"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 34


__ADS_3

entah sudah berapa jam mereka menghabiskan waktu nya di toko buku itu. hanya untuk mencari satu buku Diary saja.


"Apakah tidak ada satupun yang menarik perhatian Anda Tuan? Steve dengan ragu saat bertanya.


"Sepertinya buku-buku di sini terlalu biasa Steve! apa menurutmu juga begitu?


"eh.. iya Tuan!


Kau bilang buku-buku di sini terlalu biasa! aku rasa otak Andalah yang sekarang sedang bermasalah Tuan Hov!


"Apakah aku harus mencari di toko buku lainnya Steve?


"Menurut ku Toko inilah yang paling populer di antara lainnya Tuan, jadi sudah bisa di pastikan produk di sinilah yang paling bagus. Steve coba menjelaskan dengan sesabar mungkin.


"Kau benar juga Steven! Kalau begitu aku sendiri yang akan mencarinya. Hov segera berdiri dari tempat duduknya dan kembali mengelilingi seluruh ruangan di toko itu.


seperti biasa Steve dengan setia ada di belakangnya mengikuti.


Hov menajamkan matanya untuk mencari buku yang menurutnya cocok untuk Alesya.


si menejer gendut dengan perasaan was-wasnya terus saja mengekor di belakang Steve dengan membawa kursi untuk Hov duduk.


Tiba-tiba Hov berhenti di salah satu ruangan yang ada di toko itu, ruangan itu khusus untuk meletakkan buku-buku pruduk lama yang justru jarang ada orang yang tertarik dengan buku-buku yang ada di sana.


"Ada Apa Tuan? Steve penasaran.


"Steve, Suruh menejer itu untuk mengambil buku berwarna coklat muda yang ada disana.


"Baik Tuan.


Bams ambil buku yang bersampul coklat muda itu! dan letakkan kursi Tuan Hov di sini!


"Ba..Baik Tuan!! dengan cepat Bams meletakkan kursi untuk Hov dan segera berlari ke arah buku yang di maksud Hov.


apakah yang ini Tuan? si menejer menunjukkan sebuah buku bersampul coklat muda.


"Bukan!! lagi-lagi Steve yang memberikan jawaban. karena Steve sudah tau hanya dengan melihat ekspresi wajah Hov.


"apakah yang ini?


lagi-lagi si menejer salah mengambil buku.


sebenarnya Steve juga bingung, buku mana yang Hov ingin kan sebenarnya. Karna hampir semua buku bersampul coklat muda sudah di lihatnya.


"Hey apa matamu buta gendut? ambilkan aku buku yang bergambar kucing kecil yang ada di tempat paling atas itu!


"Baik Tuan!! dengan cepat si Menejer mengambil alat khusus untuk mengambil buku yang di inginkan Hov.


setelah berhasil mengambil nya, si meneger segera membawanya kepada Hov.


silahkan Tuan.


"Wah Bagus sekali buku ini!! bukankah kucing ini terlihat begitu menggemaskan Steven? dan apa kau ingat Steve? pertama kali aku melihat Alesya juga karena seekor kucing kecil kan! mata biru Hov tampak berseri saat menatap buku yang saat ini sudah di pegangnya. buku yang jauh dari kata mewah, bahkan sudah termasuk produk lama, tapi menurut Hov buku ini bisa mewakili jiwa Alesya yang sederhana dan juga apa adanya.



Mata Steve langsung membulat sempurna saat mendengar Hov meminta pendapat nya tentang buku bersampul kucing kecil itu.


"Iya Tuan bagus sekali!!! Steve hanya menjawab sesuai keinginan Hov saja.


Astaga, apa yang sebenarnya terjadi dengan Tuan besar ini? apakah jatuh cinta semengerikan itu? kenapa seleranya mendadak semanis ini, Dimana Tuan Hov menyembunyikan sikap kejam dan bengisnya. Oh Alesya, racun cinta mu sungguh sudah merasuk ke dalam otak Tuan besar ini!


"kalau begitu, bungkus buku ini dengan sangat indah!


"Baik Tuan" Bams dengan cekatan langsung membawa buku itu dan akan segera membungkusnya.


"Eh, tunggu sebentar gendut! aku ingin menuliskan sesuatu di balik sampulnya.


oh.. tidak!! apa lagi yang ingin kau lakukan Tuan Hov? ku mohon hentikan! jangan sampai kau terlihat seperti orang konyol di depan mereka ini!


Steve terus saja mengelus dadanya pelan, saat melihat tingkah aneh yang di lakukan Tuan besar nya itu.


"Steve bawa buku itu kesini!


"Baik Tuan, dengan cepat Steve mengambil buku itu dari Bams.

__ADS_1


kini buku itu sudah ditangan nya, dengan cepat Hov mengambil pena yang ada di saku atas jasanya dan segera menuliskan sesuatu di buku itu.


(Tulis lah! apa yang ingin kau tulis di Buku ini. entah itu tentang kebahagiaan, kesedihan ataupun kemarahan. Tetaplah menjadi dirimu yang seperti ini. seperti saat pertama kali aku melihat mu)


"Alexander Jehova"🖤


"Bagaimana menurut mu Steven? apakah kata-kata yang kutuliskan ini terlihat bagus?


"iya Tuan sangat bagus!!


"ya..ya..ya... cinta memang gila Tuan!! bahkan seorang Alexander Jehova bisa di buat tidak berdaya oleh seorang gadis kecil seperti Nona Alesya. bahkan saat dengan Nona Cindy pun anda tidak pernah berperilaku semanis ini pada nya. semoga ini cinta terakhir Anda Tuan.


"Baiklah, Suruh mereka untuk membungkus nya Serapi mungkin, tapi jangan terlalu besar! karena aku akan menyimpan nya di jas ku saja. Hov tampak banyak mengulas senyum di bibirnya. hingga beberapa orang "beruntung" di sana bisa menyaksikan senyum dari Tuan Muda Jehova secara langsung.


"silahkan Tuan! Bams secara langsung memberi kan Buku Diary yang sudah di bungkus dengan sangat indah.


"Hmmmmm, Hov hanya menggerakkan bola mata nya memberi tanda pada Steven untuk menerimanya.


"Bawalah kemari Bams! Steve mengulurkan tangannya.


"Baik Tuan, silahkan Tuan Steven! Bams memberikan buku itu pada Steve


dengan cepat Steven mengambil Buku itu dari tangan Bams.


"Ayo cepat Steve! aku sudah sangat lapar.


rupanya Hov sudah berjalan menuju pintu keluar tanpa mempedulikan Steve yang baru akan membayar buku itu.


"Ta..tapi saya belum membayar buku nya Tuan!


suruh saja si gendut itu untuk mengirimkan rekening nya pada mu.


Baik Tuan, ini kartu namaku Bams, di situ ada no telepon ku. kau kirim kan saja no rekening mu ke no itu!


"Oh, iya Taun.. anda tidak perlu repot-repot, anggap saja buku itu sebagai hadiah dari toko kami untuk Tuan Jehova.


"Tidak" aku tidak mau menerima pemberian dari siapapun, apalagi dari mu! pekik Hov dari tempat nya berdiri.


ayo cepat lah Steve! apa kau ingin membuat ku mati kelaparan hah? Hov bersungut-sungut.


"Iya Tuan" Steve segera berlari menghampiri Hov.


"Terserah! yang penting aku harus makan.


"Bagaimana kalau kita ke restoran Tuan Hans Saja? lagi pula restoran nya tidak jauh dari Mall ini.


"Tidak Steve!! Hov langsung berhenti dan menatap Steve yang berdiri di sebelahnya.


bukankah tadi aku sudah mengatakan padamu, kalau aku sedang tidak ingin makan di sana kan! lalu untuk apa kau bertanya lagi padaku. Hov tampak kesal pada Asistennya itu.


"Maafkan atas kebodohan saya Tuan! Steve segera memohon maaf dan membungkuk kan badan nya di depan Hov.


ada apa dengan Tuan Hov ya? bukankah biasanya Dia slalu makan di restoran itu. Ah.. sudahlah mungkin saat ini Tuan sedang bosan makan di sana.


"Kau tidak bodoh Steven! hanya saja kau sedikit membuang jam makan siang ku. Hov kembali berjalan menuju sebuah restoran masakan Barat yang ada di Mall. tak ada suara apapun hanya ada bunyi garpu dan gesekan pisau daging di meja itu. kedua pria itu tidak saling bicara satu sama lain seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


kali ini Hov merasa Steven tidak bisa mengerti hatinya yang sedang kalut, Karna sahabat baiknya juga mencintai gadis yang saat ini juga Ia cintai.


"Tuan" Steve memecah keheningan diantara mereka.


"Hmmmmmm..


"apakah Anda ingin kembali ke Apartemen dulu sebelum menuju ke Club?


"Iya!


Setelah kedua menyelesaikan makan nya, rupanya hari sudah menjelang sore. Steve dengan cepat melajukan mobilnya ke Apartemen milik Hov.


tak beberapa lama mereka sudah tiba di Apartemen mewah itu.


mereka berdua masuk ke dalam Lift khusus yang ada di Apartemen itu dan segera menuju ke tempat nya masih-masing.


"Steven, aku ingin tidur sebentar. kau bisa membangun kan aku saat jam 20.00 nanti.


"Iya Tuan!

__ADS_1


"O iya jangan lupa, kau hubungi Hans untuk membawa semua berkas yang di perlukan untuk pertemuan nanti malam.


"Baik Tuan"


*kenapa Taun Hov ingin aku yang menghubungi Tuan Hans? bukankah biasanya T*uan sendiri yang akan menghubungi nya, apa jangan-jangan mereka sedang berselisih? ah sudahlah selama Tuan Hov tidak memberitahu ku, itu berarti aku harus diam saja. Steven


Hov pun segera masuk ke Apartemen yang sudah lebih dari 2minggu ini tidak pernah Ia tempati. dengan cepat Ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan Tubuhnya dari debu yang menempel di kulit nya.


ah, rasanya pasti lebih menyenangkan kalau Alesya sekarang ada bersama ku. kenapa aku merasa sangat kesepian ya? saat aku tidak bisa mendengar suara cempreng nya itu.


Ha..ha...ha....


Hov tertawa terbahak-bahak sendirian di kamar mandi Apartemen nya. dengan cepat Ia menyelesaikan mandinya dan segera memakai handuk kimono nya. Ia segera meraih ponsel dari atas meja dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Aku merindukanmu Alesya!!


dengan cepat Hov menyambungkan ponsel pintar nya ke seluruh CCTV yang ada di Mansion. seperti biasa di cari nya satu persatu monitor yang menunjukkan keberadaan Alesya.


Dimana kau gadis kecilku? kenapa kau tidak ada di semua tempat.


Hov sudah sangat panik karena Alesya tidak terlihat di seluruh layar monitor nya. saat Hov sudah menekan tombol yang langsung terhubung dengan ruangan Steve untuk meminta nya menghubungi anak buahnya yang ada di mansion. tiba-tiba Alesya muncul dari kamar mandi hanya dengan menggunakan Handuk minim yang menutupi tubuh moleknya.


"Iya Tuan! ada yang bisa saya Bantu? Tuan..! Tuan Hov!! Steve berteriak dari balik terlponya. mereka tidak ada jawaban dari Hov. dengan cepat Steve berlari keluar untuk menuju ke Apartemen Hov yang letaknya bersebelahan dengan Apartemen miliknya.


Dubrakk... Dubrakk... Dubrakk...


Tuan...! Tuan Hov....! Buka pintunya!


dengan keras Steve menggedor pintu Apartemen Hov, Karna mengira Tuan nya itu dalam bahaya.


sedang kan Hov masih tercengang menatap layar Handphone nya. sampai tidak menyadari Steve sudah menarik perhatian dari penghuni Apartemen lainnya.


pergi kalian semua! apa yang kalian lihat hah? cepat pergi! atau aku akan mencongkel mata kalian satu persatu. Steve meneriaki semua orang yang sedang memandang nya heran. dengan cepat semua orang yang ada di sana langsung masuk ke Apartemen mereka masing-masing.


Tuan Hov buka pintunya!! Suara Steven semakin mengeras. hingga sampai di telinga Hov.


"Astaga, bukankah itu Suara Steve? sedang apa Dia diluar sana. Hov segera menuju pintu untuk melihat kegaduhan apa yang sedang di perbuat asistennya itu.


Cekleek...


Hov membuka pintu nya seperti tanpa dosa.


"Tuan! apakah Anda baik-baik saja? Steve dengan seksama mengecek seluruh tubuh Hov dengan cara memutarinya.


"Memangnya kau pikir aku kenapa Steve? sampai-sampai kau seperti orang gila menggedor pintu Apartemen ku.


"tadi saat Anda menghubungi ku, tiba-tiba Anda langsung terdiam, Karna itu aku pikir Anda dalam bahaya Taun!


"oh iya. aku sampai lupa kalau aku tadi sedang menghubungi mu Steven.


Wuahahahahah.... Hov terbahak di depan Steve, hingga membuat Steve semakin bingung.


"kenapa Anda malah tertawa Tuan? apa ada hal penting yang ingin Anda sampaikan, sampai anda menghubungi ku menggunakan nomor darurat.


"Maaf Steve, seperti nya aku salah memencet tombol saja.


"Apa Tuan?? Steve tidak percaya kalau Tuan nya itu akan melakukan hal segila itu.


"Sudah sekarang kau kembali lah ke Apartemen mu, beristirahat! karna sebentar lagi kita akan menghadiri acara penting. tanpa basa-basi Hov langsung menutup pintu apartemen nya, tanpa mempedulikan Steve yang masih mematung di depan pintu.


dengan segera Hov menuju ke ponsel yang sempat Ia tinggalkan tadi.


sial, gara-gara Steve mengganggu ku, aku jadi tidak melihat apa saja yang Alesya lakukan setelah mandi tadi.


dengan wajah masam Steve kembali ke apartemen nya.


Cihh, bisa-bisanya Tuan Hov mengatakan hanya salah memencet tombol, padahal jelas-jelas Dia sengaja menghubungi ku tadi.


aku yakin pasti ini ada hubungannya dengan si gadis kecil itu.


Akhirnya mereka pun tertidur pulas di tempat masing-masing. setelah seharian ini banyak mengeluarkan tenaga untuk mencari sebuah buku "Diary" saja.


🌸🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸


*LIKE

__ADS_1


*VOTE


*KOMENTAR***


__ADS_2