"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 67


__ADS_3

Alesya sudah selesai memakai gaun pengantin nya. tinggal beberapa pernak pernik saja yang hanya bisa dipasang kan oleh sang perancang nya yaitu Marie.


"lihat dirimu sayang! kau sungguh sangat cantik menggunakan gaun pengantin ini. apa kau sendiri yang memilih nya? tanya Mayya.


"em, tidak Bu, bukan aku yang sudah memilih gaun ini. Alesya menggeleng pelan.


"kalau bukan kau, lalu siapa lagi? Mayya mengeryitkan dahi nya.


"Tuan Jehova yang memilih kan nya untuk ku. jawab Alesya pelan.


"sungguh? Mayya menutup mulutnya tak percaya.


"iya Bu. tanyakan pada Bibi Hanna kalau Ibu tidak percaya. Alesya merajuk.


"Ibu percaya sayang, Mayya membelai pelan kepala anak gadis nya itu.


hanya saja, Ibu merasa kagum dengan pilihan calon suami mu itu. Dia benar-benar tahu apa yang cocok untuk digunakan calon pengantin nya ini. goda Mayya.


"ibuuuuu.. Alesya tersipu malu menatap ibu nya.


"apa kau bahagia sayang? telisik Mayya.


"emmm. hanya itu keluar dari bibir Alesya.


"jawaban apa itu Nak? katakan pada ibumu ini dengan jelas! apa kau bahagia dengan pernikahan ini? cecar Mayya.


"Iya Bu, aku bahagia. bahkan sangat bahagia karna Ibu dan yang lainnya bisa hadir di pernikahan ku. Alesya tersenyum manis.


"syukurlah kalau begitu Nak. sungguh aku tidak akan merasa tenang kalau kau tidak bahagia dengan pernikahan ini.


"percayalah padaku Nyonya! Nona Alesya akan hidup bahagia bersama Tuan Jehova kami. aku bisa menjamin nya. haha kekeh Hanna.


"iya, aku percaya Hanna. lagipula kau juga ada disini kan. jadi aku tidak begitu khawatir. sahut Mayya.


tiba-tiba suara ketukan cukup keras terdengar dari pintu walk in Closet.


"apa yang sedang kalian lakukan heh? kenapa lama sekali. apa kalian tau? aku sampai jamuran menunggu kalian keluar dari sana. pekik Marie kencang.


"iya Madame, kami akan segera keluar. sahut Hanna.


"Ayo sekarang kita keluar sayang! ajak Mayya.


"iya Bu. jawab Alesya.


mereka segera keluar dari sana. Alesya tampak sedikit kesulitan saat berjalan Karna maklum saja gaun yang sekarang digunakan cukup berat dan juga menjuntai sampai menutupi kaki jenjangnya, belum lagi ekor gaun itu memiliki panjang kurang lebih sekitar 4meter kebelakang. jadi Alesya harus dibantu oleh beberapa orang untuk berjalan keluar.


semua mata langsung dibuat terpesona oleh kecantikan Alesya saat sudah memakai gaun pengantin nya, terutama Marie.


"ulalaalaa.. gaun pengantin ini seperti sudah menemukan tubuh yang dia cari. ucap Marie genit.

__ADS_1


kau benar-benar tampak samakin sempurna dengan gaun ini sayang. imbuh nya.


"terimakasih Madame. sahut Alesya ramah.


"hey, kau tidak perlu berterima kasih kepada ku. karna ini semua tidak gratis sayang, kau tau yang pantas mendapatkan ucapan terima kasih mu adalah Tuan Jehova. Karna dengan susah payah pria tampan itu sudah berhasil menemukan mahakarya ku ini. bisik Marie.


"eh, baiklah Madame. aku akan berterima kasih kepada nya Nanti. Alesya basa-basi.


"bagus, kau sungguh gadis yang pintar sayang. Marie memegang dagu Alesya.


hingga membuat gadis itu sedikit terperanjat.


"lepas tangan Anda sekarang Madame! titah Hanna.


"tenanglah penyihir jahat! aku tidak akan tertarik pada nya. walaupun gadis ini secantik bidadari. karena aku lebih tertarik pada calon suaminya. hehe ucap nya pelan.


"hey, apa kau sudah gila Madame? bukankah kau ini seorang pria? bagaimana mungkin kau bisa tertarik dengan calon suami ku itu heh. pekik Alesya.


"aku memang pria Nona. tapi kenapa aku tidak boleh tertarik pada tuan Jehova mu itu.


"jelas saja kau tidak boleh tertarik pada nya, selain kalian berdua adalah pria, satu hal yang harus kau ingat madame! Tuan Jehova itu calon suami ku. jadi tidak ada yang boleh memiliki nya selain aku. Alesya merajuk.


sepertinya Alesya cemburu pada Marie yang notabene adalah seorang laki-laki. namun sepertinya Ia masih belum bisa menyadari perasaannya kepada Jehova.


"sudahlah, hentikan perdebatan mu dengan Nona Alesya Mer! titah Asta.


"ya..ya.. aku akan segera menyelesaikan Ta. sahut Marie kesal.


dengan lincah dan sedikit gemulai Marie mulai memasang satu persatu pernak pernik di gaun pengantin yang Alesya gunakan. dan yang terakhir dipasarkan oleh Marie adalah sebuah kain yang terbuat dari brokat tipis berwarna putih bersih sebagai tudung untuk menutupi wajah cantik Alesya.


tak lupa Marie memberikan sebuah buket bunga mawar putih kepada Alesya.


"sempurna"


sebuah kata-kata meluncur begitu saja dari bibir Pria kemayu itu.


sekarang kau sudah siap sayang?


"he,em"


sebuah anggukan dari kepala Alesya menunjukkan kesiapannya untuk menghadapi upacara pernikahan nya.


dreet...dreet...


tiba-tiba ponsel Hanna kembali bergetar kencang. kali bukan Jehova yang menelepon nya tetapi Steven.


("ada apa Tuan Steve? tanya Hanna.)


("apa Nona Alesya sudah siap? sahut Steve.)

__ADS_1


("iya Tuan, Nona Alesya sudah siap.)


("kalau begitu bawa Nona Alesya menuju Altar sekarang, karena Tuan Hov sudah menunggu nya dari tadi.)


("oh baiklah Tuan. sahut Hanna.)


dengan segera mereka mengakhiri panggilan itu dan Hanna segera memberitahukan kepada Seluruh orang yang ada dikamar itu, kalau Alesya harus segera turun Karna upacara pernikahan akan segera dimulai.


"ayo kita harus segera turun Nona! Tuan Hov sudah menunggu mu dari tadi.


"benarkah? tunggu sebentar Bi! apa aku gaun pengantin yang aku pakai sekarang sudah benar. atau masih ada yang kurang Bi? wajah Alesya terlihat sangat pucat. tampak sekali kegelisahan di hati gadis cantik itu.


"lihat mata Ibu, Alesya! Mayya menangkup wajah putri nya.


dengarkan Ibu baik-baik, sekarang ayo kita turun! dan buang semua keraguan mu, mantap hatimu untuk menyambut kebahagiaan yang baru. Mayya menyakinkan Alesya.


"iya Ibu, aku akan melakukan semua baru yang saja kau ucapkan. Alesya menatap mata Ibunya mantap.


Alesya sudah menggunakan sepatunya yang begitu cantik dikakinya.


dengan mantap Ia berjalan menuju pintu keluar saat Hanna membuka pintu kamar nya, tampak sekali Alesya terkejut karena tepat didepan pintu kamarnya sudah dibentangkan karpet besar berwarna merah maroon dengan banyak sekali bunga-bunga bertaburan disana. tidak hanya itu Alesya juga merasa sedang berada ditaman bunga Karna koridor yang Ia lewati banyak sekali bunga-bunga berjejer disana.


"apa kau suka Nona? tanya Hanna yang melihat expresi Wajah keterkejutan Alesya.


"Iya Bi, aku suka sekali. siapa yang menyiarkan semua ini Bi? Alesya penasaran.


"tentu saja para pelayan yang sudah menyiapkan nya, tapi. atas perintah Tuan Hov pasti nya.


"eh, benarkah? Alesya masih tak percaya.


apa yang sebenarnya ada di kepala Iblis besar itu. kenapa Dia bisa memiliki ide seindah ini. apa mungkin saja, selama ini aku sudah salah menilainya ya.


Batin Alesya.


tanpa terasa Alesya dan para rombongannya sudah sampai di lantai bawah. dengan perlahan Alesya berjalan menuju Altar tempat di mana akan upacara pernikahan akan dilaksanakan.


Hanna dan Mayya bertugas menjadi pengiring di kanan dan kiri Alesya, Lia dan Ken adik Alesya bertugas menabur kan bunga disepanjang jalan yang akan dilalui Alesya. dan Marie, Asta juga pegawai nya bertugas memegangi ekor gaun pengantin Alesya yang menjuntai panjang.


saat Alesya sudah memasuki taman yang sudah disulap menjadi Altar. mata Alesya langsung menangkap sosok laki-laki bertubuh tinggi tegap memakai setelan jas hitam, yang sedang berdiri diatas podium seperti sedang menantikan seseorang namun menghadap ke arah depan.


*BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2