"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 47


__ADS_3

Hov masih duduk di sebelah Alesya, menggenggam erat tangan gadis itu, terlihat sesekali Hov menciumi tangan nya. membelai rambut ikal nya.


tak lama kemudian Steven masuk dengan membawa bejana berisi alat kompres seperti yang di minta Hov.


"sial, kenapa kau lama sekali Steve?


"maaf Tuan, karena pada saat Hanna menelfon saya sudah ada di paviliun, jadi saya harus berja..


"diamlah! aku tidak membutuhkan penjelasan mu. belum sempat Steve menyelesaikan ucapannya Hov sudah lebih dulu memotong nya.


"Baik Tuan" Steve langsung terdiam.


"kenapa kau malah diam di situ? apa aku harus menyeret mu dulu, agar kau memberikan alat kompres itu padaku heh!


"oh, maafkan saya Tuan" dengan langkah cepat nya Steve menghampiri Hov yang sedang duduk di samping Alesya.


Hov segera meraih apa yang di berikan Steven.


dengan perlahan Hov memeras handuk kecil yang sudah direndam pada air hangat itu untuk di tempel kan pada kening Alesya.


Alesya menggeliat pelan karena merasa ada sesuatu yang menempel di keningnya.


dengan mata masih terpejam Ia berusaha untuk menyingkir handuk kompres itu.


"ahhhhhhh, apa ini? singkirkan dari kening ku! ku mohon singkirkan! Alesya seperti sedang mengingau, karna hanya berbicara tanpa mampu membuka matanya.


"diamlah Sya" biarkan untuk sementara handuk ini ada di keningmu. Hov memegangi tangan Alesya pelan.


dengan penuh cemas Hov terus menatap Alesya yang sedang tertidur,


sesekali Ia membolak-balik handuk kecil itu.


kenapa demamnya tidak jaga menurun Hanna? Hov masih bisa merasakan panas dari telapak tangan Alesya yang di genggam nya.


"Sa.. saya juga tidak tau Tuan" wajah Hanna mulai pias.


"bagaimana mungkin kau tidak tau? lalu selama ini apa yang kau kerjakan.


Steve, kenapa Carlos belum juga sampai ke Mansion ini? sebenarnya apa yang sedang Ia kerjakan di rumah sakit.


"saya sudah menelan nya tadi Tuan, tapi ternyata Carlos sedang ada di ruangan operasi, jadi yang menggangkat telponnya seorang perawat yang bertugas.


"apa Dia sudah gila Steven? kenapa dia begitu berani mengabaikan perintah ku. Air muka Hov sudah berubah.


cepat hubungi dia lagi! katakan lah jika dalam waktu 15 menit dia tidak datang ke Mansion ini, maka aku akan mencabut semua investasi ku yang ada di perusahaan keluarga nya.


"Baik Tuan" secepat kilat Steve mendial no ponsel milik Carlos.


dan tak lama suara Carlos sudah ada di balik ponsel Steven.


"Hallo Steve? ada Apa dengan Hov? kenapa tiba-tiba Dia meminta ku untuk datang ke Mansion nya.


apa bocah itu sakit Steven? Carlos berbicara panjang lebar tanpa menyadari Hov sedang mendengarkan ucapan nya.


"letakan ponsel mu di atas nakas Steve!!


"iya Tuan" dengan cepat Steve melakukan apa yang Hov perintahkan.


"jangan banyak bicara Brengsek" cepatlah datang ke Mansion ku sekarang juga menggunakan Helikopter rumah sakit!


"Jehova" apa itu kau?? Carlos terkejut karena suara Steve tiba-tiba menghilang berganti suara yang sangat Ia kenali.


"apa kau sakit kawan? Carlos terdengar cemas.


"apa kau ingin mati Carl? aku menyuruh mu untuk datang ke Mansion secepatnya. bukan untuk banyak bicara di telepon ini.


dengarlah Carl! jika kau tidak datang ke Mansion ku dalam waktu 15 menit, maka aku akan mencabut seluruh investasi ku yang ada di perusahaan keluarga mu.


"hey, apa kau sudah gila Hov? jangan main-main seperti ini Hov. Carlos segera berlari ke koridor rumah sakit untuk menuju ke Helipad yang ada di atas bangunan rumah sakit AJ Hospital.


"kali ini aku tidak main-main Carl! cepatlah kemari!!


Tutttttt.....


dengan cepat Hov sudah mematikan sambungan teleponnya.


"Haloo Hov? Jehova??


sial, sedang kerasukan apa sebenarnya Tuan Muda itu, sampai dia menjadi segila ini. oh


aku tau, ini pasti menyangkut gadis kecil nya itu.


dengan segera Carlos menaiki Helicopters yang sudah di siapkan untuk membawanya terbang menuju Mansion.


di dalam Heli tak hentinya Carlos menatap detik dan menit yang terus saja berjalan memutari angka-angka nya.


"kapt, apa Anda bisa lebih cepat menerbangkan Helicopters ini? Carlos mencoba berkomunikasi dengan si Kapten.


"Maaf Dokter, saya hanya bisa menerbangkan Helicopters ini sesuai dengan kemampuannya saja.

__ADS_1


"Oh Baiklah kalau begitu"


sial!! ini sudah 10 menit aku terbang, semoga saja aku bisa sampai dengan tepat waktu di Mansion. Brengsek, kenapa aku merasa Hov seperti sedang memasangkan Bom waktu di tubuh ku saja.


Carlos terus saja memakai Hov di dalam hatinya.


setelah 17 menit helicopters yang membawa Carlos terbang, tampak sudah mempersiapkan untuk melakukan pendaratan.


setelah di rasa sudah mendarat dengan sempurna, tanpa menunggu para kru membukakan pintu untuknya, Ia segera menuruni heli dan berlari dengan membawa sekotak peralatan keselamatan di tangan nya.


semua kru pesawat hanya bisa memandang heran dengan apa yang sudah di lakukan Dokter muda sekaligus kerabat Tuan Muda Jehova itu.


Dubrakk....


tanpa mengetuk pintu Carlos langsung saja berlari menerobos masuk ke kamar Alesya, Karna Ia tidak mau perusahaan keluarga hancur karena kegilaan Hov.


hingga semua orang yang ada di kamar terkejut dan langsung menoleh padanya.


"apa kau tidak punya sopan santun sedikit pun Dokter Carlos? Suara bariton Hov langsung menusuk telinga Dokter tampan itu.


"Hufff, maafkan atas kelancangan saya Tuan Muda Alexander Jehova"


Carlos menjawabnya dengan nada sedikit meninggi.


"kenapa kau lama sekali heh? apa kau sudah bosan bekerja di rumah sakitku!


"tenanglah Hov! aku ini seorang Dokter dan sudah sepantasnya aku membantu menyelamatkan nyawa orang lain kan.


"tapi bukan berarti kau bisa mengabaikan perintah ku Carl.


"tapi orang itu harus segera di operasi Hov, Dia lebih membutuhkan aku!


"jadi menurut mu nyawa Alesya tidak penting Carl!


wajah Hov kali ini benar benar sudah tidak bersahabat sama sekali.


"Bukan begitu maksud ku Hov.


"lalu apa maksud mu? katakan lah!!


saat Carlos ingin menjawabnya, Steve memberi kode pada Dokter Carlos untuk tidak melanjutkan kan perdebatan itu.


untungnya dengan cepat Carlos paham dengan apa yang Steve maksud kan.


"Baiklah lah Hov, maafkan atas ketidak tahuan ku. Carlos coba meredam suasana.


"kalau begitu sekarang cepat kau periksa Alesya!! Pekik Hov keras.


Carlos segera memeriksa denyut nadi Alesya dan menyentuh kening gadis itu.


demam nya sangat tinggi Hov, dan denyut nadinya sangat lemah.


apa yang sudah terjadi dengan gadis ini Hov? Carlos coba mencari tau.


"aku menyuruh mu untuk memeriksa nya, bukan mencari tau informasi tentang Alesya Carl.


"aku tidak mencari tau informasi tentang Dia Hov, aku hanya ingin tau apa penyebab badannya bisa demam tinggi seperti ini, itu saja. Carlos bersungut-sungut.


"Hanna, kau bisa keluar sekarang!!


"Baik Tuan" tanpa banyak bicara Hanna segera pergi meninggalkan kamar Alesya.


Di kamar itu, sekarang Alesya ada bersama 3 laki-laki tampan dan juga menakutkan, tentu saja bila Alesya saat ini dalam keadaan sadar, pasti Ia sudah menangis meraung-raung ketakutan.


"Alesya mencoba kabur dari Mansion ini Carl. Hov meremas rambutku hitamnya


"Apa katamu? gadis ini mencoba kabur!


"hmmmm" Hov menjawab nya singkat


"lalu? Carlos coba mencari tau lebih dalam.


"tapi aku berhasil menangkap nya lagi, tapi Dia sudah lumayan jauh lari dari Mansion ini, sehingga tubuh nya penuh banyak luka gores. ada raut penyesalan di wajah tampan milik Hov.


"Apa aku boleh melihat nya Hov? aku ingin memeriksa nya.


"apa maksud mu Carl? apa kau ingin melihat tubuh Alesya.


"jangan gila Jehova" aku bahkan sudah sangat bosan melihat tubuh dari pasien ku dengan berbagai bentuk!


"persetan dengan pasien mu Carl" jangan pernah menyamakan Alesya ku dengan para pasien mu itu. jelas itu berbeda!


"Baiklah kalau begitu Tuan Jehova"


bila kau tidak mengijinkan aku untuk memeriksa nya, maka tugas ku disini sudah selesai, Karna aku tidak bisa mendiaknosa nya dengan begitu aku juga tidak bisa memberikannya obat.


Carlos akan segera bangkit dari duduknya tapi Hov segera mengancam nya.


"kalau kau berani bangun dari kursi itu, maka aku akan langsung menarik semua saham dan juga investasi ku pada perusahaan keluarga mu, bagaimana? Hov menyeringai menatap Carlos.

__ADS_1


"Dasar gila kau Jehova" lalu bagaimana aku bisa memeriksa nya, kalau terus saja menghalangi ku untuk melihat kondisinya. Carlos mengoceh di seperti orang kerasukan.


Hey Steven, apa kau tidak bisa memberitahu Tuan mu ini untuk berfikir waras sebentar saja.


"Maaf kan saya Tuan" hanya itu yang keluar dari bibir Steven.


"Hey, kenapa malah kau yang meminta maaf pada ku, bukankah seharusnya si gila ini! Carlos menunjuk jarinya ke arah Hov.


Astaga, aku rasa kalian memang sama-sama sudah gila. Carlos memegangi kepalanya yang tidak pusing.


"jangan menunjukkan ku dengan jari jelek mu Carl! Hov tak terima.


hentikan semua ocehan tidak berguna mu! sekarang periksa lah Alesya.


Hov perlahan menyingkap selimut yang menutupi kaki Alesya sebatas lutut.


"Astaga" berapa kali gadis ini terjatuh, sampai ada luka yang cukup lebar di kedua lutut nya. Carlos sedikit terkejut melihat luka Alesya.


"Entahlah Carl" aku juga tidak tau apa saja yang sudah Ia lewat sampai di seluruh tubuhnya penuh luka. dan yang lebih parahnya Alesya kabur saat hujan begitu deras.


"Pantas saja Dia mengalami demam tinggi. ternyata selain tubuh nya penuh luka, semalaman Dia terguyur air hujan.


apa kita perlu membawa nya kerumah sakit saja Hov? Dokter itu memberi saran.


"Tidak Carl" aku takut Dia akan mencoba kabur dari ku lagi, saat Dia tau sedang berada di luar Mansion.


"tapi Dia butuh perawatan yang lebih baik Hov, dan rumah sakit memiliki semua nya yang Dia butuh kan.


"kalau aku mengatakan Tidak, berarti tidak Carl. kau tau siapa aku kan? Aku paling tidak suka penolakan Carl.


"Ok.. Baik lah kalau begitu mau mu, setidaknya malam ini aku memberikan obat pereda rasa nyeri dan juga obat anti infeksi melalui suntikan.


aku akan meresepkan beberapa obat yang bisa kau beli di apotik, dan jangan lupa kau harus memastikan Dia meminum obatnya, karna akan sangat berbahaya bila dia sampai mengalami depresi.


"apa katamu Carl? Depresi! bagaimana mungkin?


"Mungkin saja Hov, Karna aku melihat dari caranya tertidur dan juga detak jantungnya masih tidak setabil seperti manusia pada umumnya.


lihatlah, matanya selalu berkedip-kedip tak menentu walaupun dalam keadaan tertidur pulas.


itu menandakan bahwa Psikis sedang terganggu Hov. Carlos menjelaskan panjang lebar.


"Banarkah Carl?


Ku mohon maafkan aku Alesya, aku sungguh tidak bermaksud membuat mu ketakutan seperti ini. Hov berkali menciumi punggung tangan Alesya yang masih di genggamnya.


dan momen seperti ini sungguh menjadi pemandangan yang sangat menarik untuk Dokter Carlos dan juga Steven tentunya.


karena baru kali ini mereka melihat Tuan Jehova yang angkuh sombong dan juga arogan. seperti sedang bertekuk lutut di hadapan gadis yang sangat sederhana itu.


"Hov, kalau boleh tau hukuman apa yang sudah kau berikan padanya, hingga membuatnya sangat ketakutan.


Carlos merasa curiga karna melihat banyak sekali ada tanda merah yang ada di leher putih Alesya.


"jangan berfikir macam-macam Carl! Hov langsung memberikan tatapan membunuh nya. sementara Steven sengaja membuang mukanya seakan tidak mengetahui apa-apa.


"kalau memang tidak ada yang salah, Kenapa kau harus marah Hov? Carlos tergelak pelan.


"aku tidak melakukan hal yang aneh padanya Carl, mungkin Alesya merasa ketakutan karena aku menembakkan pistol yang ku pegang pada kaki para penjaga bodoh itu.


iya kan Steve? Hov seperti mencari pembenaran.


"eh, iya Tuan.. Steve tampak terkejut. karena Hov tiba-tiba menyeret namanya.


"Kalian berdua memang benar-benar sudah gila, dan bisa-bisanya kau melakukan hal semacam itu di depan Alesya Hov?


"entahlah Carl, saat aku sedang mabuk. jadi aku tidak bisa berfikir secara jernih dan melakukan begitu saja, karna aku memang sangat marah.


"ohh, berarti kau juga dengan sangat marah ya, saat membuat leher gadis ini penuh dengan tanda merah.


Carlos memicingkan mata nya ke arah Hov.


"apa maksud mu Carl? muka Hov langsung memerah seperti kepiting rebus. Ia tidak dapat menyembunyikan perasaan malunya di hadapan mereka berdua, Steve dan Carlos.


lagi-lagi Steven mengedarkan pandangannya kesembarang seperti sedang tidak mendengar apa yang sudah di ucapkan oleh Dokter Carlos tadi.


"Kau melihat apa Steven? Dokter Carlos mencoba menggoda nya.


"Tidak Tuan, saya hanya sedang melihat dinding kamar ini. Steve menjawab sembarangan saja.


"haha, apa kau tidak berani menatap Tuanmu itu? kalian berdua memang pasangan yang sangat serasi. Carlos kembali terbahak-bahak.


BERSAMBUNG...


Don't forget to:


*LIKE


*VOTE

__ADS_1


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH"


__ADS_2