"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 19


__ADS_3

Setelah mereka berdua menyelesaikan sarapan pagi nya.


Alesya berencana untuk berjalan jalan ke taman yang ada di pinggiran pantai.


rasanya Dia sudah tidak sabar untuk melanjutkan petualangan nya di sekitar Mansion.


"Tuan. Bukankah aku sudah menemani Anda sarapan pagi. sekarang boleh kah aku melanjutkan rencana ku untuk mengelilingi Mansion ini? Alesya bertanya dengan sangat sopan agar Tuannya itu tidak marah.


"Tidak!!!


Hov menjawab dengan cepat!


"Tapi kenapa tidak boleh? bukanlah semalam Anda sendiri yang memberikan ijin untuk ku! bibir Alesya meruncing.


"Kau tidak boleh berkeliling sendiri Alesya!


Aku akan menemani mu. Hov memperjelas maksud nya.


"Haaah?


Tapi kenapa Anda harus menemani ku? bukan kah sudah ada Bibi Hanna dan penjaga yang lain. apa itu belum cukup Tuan?


"Terserah kalau kau tidak mau! aku juga akan menarik ijin ku untuk mu. Hov mengancam.


"Huuuh, Dasar penindas besar!!! Bisik Alesya.


"Heyyy, apa yang kau katakan gadis kecil?? aku bisa mendengar nya dengan baik!


apa kau pikir aku tuli, sampai aku tidak bisa mendengar suara mu itu Hahhh? Hov bersungut-sungut.


"Ohhhhh, maaf kan saya Tuan seperti nya mulut saya salah berucap.


Dasar iblis besar!! kenapa aku bisa terjebak dengan orang seperti itu YaTuhan.


Hov tiba-tiba berdiri dan menarik tangan Alesya. untuk turun dari Gezebo tempat mereka duduk.


"Ahhhhhhh"


apa yang anda lakukan Tuan? Anda ingin membawa ku kemana?


"Dasar pikun!


baru saja kau merengek pada ku untuk meminta berkeliling di tempat ini, dan sekarang kau bertanya pada ku akan di bawa kemana? apakah ada yang salah dengan otak mu Nona?


"Iya...iya.. Tuan, tapi tidak begini juga!! kenapa kau harus memegang tangan ku? aku bisa berjalan sendiri.


"Nona. seingat ku terakhir kali kau berjalan sendiri di tempat ini kau tersesat di danau itu, apa kau ingat??


"Baiklah Tuan Hov.. kaulah Rajanya di sini!


Alesya pun akhirnya pasrah saat tangan besar Hov menggenggam erat tangan nya.


Mereka berdua berjalan dengan santai mengelilingi luas nya Mansion De'luxe yang seakan tak berujung.

__ADS_1


Di sela-sela perjalanan mata Alesya tak berhenti mengawasi setiap detail dan mempelajari keadaan di sana.


matanya mencari mencari di mana sajakah CCTV di letakkan dan ada di mana saja pos penjagaan di Mansion itu.


ahh, pengawasan di sini sungguh sangat ketat karna hampir di setiap sudut ada CCTV yang mengawasi 24jam penuh. aku harus mencari titik butanya, agar saat aku melewati nya nanti, aku tidak terlihat di CCTV.


Alesya dengan sungguh sungguh mengamati nya dengan sangat teliti dan juga berhati-hati agar Hov tidak merasa curiga pada nya.


Ya Alesya memang gadis yang cantik sekaligus Cerdas. dia bisa mengatasi kesulitannya sendiri dengan berbagai cara yang tidak terduga.


Sementara itu Hov sama sekali tidak menyadari. bahwa Alesya memanfaatkan kesempatannya berjalan jalan hanya untuk mencari cara agar bisa kabur dari Mansion nya.


yang Hov tau hanya saat-saat seperti ini sungguh membuat nya bahagia. karena menurutnya Alesya sudah mulai bisa bersikap baik pada nya dan Bersedia tinggal di Mansion nya.


setelah beberapa jam mereka berjalan jalan


tanpa terasa matahari sudah sangat terik. Hov pun mengajak Alesya untuk ke masuk dalam.


"Sya Ayo kita masuk! Matahari sudah mulai meninggi di luar akan sangat panas. lagi pula sinar matahari siang tidak baik untuk kulit mu.


"kalau Anda ingin masuk, Anda bisa masuk lebih dulu Tuan. saya masih ingin berjalan-jalan tolak Alesya dengan sopan.


Oh iya, lagi pula aku belum melihat hutan pohon Pinus di tepi pantai sebelah sana. Alesya terus saja beralasan agar bisa mencari tau lebih banyak tentang Mansion ini.


"Aku tidak menerima penolakan Alesya!


kau tau itu kan? Hov membuka kaca mata hitam nya dan menatap Alesya lekat-lekat.


lagi pula dalam sehari ini kau tidak akan selesai mengelilingi Mansion ini. masih banyak waktu untuk mu berjalan-jalan di sini Sya.


Alesya sudah mulai tau, apa yang harus di lakukan nya saat Hov sudah seperti itu. menuruti keinginan Tuan nya adalah pilihan terbaik.


lagi pula dia tidak ingin mengacaukan rencananya sendiri.


tekad nya sudah bulat untuk kabur dari Mansion itu.


*


*


Mereka berdua masuk bersama dan Hov mengajak Alesya untuk mengunjungi paviliun yang ada di dekat pantai.


"ikutlah denganku Alesya!


tanpa banyak bertanya, Alesya hanya mengekor di belakang Hov. sampai tibalah Ia di tempat yang begitu indah. dengan pemandangan laut lepas yang begitu mengagumkan.



"ini Indah sekali Tuan.. Mata coklat nya berbinar indah.


kenapa banyak sekali surga tersembunyi di tempat ini.


Alesya memicingkan mata nya ke arah Hov. jangan-jangan tempat ini sering kau gunakan untuk??? Alesya menutup mulutnya tak percaya.

__ADS_1


"jangan Gila Alesya! apa kau pikir aku sebrengsek itu Hah!


padahal memang benar tempat itu yang dulu sering sekali di gunakan Hov dan Cindy memadu kasih.


tapi sejak penghianatan yang Cindy lakukan pada nya. tidak ada lagi kenangan tentang Cindy di hati nya. Hov sudah membuang jauh apa yang berkaitan dengan Cindy hingga yang tersisa hanya sebuah kebencian.


Atau jangan-jangan kau memang menginginkan nya dari ku Sya? Hov sudah berada dekat sekali dengan tubuh Alesya.


"Ma....af kan saya Tuan, karena saya sudah lancang berbicara. Dasar bodoh! Alesya memukul pelan mulut mungil nya.


greeeb


tangan Hov sudah memegang erat tangan Alesya.


"jangan pukul lagi bibir itu! Karna jika terluka aku akan menghukum mu.


sebelah tangan Hov sudah menyentuh bibir ranum Alesya.


Alesya seketika di buat panas dingin dengan perlakuan Hov pada nya.


tubuhnya mematung tak bisa bergerak. karna jarak Meraka sangat dekat, hingga mereka berdua mampu merasakan hembusan nafas masing-masing.


Hov bisa merasakan kalau tubuh Alesya sedikit bergetar. tapi Hov tetap saja tak ingin beranjak dari sana.


ada perasaan yang begitu nyaman saat tubuh Hov bersentuhan dengan tubuh Alesya. dan sekarang tubuh Alesya seperti sudah menjadi candu untuk nya.


Hov mulai membelai rambut ikal Alesya. mengendus nya dan meracau tak jelas di telinga Alesya. hingga membuat bulu roma nya berdiri. Alesya hanya memejamkan mata nya seperti tidak berdaya di depan Hov. Karna untuk Alesya ini adalah pengalaman pertama nya. di cumbu oleh seorang pria Dewasa yang bisa di katakan memiliki kesempurnaan secara fisik maupun finansial nya. namun Alesya tidak membayangkan bila yang mencumbu nya saat ini adalah laki-laki yang sudah menculik dan memisahkan Dia dari keluarganya.


Saat Hov mulai mengecup rambut, telinga hingga leher jenjang milik Alesya tak luput dari bibir Hov. Alesya yang hampir saja terhanyut oleh permainan Hov. mulai tersadar saat Bibir sexy Hov sudah siap untuk ******* habis bibir ranum nya.


"To....long... hentikan Tuan!!


Dengan sedikit kesadaran yang masih tersisa, Ia berhasil menolak kenikmatannya yang hampir saja Hov Hujam kan pada nya.


"Astaga, Maaf kan Aku Alesya!


Hov kembali merapikan rambut panjang Alesya yang sudah tak beraturan karna ulahnya tadi.


aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diri saat bersama mu. aku mohon maaf kan aku! pinta Hov dengan penuh penyesalan.


"Hmmmmm


hanya itu yang keluar dari mulut Alesya


mereka berdua pun segera menjauh kan tubuhnya masing-masing. dan akhirnya memilih duduk di belakang Paviliun untuk menikmati matahari tenggelam dari sana, tanpa ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir keduanya.


🌸🌸🌸🌸 **BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


****LIKE


*VOTE

__ADS_1


*KOMENTAR


TERIMAKASIH***


__ADS_2