
Hov sudah lebih dulu berjalan menuju ke Helipad, sedang kan Steve masih menunggu para pelayan memasukkan semua roti itu kedalam tepak.
"kenapa kerja kalian lama sekali heh? pekik Steve keras pada para pelayan.
"maaf Tuan, kami tidak bisa sembarangan menaruh makanan yang akan di makan oleh Tuan Hov. sahut Kepada pelayanan itu sopan.
"iya aku tau! tapi apa kau juga tidak melihat kalau Tuan Hov juga pasti menunggu ku. Steven kesal.
"iya Tuan, maaf kan Kami"
silahkan Tuan. Leo menyodorkan 3tumpuk tepak makanan berwarna abu-abu muda dengan kombinasi hitam di tutup nya.
"banyak sekali" Steve tampak terkejut dengan tumpukan tepak berisi roti yang diterima nya.
tiba-tiba Handphone nya berdering kencang. rupanya Jehova sudah menunggu Steven di atas helikopter nya.
("apa kau sedang membuat roti juga Steven") pekik Hov dari balik ponsel nya.
("maaf Tuan, saya akan segera kesana") sahut Steven sopan.
tanpa membuang waktu lagi, Steve langsung meraih tepak makan itu dan berlari menuju ke Helipad di mana Jehova sudah menunggu nya. sementara itu Alesya masih duduk di meja makan, menikmati setangkup roti isi coklat milik Hov dan melihat betapa patuhnya semua orang yang bekerja di tempat itu kepada suami nya.
apa sebenarnya yang mereka lihat dari Iblis besar itu? kenapa mereka semua seakan tidak berani menolak permintaan nya.
Batin Alesya.
Alesya sudah selesai dengan sarapan pagi nya, kali ini Ia mengedarkan pandangannya keseluruh dapur berusaha mencari cari keberadaan Hanna yang sudah dari semalam tidak ditemui nya.
"maaf, apa yang tau Bibi Hanna ada dimana sekarang? tanya Alesya pada salah satu pelayan yang ada di sana.
"Hanna sedang mencuci pekaian Anda di Loudry room Nona. sahut pelayanan itu dengan sopan.
"eh, kalau boleh tau dimana ruangan itu Bi? sahut Alesya.
"maaf Nona, Anda tidak boleh kesana! titah pelayanan paruh baya itu.
"tapi kenapa Bi? aku hanya ingin bertemu dengan Bibi Hanna. Bibir Alesya meruncing.
"Baiklah, Anda duduk lah disini. saya akan memanggil Hanna untuk menemui Anda. jawab pelayan itu.
"eh, baiklah kalau begitu. Terimakasih Bibi Alesya tersenyum ramah.
tak lama kemudian, tampak Hanna berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Alesya yang masih duduk dimeja makan.
"apa Nona memanggil ku? Pelayan pribadi Alesya itu sudah berada di depan Alesya.
"iya Bibi, aku merindukanmu! Alesya meraih pundak Hanna dan ingin bergelayut di sana. namun dengan cepat Hanna menolak dengan sopan.
"hentikan Nona! jangan lakukan hal konyol seperti ini di depan pelayan lainnya. karena itu akan menyusahkan kita saja. bisik Hanna pelan.
"eh, baiklah Bi. Alesya menurut.
Bi, ayo kamar ku! ada beberapa barang yang harus aku pindah kan ke kamar Taun Hov. ajak Alesya.
"iya Nona. Hanna mengikuti langkah Alesya yang menuju ke kamarnya.
sesampainya di kamar, Alesya mulai mengambil beberapa barang milik nya yang masih ada dikamar itu. diantaranya beberapa baju tidur miliknya, karena baju tidur yang ada dikamar Jehova banyak sekali yang berbahan tipis dan sepertinya Alesya masih merasa malu untuk memakainya.
"Bi, kenapa baju tidur ku tidak dipindahkan ke kamar Tuan Hov sekalian si. Alesya penasaran.
"iya Nona. karena itu memang perintah dari Tuan Hov. jawab Hanna.
__ADS_1
"tapi kenapa Bi?
"Karena Tuan Hov juga membeli banyak baju tidur baru untuk mu. sahut Hanna.
"oh, benar saja. saat aku mengambil baju tidur di lemari itu banyak sekali baju tidur yang tidak aku kenali. Alesya mengangguk anggukan kepala nya pelan.
"o iya Nona, apa ini Milik mu? Hanna menyodorkan sebuah buku Diary bergambar kucing yang di beli Jehova waktu itu.
"tidak Bi, buku itu bukan milik ku. jelas Alesya.
Alesya mengambil buku diary itu dari tangan Hanna.
"tapi buku ini ada dikamar mu Nona. sahut Hanna.
"ko bisa ya? padahal aku merasa tidak memiliki buku diary seperti ini. Alesya membolak-balik kan buku itu.
di mana Bibi menemukan Buku ini Bi? tanya Alesya penasaran.
"di bawah kolong ranjang Anda Nona. saya pikir Anda lah yang menjatuhkan nya. jelas Hanna.
"dibawah kolong? milik siapa ya? Alesya semakin penasaran.
hingga akhirnya Ia membuka buku Diary itu dan yang pertama kali Ia lihat adalah tulisan tangan yang Jehova yang di tulis kan dibuku itu untuk Alesya.
Alesya membaca kata demi kata yang ditulis langsung oleh Jehova itu.
hati nya seketika mengahangat saat mengetahui buku itu ternyata dari Jehova untuk nya. namun Alesya masih penasaran kenapa buku itu bisa ada di kolong ranjang tidur nya.
rupanya Jehova mau Alesya tidak menyadari kalau ternyata saat kejadian malam itu terjadi buku yang ada di dalam jas milik Jehova jatuh terlempar ke dalam kolong ranjang nya.
"O iya Nona, aku baru ingat. waktu itu Tuan Hov pernah memerintahkan semua pelayan dan para penjaga untuk mencari sebuah buku. apa jangan-jangan buku inilah yang dimaksud. jelas Hanna.
"mungkin saja Bi, jadi Tuan Hov juga kehilangan buku ini ya. berati buku ini jatuh sebelum Dia sempat memberikan nya pada ku Bi. sahut Alesya.
"sepertinya si iya Bi, karena di buka ini tertulis namaku. Alesya menunjukkan nya pada Hanna.
"Oh Tuhan, Tuan Hov menulis nya secara langsung untuk mu Nona. Luas Biasa Hanna keheranan.
"memang nya kenapa Bi? bukankah hal yang biasa kalau seseorang akan memberikan ucapan harus menuliskan nya sendiri.
"kalau untuk orang lain mungkin itu biasa Nona. tapi ini Tuan Hov. kau tau? Tuan Hov tidak pernah memberikan ucapan pada orang lain dengan cara menulisnya sendiri. biasanya Dia hanya berkata dan akan ada orang lain yang menulis untuk nya. kecuali untuk tanda tangannya, urusan itu tidak bisa diwakilkan kan. Hanna menjelaskan.
"sungguh Bi? Alesya keheranan.
"iya Nona. nanti kau akan tau. betapa luar biasanya suami mu itu Nona. Hanna memicingkan matanya menatap Alesya.
"ah, kenapa Bibi berkata seperti itu. Alesya tampak malu-malu.
"apa semalam tidur mu nyenyak Nona? Hanna menyelidik.
"tentu saja Bi, tidur nyenyak sekali. jawab Alesya.
"eh, apa kalian tidak melakukan nya? Hanna keheranan.
"melakukan apa Bi? Alesya membelalakkan matanya menatap Hanna.
"ah, apa aku harus menjelaskan nya pada mu Nyonya Hov? Hanna menggoda.
"Bibi, jangan berkata seperti itu! aku malu. wajah Alesya sudah merah merona.
"kenapa harus malu. kalian sudah sah menjadi suami Istri jadi kalian bisa melakukan nya.
__ADS_1
"hentikan Bi! jangan membahas soal itu sekarang!
"tapi kenapa Nona? Hanna bingung.
"karena aku belum siap! terang Alesya.
"buka lah hati mu untuk Tuan Hov Nona! percayalah padaku, Tuan Jehova tidak akan menyakiti mu. Hanna membelai pipi Alesya pelan.
"Huff, entahlah Bi. aku masih belum tau bagaimana cara nya untuk membuka hati ku untuk nya. kau tau sendiri kan, aku datang ke Mansion ini dengan cara yang tidak biasa dan baru saja kemarin lusa dia memaksa ku untuk menikah dengan nya. semua kejadian itu masih teringat jelas dikepala ku Bi. wajah Alesya sendu.
"oh sayang ku, lupakan semua itu Nak! Hanna memeluk tubuh Alesya.
"iya Bi, aku akan berusaha untuk melupakan semua nya, walaupun aku tau itu tidak akan mudah. karena sekarang aku sudah menjadi Istrinya. jadi aku harus menghormati dan mematuhi nya. iya kan Bi? sahut Alesya.
"iya Nona, kau harus menjadi Istri yang baik untuk Tuan Jehova. karena aku yakin, Tuan Hov juga akan menjadi suami yang baik untuk mu. jawab Hanna.
mereka berdua saling berpelukan dikamar itu. Hanna dengan sabar menghadapi Alesya menjadi pendengar yang baik untuk Alesya layaknya seorang Ibu dan anak perempuannya.
*
*
Sementara itu di ruangan CEO milik nya, Jehova dengan santai menyantap satu persatu roti yang dibawanya dari Mansion.
Ia memakan roti itu dengan perasaan berbunga bunga. karena baru kali ini Dia merasakan makanan buatan dari tangan istrinya.
"Hmmm, kenapa roti buatan Istri ku seenak ini ya Steve? Hov berbicara dengan mulut penuh dengan roti didalam nya.
"iya Tuan, tapi alangkah baiknya, Anda jangan berbicara dulu. habis kan dulu roti yang ada di mulut Anda, baru bicara. Steve mengingatkan.
"haha, apa kau takut aku tersedak Steve? Hov terkekeh.
dan bener saja tak berapa lama Jehova pun tersedak oleh roti yang dimakan nya. hingga membuat Steven panik dan langsung memberikan segelas air putih untuk Jehova.
"minumlah Tuan!!
Hov langsung meraih segelas air putih dari Steve dan menghabiskan nya dengan cepat.
"apa kau baru saja menyumpahi ku Steven? wajah tampan memerah.
"bagaimana mungkin Tuan? aku malah mengingat kan Anda. tapi Anda mahal tertawa. Steve tampak mengulum senyum.
"apa kau baru saja menertawai ku? jangan bodoh Steve. aku bahkan bisa melihatnya. Hov kesal.
"maaf Tuan" Steve kembali ke sofa tempat nya duduk tadi.
"O iya Steve, apa kau sudah menjadwal ulang semua pekerjaan ku?
"iya Tuan, saat ini saya sedang mempersiapkan nya. Steve tampak sedang mengoperasikan laptop nya.
"Bagus, karena aku harus segera menyelesaikan semua pekerjaan ku yang sudah beberapa bulan ini sudah terbengkalai. lagi pula tidak ada Hans di sini. jadi aku harus lebih bekerja keras. jelas Jehova.
"Iya Tuan, Anda jangan kuatir dengan segera saya akan menyelesaikan. sahut Steven.
mereka berdua sudah mulai berkutat dengan pekerjaan yang sudah menumpuk di perusahaan. ada banyak sekali pekerjaan yang sudah menunggu untuk Jehova kerjakan disana.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH