
Hov sungguh memasrahkan wajah nya di tangan Alesya, Ia tak peduli dengan jari jemari Istri nya yang seakan tak ingin berhenti untuk bermain main dengan hidung nya, matanya dan juga bibir nya.
namun sesaat kemudian Alesya mulai tersadar kalau tangan lentiknya sudah mengekplorasi wajah suaminya lumayan lama.
dengan cepat gadis cantik itu segera menarik tangan nya dari wajah Hov, hingga membuat Jehova juga tampak terkejut dengan mata terbelalak.
"maaf kan aku Tuan, aku tidak bermaksud untuk memainkan wajah mu seperti itu, eh maksud ku menyentuh atau apalah tadi yang sudah ku lakukan." ucap Alesya kebingungan.
"he, he, tentang Alesya!" Hov meraih tangan Istrinya agar tenang.
"sungguh aku tidak bermaksud untuk tidak sopan pada mu Tuan" Alesya tampak meremas tangan Hov kencang.
"iya, aku tau Alesya. lagi pula aku juga tidak keberatan saat tangan mu yang halus ini menyentuh wajah ku, lakukan lah sesukamu! kau bisa menyentuhnya dimana saja! apa kau ingin menyentuh bagian ini?"
goda Hov sambil meletakkan tangan Alesya berpindah-pindah dari pipi, hidup mata mulut hingga ke dada berotot nya.
Alesya masih terdiam, hanya tangannya saja yang bergerak kesana-kemari mengikuti gerakan tangan Jehova.
"hehe, apa yang sedang kau lakukan Tuan?" Alesya tersenyum malu-malu.
"dengarkan aku baik-baik Alesya! aku ini suami mu dan kau boleh menyentuh seluruh tubuh ku sesukamu. Oke!" Hov menangkup kedua pipi istrinya.
"Tuan?" panggil Alesya pelan.
"hmmmmm" sahut Hov.
"apa aku boleh bertanya pada mu?" ucap Alesya masih dengan nada yang sama.
"tanyakan lah Alesya?" sahut Hov lagi.
"kenapa kau menjadi kan aku sebagai Istri mu?" Raut wajah Alesya sedikit berubah pias, saat pertanyaan itu meluncur dari bibir nya.
sejenak Hov terdiam dan menatap wajah Istrinya begitu dalam. hingga membuat Alesya semakin salah tingkah.
"pertanyaan macam apa itu Alesya?" sahut Hov dengan raut wajah yang sedikit kesal.
"bukan apa-apa Tuan, aku hanya bingung saja. kenapa pria setampan dirimu memilih aku sebagai pendamping mu. aku yakin, pasti ada banyak sekali wanita cantik yang tergila-gila pada mu kan." Ucap Alesya panjang lebar.
"karena aku hanya menginginkan mu saja Alesya." jawab Hov dengan penuh penekanan.
"tapi kenapa? dan apa alasannya Tuan? bukankah sebelumnya kita tidak saling mengenal kan." Alesya terus saja mencari tau.
"siapa bilang aku tidak mengenal mu." Hov memasang wajah yang sangat mencurigakan.
"apa maksud mu Tuan?" jangan bilang kalau sebelum kau menculik ku, kau sudah lebih dulu mengintai aku" Alesya menatap Hov menelisik.
"haha, kalau aku mengintai mu, mungkin aku akan menculik mu lebih awal." sahut Hov dengan sedikit tawa.
"ah, Tuan! sekarang kan aku sudah menjadi Istri mu. lalu apa aku tidak boleh tau alasan kenapa kau menculik ku." rengek Alesya.
namun belum sempat Hov menjawab ponsel nya(Hov) sudah lebih dulu bergetar hebat. terlihat nama Hanna yang sedang melakukan panggilan.
("masuk lah melalui pintu sebelah!") titah Hov dari balik ponsel nya.
beberapa saat kemudian terlihat Leo berjalan disusul Hanna yang sedang mendorong stroller berisi sarapan pagi sesuai permintaan Jehova, dari lorong sampai kamar yang langsung terhubung dengan balkon kamar mereka berdua.
Alesya tampak bingung melihat kehadiran Hanna dan Leo dari pintu yang Ia anggap sebagai tembok biasa saja.
"tutup mulut mu itu! jangan sampai aku menutup nya dengan bibir ku." ucap Hov sambil melirik Istrinya yang tampak keheranan.
__ADS_1
"eh, iya Tuan." Alesya segera menutup mulutnya.
"silahkan Tuan dan Nona!" Leo menyajikan sarapan pagi mereka.
"hmmmmm, kalian bisa pergi sekarang!" titah Jehova.
"baik Tuan" jawab Hanna dan Leo serentak.
dan kemudian mereka berdua keluar melalui pintu yang sama.
"apa aku tidak salah lihat Tuan? Bibi Hanna dan Paman Leo keluar dari tembok itu." Alesya masih saja bingung.
"haha, jangan gila Nyonya Hov. lihatlah baik-baik! di ujung sana ada pintu yang langsung terhubung keluar dari kamar ini." mengarah kan telunjuknya ke arah ujung lorong.
"tapi kenapa aku baru melihat nya ya? Alesya merutuki kebodohannya.
"salah mu sendiri kalau begitu" sahut Jehova santai.
"apa katamu Tuan?" Alesya kesal.
"benar kan, apa harus salah ku?" ucap Hov lagi.
"iya, iya salah ku sendiri." gerutu Alesya.
Hov hanya mengulum senyum saat melihat wajah Alesya sudah mulai kesal dengan sikap nya.
"sekarang makan lah! jangan sampai cacing di perutmu meronta-ronta karena kelaparan." goda Hov.
"iya" sahut Alesya cepat.
"tidak boleh makan dengan keadaan kesal Alesya, kau tau itu kan?" ucap Hov mengingat kan.
"itu bukan pintu rahasia Alesya, itu pintu khusus untuk para pelayan yang akan mengambil pakaian kotor dan juga membersihkan kamar ini." ucap Hov menjelaskan.
"tapi kenapa tidak melewati pintu utama saja" ucap Alesya.
"karena aku tidak memperbolehkan sembarangan orang masuk kekamar ku, dan aku tidak mau terganggu dengan kehadiran mereka. aku sangat menjaga privasi ku Alesya, oleh karena itu aku membuat pintu yang langsung terhubung ke samping walk in Closet, tempat di mana pakaian kotor ku di letakkan. dan saat pelayan mengambil nya, mereka tidak akan bisa melihat kamarmu. kau tau itu." Hov menjelaskan panjang lebar.
"oh jadi begitu" sahut Alesya dengan mengangguk kan kepala nya pelan.
"Hmmm" jawab Hov seperti biasa.
"Tuan, siapa saja yang bisa masuk kemar ini?" Alesya masih penasaran.
"tentu saja cuma kamu Alesya!" sahut Hov cepat dengan setengah menggoda.
"bukan itu maksud ku, berhenti lah menggoda seperti itu Tuan Jehova!!!" titah Alesya kesal.
"haha, lalu aku harus menggoda siapa?" Hov kembali terkekeh.
"goda saja bibi Hanna!" Cetus Alesya begitu saja.
"apa?? jangan gila Alesya!" Hov menatap wajah Istrinya kesal.
"ah, seperti nya aku sudah kenyang Tuan, rupanya Alesya sengaja ingin menghindari Jehova yang sudah tampak kesal pada nya.
"he, mau Kemana kau Alesya?? Alesya? Alesya?" Hov berteriak memanggil Istrinya yang sudah lebih dulu kabur dari balkon itu.
Alesya tidak menghiraukan Hov yang sedang berteriak memanggilnya, Ia segera berlari kecil menuju kamar mandi.
__ADS_1
dasar rubah kecil, berani nya mengabaikan aku, tunggu saja pembalasan dari ku nanti.
batin Jehova dengan sedikit senyuman Iblis di bibirnya.
Alesya segera menyalakan Shower dengan air hangat yang sudah di atur sesuai keinginan nya. karena cuaca di Mansion memang sedang dingin akhir akhir ini. itulah sebabnya kenapa Alesya sampai bangun terlambat pagi ini, karena Ia merasa tidurnya sangat nyaman dibalik selimut tebalnya.
saat Alesya sudah selesai dari mandi nya dan sudah berpakaian rapi, Ia segera keluar dari Walk in Closet untuk mencari keberadaan Jehova. rupanya pria tampan itu sedang duduk santai sambil memainkan ponsel pintarnya.
"mandilah dulu Tuan! aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu." ucap Alesya sambil menatap suaminya.
"tidak, aku sedang tidak ingin mandi." sahut Hov, namun matanya masih tak beralih dari layar ponselnya.
"eh, tapi aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu Tuan" Alesya berkacak pinggang.
"aku akan mandi, asalkan kau menemaniku, bagaimana? Hov mengedipkan sebelah matanya.
"tidak mau! baiklah kalau kau tidak mau mandi, aku tidak jadi mengajak mu berjalan jalan di taman pagi ini." ancam Alesya.
"udara di luar sangat dingin Alesya, apa tidak sebaiknya kau masuk kedalam selimut ku saja." Hov merentangkan selimut tebal nya.
"tidak, terima kasih Tuan Jehova, kalau begitu aku akan berjalan jalan dengan para pengawal saja." Alesya akan segera melangkah keluar tapi teriak Hov segera menghentikan langkahnya.
"tunggu, berhenti di situ Alesya!! titah Hov.
"apa lagi Tuan?" Alesya keheranan.
"kemarilah! Hov melambaikan tangannya.
"tidak mau! kau pasti akan mengurung ku di kamar ini." Cicit Alesya.
"tidak, aku janji tidak akan mengurung mu" Hov meyakinkan kan.
setelah mendengar ucapan Jehova, seperti sudah tersihir. Alesya menurut perintah suami nya begitu saja, dan segera berjalan menuju ranjang.
"sekarang apa mau mu?" ucap Alesya.
tanpa membuang waktu Hov segera berlari menuju pintu, dan mengunci pintu kamar mereka kemudian mengambil kunci nya.
"haha, sekarang kau tidak bisa keluar dari kamar ini Alesya" Hov tertawa terbahak-bahak seperti seorang anak yang sudah mendapatkan mainan kesukaannya.
"aaaaaaaaa, Tuan Jehova!!!!!" teriak Alesya keras sekali hingga menggema di seluruh kamar.
"sekarang duduk lah dengan manis di rajang! tunggu lah, aku akan mandi sebentar dan setelah itu kita akan turun bersama." Hov membawa kunci pintu kamar nya ke dalam kamar mandi.
"Tuan Hov!!!!" Alesya kembali berteriak namun kali ini tersemat sebuah senyuman manis di bibirnya.
Alesya, Alesya, apa kau pikir aku akan membiarkan mu berjalan jalan dengan para pengawal itu heh, enak saja! kau hanya boleh berjalan disamping ku. tidak ada pria lain yang bisa menggantikan posisi ku.
Gumam Hov dalam hatinya.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH
__ADS_1