
udara dingin semakin menyeruak dikamar itu, saat malam semakin larut. hingga membuat tubuh Alesya dengan sendirinya beringsut menarik tangan yang saat ini masih menggenggam tangan nya untuk di letakkan di bawah pipinya, Alesya menjadikan telapak tangan Hov sebagai bantal tidur nya.
sampai membuat Hov sedikit tersentak, Ia mengerjab ngerjab kan matanya menyapu seluruh tubuh Alesya. tampak terselip senyuman di bibir indah pria itu, saat menemukan tangannya sudah berada di bawah pipi gadis itu.
sungguh menggemaskan sekali gadis ini, apalagi saat Dia sedang tertidur begini, kecantikan mu semakin terlihat jelas Alesya.
Hov ikut meletakkan kepalanya di samping Alesya tertidur sambil menatap wajah gadisnya yang masih tertidur pulas.
tanpa terasa akhirnya Hov juga ikut memejamkan matanya.
malam semakin berjalan, hingga menuju fajar.
Alesya mulai menyadari kalau saat ini kepalanya sedang bertumpu pada sebuah benda yang sangat nyaman tapi bukan bantal nya yang biasa Ia gunakan.
"emmmmmm" Alesya menggeliat pelan dan burasaha membuka matanya yang masih terasa berat.
perlahan lahan matanya mulai terbuka sempurna, dalam remang cahaya lampu yang ada di atas nakas, Alesya mencoba mencari tau apa sebenarnya benda nyaman itu. dengan seksama Ia menatap, semakin lama semakin jelas tampak sebuah telapak tangan besar yang putih mulus dan juga begitu halus. dan betapa terkejutnya saat Alesya mengetahui siapa pemilik tangan tersebut.
Ia segera menutup mulutnya, seakan tak percaya kalau saat ini Ia sedang berada bersama laki-laki yang sudah dengan sengaja hampir merenggut kesuciannya.
dengan spontanitas gadis itu segera melompat dari ranjang namun sayang kondisi tubuhnya belum benar-benar kuat, hingga membuat tubuh nya jatuh tersungkur di lantai dengan cukup keras.
Buuuug..
"Aauuuuuu" Alesya memekik keras. hingga membuat seluruh manusia yang ada di kamar itu segera terbangun dan mencari sumber suara.
"Alesya" pekik Hov dan segera berlari menghampiri gadis itu.
namun sepertinya Alesya masih sangat ketakutan pada Jehova dan segera berdiri untuk menjauh.
dengan tertatih Ia berjalan menghindar. Hov yang menyadari bahwa Alesya semakin menjauhi nya, tak lagi mendekat dan berdiri mematung di tempatnya.
"kumohon tetep di situ Tuan. jangan mendekati ku lagi. tampak butiran bening menetes dengan sendirinya.
"tenanglah aku tidak akan mendekati mu. percayalah pada ku. hati Jehova sungguh sangat sakit saat melihat gadis yang sangat di cintainya itu berusaha mati-matian untuk menjauhinya.
Hanna. bantulah Alesya untuk kembali ke ranjangnya.
"iya Tuan" dengan segera Hanna memapah tubuh lemah Alesya ke atas ranjang.
tampak sekali ketakutan dari raut wajah Alesya saat Hov terus saja menatap nya.
"Bibi" ku mohon jangan tinggalkan aku sendirian di kamar ini. Alesya memegang erat tangan Hanna.
"iya Nona" aku tidak akan meninggalkan Anda. apa kau tau? Tuan Hov dan Tuan Steven sengaja tidur di sini untuk menemani Anda juga Nona. Hanna membelai rambut gadis itu dengan sangat lembut.
"ta..tapi aku tidak membutuhkan mereka berdua Bibi. terdengar suara Alesya masih sedikit bergetar.
"sssst, jangan berkata seperti itu begitu Nona!
"tidak apa-apa Hanna. Biarkan Alesya berbicara sesuka hati nya saja. tiba-tiba Hov langsung berjalan keluar kamar itu tanpa mempedulikan mereka semua. wajahnya tampak datar saja, namun seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya dan itu tidak bisa di sembunyikan Hov dari sorot mata nya.
seperti sudah menjadi kebiasaan Steven, tanpa di perintah pun Dia akan segera mengikuti kemana langkah Jehova pergi, kali ini Jehova memilih untuk masuk ke ruang kerjanya dan Steve pun tetap mengikutinya.
setelah mereka berdua masuk ke ruangan.
"kau boleh kembali ke tempat mu Steve!! Hov merasa kasihan karna Ia tau Steve tidak bisa tidur nyenyak di kamar Alesya tadi.
__ADS_1
lanjutkan kan tidur mu sana!
"tapi saya sudah tidak mengantuk Tuan" Steve sengaja ingin menemani Tuan muda yang masih dalam keadaan kalut.
"kau tidak perlu mengkhawatirkannya aku Steven!! aku bukan anak kecil lagi. sekarang kembali lah ketempat mu!
"iya Tuan" Steve tidak berani membantah lagi dan segera keluar dari ruangan pribadi Jehova.
Jehova sudah benar-benar sendirian sekarang, Ia duduk menyandarkan tubuhnya si sofa big sizenya sendirian. tatapan matanya melayang jauh entah kemana, pikiran nya kalut saat mengingat apa yang sudah Alesya lakukan padanya.
aku tidak menyangka kau akan sebenci itu padaku Sya. jika aku tau akan jadi begini, sejengkal pun aku tidak akan menyentuh tubuh mu Alesya.
Hov melemparkan semua yang ada di hadapannya termasuk beberapa berkas penting perusahaan. Ia sudah tidak lagi peduli dengan lembaran kertas yang ada di mejanya.
sepertinya Hov sangat lelah dengan tubuh dan juga hatinya, hingga tertidur dengan pulas sampai matahari sudah cukup tinggi.
Steve memasuki Mansion dengan tergesa gesa, Karna hingga pukul 10:00 pagi ini Hov belum menelfon nya, dan juga Handphone nya tidak bisa di hubungi. Ia segera mencari Hasan, satu-satunya pelayan yang di perbolehkan masuk ke dalam kamar pribadi Jehova. Karna memang Hov tidak sembarang memperoleh kan pelayanan masuk ke dalam kamar nya apalagi seorang pelayan wanita.
"Hasan" apakah kau sudah masuk ke kamar Tuan Jehova pagi ini? Steve tampak panik.
"Belum Tuan Steve, karena Tuan Hov belum memanggil saya dari kemarin.
"Astaga"
apa mungkin Tuan Hov masih di ruang kerjanya ya.
Baiklah Hasan, kau boleh melanjutkan pekerjaanmu lagi.
"Baik Tuan"
dengan sangat sopan Hasan membungkuk kan badan nya dan segera berbalik pergi.
tokkk..tokkk...tokkk..
dengan sangat keras Steve mengetuk pintu yang ada si hadapannya. tanpa merasa ragu.
"Tuan, apa Anda masih di dalam? Tuan buka pintunya! Steve mengulangi kata-kata nya berkali-kali.
hingga membuat penghuni di dalamnya terbangun kesal.
Dengan kasar Hov membuka pintu dan langsung menemukan Steven sudah mematung di depan nya.
"apa kau sudah gila Steven? kenapa kau selalu saja mengganggu tidur ku heh?
"maaf Tuan" saya kira Anda....
Steve tidak berani melanjutkan ucapannya.
"memangnya apa yang akan aku lakukan Steven? apa kau pikir aku sebodoh itu. dasar picik! Hov memekik pelan.
"sekali lagi maaf kan saya Tuan" sungguh saya hanya khawatir dengan keadaan Anda, karna tidak biasanya Anda bangun sesiang ini Tuan.
kenapa Handphone Anda tidak bisa di hubungi Tuan? Steve mencari tau.
"Oh Astaga, sejak kemarin aku meninggalkan nya di kamar ku Steve. Hov menepuk keningnya pelan.
Hov segera menuju kamarnya melewati Steve begitu saja tanpa mempedulikan nya.
__ADS_1
kenapa Dia berjalan melewati ku begitu saja? apakah aku tidak terlihat di matanya. Steven.
kali ini Steve tidak langsung mengikuti Jehova, sejenak Ia masuk kedalam ruangan dan melihat semua nya sudah berserakan dimana-mana. apa yang di lihatnya pagi ini semakin membuat Steve khawatir pada Tuan Muda nya itu.
lalu dengan cepat Steve mengunci pintu dan segera menyusul Hov yang sudah berjalan di depan nya.
saat di kamar Hov segera meraih gawainya yang masih tergeletak di atas kasur.
dilihatnya satu persatu pesan yang masuk ke dalam Handphone nya itu. hingga ada satu pesan yang membuatnya teringat dengan sebuah benda yaitu Buku Diary yang di belinya waktu itu.
(terimakasih atas kunjungan Anda di galeri toko buku kami Tuan Alexander Jehova)
Sebuah pesan dari sistem khusus yang ada di perusahaannya. Yang akan mengirimkan ulang beberapa pesan yang sudah terpilih dan akan di teruskan ke nomor pribadi milik Jehova.
"Steve" apa kau melihat Buku Diary yang waktu itu kubeli? Hov berkacak pinggang di depan Asistennya itu.
"saya tidak melihatnya Tuan" bukankah Anda menyimpan nya di saku jas malam itu kan. Steve mengingat kan.
"Astaga" aku beberapa kali melepaskan jas ku malam itu untuk menutupi tubuh Alesya. cobalah kau lihat di keranjang baju kotor ku Steven!!
"iya Tuan" Steve segera mencari jas yang di maksud oleh Jehova, setelah mendapatkan jas itu Steve langsung membawa kepada Hov.
silahkan Tuan.
"apa kau sudah gila Steve? kau menyuruhku untuk memegang jas kotor itu. Hov tampak geli.
periksalah saku jas itu, apakah buku itu masih ada disana.
"siap Tuan" Steve tanpa ragu segera merogoh beberapa saku yang ada di jas Tuannya itu. tetapi buku itu tetap tidak di temukan oleh nya.
maaf Tuan, saya tidak menemukan buku itu di semua saku yang ada di jas Anda.
"bagaimana mungkin? lalu di mana buku sekarang Steve?
"maaf" tapi saya tidak tahu Tuan.
"apa mungkin buku itu terjatuh di jalan utama saat aku melepaskan jas itu ya. Hov menerka-nerka.
"tapi menurut saya tidak mungkin Tuan. Karna saya sudah memerintahkan beberapa orang untuk menyisir jalan itu dan hanya menemukan pistol milik Anda dan sebuah pisau yang di bawa Nona Alesya.
"lalu di mana buku itu Steve?
Steve hanya diam tak berani menjawab nya lagi, karena Ia tau akan percuma saja kalau Dia menjawabnya saat Hov sedang dalam keadaan panik.
cepat perintah kan anak buahmu untuk mencari di mobil ku atau di seluruh Mansion ini. sampa ketemu!
"Iya Tuan"
hanya dengan satu tombol saja Steve sudah langsung terhubung di pos penjagaan utama yang ada di Mansion.
semua anak buahnya di buat pusing tujuh keliling, karena mendapat tugas yang lebih sulit lagi dari Tuan Jehova nya.
tugas yang terbilang konyol, karena mereka harus mencari sebuah buku yang mereka sendiri juga tidak pernah tahu seperti apa wujudnya.
BERSAMBUNG....
*LIKE
__ADS_1
*VOTE
*KOMENTAR