
waktu sudah menjelang fajar sekarang, semuanya sudah bersiap dengan berpakaian rapi sesuai dengan tugas mereka masing-masing.
Hanna masih saja sibuk mempersiapkan semua keperluan Alesya dari ujung rambut sampai ujung kaki gadis itu. setelah di rasa semua sudah lengkap. Hanna segera menghampiri Alesya yang masih tertidur lelap di ranjang mewah nya.
"Nona, bangunlah! sudah saatnya Anda bersiap siap sekarang. bisik Hanna pelan ditelinga gadis cantik itu.
"kenapa sepagi ini Bibi sudah membangun kan aku si? gumamnya pelan.
"Anda harus bersiap-siap Nona. semua orang sudah menunggu Anda di sini. Hanna tampak mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
"semuanya, maksud Bibi siapa si? Alesya masih tidak menyadarinya. dengan perlahan Ia menyandarkan tubuhnya di bahu ranjang dan membuka matanya lebar untuk mencari tau siapa yang maksud oleh Hanna.
Astaga, siapa mereka semua Bi? Alesya tampak terkejut bukan main saat melihat setidaknya ada 6 orang yang sedang duduk di sofa kamar dan yang lebih membuat terkejut ada satu pria diantara kelima wanita itu.
"jangan takut Nona. mereka orang-orang yang akan membantu mu berhias. oi dan pria itu adalah perancang Gaun pengantin yang akan kau gunakan nanti. kau bisa memangil nya Madam Marie. bisik Hanna pelan ditelinga Alesya.
"apa Bi? Madam? pekik Alesya.
"sssst.. pelan kan sedikit suatu mu Nona! Hanna menutup mulut Alesya dengan jari telunjuknya.
"oh, maafkan aku Bibi. Alesya tersenyum geli.
"sekarang bangunlah dari ranjang empuk mu itu putri tidur! sahut Marie dari sofa tempat nya duduk.
"oh. i..iya.. Madam. Alesya langsung turun dari ranjangnya. berdiri disamping Hanna.
Marie segera berjalan menghampiri Alesya dan menatap gadis itu dari ujung kepala sampai ujung kaki nya.
"Sempurna" satu kata yang meluncur dari bibir pria setengah wanita itu.
hhmmmmmm, sekarang aku tidak heran kenapa Tuan Jehova sampai menjadi kan mu Pengantin nya. kau masih sangat muda, Kau sungguh sangat cantik Nona! bahkan kecantikan mu masih terlihat jelas saat kau baru saja bangun dari tidur mu dan kau juga memiliki tubuh yang sangat Indah dengan kulit yang putih bersih. Marie menyentuh pundak Alesya hingga turun kebawah tangan nya.
"Maaf Madam. Anda tidak boleh menyentuh tubuh Nona Alesya. itu perintah langsung dari Tuan Jehova. Pekik Hanna cukup keras.
"astaga bagaimana mungkin aku tidak menyentuh nya, sedangkan aku yang merancang gaun pengantin nya. lalu bagaimana aku akan memakainya. jawab Marie kesal.
"saya dan Asisten Anda yang akan membantu Nona Alesya mengenakan Gaun pengantin nya nanti. tegas Hanna.
"oh, Kau benar-benar diperlukan oleh Tuan Jehova seperti berlian sayang! Marie tergelak di depan Alesya.
"apa maksud Anda Madame? Alesya mengeryitkan dahi nya.
"oh Tuhan, kau benar-benar polos sayang! apa kau tidak menyadari kalau kau begitu berharga untuk Tuan Jehova mu itu. jawab Marie heran.
"Maaf Madame, Anda hanya bertugas mempersiapkan Gaun Nona Alesya. Anda tidak diperbolehkan untuk berbicara macam-macam pada Nona Alesya. atau Anda akan berurusan dengan Tuan Jehova langsung. sahut Hanna lagi.
"Oh, baiklah. aku tidak akan banyak bicara lagi Nona Muda. sekarang pergilah Mandi! agar kami bisa segera menyelesaikan pekerjaan kami. Sahut Marie.
"iya Madame.
__ADS_1
Bi ikut lah dengan ku! Ajak Alesya.
"iya Nona. Hanna segera mengekor di belakang Alesya.
sesampainya dikamar mandi Alesya langsung memeluk tubuh Hanna dengan sangat erat.
"ku mohon cubit aku Bi! pinta Alesya.
"apa maksud Anda Nona? Hanna bingung.
"cubit aku! agar aku tau kalau sekarang ini aku sedang bermimpi atau tidak. Alesya menyodorkan tangan nya pada Hanna.
"tapi Nona.
"cubit Sekarang Bi!!
aaauuhhh sakit!!!! Alesya memekik keras saat Hanna mencubit tangannya dengan cukup keras.
"apa sakit Nona? Hanna khawatir.
"iya sakit sekali Bi. Alesya mengusap tangan nya pelan.
astaga, berati sekarang aku sedang tidak bermimpi Bi! Alesya tampak mematung dengan tatapan mata yang kosong.
"tentu saja ini bukan mimpi Nona. ini kenyataan. jawab Hanna.
"aku masih tidak percaya kalau sekarang aku harus menikah Bi. Alesya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Oh Tuhan, apa mungkin aku bisa melewati semua ini. apa aku sungguh akan menjadi Istri dari Pria itu. tapi apa aku bisa? ku mohon kuat kan hatiku Tuhan. bantu aku untuk menjalani semuanya dengan kemudahan.
Batin Alesya.
Kenapa kau malah diam Saja Nona? Hanna menyentuh pipi Putih Alesya dengan lembut.
"maaf Bi, aku masih tidak percaya kalau aku harus berakhir seperti ini. tampak butiran bening mengalir dipeluk matanya.
"kenapa kau berkata seperti itu Nana? Hanna tampak bingung.
percayalah, kau akan bahagia menjadi Istri Tuan Jehova nantinya. tegas Hanna.
"semoga saja Bi. sahut Alesya pelan.
"tentu saja Nona. aku yakin itu. jawab Hanna mantap.
"kumohon jangan tinggalkan aku sendiri di tempat ini ya Bi! Bibi harus selalu ada disamping ku. Alesya mengiba.
"pasti Nona. sekarang hapus air matamu itu! jangan sampai ada kesedihan di hari paling berharga ini Nona.
"iya Bi, Alesya tersenyum manis.
__ADS_1
Hanna segera membimbing tubuh Alesya untuk masuk kedalam Bathtub dan membubuhkan sabun dan juga aroma terapi kesukaan Alesya.
dengan perlahan Hanna menggosok tubuh Alesya dengan lembut dan sesekali Hanna mengajak Alesya bercanda.
mereka berdua tertawa terbahak-bahak bersama, hingga terkadang membuat semua orang yang ada di luar kamar mandi terheran heran.
"oh tidak, apa yang sedang Pengantin kecil Tuan Hov itu lakukan dengan pengasuh nya dikamar mandi ya? cetus Marie spontan saat mendengar tawa Alesya yang begitu renyah.
"anggap saja kita tidak mendengar apapun di sini, Mer! sahut Anastasia seorang makeup artist terkenal di kota X.
kau tau seperti apa Tuan Hov mendambakan gadis kecil itu kan. Anastasia menatap Marie tajam.
"hmmmmm, beruntung sekali Dia. ya walaupun ku akui gadis itu mempunyai kecantikan yang begitu sempurna. Marie tersenyum sarkas.
"ku mohon berhenti membicarakan tentang gadis itu Mer! titah Anastasia. karena wanita itu tau betul siapa Jehova. Anastasia adalah sahabat Laura wanita yang sangat mencintai Jehova. jadi Ia sedikit tau tentang Jehova dari sahabat nya itu.
"Baiklah Asta! aku tidak akan membicarakan tentang Nona Alesya lagi. Marie tampak kesal pada sahabat nya itu.
setelah 2jam lamanya mereka menunggu, akhirnya Alesya keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuk kimono nya.
"maaf, apa kalian lama menunggu ku. Alesya tampak kikuk.
"Oh, tidak masalah Nona. sahut Asta dengan sangat ramah.
sekarang duduklah di sana! biar aku mengeringkan rambut mu dulu. Asta menggiring tubuh Alesya ke depan meja rias.
dengan cepat Asta mengambil hair dryer milik nya dan segera mengeringkan rambut Alesya dengan cekatan.
Yola, Sinta, siapkan semua Makeup yang akan aku gunakan untuk merias wajah Nona Alesya.
"iya Nyonya. segera mereka berdua mengeluarkan seluruh makeup dari tas yang sudah dipersiapkan.
"kau sudah memiliki rambut yang indah Nona. puji Asta.
"eh, Anda terlalu berlebihan Nyonya. sahut Alesya ramah.
"kenapa kau harus memanggil ku Nyonya? kau bisa memanggil ku Asta saja. Nona! titah nya.
"tidak, Anda lebih dewasa dari ku sudah sepantasnya aku menghormati Anda kan. Jawab Alesya.
"oh, pantas saja Tuan Hov begitu menginginkan mu untuk menjadi pasangan nya. rupanya kau gadis yang sangat baik hati ya. hehe kekeh Asta.
sebentar saja mereka berdua sudah akrab satu sama lain. Asta sengaja mengajak Alesya berbicara panjang lebar agar tau seperti apa sebenarnya gadis yang berhasil mendapatkan hati Tuan Hov, Karna sepengatahuan nya Laura sahabatnya selalu gagal untuk memiliki pria itu. jangan kan memiliki, untuk mendekati saja Laura selalu saja mengatakan kalau dia kesulitan. walaupun Laura di kenal cukup dekat dengan keluarga Jehova terutama Mommy nya. tapi tetap saja itu tidak berpengaruh sedikitpun pada Jehova.
*BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR
TERIMAKASIH*