"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 111


__ADS_3

"Tapi apa yang bisa kulakukan Tuan Jose?" Ucap Alesya dengan sangat sopan, pada suami dari wanita yang telah menghinanya habis-habisan pagi tadi.


"maaf kan istri ku yang sudah berlaku tidak sopan pada Anda, dan katakan pada suami Anda untuk mengembalikan seluruh investor yang ada di perusahaan ku! Kumohon Nona Alesya!!" Jose merengek-rengek sambil memegangi pagar besi.


"enak saja kau memerintahkan Istri ku semau mu, memang nya siapa kau heh" pekik Hov tak terima.


"maaf Tuan, istri mu? jadi Anda ini suami dari Nona Alesya, bukan Tuan Martin?" Jose menatap Jehova dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"sekali lagi kau menyebut Martin sebagai suami Alesya, maka akan kupecah kan kepala mu. dengar itu baik-baik!" Ancam Hov.


"Tuan, jangan mengancam orang yang lebih tua dari mu, itu tidak baik" ucap Alesya sambil mengusap lengan Jehova pelan.


"tapi aku tidak terima kalau dia mengatakan kau istri dari Martin si bodoh itu" Hov bersungut-sungut.


"sudah lah, lagi pula aku kan Istri mu dan aku hanya akan menjadi istri mu saja, jadi jangan khawatir" Alesya tersenyum manis.


"pegang kata-kata mu itu Nyonya Ho..? eh Alesya" Hov tidak jadi melanjutkan kata-katanya.


"Hmmm" sahut Alesya cepat.


Hov dan Alesya tanpa mengacuhkan mereka semua yang sedang berada disana, tak terkecuali Jose dan keluarga.


hingga tampak sekali wajah Mona merah padam karena kesal melihat kemesraan antara mereka berdua.


"Nona Alesya?? Nona Alesya?? lalu bagaimana nasib kami?" pekik Mona.


"diam kau! asal kau tau saja. kau dan suami mu pantas mendapatkan pelajaran atas kebodohan mu itu" ucap Hov.


"tapi aku sudah meminta maaf kan" sela Mona.


"beraninya kau berkata seperti itu pada Tuan dan Nona kami" ucap Steven.


"ku mohon maaf kan atas ke lancangan istri ku Tuan-tuan" Steve menangkup kan kedua tangannya memohon maaf.


"Ayo Alesya kita masuk! lagi pula mereka hanya membuang waktu kita saja" ajak Hov.


"tunggu sebentar Tuan, apakah kau tidak kasihan pada mereka?" ucap Alesya.


"tapi Alesya?" sahut Hov.


"baiklah, kalau kau ingin masuk saja dulu!" Alesya merajuk.


"iya baiklah, aku akan menemanimu disini" sahut Hov dengan cepat.


"hehe terimakasih Tuan" Alesya tersenyum kecil.


ah, bisa apa aku? kalau istri Ku ini sudah tersenyum seperti ini.


Batin Hov sambil menggelengkan kepalanya.


"sekarang apa mau kalian heh?" ucap Hov datar.


"Tuan siapa pun Anda, kumohon bantu kami agar perusahaan kami bisa kembali seperti sedia kala" ucap Jose memohon.


"tidak bisa" ucap Hov cepat.


"ku mohon Tuan, aku yakin Anda pasti mengenal Tuan Steven ataupun Tuan Jehova. aku sungguh sangat berharap Anda bisa meyakinkan mereka, agar mau kembali menanamkan saham nya di perusahaan ku" Jose menjelaskan.


"rupanya kau?? Alesya memicingkan matanya menatap Jehova.


"jangan memandang ku seperti itu Alesya, aku sungguh tidak tau tentang hal ini" bisik Hov di samping Istri nya.

__ADS_1


"oh, kau tenang saja Tuan Jose. aku akan membujuk suami ku ini agar mau berbicara dengan Tuan Alexander Jehova yang sangat bijaksana itu" ucap Alesya penuh penekanan.


"oh, jadi Anda juga mengenal Tuan Jehova, Nona Alesya?" tatap Jose penuh harap.


"eh, tidak-tidak, aku tidak mengenal nya. tapi aku yakin suami ku ini pasti sangat mengenal nya. iya kan Suami ku?" ucap Alesya dengan tatapan mengintimidasi.


ucapan dari Alesya berhasil membuat Jehova dan yang lainnya terkejut bukan main. terlebih lagi para pengawal yang sebenarnya tau, bahwa yang sedang Alesya ajak bicara sekarang ini adalah Tuan Jehova sendiri.


"kalau pun aku mengenal si Tuan Jehova itu, percuma saja. Dia itu keras kepala dan tidak akan pernah merubah keputusan yang sudah dia buat" ucap Jehova sendiri.


"tapi ku mohon Tuan! setidaknya bujuk lah Tuan Hov agar mengembalikan rumah kami. apa Anda tidak kasihan pada anak-anak ku ini" Jose merangkul kedua buah hati nya yang masih berusia belasan tahun.


"kalau kau dan keluarga mu harus tidur di pinggir jalan, ya tidur saja di sana. memang nya apa urusan ku?" ucap Hov dingin.


"apa kata mu? apa sungguh tidak kasihan pada mereka heh?" pekik Alesya sambil melotot menatap suaminya.


"tapi mereka memang pantas mendapatkan semua itu Alesya" cicit Hov.


"ku mohon Tuan Dan Nona, bantu kami bila perlu kami akan berlutut di kaki mu" ucap Jose sambil terisak.


Jose segera mengajak keluarga nya untuk berlutut di depan pagar panti asuhan kasih Tuhan.


"jangan lakukan itu Tuan Jose. sungguh Anda tidak perlu melakukan nya" Alesya berlari mendekati pagar.


"kembali Alesya!" titah Hov.


namun sepertinya gadis itu tidak menggubris ucap suaminya.


"kalau kau tidak mau mengembalikan rumah mereka, maka mulai malam ini. keluarga Tuan Jose akan tinggal di panti ini bersama kita" teriak Alesya pada suaminya.


"he, apa-apaan ini Nyonya? mereka tidak layak untuk tinggal di panti ini. kau tau itu kan" pekik Hov tak kalah kencang.


"baiklah, tapi dengan satu syarat" ucap Hov.


"apa syarat nya" tantang Alesya.


"kemarilah, aku akan memberikan Taukan pada mu" Hov melambaikan kan tangan nya.


tanpa membuang waktu lagi, Alesya segera berlari kecil kembali menghampiri suami nya.


"istri ku yang pintar hehe" ucap Hov sembari mengacak rambut Alesya.


"ayoooo cepat katakan" Alesya mengambil tangan Hov dari kepala nya dan menggenggamnya.


"baiklah, dekat kan telinga mu!" titah Hov.


seperti sudah tersihir dengan ucapan suaminya, Alesya menurut beliau saja.


"ayo cepat katakan!" Alesya menyelipkan rambutnya di bekerja telinga.


"mulai sekarang panggil aku dengan sebutan Suami! kalau kau menolak nya, maka aku juga tidak akan mengembalikan rumah Jose. bagaimana??" bisik Hov di telinga Alesya.


"apaaaaa?" mata coklat Alesya terbelalak sempurna ketika mendengar permintaan suami nya.


"bagaimana?? apa kau setuju?" Hov memainkan kedua alisnya naik turun.


"kau sungguh menyebalkan Tuan" ucap Alesya kesal.


"semua keputusan ada di tangan mu Nyonya" sahut Hov cepat.


sejenak Alesya terdiam, sebenarnya bukan hanya Alesya saja yang terdiam. hampir semua orang yang ada di sana, tak ada satu pun yang bersuara saat Hov dan Alesya sedang berdebat dengan sendirinya.

__ADS_1


"iya Baiklah, aku akan menuruti permintaan mu" ucap Alesya malas.


"yeah, keputusan yang bagus istri ku" Hov secara refleks mencium pipi Alesya begitu saja di depan semua orang karena kegirangan.


hingga membuat Alesya seketika mematung namun mata nya terbelalak tak percaya.


oh Tuhan, apa pria ini sudah benar-benar gila. bisa-bisa nya dia mencium ku di depan semua orang.


Batin Alesya.


Steven segera memberikan kode untuk semua pengawal supaya memalingkan pandangannya ke arah lain, agar Tuan dan Nona muda nya tidak menyadari kalau ternyata mereka melihat kekonyolan pasangan itu.


"ka, kalau begitu cepat kembali kan rumah mereka!" ucap Alesya malu-malu.


"sesuai permintaan mu istri ku" sahut Hov dengan senyum manis nya.


tanpa menunggu perintah, Steve sudah tau apa yang harus dia lakukan.


Asisten cekatan itu, segera menghubungi pihak yang bersangkutan untuk mengembalikan rumah beserta isinya kepada Jose.


tak lama Jose pun menerima panggilan, dari pihak menyita dan mengembalikan rumah mereka beserta isinya.


"Nona Tuan, terimakasih banyak atas bantuan kalian berdua, aku berjanji keluarga ku tidak akan pernah mengganggu kehidupan Anda lagi Nona Alesya" pekik Jose luar pagar.


"sekarang pulang kalian semua! dan jangan pernah mengganggu istri ku lagi. atau kalian akan menghilang dari kota ini. ingat itu baik-baik!" ucap Hov masih kesal.


"iya Tuan, kami semua berjanji. terimakasih Nona Alesya. karena bantuan Anda kami bisa kembali ke rumah kami. aku mohon maaf kan keluarga terutama istri ku ini" Jose memukul punggung istri cukup keras.


"iya Tuan, aku sudah memaafkan kalian semua" ucap Alesya dengan sangat sopan.


"sekarang kau harus meminta maaf juga Mona!" bisik Jose pada istri nya.


"iyaa,,!! Nona Alesya ku mohon maaf kan atas kebodohan ku. aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi" seru Mona.


"iya Nyonya, aku sudah memaafkan mu" sekarang Anda bisa pulang untuk beristirahat. lagi pula ini sudah malam" ucap Alesya.


astaga, terbuat dari apa hati istri ku ini? kenapa Dia bisa memiliki hati yang begini mulia. dengan mudah nya Dia memaafkan orang yang sudah menghina nya habis-habisan.


sungguh aku semakin mencintai mu Alesya...


Batin Jehova.


"sekarang ayo kita masuk Alesya, aku sungguh sudah lelah sekali" Hov merengek seperti anak kecil.


"Hmmm"


jawab Alesya singkat dan kemudian berjalan begitu saja meninggalkan Jehova.


"he, tunggu aku Alesya!" pekik Hov sambil mengikuti langkah Istri nya.


mereka berdua pun akhirnya masuk kedalam panti. begitu juga dengan semua pengawal segera membubarkan diri dan langsung menempatkan diri mereka di posisi masing-masing tanpa menunggu perintah.


BERSAMBUNG


LIKE


VOTE


KOMENTAR


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2