
saat mereka sedang menikmati makan siang, tiba-tiba ponsel Jehova berdering kencang.
terlihat sebuah panggilan dari seseorang yang sedikit membuat Hov kehilangan nafsu makan nya.
tertulis nama (Mommy) yang sedang melakukan panggilan di hp Milik Jehova.
berkali kali Hov menolak panggilan dari Mommy nya itu, namun berkali-kali pula Mommy terus saja mengulangi panggilan nya.
"angkat saja Tuan! siapa tau si Nona muka tebal itu merindukanmu" Ucap Alesya begitu saja.
"uhukkk....uhukkk...." Steve tiba-tiba saja tersedak ketika mendengar ucapan dari Nona muda nya itu.
sebab Steve tau kalau yang sedang menelepon Tuan nya Adalah Nyonya Michelle Yang merupakan Ibu dari Jehova.
"keluar lah Steven! ada yang ingin aku bicarakan dengan Istri ku" Titah Hov.
"iya Tuan" tanpa menunggu lagi Steve segera meninggalkan makan siang nya di atas meja.
"eh, kau belum menyelesaikan makan siang mu Tuan Steve?" Alesya berusaha mencegah.
"tidak apa-apa Nona, saya akan melanjutkan nya nanti" balas Steve sopan.
Steven segera meninggalkan pasangan suami istri yang sedang perang dingin itu.
"Alesya, ada yang ingin aku ucapkan pada mu" ucap Hov serius.
"Hmmm, kalau begitu katakan lah!" ucap Alesya datar.
oh Tuhan, apa Dia ingin menceraikan aku dan menikahi si muka tebal itu. apakah Tuan Hov akan meninggalkan aku.
Batin Alesya bergemuruh.
"Alesya dengar kan aku baik-baik! mulai sekarang bersiap lah untuk menghadapi keadaan yang mungkin akan lebih berat lagi" ucap Hov sambil meraih tangan Istrinya.
"apa maksud mu Tuan?" wajah Alesya tampak pias.
oh Tuhan, apakah Dia benar-benar ingin meninggalkan aku.
pikiran Alesya semakin kacau.
"iya Alesya, aku yakin mommy ku sekarang sudah tau, kalau sekarang kita sudah menikah dan cepat aku lambat mommy ku pasti akan segera menemui mu. dan saat mommy ku bertemu dengan mu nanti, ku mohon jangan dengar kan apa yang akan mommy ku katakan padamu. kau harus percaya padaku, aku tidak akan meninggalkan mu walaupun nanti nya Mommy ku akan menentang pernikahan kita, dengar kan aku Alesya! aku mencintaimu, dan itu tidak akan pernah berubah. ingat itu baik-baik!" ucap Hov panjang lebar.
"Tuan" sahut Alesya dengan mata berkaca-kaca.
"aku mencintaimu Alesya, sangat mencintai mu..." ucap Hov lagi sambil merengkuh tubuh Alesya ke dalam pelukannya.
"terimakasih Tuan" ucap Alesya parau.
"kenapa kau harus berterima kasih?" Hov mengusap punggung istri nya.
"iya, karena kau sudah sangat baik pada ku dan juga keluarga ku" ucap Alesya sambil menangis sesenggukan.
"hey, sudah jangan menangis lagi Istri ku" ucap Hov begitu saja.
tiba-tiba ponsel Jehova kembali berdering dan masih orang yang sama yang melakukan panggilan di Handphone nya.
"kenapa kau tidak mau mengangkat panggilan itu Tuan?" Alesya penasaran.
__ADS_1
"lihat lah! yang sedang menelfon itu adalah mommy ku Alesya" Hov memperlihatkan layar ponselnya di hadapan Alesya.
"kalau begitu angkat saja!" titah Alesya.
"tidak mau, aku sedang malas berdebat dengan nya, pasti si muka tebal itu yang sudah mengatakan kalau aku sudah menikahi mu" sahut Hov.
"apa kau malu sudah menikahi gadis seperti aku Tuan, sampai kau harus menyembunyikan pernikahan kita dari Ibumu" ucap Alesya sedih.
"hey, apa yang kau katakan Alesya, kau adalah hal terbaik yang pernah aku miliki dalam hidup ku, jadi jangan sekali-kali mengatakan hal semacam itu" ucap Hov kesal.
"kalau begitu angkat saja telepon nya! lagi pula Dia Ibu yang sudah melahirkan mu. kau harus menghormatinya!" cecar Alesya.
"iya Baiklah Nyonya Jehova" ucap Hov malas.
kemudian sesuai keinginan Istrinya, Hov akhirnya mau mengangkat panggilan dari Mommy nya.
("apa saja yang sedang kau lakukan Hov? kenapa kau baru mengangkat telepon dari ku heh?") pekik Michelle hingga suara terdengar di telinga Alesya.
("aku ini sedang bekerja Mom, jadi tidak mungkin kalau setiap saat aku harus memegangi ponsel ku") sahut Hov.
("sekarang katakan pada ku, siapa wanita yang sudah menjadi Istri mu itu heh!) pekik Michelle lagi.
("siapa pun Dia, Dia adalah wanita yang aku inginkan Mom, dan Mommy tidak bisa mengatur hidup ku") tegas Jehova.
("apa kau sudah gila Hov? aku ini Mommy mu dan aku berhak menentukan siapa wanita yang layak menjadi Istri mu, dan kau tau, wanita yang layak adalah Laura!) Cecar Michelle dari balik ponsel nya.
Alesya hanya bisa menundukkan kepalanya saat ucapan Michelle terdengar samar-samar dari ponsel Jehova.
("cukup Mom! kali ini dengarkan aku! hanya aku sendiri yang berhak menentukan siapa wanita yang ingin aku nikahi karena akulah yang akan menjalani hidup ku dan akulah yang akan menghabiskan waktu ku bersama istri ku nanti, jadi mulai sekarang Mommy tidak perlu lagi repot-repot memikirkan itu") dengan cepat Hov memutuskan panggilan nya.
"Alesya, maaf kan aku! Hov menangkup kedua pipi istrinya.
"kenapa kau tidak menuruti keinginan Mommy mu saja Tuan" ucap Alesya dengan berderai air mata.
"berapa kali aku harus mengatakan nya, aku mencintaimu Alesya, dan hanya kau saja yang harus menjadi Istri ku, tidak wanita lain" Hov menegaskan.
"tapi Mommy mu menginginkan wanita lain Tuan" sahut Alesya lagi.
"aku tidak peduli Alesya! ku mohon jangan tinggalkan aku hanya karena Mommy tidak menginginkan pernikahan kita" untuk pertama kali dalam hidupnya Hov memohon kepada seorang wanita yaitu Alesya.
Alesya tak menjawab apapun, Ia hanya memeluk tubuh suaminya erat-erat. seakan tak ingin ada mengambil Hov dari pelukannya.
gadis itu terisak di pundak suaminya membiarkan air matanya membasahi kemeja putih bersih yang di kenakan Jehova saat ini.
*
*
mereka berdua banyak menghabiskan waktu bersama kali ini, dengan setia Alesya menunggui Hov yang sedang menyelesaikan pekerjaan nya. walaupun sesekali gadis itu sengaja mengerjai suami nya agar tak merasa jenuh. mereka saling memandang dan kemudian tertawa bersama. walaupun Alesya tak pernah bosan untuk mengganggu Hov bekerja namun sepertinya Pria tampan itu malah terlihat bahagia saat Istri kecilnya itu sengaja menjahili nya.
sementara itu di tempat lain, Steve sedang menjalankan tugas rahasianya yang hanya Ia dan Hov saja yang tau.
Steve dengan sangat teliti mengerjakan tugas dari Jehova, hingga Asisten kepercayaan Hov itu jarang sekali melakukan kesalahan.
satu persatu Hov mencari tau dan mengumpulkan informasi, siapa saja yang sudah mempermalukan Nona Mudanya hari ini.
tak tanggung-tanggung, Steve sampai harus turun tangan sendiri untuk menyelesaikan masalah ini. Ia tak ingin ada kesalahan sedikit pun. dan akhirnya usaha nya pun membuahkan hasil yang memuaskan.
__ADS_1
dengan segera Steve memerintahkan salah satu CEO pemegang anak perusahaan milik Hov yang bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh suami Mona. untuk mengirim kan email ke perusahaan yang dipimpin oleh Suami Mona, wanita yang telah menghina Nona Mudanya pagi tadi.
Email itu berisi pemberhentian kerja sama dengan perusahaan Milik Suami Mona. dan tak butuh waktu lama, Email itu segera diterima secara langsung oleh Jose Suami dari Mona.
Dengan sangat terkejut Jose membaca satu persatu pembatalan proyek kerja sama perusahaan mereka.
bagaimana mungkin Pria berusia setengah abad itu tidak terkejut. tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba mereka semua membatalkan proyek besar yang sudah mereka sepakati.
jelas itu sangat merugikan pihak Jose. karena sebagian besar kelengkapan untuk berjalan proyek sudah di siapkan oleh pihak Jose.
segera Ia mengambil ponselnya dan menelfon Anak perusahaan yang dipimpin oleh Martin.
tak lama ponsel Martin berdering nyaring di atas meja.
"Tuan Jose menelfon Tuan" ucap Martin sopan pada Steven.
"angkat lah, dan jangan lupa kau nyalakan speaker nya! karena aku ingin mendengar rengekannya nanti" senyum Steve sarkas.
("halo Tuan Martin? bagaimana mungkin anda bisa membatalkan seluruh proyek yang sudah kita sepakati bersama heh") pekik Jose marah dari balik ponsel nya.
("maaf Tuan Jose, tapi memang itulah yang harus terjadi") ucap Martin datar.
("tapi apa salahku Tuan? setidaknya berikan aku alasan kenapa kau sampai membatalkan nya). pekik Jose semakin kesal.
("sebenarnya kau tidak bersalah Tuan, tapi Istri mu lah yang sudah melakukan kesalahan besar") ucap Martin.
(apa, Istri ku? jangan main-main dengan ku Tuan!") pekik Jose mengancam.
("apa kau sedang mengancam kami Tuan Martin?") sahut Steven karena merasa Jose mulai menyebalkan.
("siapa kau? apa urusanmu dengan ku heh?") pekik Jose.
("haha, kau tidak perlu tau siapa aku Tuan Jose, yang perlu kau tau hanya, kau harus mempertanggungjawabkan perbuatan Istri mu yang bodoh itu") cecar Steve.
rupanya Jose tidak tau kalau yang sedang berbicara dengannya saat ini adalah Steven, asisten dari Tuan Jehova. walaupun Jose tau kalau sebagian besar pemegang saham di perusahaan nya adalah Jehova, namun Jose belum pernah bertemu secara langsung dengan Hov atau pun Steve.
karena memang Hov bukan lah orang yang bisa di temui oleh sembarangan orang, apalagi oleh pemilik perusahaan kecil seperti Jose.
("memang nya apa yang sudah istri ku lakukan pada kalian heh, sampai kalian harus membatalkan kerja sama ini") Jose penasaran.
("kalau begitu sabarlah sebentar, aku akan mengirimkan sebuah Video untuk mu") ucap Steve.
beberapa menit kemudian Video yang di maksud oleh Steven sudah di terima oleh Jose melalui ponselnya.
Awalnya Jose tampak bingung dengan apa yang sudah dilakukan Istrinya, tetapi setelah mengulangi beberapa kali, Ia baru menyadari kalau ternyata Istri nya sudah menghina seorang gadis muda yaitu Alesya, tetangganya di lingkungan rumah mereka.
("oh, jadi rupanya dugaan Istri ku benar adanya, kalau ternyata Alesya menjadi simpanan mu ya haha") tawa Jose merendahkan.
***BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
*KOMENTAR
TERIMAKASIH***
__ADS_1