"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 86


__ADS_3

setelah menutup panggilan telepon nya, Alesya segera keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mencari keberadaan Hanna, sesampainya di dapur, semua pelayan yang sedang bekerja tampak terkejut dengan kedatangan Alesya disana.


"apa yang sedang Anda cari Nona? Kenapa Anda sampai turun kebawah" sapa Leo menghampiri.


"Paman, apa Anda melihat Bibi Hanna? Tanya Alesya sopan.


"Hanna? mungkin dia sedang ada di halaman belakang Nona" sahut Leo.


"eh, baiklah kalau begitu aku akan menemui nya" Alesya ingin segera berjalan, namun Leo lebih dulu menghentikan.


"Tetaplah disini Nona! biar aku yang akan memanggil Hanna untuk datang menemui Anda" ucap Leo.


"oh, baiklah kalau begitu Paman" Alesya menurut dan lalu duduk di kursi meja makan.


beberapa saat kemudian tampak Hanna berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Alesya yang sudah menunggu nya.


"ada apa Nona? apa kau mencari ku" suara Hanna dari belakang.


"Bibi, dari mana saja? aku sudah menunggu mu sajak tadi. oceh Alesya.


"kenapa kau harus turun kebawah segala, kalau memang ingin mencari kau bisa memanggilku lewat telepon Nona saja." sahut Hanna.


"tidak, kenapa si? aku selalu dilarang untuk kesini. protes Alesya.


"tempat ini kotor Nona, Tuan Hov tidak mengijinkan mu untuk datang ke bawah, semua pelayan disini sudah di tugas kan untuk melayani mu, jadi kau tidak perlu lagi turun kesini." terang Hanna.


"kotor?? dimana yang kotor Bi?"


Alesya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang ada di sana, tapi tidak sedikitpun menemukan tempat kotor yang seperti Hanna katakan. justru sebaliknya, tempat saat ini Alesya berada sangat lah bersih, rapi dan juga wangi.


"sudah lah Nona, sekarang ayo kita naik! Ajak Hanna.


"tidak mau, aku ingin berjalan-jalan di sekitaran pantai Bi." ucap Alesya


"kau tidak boleh kesana Nona, kalau Tuan Hov tau, kami semua bisa dihukum." jelas Hanna.


"tidak akan Bibi! tadi aku sudah meminta ijin pada Tuan Hov, dan Dia(Hov) sudah mengijinkan nya." jelas Alesya.


"sungguh? apa kau tidak berbohong?" Hanna terlihat ragu.


"sungguh, kalau Bibi tidak percaya, Bibi bisa menghubungi Tuan Hov sendiri." Alesya berkacak pinggang.


"kalau begitu tunggu lah sebentar! aku akan menghubungi Tuan Hov dulu." sahut Hanna.


beberapa saat kemudian Hanna tampak tersenyum sambil menatap ke arah Alesya. hingga membuat gadis itu penasaran dengan apa yang sedang di bicarakan Hanna dengan suami nya.


"Ayolah Bi! jangan lama-lama" Alesya tampak mengerucut kan bibir mungilnya.


"iya, iya.." Hanna berjalan menghampiri Alesya.


saat tau Hanna sudah mendapatkan ijin dari suaminya, Alesya segera berlari kecil keluar Mansion dengan penuh semangat. sementara Hanna hanya berjalan mengikuti Alesya dari belakang.

__ADS_1


saat Alesya sampai di taman dan hampir mencapai pantai, Ia terkejut tatkala ada beberapa pria bertubuh besar yang berada di sekitar nya mengawasi setiap pergerakannya.


"siapa mereka Bi? kenapa mereka semua mentapku?" Alesya menarik tangan Hanna cepat.


"mereka itu pengawal yang di tugas Tuan Hov untuk menjaga mu Nona. jelas Hanna.


"tapi kenapa mereka harus mengawasi segala Bibi? bukankah sudah ada Bibi disini." Alesya terlihat tidak nyaman.


"tidak apa-apa Nona! mereka tidak akan menyakiti kita" Hanna menenangkan.


"tapi aku tidak suka dengan mereka Bi! mereka terlihat mengerikan" Alesya cemberut.


"percayalah mereka hanya ingin melindungi mu saja, tidak lebih." Hanna menegaskan.


"baiklah kalau begitu, tapi Bibi jangan jauh-jauh dari ku ya." rengek Alesya.


"iya Nona, aku tidak akan meninggalkan mu, sekarang ayo kita ke tepi pantai" ajak Hanna.


"ayo Bi!" Alesya menarik tangan Hanna pelan.


"pelan-pelan Nona, nanti kau bisa terjatuh." pekik Hanna.


Alesya segera berlari menyusuri pantai yang begitu indah, deburan ombak terdengar begitu menenangkan pikiran siapa saja yang mendengarnya.


Alesya terlihat sangat berantusias dengan aktivitas nya siang ini. tak lupa, Hanna selalu setia mendampingi kemanapun langkah Alesya menuju.


begitu juga dengan para pengawal yang selalu memperhatikan pergerakan Alesya Kemana saja.


*


*


sementara Jehova dari kantor nya, terus saja meminta laporan dari para pengawal itu tentang Istrinya.


dari apa yang sedang Dia(Alesya) lakukan, Kemana saja tempat yang Alesya datangi, sampai baju berwarna apa yang sedang Alesya kenakan sekarang ini.


Hov tampak tersenyum tak jelas saat melihat tingkah Alesya dari video yang para pengawal itu kirim kan padanya.


seperti biasa, Steve hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah aneh Tuan muda itu.


Sesekali Steve menoleh ke arah Hov saat Ia mendengar suara cekikikan tawa dari bibir Jehova yang sebenarnya sedikit mengganggu konsentrasi saat sedang bekerja.


Hov dan Steven memang ada dalam satu ruangan yang sama, hanya saja ada sedikit sekat untuk memisahkan ruangan mereka.


Hov memang meminta Steve untuk ada dalam satu ruangan bersama nya(Hov).


semua itu bukan tanpa alasan, karena Steven tidak hanya sekedar Asisten pribadi nya, Ia(Steve) juga orang yang paling dekat dengannya sekaligus orang yang paling Hov percaya, selain harus mengerjakan semua tugas dari perusahaan, Steve juga berperan penting dalam sepak terjang Jehova dalam menjalankan semua bisnis nya, dari Bisnis legal maupun Ilegal. oleh karena itu, Steven tidak pernah sekalipun berada jauh dari Jehova, Dimana ada Jehova, sudah pasti di situ akan ada Steven.


*


*

__ADS_1


Alesya seperti tidak pernah bosan saat bermain di sekitaran Mansion, apalagi Mansion itu terletak di tengah pulau yang cukup luas dengan pemandangan yang sangat menakjubkan.


kali ini Alesya mulai merasakan panas sinar matahari mulai menyentuh kulit putih nya.


hingga akhirnya Ia(Alesya) memutuskan untuk berpindah tempat yaitu di hutan Pinus yang letaknya tepat di depan luar pagar bangunan Mansion DE'LUXE.


"Bi, apa semua pohon ini Tuan Hov yang menanam semua pohon Pinus ini?" Alesya penasaran.


"bukan Tuan Hov yang menanamnya, orang lain, tapi Tuan Hov lah memberikan perintah kepada mereka untuk menanam pohon Pinus di sini." jelas Hanna.


"itu sama saja Bibi." Alesya memutar bola matanya.


"tentu saja berbeda, haha" Hanna menjawab nya sambil tertawa.


"terserah Bibi saja kalau begitu" Alesya kesal.


"hey, mau kemana kau Nyonya Hov?" Hanna mengejar langkah Alesya yang sudah ada di depan.


"kenapa Bibi memanggil ku seperti itu sih? seperti Tuan Hov saja." Alesya menggerutu sambil terus saja berjalan.


"haha, bukankah kau memang Nyonya Jehova kan? pekik Hanna.


"iya aku tau Bi, tapi aku seperti masih merasa aneh dengan sebutan itu!" Alesya meruncing kan bibir nya.


"tapi mulai sekarang kau harus terbiasa Nona, karena kenyataan kau memang Nyonya Jehova kan." Hanna memainkan matanya menggoda Alesya.


"ih, Bibi. kenapa Bibi malah menggoda ku sih" Alesya tampak malu-malu.


"haha, iya, iya, kalau begitu maaf kan orang tua yang tidak berguna ini Nyonya Hov." Hanna merendahkan suaranya.


"Bibi, jangan seperti itu. sungguh aku akan marah kalau Bibi berkata seperti itu lagi. Alesya melipat kedua tangannya.


"iya, iya.. sekarang ayo kita masuk dulu untuk makan siang. setelah itu kita bisa melanjutkan petualangan kita lagi." ajak Hanna.


"iya Bi, aku juga sudah lapar hehe." sahut Alesya.


akhirnya mereka kembali ke Mansion melalui pintu pagar depan Mansion DE'LUXE.


rupanya para pelayan sudah menyiapkan makan siang untuk Alesya dengan begitu sempurna. tidak tanggung-tanggung, Leo menyiapkan banyak sekali menu kali, sesuai dengan permintaan Jehova. karena menurut Hov istrinya itu akan sangat kelaparan karena sudah berkeliling Mansion. walaupun sebenarnya Alesya belum mencapai setengah dari lebar Mansion itu.


Hov sengaja menelfon Leo secara langsung, hanya untuk memberitahu kan apa saja yang harus disiapkan, untuk makan siang Alesya kali ini.


namun Hov meminta agar Ia(Leo) tidak memberitahu kan kepala Alesya kalau sebenarnya dirinya lah yang meminta Leo untuk memasak dalam porsi yang cukup besar siang ini.


BERSAMBUNG


**LIKE


*VOTE


*KOMENTAR*

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2