
semua orang masih menatap heran wanita paruh baya yang sedang berdiri menatap Alesya.
Alesya yang melihat semua orang sedang memperhatikan wanita itu akhirnya ikut menoleh kearah wanita yang dimaksud karena penasaran.
saat matanya menangkap sosok wanita yang sangat dikenal sekaligus dirindukannya itu sedang berdiri disudut kamar tanpa ragu Ia berdiri dan berlari kearah wanita itu.
"i..ibu....!! Alesya tak lagi mempedulikan Asta yang masih merias wajah nya. Ia segera saja pergi menghampiri Ibunya.
"Ibu..? Oh Tuhan, terimakasih akhirnya Tuan Hov membawa Ibu gadis itu. ucap Hanna pelan.
dengan segera Hanna pun segera menghampiri Alesya dan Ibu nya yang masih berpelukan.
namun tiba-tiba ponsel di saku tak henti nya berdering kencang.
diraihnya ponsel itu dan Tertulis Nama Tuan Hov yang sedang melakukan panggilan diponsel nya.
dengan cepat Hanna langsung menjawabnya.
"Hanna, berikan ponsel mu pada Alesya! aku ingin berbicara pada nya sebentar. Titah Hov dari Balik telepon itu.
"Baik Tuan" segera Hanna memberikan ponsel nya pada Alesya yang masih menangis tanpa sanggup berkata-kata.
Nona, ada telfon untuk Anda dari Tuan Hov.
"Terimakasih Bibi, Alesya meraih ponsel itu.
"Apa kau sudah bertemu dengan Ibumu Alesya? tanya Hov.
"Iya.. Tuan, saya sudah bertemu dengan Ibu. suara Alesya parau.
"Bagus lah kalau begitu, kau bisa menikmati waktu bersama ibu mu sebentar. setelah itu bersiaplah untuk menuju ke Altar tempat kita mengikat janji pernikahan nanti.
O iya satu lagi, ingat lah baik-baik Alesya! jangan berkata apapun yang bisa membuat jantung mu kembali bermasalah. ancam Hov dan segera menutup telfonnya.
"Haloo...? Haloo..? Tuan Hov. raut muka Alesya tampak bingung.
Bagaimana Dia bisa tau kalau ibu menderita penyakit jantung? siapa sebenarnya kau Tuan Jehova. kenapa kau bisa tau banyak tentang keluarga ku.
Batin Alesya.
"Kenapa kau diam saja Sayang, ada apa dengan Nak Jehova? tanya Mayya kuatir.
"Apa? ibu memanggil Tuan Hov dengan sebutan Nak! Alesya tak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar.
"Iya, Ibu memanggil nya Nak Jehova! memang nya kenapa Sayang? sahut Mayya.
"apa Tuan Jehova mengancam mu Ibu? Alesya menatap Ibunya dalam.
"mengancam? apa maksud mu sayang? jangan kan mengancam, calon suami mu itu tidak pernah berkata kasar pada ibu dan Adik-adik mu. apa yang sebenarnya terjadi Sayang? Mayya mulai tampak panik.
oh, tidak-tidak. aku tidak boleh berkata macam-macam pada Ibu. aku tidak bisa mengatakan kalau Taun Hov sudah menculik ku selama ini. kalau Ibu Sampai tau kenyataan nya itu akan membahayakan jantung nya.
Alesya.
"tidak Bu, tidak apa-apa. aku hanya berkata sembarangan saja. Karna aku tidak menyangka Ibu akan datang kesini. Alesya maraih tangan ibunya dan menciumi pelan.
"oh Alesya, Ibu kira terjadi sesuatu yang buruk padamu selama kau tinggal disini.
"Tidak, aku baik-baik saja. Alesya merentangkan kedua tangannya.
"Ibu bisa melihatnya sayang. ibu juga selalu memantau seluruh kegiatan mu selama berada di sini, itu sebabnya Ibu tidak begitu kuatir. ya walaupun pertama kali Ibu tau kau tidak kembali ke rumah malam itu, ibu hampir gila mencari mu kesana kemari. kenapa kau tidak mengatakan kalau ternyata kau sudah menjadi kekasih Nak Hov sayang? Mayya kesal.
"apa, kekasih? siapa yang mengatakan itu pada mu Bu? dan baru saja Ibu mengatakan pada ku kalau Ibu selalu memantau keadaan ku selama disini. apa maksud nya Bu? Alesya penasaran.
__ADS_1
"iya sayang, Tuan Steve mengatakan pada ku kalau Kau dan Jehova adalah pasangan kekasih. dan kalian memutuskan untuk tinggal bersama tapi tetap masih menjaga diri masing-masing. awalnya Ibu keberatan, tapi setelah Nak Jehova datang sendiri dan menyakinkan kalau kalian tidak akan melanggar aturan akhirnya Ibu mengijinkan nya. Mayya tersenyum.
"apa? Tuan Jehova datang menemui Ibu, di panti? Alesya masih tak percaya.
"iya Sayang, Nak Hov datang ke Panti kita.
o iya, dan ibu bisa tau seluruh kegiatan mu disini itu dari ponsel yang Tuan Steve berikan pada ibu. ini dia ponsel nya. Mayya menunjukkan sebuah ponsel terbaru dengan harga selangit.
"oh tidak, apa saja yang Ibu tau selama aku tinggal disini Bu? tanya Alesya.
"Banyak sayang. bahkan ibu bisa melihat mu saat sedang tertidur pulas. Mayya menangkup kedua pipi anak gadis nya.
"bagaimana bisa Bu, coba tunjukkan bagaimana cara nya. Alesya semakin penasaran.
Mayya pun membuka ponsel canggih itu dan menunjukan banyak sekali Video CCTV di ponsel Mayya yang Steve kirim kan padanya.
satu persatu Alesya membuka Vidio itu dan menutup mulutnya tak percaya.
dalam Vidio itu benar-benar menunjukkan seluruh aktivitas yang Alesya lakukan dari pagi hingga malam saat Ia tertidur pulas.
"apa sekarang kau sudah percaya sayang? sahut Mayya.
"iya Bu, aku sudah percaya sekarang. Alesya mengembalikan ponsel pada ibunya dengan tatapan kosong.
apa yang sebenarnya sudah Iblis besar itu lakukan selama ini? kenapa disini hanya aku yang sepertinya tidak tau apa-apa.
"ada apa dengan mu sayang? kenapa kau malah diam saja?
"tidak apa-apa Bu, aku hanya sedikit terkejut saja. bagaimana mungkin Ibu bisa sedekat itu dengan Tuan Steve dan juga Tuan Hov selama aku tinggal di sini.
"Itu semua karena kebaikan dari calon suami mu itu sayang, kau tau dengan gagah nya kemarin Dia datang menemui Ibu meminta restu untuk menikahi mu. bahkan bisa dikatakan calon suami mu melamar mu secara resmi kepada Ibu.
terang Mayya.
"iya sayang, itu lah sebabnya ibu tidak ragu untuk menerima lamaran dari nya untuk mu. dan kau tau sayang, Dia juga mempersiapkan semuanya untuk ibu dan Adik-adik mu.
air mata Alesya mengalir dengan deras di pipi putihnya. Ia tidak menyangka kalau dibelakangnya, Jehova memperlakukan keluarganya dengan sangat baik. berbeda sekali dengan semua ancaman yang selalu Hov berikan padanya.
Alesya juga tidak mengetahui kalau selama ini ternyata Jehova beberapa kali berkunjung ke Panti asuhan untuk menemui Ibu nya. Hov juga sering sekali membawa bingkisan-bingkisan mahal untuk ibu dan adik-adiknya di pantai walaupun Mayya sudah sering menolak nya tapi Hov tetap saja dengan rutin mengirimkan kan hadiah-hadiah itu.
Hov juga membangun pantai Asuhan kasih ibu menjadi lebih layak huni. Ia juga menjadi donatur penyandang dana untuk Panti asuhan itu.
"Berhenti lah menangis sayang, jangan sampai matamu terlihat jelek saat di pesta nanti. Mayya membasuh wajah Alesya pelan.
"iya Bu, aku berjanji tidak akan menangis lagi. sahut nya.
"Aku yakin kau akan bahagia hidup dengan Nak Hov sayang. bisik Mayya ditelinga Alesya.
"terimakasih atas Doa Mu Ibu. Alesya memeluk ibunya erat.
"ayo sekarang kembali ke tempat mu, selesai kan riasan mu segera! Mayya menuntun tubuh Alesya kembali ke depan meja kaca itu.
mereka berjalan bersama menuju meja rias bersama-sama.
Mayya segera mendudukkan tubuhnya Alesya tepat di depan meja kaca itu. dan dengan segera Asta melanjutkan tugasnya untuk merias wajah Alesya.
kemudian Hanna dan Mayya pun duduk bersebelahan di ranjang milik Alesya.
"terimakasih atas kehadiran Anda Nyonya, sapa Hanna pelan.
"sudah menjadi kewajiban ku untuk hadir di pernikahan putri ku Nyonya Hanna. sahut Mayya.
"eh, bagaimana Anda bisa tau nama saya Nyonya? Hanna penasaran.
__ADS_1
"bagaimana mungkin saya tidak tahu tentang Anda Nyonya Hanna?
Anda sudah bagaikan ibu pengganti selama Alesya tinggal di sini. sungguh aku tidak bisa membayangkan apa jadinya anakku jika dia berada disini sendirian di rumah sebesar ini tanpa Anda Nyonya. Mayya meraih tangan Hanna.
"Nyonya, Anda tidak perlu sungkan seperti ini. Hanna merasa canggung.
Anda juga tidak perlu mamanggil ku Nyonya, Karna saya hanya pelayan Nona Alesya disini.
"aku tidak peduli, Anda pelayan atau bukan. yang saya tau hanya saya berhutang banyak sekali pada Anda Nyonya Hanna.
"kumohon jangan memanggilku seperti itu Nyonya! Karna jika Tuan Hov mendengar nya pasti itu tidak akan baik. jelas Hanna.
"o iya, aku rasa calon menantu ku itu bukan lah orang seperti itu, tapi tenang saja Karna aku tidak akan mempersulit mu. kalau begitu aku akan memanggil mu Hanna saja bagaimana? tanya Mayya.
"iya Nyonya, tidak apa-apa itu terdengar lebih baik.
"tapi kenapa kau masih memanggil ku Nyonya? proses Mayya.
"sudahlah Nyonya, itu sudah menjadi peraturan disini. jadi aku harap Anda bisa memakluminya. haha kekeh Hanna pelan.
"Baiklah, aku menurut padamu saja Hanna. senyum Mayya.
tak terasa polesan di wajah Alesya sudah diselesaikan oleh Asta dengan sangat baik.
wajah Alesya yang pada dasarnya sudah cantik ditambah dengan riasan diwajahnya semakin terlihat sempurna. tak heran semua orang yang ada dikamar itu dibuat takjub tak terkecuali Marie yang notabene adalah seorang laki-laki.
"sungguh Tuan Jehova tidak salah memilih mu sayang. marie hendak berjalan mendekati Alesya tapi langsung dihalangi oleh Hanna.
"bukankah saya sudah mengatakan Anda tidak boleh terlalu dekat dengan Nona Alesya. Madame! cecar Hanna.
"Huh, dasar penyihir jahat. cicit wanita setengah pria itu pelan.
dengan kesal Marie pun kembali ketempat duduknya dan menyuruh kedua asistennya untuk membantu Alesya memakai gaun nya.
"lihat Anak gadis mu itu Nyonya! Dia sungguh memiliki kecantikan yang sempurna. ucap Hanna.
"kau benar sekali Hanna, Alesya memang sangat cantik. itulah sebabnya aku selalu berusaha menyembunyikan dari pria hidung belang. kekeh Mayya.
"kalau begitu bukankah sebuah keberuntungan untuk Tuan Muda kami yang berhasil memiliki gadis ini bukan. sahut Hanna.
"tentu saja. Mayya kembali tertawa.
"Ibu, Bibi. kumohon berhentilah menggoda ku seperti itu. bibir Alesya meruncing.
"iya sayang kami akan berhenti menggoda mu.
sekarang masuk lah ke Walk in Closet dan segera kenakan gaun pengantin mu. titah Hanna.
"iya Bi, Alesya berjalan memasuki Walk in Closet disusul oleh Hanna Mayya dan juga asisten Marie.
tak henti hentinya suara tawa terdengar dari dalam Walk in Closet tempat Alesya dan yang lainnya.
mereka saling bercanda, terkadang terdengar sebuah teriak kecil dari bibir Alesya hingga terdengar sampai ke ruang sofa dimana Asta dan dan Marie sedang duduk menunggu.
*BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
*KOMENTAR
TERIMAKASIH*
__ADS_1