"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 112


__ADS_3

Alesya tetap saja berjalan, tanpa menghiraukan Jehova yang terus saja menggerutu di belakang nya.


tak lupa gadis cantik itu menyempatkan diri untuk mengunjungi ibunya di kamar.


namun sepertinya kali ini Alesya belum beruntung, karena rupanya Mayya sudah lebih dulu tertidur pulas di ranjang empuk nya.


"Bi, Ibu sudah tidur ya?" ucap Alesya pada suster yang menjaga Ibunya.


"iya Nona, Nyonya memang terbiasa tidur lebih awal, karena obat yang selalu beliau konsumsi mengandung obat tidur" Leni menjelaskan.


"eh, begitu ya. baiklah kalau begitu aku juga akan segera beristirahat" sahut Alesya.


"tunggu Nona, apa Anda belum makan malam? Nyonya Mayya sudah berpesan padaku, di meja makan sudah disiap kan makan malam untuk Anda dan Tuan Hov" ucap Leni.


"oh, baiklah Bi" Alesya tersenyum ramah.


Hov terus memandangi wajah Alesya, seperti tak ada rasa bosan di hatinya. gadis cantik itu sungguh sudah mencuri hati Jehova sejak awal pertemuan mereka.


astaga, istri kecil ku sungguh sangat cantik entah dia tersenyum ataupun sedang marah sekali pun. rasanya aku ingin sekali bisa memeluk nya setiap saat. ah sabar kan hati mu Jehova....


Hov berbicara dengan dirinya sendiri dalam hati.


"kalau begitu ayo kita makan dulu baru setelah nya kita mandi, bagaimana?" Hov mengusulkan.


"apa tidak sebaiknya kita mandi saja dulu Tuan" ucap Alesya.


"kau memanggilku apa?" Hov mendekatkan telinganya ke wajah Alesya.


"oh maaf maksud ku Suami ku" ucap Alesya malu.


"ulangi! aku tidak mendengar nya." ucap Hov lagi.


"eh, tapi aku sudah mengatakan nya dengan kencang tadi" Alesya meruncing kan bibir nya.


"tapi aku ingin mendengar nya lagi Alesya!" ucap Hov.


"baiklah Suami ku, suami ku, suami ku....!" Alesya mengulangi berkali-kali.


"haha.... ingat baik-baik! mulai sekarang kau tidak boleh melupakan panggilan itu" ucap Hov sambil tersenyum tak jelas.


"he, kau mau kemana?


"tentu saja untuk makan malam, memangnya mau kemana lagi Istri ku" ucap Hov santai.


"apa tidak seberapa kita mandi dulu?" sahut Alesya.


"ah, tidak usah. karena setelah masuk paviliun nanti, aku tidak ingin keluar kamar lagi Istri ku" Rengek Hov.


"iya, iya.. sekarang ayo cepat kita ke meja makan saja" Alesya Manarik lengan Hov pelan.


"he, ini memang aku mau ke sana" Hov kebingungan dengan sikap istrinya yang tiba-tiba tak jelas.


"Suami ku, bisa kau pelan kan suara mu sedikit saat memanggil ku dengan sebutan Istri" ucap Alesya setengah berbisik.


"memang nya kenapa? apa kau malu menjadi Istri ku heh" pekik Hov kesal.


"tidak bukan seperti itu, hanya saja aku belum terbiasa dengan panggilan itu" ucap Alesya malu-malu.


"oleh karena itu, kau harus terbiasa! karena mulai sekarang kau akan sering mendengar nya" ucap Hov sambil menyeringai.


"aaaaaaaaaaaaa, terserah kau saja lah" pekik Alesya sebal.


haha aku senang sekali saat melihat menjadi gila seperti itu Alesya, kau sungguh sangat menggemaskan.

__ADS_1


Batin Jehova.


"sekarang duduk dan makan lah yang banyak! agar tubuh mu sedikit berisi" Hov menarik kursi untuk Alesya duduk.


"makan ku sudah banyak, tapi memang tubuh ku saja yang tidak bisa mengembang" sahut Alesya kesal.


"kalau begitu ayo kita buat tubuh mu mengembangkan, bagaimana?" Hov memainkan kedua alisnya.


"tapi bagaimana caranya Tu,, eh Suami ku hehe.." Alesya cekikikan.


"kalau begitu cepat habis kan makanan mu dan ayo kita segera masuk ke kamar" ucap Hov bersemangat.


"tapi kenapa harus di kamar? apa disini saja tidak bisa" ucap Alesya dengan polosnya.


"oh jadi kau ingin kita melakukan nya di sini" Hov kegirangan.


"kenapa tidak" sahut Alesya.


seketika Hov bangun dan menghampiri Alesya yang masih menikmati makan malam nya.


gadis itu tampak terkejut, tatkala suaminya tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan mendudukkan nya di atas meja makan. Alesya masih tidak tau, apa yang sebenarnya ingin Hov lakukan padanya.


"sungguh kau ingin kita melakukan nya di sini Alesya?" bisik Hov di telinga Alesya.


"jangan bilang kalau kau mau melakukan itu suamiku? Alesya terkejut sambil menutup mulutnya.


"memang nya apalagi yang bisa menjadi kan tubuh mu mengembang, selain mengandung anak-anak ku" ucap Hov sambil menelusuri leher putih Alesya.


Alesya seketika mematung mendengar apa yang baru saja di ucap oleh suami nya.


ada perasaan terharu, namun perasaan itu masih kalah besar dengan rasa malu-malu nya.


Hov sudah menguasai tubuh Alesya sekarang, sejenak Alesya terhanyut dengan permainan Jehova. namun Ia segera tersadar kalau saat ini mereka sedang ada di ruang makan.


dan betul saja, belum sempat Alesya mengehentikan pergerakan suaminya, terdengar langkah kaki seseorang yang hendak menuju ke ruang makan itu.


"he, apa yang lakukan Alesya" ucap Hov terkejut.


"oh, silahkan masuk Bi" Alesya segera turun dari atas meja dan mempersilahkan salah satu pengasuh itu untuk masuk.


"ih, iya.. maaf kan saya karena telah mengganggu makan malam Anda Tuan dan Nona" ucap pengasuh itu sopan.


"tidak, tidak. Anda tidak menggangu kami Bi, lagi pula makan malam kami sudah selesai, iya kan Suami ku?" Alesya memberikan kode pada Jehova.


"Hmmm" sahut Hov cepat dan segera berjalan keluar dari sana dengan wajah lesu.


dengan cepat Alesya segera menyusul di belakang suaminya, gadis itu tau betul kalau suami nya sedang kesal sekarang.


tapi mau bagaimana lagi, ruang makan memang lah bukan tempat yang tepat untuk mereka melakukan itu.


"suami ku?? kenapa kau berjalan cepat sekali?" Alesya mencoba mencairkan suasana.


"aku lelah Alesya, aku ingin segera beristirahat" ucap Hov datar saja.


"oh...." sahut Alesya singkat.


tak lama, mereka sudah tiba di paviliun sekaligus kamar mereka berdua.


dengan cepat Hov melepaskan semua pakaiannya dan melemparnya ke wajah Alesya, hingga membuat wajah gadis itu tertutup semua dengan jas dan juga kemeja milik Jehova.


Hov hanya tersenyum kecil saat melihat Istrinya kelabakan karena tidak bisa melihat apa-apa. karena ulahnya.


"apa kau ingin mandi bersama ku?" ajak Hov

__ADS_1


"eh, tidak. kau duluan saja"Alesya menolak sopan.


"baiklah" jawab Hov dan segera memasuki kamar mandi.


sedang kan Alesya, masih duduk di sofa kamar sambil mengendus satu persatu baju milik Jehova yang sedang di pegang nya. Alesya sungguh menyukai aroma tubuh suaminya. berkali-kali gadis itu tampak menciumi nya dan kemudian meringis tak jelas.


sekitar tiga puluh menit kemudian, Hov keluar dari kamar mandi dan mendapati Alesya sudah tertidur pulas di sofa itu sambil memeluk baju-baju kotornya.


sejenak Hov menatap wajah cantik istrinya. terselip sebuah senyuman dari bibir indah Jehova.


dengan perlahan Hov mengangkat tubuh Alesya dan memindahkan nya di atas ranjang mereka.


tak lupa Hov mengambil baju kotor nya dan menaruhnya di bak khusus.


Hov segera menyusul Alesya keatas ranjang, mengagumi setiap keindahan yang Alesya miliki.


berkali-kali Hov mengecup bibir Alesya, mengusap pelan pipi mulus nya. membelai rambut panjang nya.


maaf kan aku Alesya, karena aku. kau menjalani hari yang buruk.


Batin Jehova.


Alesya hanya menggeliat pelan, dan segera Hov meraih tubuh istrinya untuk merengkuh nya dalam pelukan.


malam Hov sungguh merasakan tidur yang begitu nyenyak, sebab sejak Ia dan Alesya menikah. mereka belum pernah tidur satu ranjang. karena Hov tau Alesya masih belum bisa melakukan nya dan dengan besar hati Hov bersedia menunggu Alesya.


*


*


sementara itu di tempat lain, Laura sedang mengadu panjang lebar pada Michelle ibu dari Jehova.


gadis itu rela terbang jauh dari negara nya menuju ke negara A demi bisa menemui Mommy Jehova.


Laura menangis meraung-raung, di pelukan Michelle.


"sudahlah sayang, jangan menangis lagi!" ucap Michelle memenangkan.


"tapi Hov begitu kejam padaku Tante" ucap Laura.


"kau tenang saja, aku akan memisahkan mereka berdua secepatnya" ucap Michelle.


"sungguh?" pekik Laura.


"tentu saja, lagi pula hanya kau yang pantas menjadi istri dari Alexander Jehova" ucap Michelle menyakinkan.


"terimakasih Tante, kau memang yang terbaik" ucap Laura kegirangan.


"lihat saja, aku akan membuat Jehova melepaskan gadis itu" ucap Michelle.


"tapi bagaimana kalau Hov tidak mau meninggalkan nya Tante" rengek Laura.


"maka aku akan membuat gadis itu yang meninggal kan Jehova" ucap Michelle mantap.


kedua wanita itu mengobrol panjang lebar, saling mengatur strategi, untuk memisahkan Jehova dan juga Alesya.


yang mereka pikirkan hanyalah kebahagiaan dan juga keegoisan semata. tanpa berpikir bahwa apa yang akan mereka lakukan bisa membuat orang lain terluka dan juga menderita.


***BERSAMBUNG...


LIKE


VOTE

__ADS_1


KOMENTAR


TERIMAKASIH***


__ADS_2