menarik tubuh Alesya untuk didekatkan di tubuhnya. dan meraih tangan Alesya untuk di letakkan di dadanya. Perlahan lahan Hov mengarah kan tangan Alesya untuk menyusuri seluruh Tubuh sempurna nya.
Tubuh Alesya semakin bergetar hebat, saat Ia merasa jemari nya menyentuh tubuh Hov yang indah, Ia tau betul bagian-bagian mana saja yang telah di sentuh nya tadi. dari mulai pundak, leher, wajah, dada, hingga perutnya yang seperti Roti sobek.
Bibir nya menganga, saat Tangan Hov membimbing tangan Alesya untuk memegang benda 'keras' itu.
Hov yang melihat bibir Alesya terbuka, langsung mengambil kesempatan itu untuk melalap habis bibir ranum milik Alesya yang sudah lama Ia dambakan.
"Ughhhh..
Alesya yang merasa ada sesuatu masuk ke dalam mulut nya. langsung mengatupkan bibirnya erat.
Hov yang merasa mendapat perlawanan dari bibir Alesya tak tinggal diam dan langsung saja memberikan gigitan kecil di sana, hingga mau tidak mau Alesya membuka mulutnya.
Tanpa menunggu waktu, Hov kembali masuk dan memainkan lidahnya untuk menguasai bibir Alesya..
"Bibir mu Manis sekali Alesya"
Hov melahap habis-habisan bibir Alesya. sambil terus membimbing tangan Alesya untuk menyelesaikan tugasnya.
Alesya yang tak berdaya Hanya bisa pasrah menuruti kemauan Hov, karna melawan pun tidak akan ada gunanya. hatinya hanya bisa menangis, Dia tidak menyangka akan melakukan perbuatan paling memalukan di dalam hidupnya.
Dasar bajingan, Iblis besar itu sudah menodai tangan ku yang suci ini.
Hov sangat menikmati permainan nya bersama Alesya walaupun tidak secara langsung. tapi Hov cukup bahagia bisa melepas kan nya bersama gadis itu.
Setalah hampir satu jam, mereka bergumul di kamar mandi. Akhirnya...
"Auuuuuhhh.......
Hov mengerang panjang menandakan Ia sudah mencapai klimaksnya. dan tidak lupa Hov memberikan beberapa stempel kecil di leher putih Alesya.
Hov benar-benar melakukan nya dengan sangat hati-hati, Ia tidak berani melakukan hal-hal yang bisa membuat Alesya lebih terkejut lagi.
Bahkan Hov tidak melucuti satupun pakaian yang menempel di tubuh Alesya.
setelah di rasa cukup, Hov menggiring Tubuh Alesya yang dengan mata masih tertutup untuk berdiri di bawah guyuran shower.
Hov sengaja membawa tubuh Alesya untuk mandi bersama nya.
__ADS_1
"Aa..aaa.. Alesya langsung terkejut karena tiba-tiba ada air yang mengguyur tubuhnya.
sekarang apa lagi yang akan kau lakukan Tuan? Nafas nya tersengal-sengal karena air mengalir deras di wajahnya.
Hov langsung mematikan Shower yang menguyur tubuh mereka.
"Kau kenapa Sya?
"Kenapa katamu! apa kau tidak melihat aku hampir mati kehabisan udara, karena kau tiba-tiba mengguyur ku hah!
"hihihihihi maaf kan aku Sya, aku lupa membuka penutup matamu, karna aku belum memakai celana ku.
"kalau begitu cepatlah pakai celana mu itu! agar aku bisa segera keluar dari tempat mengerikan ini. dasar tidak waras teriak Alesya.
"Baiklah Nona...!
Hov segera memakai celananya dan membuka handuk yang menutupi mata tadi.
"Terimakasih Alesya, tiba- tiba Hov mencium bibir Alesya tanpa seijinnya lagi.
"Dasar Bajingan!! bisa-bisanya kau melakukan ini padaku hah.
Alesya memukuli tubuh Hov dengan keras.
"Hey, bukankah kau sendiri yang meminta ku untuk tidak melakukan hal itu, sebelum kau mengijinkan nya bukan?
kenapa sekarang kau marah-marah.
"Tapi bukan berarti kau bisa melakukannya dengan tangan ku Tuan!
Dan beraninya kau sudah mencuri ciuman pertama ku!
"Buug"
Alesya memukul perut sixpack Hov dengan sekuat tenaganya.
"Uuhhh, pukulan mu lumayan juga Nona kecil.
Karna kau sudah memberikan ciuman pertama mu untuk ku, maka aku tidak akan marah karna kau baru saja meninju perutku yang indah ini. Mata Hov berbinar-binar kegirangan.
Jadi itu ciuman pertama nya! syukur lah, Karna memang hanya akulah pria yang berhak mendapatkan nya.
Hov tampak tersenyum behagia.
"kau sudah mendapatkan apa yang kau mau kan?
Sekarang ku mohon lepaskan aku dari sini!
"Iya aku akan mengeluarkan mu dari sini, Tapi bajumu sekarang basah Sya!
"Aku tidak peduli, aku hanya ingin keluar dari sini. Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Baiklah.. tunggu sebentar!
Hov berjalan menuju lemari nya untuk mengambil sebuah handuk kimono untuk Alesya.
apa kau tidak ingin melepaskan baju mu yang basah dulu Sya?
"Tidak......! bentak Alesya
"Tapi kau bisa sakit Sya!
"Aku tidak peduli, ku mohon aku hanya ingin keluar dari tempat ini Tuan. tangisnya semakin pecah.
"Baiklah, baiklah...!
Hov menutup kan handuk kimono itu ketubuh basah Alesya.
Hov mencoba menuntun Alesya berjalan keluar dari kamar mandi, tapi Alesya slalu menepis kan tangannya.
akhirnya Hov membiarkan Alesya berjalan sendiri tapi Hov tetap mengekor di belakang gadis itu yang berjalan dengan cepat menuju ke Mansion de'Luxe.
Hanna dan pelayan lain hanya bisa menatap keheranan, karna Alesya keluar kamar dengan baju yang basah kuyup dan Tuan nya seperti tidak berdaya di depan gadis itu.
Apa yang baru saja Meraka lakukan pagi-pagi begini? dan kenapa tubuh Nona Alesya basah kuyup ya? Gumam Hanna dalam hati.
🌸🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, vote dan kasih komentar yang bersifat membangun ya Reader yang Budiman...
Selamat membaca dan semoga menghibur 🤗🤗🤗**