"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 35


__ADS_3

Steve sudah sangat rapi dengan setelan jas yang di pakenya malam ini, tak lupa Ia selalu membawa perlengkapan milik nya seperti pistol dan juga senjata lainnya untuk melindungi Taun Muda Hov dan juga dirinya sendiri.


saat Ia melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 20.00. itu tandanya Ia harus segera membangunkan Hov yang sedang tertidur pulas di Apartemen nya.


segera Ia mendial nomor 1 di ponsel nya yang akan langsung terhubung di ponsel pribadi milik Hov.


dreet..dreet


Hov yang mendengar ponsel nya bergetar langsung meraih nya.


"Hmmmmmm, ada apa Steven?


"Maaf Tuan, ini sudah saatnya Anda harus pergi ke pertemuan di Club.


"apa ini sudah jam 20.00 Steve?


"iya Tuan"


"Baiklah, Tunggu sebentar! aku akan bersiap-siap.


"Iya Tuan"


dengan perlahan Hov bangun dari tidur nya, Ia segera membersihkan tubuh nya dan segera berpakaian Serapi mungkin. sama seperti Steven, Hov juga selalu membawa senjata di tubuhnya kemanapun Dia pergi.


*


*


Di Mansion de'Luxe


Alesya dengan sebaik mungkin menyiapkan apa saja yang bisa di gunakan nya untuk kabur tengah malam nanti.


Alesya menyiapkan beberapa sprei dari lemari untuk nantinya akan di ikat menjadi satu.


aku harus segera menyimpan nya jangan sampai Bibi Hanna melihat ini semua. aku tidak mau rencana ku kali ini gagal, aku harus segera pergi dari tempat ini.


tokk...tokk...tokk...


terdengar suara ketukan pintu dari luar Walk in Closet tempat Alesya berada sekarang ini.


"Siapa?? Alesya terkejut karena belum sepenuhnya Merapi kan beberapa sprei tadi.


"Saya Nona" Hanna menjawab dengan ramah.


"oh, tunggu sebentar Bibi, aku sedang berpakaian.


"iya Nona, Anda malam ini ingin makan malam di kamar Atau di meja makan Nona?


"aku makan di kamar saja Bi! suara Alesya setengah berteriak karena Ia masih ada di dalam ruangan itu.


"Baiklah Nona, saya akan segera menyiapkan nya.


Alesya segera membuka pintu untuk melihat Hanna sudah melangkah pergi.


Ah, untung tadi Bibi Hanna tidak curiga pada ku. Huff..


dengan cepat Alesya membereskan kan sprei yang masih berserakan.


"Akhirnya selesai juga"


Alesya segera kembali ke ranjangnya dengan sudah memakai baju tidur dress berwarna krem, entah kenapa beberapa hari ini Ia masih senang memakai baju-baju yang ada di lemari nya. Alesya juga tidak tau kalau semua baju yang ada di lemari nya Hov lah yang memilih nya sendiri.


*


*


Di Apartemen nya Hov sudah sangat rapi dan bersiap turun untuk menuju ke bawah melalui Lift khusus.

__ADS_1


Hov berjalan di depan sementara Steve mengikuti di belakang langkah Hov.


seperti biasa Hov dan Steve selalu jadi pusat perhatian saat melewati lantai bawah menuju pintu keluar Apartemen itu.


bagaimana tidak, Hov dan Steve selalu di temani beberapa pengawal bertubuh tegap saat sedang di keramaian, itulah yang slalu menjadikan mereka pusat perhatian. selain mereka berdua memang memiliki wajah yang bisa di katakan di atas rata-rata.


Hov sudah di mobil dengan Steve yang memegang kemudi di depan.


"Apa kau sudah menghubungi Hans, Steven?


"Sudah Tuan"


"Bagus"


apa Hans bertanya tentang aku Steve?


"tidak Tuan, Tuan Hans hanya membahas masalah pekerjaan saja.


"oh, Baguslah kalau begitu.


eh, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan lebat ya Steve, lihatlah langit mendung sekali hari ini, Hov menatap langit dari kaca mobilnya.


kenapa aku sangat merindukanmu ya Alesya, sial! aku tidak bisa berfikir secara baik saat jauh darinya. sedang apa ya gadis kecil itu?


"eh, iya Tuan" Steve tampak bingung saat Hov bertanya pada nya.


hey, sejak kapan anda jadi peduli dengan cuaca Tuan? bukankah selama ini adalah orang yang tidak peduli dengan cuaca dan sebagainya. aku rasa bukan hanya Langit yang mendung tapi juga hati Mu Tuan.


Steve menatap Tuan nya dari kaca mobil, wajah tampannya tampak gusar tidak seperti biasanya. Hov tampak murung saja dari tadi.


"Steven" apa menurutmu Alesya akan baik-baik saja di Mansion?


"tentu saja Tuan, bukankah anda sendiri yang sudah memerintahkan para penjaga untuk lebih memperketat penjagaan untuk Nona Alesya kan.


Oh, jadi pikiran nya ada pada Nona Alesya. pantas saja Dia jadi tidak bisa fokus sekarang ini.


sebaiknya Anda melihat keadaan Nona dulu Tuan, sebelum nanti Anda sibuk di Club. Steve memberi saran pada Tuan muda nya itu.


Hov segera meraih ponsel nya dari saku jas, dan langsung menyambungkan pada seluruh CCTV yang ada di Mansion.


di lihatnya Alesya sedang makan di kamar di temani oleh Hanna.


Hey lihat lah Steven! gadis bodoh itu memakai baju tidur yang aku pilih kan untuk nya, wajah Hov tampak kegirangan saat menatap layar ponselnya.


hey bagaimana aku bisa melihatnya Tuan? sementara Anda saja tidak pernah melepaskan ponsel yang saat ini ada di tangan mu. tolong jangan tunjukkan kebodohan Anda di depan orang lain Tuan, cukup aku saja yang bisa melihatnya, karna jika tidak, saya sendiri yang akan kerepotan. Steven.


Hov masih saja terpaku menatap layar ponselnya, tak jarang Ia ikut tertawa saat melihat Alesya bercanda dengan Hanna. wajahnya seketika berubah ceria tidak seperti tadi yang tampak mendung seperti langit petang ini.


"Apa Anda sudah merasa lebih baik Tuan?


"Iya Steve, sekarang aku jauh lebih tenang karna aku sudah melihat Alesyaku baik-baik saja, dan kau tau Steve? tertawa nya itu membuat telinga ku sangit haha...


Hov masih Saja memandangi layar ponselnya sampai tidak menyadari mobil nya sudah berhenti di depan Club miliknya.


"Silahkan Tuan! Steve sudah berdiri dengan membuka pintu mobil untuk Hov keluar.


"tunggu sebentar lagi Steve! Alesya sedang bercerita dengan Hanna sekarang. Hov masih saja duduk di kursi belakang dengan tenang.


"Maaf kan saya Taun" tapi seluruh tamu sudah menunggu kedatangan Anda! Steve mengingat kan Tuan Mudanya.


Cihh.. baru saja Anda sendiri yang mengatakan telinga Anda sakit saat mendengar Nona tertawa. tapi lihat lah sekarang, untuk melewatkan tawa Nona Alesya saja anda tidak rela Tuan.


"Ah.. mengganggu kesenangan ku saja! dengan kesal Hov memutus sambungan ponsel nya dari CCTV Mansion, dan segera keluar dari mobil menuju ke ruangan yang sudah di tentukan.


Hov berjalan dengan sangat gagah nya, seperti biasa pandangannya Hanya lurus ke depan tanpa mempedulikan seluruh karyawan yang sudah membungkukkan badan mereka saat Hov melintas.


hanya Steve yang sesekali menoleh pada karyawan yang ada di sana, tapi tetap saja tanpa ada sedikit pun senyuman darinya.

__ADS_1


Cekleek...


para karyawan yang menjaga pintu dengan sigap langsung membuka pintu dan mempersilahkan Hov dan Steve memasuki ruangan itu.


"Selamat datang Tuan Hov. Suara Hans membuyarkan semua orang yang ada di dalam ruangan.


seluruh tamu yang ada di ruangan itu langsung berdiri dan memberi Hormat kepada Hov.


"Selamat datang Tuan Hov"


Suara di ruangan itu bertambah riuh karna para tamu segera menghambur menghampiri Hov untuk memberikan salam.


"Jangan terlalu berlebihan Tuan-tuan"


silahkan duduk kembali! dengan cepat Hov menghentikan para tamu yang ingin mendekatinya.


"Apa kabar Tuan Hov? terdengar suara yang tidak asing di telinga Hov.


"Laura"


Dia adalah satu-satunya perempuan yang ikut dalam jaringan kertel milik Hov. sebenarnya sebelum Laura bergabung, Ayah nya lah yang memiliki koneksi dengan Hov, tapi karna Ayah Laura sudah meninggal, Laura lah yang sekarang menggantikan posisi Ayahnya.


"haha, aku merasa sangat terhormat Karna Anda masih mengingat nama ku dengan baik Tuan Jehova. gadis cantik bertubuh seksi itu berjalan melenggok mendekati Hov.


"jangan terlalu banyak berfikir Nona! Karna itu terlalu berbahaya untuk mu. Hov mengintimidasi. Hov tidak ingin Laura salah paham.


Brugg


dengan santai nya Laura mendudukkan tubuhnya di antara Hov dan Hans yang sedang duduk bersebelahan.


"menyingkir lah dari sebelah ku Laura!! sebelum Steve menyeret tubuh mulus mu itu. Hov menatap Laura jengah.


"duduklah di sini saja Nona Laura! Hans menepuk sofa yang masih kosong di sebelah kirinya.


"tidak mau" aku ingin duduk di sini saja! tangan Laura sudah bergelayut manja di lengan Hov.


"apa Anda tuli Nona? bukankah Tuan Hov sudah meminta Anda untuk menyingkir dari sebelah nya kan. Steve mulai bereaksi karena melihat wanita itu mulai berani menyentuh tubuh Tuannya.


"jangan membentak ku Steven! kau tidak berhak melakukan itu pada ku. wanita itu marah-marah pada nya.


"jangan kan membentak, saya bisa melakukan lebih dari itu, kalau Anda tidak bisa menjaga diri Anda dari Tuan Hov Nona! Raut muka Steve mulai tidak bersahabat.


"iya,iya, baiklah. aku akan menyingkirkan dari Tuan besar mu ini, Laura tau betul siapa Steven, bahkan akan lebih sulit berhadapan dengan Steve dari pada dengan Hov.


Laura berdiri melangkahkan kaki jenjangnya menuju sofa yang masih kosong di samping Hans.


"haha bukan aku sudah mengatakan dari tadi Nona, kalau lebih baik Anda duduk si sini saja. Hans menggoda wanita cantik itu.


sialan, kenapa Tuan Jehova tidak pernah tertarik dengan ku ya? apa kurangnya dari tubuh ku coba? jelas-jelas aku ini sangat cantik bahkan aku lebih cantik dari mantan kekasih si Cindy itu. aku juga kaya raya, lalu gadis seperti apa yang pria itu ingin kan sebenarnya.


Laura terus saja menggerutu dalam hati nya.


Baiklah, sekarang ayo kita mulai membahas tentang pekerjaan kita, Hov mulai membuka pembicaraan.


para tamu undangan langsung mengusulkan beberapa proposal yang sudah mereka siapkan untuk di berikan pada Hov sebagai ketua Mafia di sana.


dengan seksama Hov membaca satu persatu seluruh proposal dan mencocokkan dengan data-data yang sudah Hans bawa.


Hov dan Hans terlihat sibuk mengoperasikan laptop mereka masing-masing.


sementara yang lain terlihat sibuk dengan berbagai rencana agar Hov menyetujui kerjasama mereka.


yang berbeda Hanya Laura, wanita itu tak pernah sekalipun melepaskan pandangan nya pada Hov, bibir juga tak pernah berhenti meneguk minuman beralkohol yang di pegang nya.


*BERSAMBUNG....


*LIKE

__ADS_1


*VOTE


*KOMENTAR


__ADS_2