"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 46


__ADS_3

Pagi ini Hov mengurung dirinya di kamar, sama seperti Alesya Ia tidak sedikit pun beranjak dari tempat tidurnya.


"sial, kenapa kepala ku pusing sekali. Hov menjambak rambutnya sendiri.


Hov meraih ponsel nya dari atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya.


dengan segera Ia mendial no ponsel Steven.


"iya Tuan" dengan cepat suaranya sudah terdengar dari balik ponsel Hova.


"suruh pelayanan untuk membuat aku Oren jus dengan sedikit madu.


lalu bawalah ke kemarku segera!!


"Iya Tuan"


dengan cepat Steve langsung menuju dapur untuk meminta pelayan membuatkan segelas jus untuk Tuan Muda mereka.


keadaan dapur yang tadi nya aman damai langsung berubah riuh saat mendengar Hov meminta satu gelas Oren jus pagi ini.


"carikan jeruk yang paling segar, dan ambil kan aku madu yang baru saja di kirim dari peternakan. teriak seseorang yang tak lain adalah kepala Koki kepada pelayanan di dapur.


para pelayan itu tau betul, Hov memiliki Indra perasa yang begitu sempurna, sehingga Dia bisa merasakan dengan baik, makanan yang dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi atau tidak.


sementara Steve hanya duduk dari meja makan menyaksikan kehebohan yang sedang terjadi di dapur pagi ini.


kau memang selalu saja membuat orang-orang menjadi panik Tuan. bahkan hanya untuk segelas minuman yang kau minta, bisa membuat seisi dapur ini bergejolak.


Steven tampak tersenyum manis menyaksikan hiburan paginya.


sekitar lima belas menit Steve duduk di meja makan, tak lama si kepala Koki berjalan menghampiri nya.


"silahkan Tuan Steven" Oren jus dengan sedikit madu pesanan dari Tuan Muda Jehova sudah siap. pelayan itu berkata dengan sangat sopan pada nya.


"ya, letakan saja di meja!


"Baik Tuan" si pelayan sudah meletakkan segelas Oren jus di atas meja makan.


dengan segera Steven meraih nya dan membawa jus itu ke kamar Jehova.


Tok...tok...tok...


Steve mengetuk pelan pintu kamar Hova.


"masuk lah!!


"selamat Pagi Tuan..


Steve memberi salam pada Tuan Muda nya itu.


silahkan Tuan! Steve menyerah Oren jus yang dari tadi di bawa nya dengan sangat hati-hati.


"Hmmm"


Hov meraih jus itu dan segera meminumnya.


ahhhhhhh, jus buatan Pak Leo memang yang paling enak. Hov menyesap jus itu dengan perlahan.


sedangkan Steve seperti biasa diam bak patung yang setia ada di samping Jehova. lalu Hov melirik ke asistennya itu.


duduk lah Steve, ada yang ingin aku bicarakan pada mu.


"iya Tuan" Steven segera mengambil tempat duduk tepat di depan Hov.


"Steve, Apa menurutmu? aku terlalu keras pada Alesya semalam. Hov meletakkan gelas yang di pegang nya ke meja, kemudian bersandar di punggung sofa.


"sudah sepantasnya Anda melakukan itu Tuan. Steve menjawab dengan sangat berhati-hati, Karna Ia tau betul keadaan Hati Tuannya sekarang sedang tidak baik.


"jadi maksud mu aku harus menghukum Alesya, seperti aku menghukum para penjaga itu Steve?


"Bu.. bukan begitu maksud ku Tuan"


sudah ku duga, pasti aku akan salah menjawab nya. Oh Tuan Jehova, apakah ada yang salah dengan otak mu akhir-akhir ini?


batin Steven.


"lalu apa maksud mu Steven? Hov bersungut-sungut.


"Maksud ku, Tuan sudah benar menghukum para penjaga yang lalai dalam bertugas itu Tuan.


"jadi maksud mu aku tidak berhak menghukum Alesya? Hov memicingkan matanya.


"Tidak Tuan, bukan begitu juga maksud ku.


Steve menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"jangan bertingkah seperti itu di depan orang lain Steven!! karena kau terlihat sangat bodoh saat seperti itu.


"ih..iya Tuan"


apanya yang bodoh? kau yang membuat serba salah di matamu, virus cinta yang merasuki jiwa mu sungguh sangat akut Tuan!


dreeed... dreeed....


tiba-tiba ponsel di saku Steve bergerak kencang.

__ADS_1


Steven segera meraih ponsel nya, dan melihat sebuah panggilan dari Hans.


"Siapa yang menelepon mu pagi-pagi begini Steve? Hov meraih kembali Oren jusnya.


"Tuan Hansen yang menelepon ku. Steve tampak bingung, karna tidak biasanya Hans menelfon nya sepagi ini.


"angkat lah dan aktifkan speaker handphone mu! tapi kalau dia mencari ku, katakan saja aku sedang tidur. Karna aku memang sengaja mengalihkan semua panggilan yang masuk ke ponsel ku.


"iya Tuan" Steven segera mengangkat panggilan dari Hans dan menekan tombol Speaker.


"hey kenapa kau lama sekali mengangkat telepon dari ku Steven?


"maaf Tuan" karena saya baru saja bangun.


"apa kau sedang bersama Hov sekarang?


"tentu saja tidak Tuan. karena saya tidur di kamar saya dan Tuan Hov tidur di kamarnya. Steve mencoba membohongi Hans.


"apa kau tau? kenapa Hov susah sekali di hubungi Steve.


"saya tidak tau Tuan, mungkin Taun Hov sedang tidur sekarang, jadi dia sengaja mematikan Handphone nya. Steve menjawab sebisanya saja.


"oh mungkin saja" tapi apa kau tau kenapa Hov semalam begitu terburu buru meninggalkan pertemuan penting itu Steve? Hans mencoba mencari tau lewat Steve.


"saya tidak tau Tuan" Karna Tuan Hov hanya memerintahkan saya untuk menyiapkan Helicopters saja.


"Baiklah" kau mungkin tidak tau kenapa Hov terburu-buru sekali tadi malam, tapi kau pasti tau kemana tujuan Hov pergi kan! karna tidak mungkin kalau kau sampai tidak tau. Hans tampak menekan Steve.


Sialan Kau Hans, rupanya kau sengaja mencari tau lewat Steve.


Hov tampak murka.


"Maaf Tuan, saya berhak untuk tidak menjawab apa yang Anda tanyakan. Steve dengan cepat menjawab Hans, hingga membuat Hans malas untuk melanjutkan nya.


"Ahhhhhhh, aku lupa kalau kau sama saja dengan Jehova, Steven. kalian berdua memang pasangan yang serasi.


Tutttttttt....


Hans sudah mengakhiri panggilan nya tanpa mempedulikan Steve yang masih mendengar kan.


"sialan" rupanya Hans sudah mulai curiga pada ku Steven.


apa mungkin dia tau kalau sekarang Alesya sedang bersama ku?


"saya rasa Tuan Hans belum tau tentang hal itu Tuan.


Steve coba menenangkan kegelisahan hati Tuannya.


*


*


kenapa kali ini Hov sungguh berubah, Dia bahkan menyimpan rapi masalah nya sendiri, Steve juga tidak berani mengatakan kalau saat ini mereka sedang berada di Mansion.


aku harus segera mencari tau sendiri, apa mungkin ini berkaitan dengan Alesya! tapi tidak mungkin, Hov dan Alesya tidak saling mengenal kan.


pikiran Hans hanya bisa menerka-nerka. tanpa berani menyimpulkan bahwa Hov terkait dengan hilangnya gadis yang di cintai nya itu.


"tunggu saja Jehova, kalau kau tidak mau memberitahu ku apa yang ada di Mansion mu, maka aku sendiri yang akan datang ke sana.


Hans menyeringai sambil memainkan pulpen di tangannya.


Dengan cekatan Hans mempersiapkan semua berkas-berkas pekerjaan yang akan dia bawa untuk menjadi alasan nya datang Menemui Hov ke Mansion DE'LUXE.


dengan seksama Dia memilah mana saja berkas-berkas yang memang harus di lihat Hov dan mendapatkan tandatangan darinya.


*


*


Di kamar Alesya dengan telaten Hanna mengolesi seluruh luka yang ada di tubuh Alesya dengan salep pengering luka.


"aauuuu" sakit Bibi, Alesya merintih pelan ketika Hanna mengoles kan salep itu di lututnya.


"Bagaimana mana tidak sakit! lukamu di sini lumayan lebar Nona.


betapa kali kau terjatuh? sampai banyak sekali luka di lututmu itu. Hanna mengomel sambil tangannya masih mengoles kan salep itu.


"entahlah Bi, mana mungkin aku menghitung nya. Bibir Alesya meruncing.


"tubuh ku pasti sakit semuanya! Karna aku Bibi tau, tidak akan mudah untuk mu lari Mansion ini. Huffff Hanna menghela nafasnya.


"Maaf kan aku Bi" Alesya tertunduk.


"iya, tidak apa-apa Nona. tapi ingat lah satu hal! jangan pernah kau mengulangi perbuatan itu lagi.


sudah seharian ini mereka berdua menghabiskan waktu di kamar. Hanna dengan setia berada di samping gadis itu.


saat Ia membelai wajahnya, Hanna merasakan suhu tubuh Alesya semakin demam tinggi. walaupun Ia sudah memberi nya obat penurun panas.


tiba terdengar bibir Alesya meracau tak jelas.


"jangan sentuh aku! menjauh lah! menjauh lah Tuan...!


Alesya mengigau tak karuan.

__ADS_1


jelas saja keadaan itu membuat Hanna semakin panik.


dengan cepat Ia menekan tombol angka 1 pada pesawat telepon di atas nakas yang langsung terhubung di ruang kerja dan juga kamar pribadi Jehova.


"hmmmmm"


Hov hanya berdehem, Karna mengira yang menghubungi nya pelayanan lain yang ingin menawarkan makan malam nya.


"Tu..Tuan..! terdengar suara Hanna masih bergetar saat memanggil nya, masih ada ketakutan dalam diri Hanna saat mengingat kejadian semalam.


"Hanna" ada apa? Hov langsung duduk bersandar saat tau yang ada di Balik pesawat telepon nya adalah pelayanan yang khusus bertugas menjaga Alesya.


"Nona Alesya demam tinggi Tuan"


"Apa Alesya demam tinggi! sejak kapan?


"sejak tadi pagi Tuan, dan saya sudah memberinya obat penurun panas, tapi demam nya menurun.


"kenapa kau baru memberi tau ku sekarang Hanna. Dasar tidak berguna. lagi-lagi Hov memaki perempuan paruh baya itu.


"ma.. maafkan saya Tu..a


Tuttt...


belum sempat Hanna menerus kan ucapan nya, Hov sudah menutup telepon itu secara sepihak.


dengan terburu-buru Hov turun dari ranjang, sampai tidak sempat mengganti bajunya, Ia keluar dari kamar dengan masih memakai celana tidur tipis dan baju tanpa lengan.


kreeek..


Dengan kasar Hov membuka pintu kamar Alesya.


"Alesya"


Hov langsung berlari kecil menghampiri tubuh gadis itu yang masih terbaring di atas ranjang dengan selimut tebal menutupi separuh tubuh nya.


Hov langsung menyentuh dahi gadis itu begitu sampai di dekat nya.


kenapa tubuhnya panas sekali Hanna? Hov berteriak kencang.


"sa..saya juga tidak tau Tu..tuan. Hanna semakin takut.


"bagaimana kau bisa tidak tau? bukankah seharian ini Dia bersama mu kan.


"iya Tuan, tapi tadi tubuhnya tidak sepanas ini.


"panggil Steven kesini, cepat!!


"Baik Tuan.


Hanna segera mengambil ponsel nya untuk menghubungi Steve.


"Halo, ada apa Hanna? suara Steve sudah menyauti


"cepatlah menuju ke kamar Nona Alesya sekarang Tuan! Hanna berkata sopan.


"jangan gila Hanna, untuk apa aku harus ke kamar Nona Alesya malam-malam begini.


"ta..tapi Tuan yang...


dengan cepat Hov sudah merebut ponsel itu dari tangan Hanna.


"apa kau mau mati Steven? Hov sudah mengambil alih ponsel Hanna.


"Tu..Tuan Hov" Steve terkejut.


"cepat lah kau hubungi Carlos untuk datang kesini, suruh Dia menggunakan Helikopter rumah sakit.


Cepat lah Steven!!


"Iya Taun"


Bagaimana aku bisa menghubungi Dokter Carlos, kalau kau masih terus berbicara padaku. ada apa lagi dengan Nona Alesya kenapa Tuan Hov tampak begitu panik.


Gumam Steven.


"O iya Steve, suruh para pelayan untuk menyiapkan alat kompres.


"Iya Tuannnn"


seperti biasa Hov langsung memutuskan panggilan nya tanpa basa-basi.


Dengan segera Steven menghubungi Dokter Carlos dan memerintahkan kepada nya Seperti apa yang Hov perintah kan tadi.


BERSAMBUNG.....


Don't forget to:


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH"

__ADS_1


__ADS_2