"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 43


__ADS_3

seketika suasana begitu hening tak ada lagi suara teriakan histeris dari bibir Alesya, yang terdengar hanya samar-samar suara tangisan pelan yang tertahan.


ingin rasanya Steve mengambil pistol itu dari tangan Hov, karena Steven takut Hov akan melukai Alesya dengan pistolnya.


semua orang sudah tau siapa Hov, Ia adalah laki-laki kejam dingin dan juga tidak berperasaan apalagi ketika Dia sedang dalam keadaan mabuk seperti sekarang ini.


"eh, Kenapa kau harus bersimpuh di hadapan ku seperti ini Alesya? jangan gila Alesya, apa kau pikir aku akan membunuhmu hah. Hov terbahak menatap Alesya yang masih diam saja. Bangunlah!!


semua orang yang ada di sana langsung terkejut karena Ternyata Hov tidak berniat mencelakai gadis itu.


"Ta..tapi, bukankah Anda ingin memberikan hukuman padaku Tuan? Alesya menengadah menatap wajah Hov.


"aku memang akan menghukum mu! tapi bukan membunuh mu, lagi pula apa gunanya aku harus membunuh gadis aneh seperti mu. malam ini


kau terlalu banyak menangis Sya! rasanya telingaku sakit harus mendengar tangisan mu itu. Bangunlah sekarang!! Hov menarik pelan tangan Alesya, tapi dengan cepat Alesya melepaskan nya.


"Tapi Anda belum menghukum ku Tuan" Alesya mulai bingung dengan sikap Hov yang tiba-tiba berubah.


"jadi kau ingin aku menghukum mu seperti apa? apa kau ingin aku menembak kepala mu Nona? Hov berkacak pinggang di depan Alesya.


"tidak apa-apa Tuan, saya akan menerima hukuman itu, asal kan Tuan mengampuni Bibi Hanna dan yang mereka semua.


"Dasar Bodoh" kau memang keras kepala Alesya.


baiklah kalau memang itu maumu, maka aku akan benar-benar menghukum mu malam ini.


Tangkap ini Steve!! Hov melempar kan pistol yang di pegang nya pada Steven.


hingga membuat Steve sedikit terkejut tapi tetap berhasil menangkap nya.


dan suruh para pelayan untuk membersihkan tempat ini. O iya satu lagi, kirim mereka semua yang terluka ke rumah sakit milik ku untuk mendapatkan perawatan medis yang layak.


"Iya Tuan" dengan cepat Steven memberikan jawaban.


kemudian Hov berjongkok di depan Alesya. mengusap pelan rambut gadis itu yang sudah lusuh dan juga berantakan.


"Bersiaplah untuk menerima hukuman dari ku Alesya!!! Hov berbisik pelan tepat di telinga Alesya, hingga membuat seluruh bulu kuduknya merinding.


dengan cepat Hov menarik kedua tangan Alesya dan kembali mengangkat tubuh gadis itu di pundak nya.


"Aaaaaaah apa yang akan kau lakukan padaku Tuan?? turun kan aku!! Alesya meronta-ronta diatas pundak kekar milik Hov.


tapi sepertinya pergerakan Alesya sama sekali tidak berpengaruh pada tubuh laki-laki itu.


Hov terus memanggul gadis itu memasuki Mansion DE'LUXE.


tak ada satupun yang berani mengikuti Mereka, bahkan Steve sekali pun kali ini tidak berani mengikuti Tuannya. Ia hanya diam menyaksikan Hov membawa tubuh gadis itu masuk ke Mansion dengan sedikit paksaan.


mereka berdua sudah menaiki tangga, Hov dengan mudah menaiki anak tangga yang lumayan banyak jumlahnya dengan sangat cepat seperti sedang tidak membawa beban apapun. walaupun sebenarnya ada seorang gadis yang masih meronta-ronta di atas pundaknya.

__ADS_1


"apa kau tidak bisa diam Alesya? telingaku sakit mendengar suara mu itu! Hov menggerutu


"bagaimana aku bisa diam Tuan, kalau aku tidak tau apa yang akan kau lakukan pada ku.


"bukankah kau sendiri yang ingin meminta hukuman dariku kan?


"iya memang" tapi sekarang kau ingin membawaku kemana dan hukuman apa yang akan kau berikan? Alesya masih memukuli punggung Hov dengan kedua tangannya.


"baru beberapa jam yang lalu kau keluar dari Mansion ini. sekarang kau sudah lupa kalau sekarang ini aku sedang melewati koridor untuk menuju ke kamar mu.


"Tapi untuk apa kau membawa ku ke kamar Tuan? bukankah kau bisa menghukum ku di halaman depan saja. hiks hiks..


"sejak kapan kau berani memerintah ku Alesya? terserah aku ingin menghukumu di mana. kau hanya perlu bersiap menerima hukuman dari ku, itu saja! Hov tampak mengulum senyumnya saat tau Alesya mulai ketakutan.


Dasar gadis aneh, kenapa sekarang kau baru takut, bahkan di depan tadi kau begitu keras kepala, membela mereka semua dengan jiwa ragamu.


"tapi hukuman apa yang akan kau berikan padaku Tuan? kenapa harus di kamar ku?


apa sebenarnya yang akan di lakukan iblis ini? kenapa aku harus dibawa ke kamar. kenapa dia tidak membunuh ku saja. aaaaaaaaa apa yang akan Dia lakukan padaku..


pikiran Alesya sudah melayang kemana-mana, jantungnya berdegup kencang. Ia tidak tau apa yang ada di pikiran Hov saat ini. yang Ia bisa lakukan hanya meronta sekuat tenaga walaupun Alesya sadar betul usahanya itu tidak pernah berhasil.


sesaat kemudian


mereka berdua sudah tiba di depan kamar Alesya, Hov membuka pintu dan membawa gadis itu kembali ke kamarnya.


"Turun kan aku sekarang Tuan!! pekik Alesya kencang.


"seusai keinginan mu"


Bruuuuuuug


dengan kencang Hov melempar tubuh Alesya ke atas ranjang, hingga membuat Alesya beringsut ketakutan.


"apa yang ingin kau lakukan Tuan? Alesya semakin ketakutan karena Hov sudah menutup semua jendela yang tadi nya masih terbuka lebar dan mengunci pintu yang menuju ke balkon kamar nya.


"Bukankah tadi kau meminta ku untuk memberikan hukuman untuk mu Sya? lalu kenapa kau sekarang ketakutan begini, Hov menyeringai sambil melepaskan dasi yang masih terpasang di lehernya.


"jangan mendekat Tuan! Alesya semakin memundurkan tubuhnya menjauh dari jangkauan Hov.


"Haha akan lari kemana lagi kamu Alesya? kalau kau ingin keluar dari sini, kau harus mengambil kunci yang ada di saku celana ku ini. Hov menunjuk saku di paha kanan nya.


kemarilah!! Hov melambaikan tangannya.


"tidak, aku tidak mau mendekati mu!


tolong.. tolong... siapapun tolong aku!! Bibi Hanna tolong aku!! Alesya menangis ketakutan.


"menangislah Alesya! atau berteriak lah sekencang-kencangnya! sampai kau pingsan sekali pun tidak akan ada orang yang akan menolong mu.

__ADS_1


Hov mulai menaiki ranjang tempat Alesya sedang meringkuk saat ini.


"jangan mendekat Tuan! ku mohon jangan mendekat! Alesya melempari Hov dengan bantal yang ada di sampingnya, tapi dengan mudah nya Hov menangkis semua bantal itu.


"haha rupanya kau ingin bermain main dulu dengan ku Alesya. Hov justru semakin mendekat dan sudah membuka semua kancing baju kemeja yang masih melekat di tubuh nya. hingga tampak bentuk tubuh Hov yang begitu sempurna.


sesaat Alesya terdiam saat melihat nya, namun segera tersadar Karna Hov sudah berada sangat dekat dengan nya.


"aaaaaaaaaaaaa, Alesya segera melompat dari ranjang dan berlari ke arah pintu, dengan susah payah Ia menarik gagang pintu tapi masih tidak bisa dibuka nya.


siapapun yang ada di luar sana, tolong bukakan pintu kamar ini, biarkan aku keluar dari sini!!


Alesya berusaha mendobrak pintu kamar itu tapi tetap saja tidak berhasil.


Uaaaaaaa.. ku mohon bukan lah pintu kamar ini!! Ia menangis semakin kencang.


"bukankah sudah kukatakan, percuma saja kau berteriak, Karna itu hanya akan membuang waktu kita saja.


Hov semakin bersemangat ingin menghukum Alesya dengan caranya sendiri.


Hov mencoba meraih bahu Alesya dengan pelan, tapi di luar dugaan nya. ternyata Alesya justru berbalik dan menampar pipi Hov dengan cukup keras.


"jangan coba-coba menyentuh ku Tuan" Alesya bergeser menjauh.


"Haha, menarik sekali! kau lah satu-satunya gadis yang pernah menamparku Alesya! Hov mengusap pipinya pelan.


lalu dengan kasar Hov menarik tengkuk leher gadis itu dan mencium bibirnya dengan kasar.


mata Alesya seketika membulat sempurna. Karna tidak menyangka Ia akan mendapatkan serangan secara mendadak dari Hov.


Cukup lama Hov memagut bibir ranum Alesya, hingga Hov bisa merasakan kalau lawan nya itu hampir kehabisan nafas.


lalu dengan sekuat tenaga Alesya mendorong tubuh kekar Hov. agar bisa melepaskan ciuman dari bibirnya. hingga akhirnya Hov pun berhasil sedikit menjauh dari tubuh nya.


Ceplaak...


"dasar bajingan" tanpa rasa takut Alesya menampar Pipi Hov dengan lebih keras. bisa-bisanya kau melakukan ini pada........


belum sempat Alesya menyelesaikan ucapannya. dengan cepat Hov kembali ******* bibir Alesya. Hov mengunci tubuhnya dengan satu tangan nya, sementara tangan yang lain memegang erat tengkuk lehernya. Hov masih saja bermain dengan bibir Alesya walaupun sang pemilik terus saja meronta-ronta.


***BERSAMBUNG...


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH"

__ADS_1


__ADS_2