
"Alesya? pekik Hov memanggil Istrinya.
"iya Tuan". Alesya segera tersadar dari lamunannya ketika mendengar suaminya mamanggil dari kamar mandi.
segera Alesya masuk ke kamar mandi dan mencari keberadaan Hov. namun langkah nya langsung terhenti saat melihat Hov sudah berdiri membelakangi nya dengan tubuh polos.
"kenapa kau berhenti Alesya? Hov langsung berbalik, saat mendengar langkah kaki Alesya terhenti begitu saja.
"aaaaaaaaaaaaa.. apa yang kau lakukan Tuan? kenapa kau tidak memakai baju mu? Alesya berteriak sambil menutup kedua matanya.
"kenapa Alesya? apa kau malu? haha Hov terkekeh-kekeh.
"bukankah, seharusnya Anda yang merasa malu Tuan!
karena bisa-bisanya Anda melakukannya didepan ku. Alesya bersungut-sungut.
"kenapa aku harus malu Alesya? apa ada yang salah, jika aku telanjang didepan Istri ku sendiri heh? cecer Hov.
"tapi aku tidak bisa melihat Anda seperti ini Tuan.
apa Iblis besar ini sudah benar-benar gila? bisa-bisanya Dia telanjang didepan mata ku. enak saja, Dia mau menodai mata polos ku ini.
Batin Alesya.
"buka matamu Alesya! karena mulai sekarang kau harus terbiasa.
"apa?? pekik Alesya keras.
"ah,, kau membuang waktu ku saja. Hov segera menarik tangan Alesya dan membawanya ke bathtub.
"apa yang akan kau lakukan Tuan? Alesya panik.
"tidak ada, aku hanya ingin meminta tolong pada mu, untuk menggosok punggung ku. rasanya sudah lama aku tidak mandi berendam seperti ini. Hov menceburkan diri nya kedalam Bathtub.
"ta..tapi? Alesya masih menutup matanya dengan satu tangan.
"sekarang bukalah matamu, dan segera gosok punggung ku! Hov menepuk pelan punggung nya sendiri.
dengan perlahan Alesya mulai menurunkan telapak tangannya, hingga matanya pun berhasil memandang tubuh Jehova yang begitu sempurna. Alesya terdiam mengamati tubuh suaminya yang begitu menggoda jiwa kewanitaan nya. karena tidak bisa dipungkiri, kalau Jehova memang memiliki tubuh yang begitu di idam-idamkan oleh wanita. Ia memiliki pundak yang begitu lebar, pria itu memiliki kulit yang putih bersih dan juga begitu halus.
hingga dengan begitu saja tangan Alesya mulai menyentuh punggung Jehova dengan jari telunjuknya. seperti sudah tersihir, Alesya tanpa sadar mulai membelai punggung suaminya dengan lembut, terkadang Ia juga menusuk pelan punggung pria itu dengan telunjuknya. jari lentiknya seakan tak bosan bermain main di punggung suaminya itu.
Hov hanya mengulum senyum, saat merasa tangan Istrinya menggerayangi punggung nya seperti sedang menuliskan sesuatu dipunggung lebar nya itu.
"apa yang sudah kau tuliskan dipunggung ku Nyonya Hov?
"eh, maaf Tuan? Alesya langsung menarik tangan nya cepat.
apa yang sedang kau lakukan Alesya? kenapa kau malah bermain main dengan punggung nya. dasar Bodoh!!
Batin Alesya merutuki diri nya sendiri.
"aku menyuruh mu, untuk menggosok punggung ku. bukan menjadikan punggung ku sebagai papan tulis. Hov berbalik dan menyentil jidat Alesya pelan.
"aaauuhhh, maaf Tuan Saya tidak bermaksud seperti itu. Always mengusap jidat nya pelan.
"kalau begitu sekarang cepat lah gosok punggung ku! aku tidak ingin terlambat ke kantor. pekik Hov.
"iya" sahut Alesya kesal.
dasar egois, bukankah baru kemarin kita menikah. dan lihat lah sekarang! kau akan langsung meninggalkan ku untuk bekerja. dasar pikun kau pernah mengatakan kalau kau bebas untuk masuk atau tidak ke perusahaan mu.
setidaknya sehari saja untuk tinggal bersama ku.
Alesya menggerutu dalam hati.
kali ini Alesya menggosok punggung Hov dengan sedikit keras tidak seperti sebelumnya. hingga membuat Hov meringis kesakitan.
__ADS_1
"he, apa kau ingin menguliti punggung ku Alesya? kenapa kau menggosok nya dengan kasar. cicit Hov.
"Oh, maaf kan aku Tuan" Alesya terkejut bukan main. saat melihat punggung putih Hov memerah karena ulahnya.
maaf karena sudah menyakiti punggung mu Tuan. sahut Alesya
"sudahlah, aku ingin mengguyur tubuhku. Hov berdiri dari bathtub begitu saja, menuju ke bawah shower tanpa mempedulikan Alesya yang kalang kabut melihat tubuh polos milik nya.
"apa kau tidak bisa menunggu ku keluar dulu Tuan? Alesya tampak kesal dengan ulah Jehova.
"aku tidak ingin terlambat Alesya, ini sudah siang. sahut Hov.
"kalau begitu aku akan keluar. pekik Alesya.
"siapa yang menyuruh mu keluar Alesya? Hov berbicara di bawah guyuran shower.
"lalu apa yang harus aku lakukan di sini Tuan? Alesya mulai bingung.
"tunggu aku di ruang ganti! titah Hov.
tanpa menjawab Alesya segera pergi meninggalkan Hov menuju ke Walk in Closet.
Alesya mondar mandir di Walk in Closet kebingungan, pikirannya sudah kemana-mana. Ia masih tidak percaya kalau Jehova bisa melakukan hal sekonyol itu didepan tanpa rasa malu sedikit pun.
"dasar gila! aku tau dia memiliki tubuh yang luar biasa. tapi bukan berarti dia bisa menunjukkan nya pada ku seperti itu kan.
Alesya mengoceh sendiri di sana.
tanpa di sadari oleh nya rupanya Hov sudah masuk.
"apa kau sedang membicarakan aku, Istriku? Hov merangsek mendekati Alesya.
"eh, tidak Tuan. bagaimana mungkin aku berani berbicara dibelakang mu Tuan? hehe Alesya tersenyum getir.
"oh, ya? lalu, siapa kah orang yang kau sebut gila tadi? Hov menundukan mendekat kan wajah nya didepan Alesya.
"kenapa wajah mu merah Alesya? Hov tampak menahan senyum nya.
"benar kah? Alesya langsung menggeser tubuhnya untuk menghindari Jehova karena malu.
kenapa jantungku berdetak begitu cepat, oh Tuhan, rasa nya aku mau pingsan saat Tuan Hov menatap ku tadi.
Batin Alesya.
Hov tampak semakin bersemangat saat melihat reaksi Alesya yang sudah salah tingkah.
"apa kau sudah menyiapkan pakaian untuk ku Alesya? Hov melempar handuk yang dipakainya ke tangan Alesya dengan sembarangan.
"su.. sudah Tuan. Alesya semakin berkeringat dingin dengan perlakuan Hov pada nya.
"dimana? Hov berkacak pinggang menatap Alesya. Dia tidak memperdulikan Alesya yang sudah begitu gugup melihat nya telanjang bulat.
"Di.. disana Tuan! Alesya menunjukkan jarinya ke sebuah gantungan baju disudut ruangan.
"oh, disana rupanya. Hov berjalan mendekati pakainya. Dengan seksama Ia memperhatikan satu persatu pakaian yang sudah disiapkan oleh istri nya itu. dari kemeja jas celana hingga dasi.
selera istri ku bagus sekali. bahkan Dia bisa tau warna apa saja yang cocok untuk aku pakai.
Batin Hov.
"apa aku sudah boleh keluar dari sini Tuan? Alesya memohon.
"belum! sahut Hov singkat.
"tapi apa lagi yang harus aku kerjakan Tuan?
Alesya semakin berkeringat. Walaupun sebenarnya tempat itu bisa dikatakan cukup sejuk karena hembusan AC.
__ADS_1
"selera mu kuno sekali Alesya! Hov mengambil pakaiannya dari gantungan dan membawanya ke Sofa di mana Alesya sedang duduk.
"eh, kalau begitu aku akan menggantinya Tuan. Alesya mencoba mengambil pakaian yang sudah dipilihnya tadi.
"tidak usah! aku tidak mau membuang waktu ku. aku akan memakainya. O iya, ambil kan ****** ***** untuk ku! titah Hov.
"apa?" Alesya spontan menoleh ke arah Jehova yang sedari tadi di punggungi nya.
tapi Alesya segera menutup matanya saat menyadari kalau Hov belum berpakaian dengan benar.
"haha, kenapa kau menutup mata mu lagi Alesya? bukankah dari tadi kau sudah melihatnya kan. Hov terkekeh-kekeh.
cepat ambil kan! atau jangan-jangan kau senang melihat ku telanjang seperti ini heh.
dengan kesal Alesya berdiri dari duduknya dan segera menuju ke lemari untuk mencari ****** ***** milik suaminya itu.
dengan susah payah Alesya membuka satu persatu laci di lemari itu, sampai akhirnya Ia menemukan setumpuk CD dengan berbagai warna yang tersusun rapi.
tampak Alesya mengambilnya satu yang berwarna biru.
dengan cara berjalan mundur Alesya mencoba memberikan nya pada Jehova.
otak cerdik Jehova langsung memiliki Ide untuk menjahili Istri kecilnya itu.
Jehova segera berjalan mendekati Alesya yang masih berjalan mundur. dan seperti harapan nya. Tubuh Alesya menabrak Jehova yang sengaja sudah berdiri di belakangnya.
"aaaaaaaaaaaaa" teriak Alesya karena terkejut merasa menabrak seseorang.
"kenapa kau berteriak Alesya? Hov sudah memeluk tubuh Alesya dari belakang.
"apa yang lakukan Tuan? Alesya mulai panik, Karena Ia tau betul suaminya itu belum berpakaian.
"diam saja jangan bergerak! karena jika kau bergerak, "Dia" akan meminta lebih. ancam Hov.
seketika tubuh Alesya mematung, ketika mendengar apa yang suaminya ucapan kan. bukan tanpa alasan. karena semakin Alesya bergerak semakin Ia akan menyentuh sesuatu yang begitu sensitif milik Hov. Alesya sudah diam seperti patung sekarang.
namun sepertinya Jehova lah yang tetap tidak bisa mengendalikan diri nya.
milik nya benar-benar sudah mengeras sekarang.
sedangkan Alesya hanya bisa memejamkan mata dan menelan saliva nya dalam-dalam. saat Ia mulai bisa merasakan ada sebuah benda keras yang mulai mengganjal di belakang nya.
namun dengan cepat, Hov menarik CD yang masih dipegang oleh Alesya dengan kasar dan segera memakai nya.
"Kau bisa keluar sekarang Alesya!! titah Hov.
dan segera melepaskan tubuh Alesya dari pelukannya.
namun Alesya masih berdiri mematung, lagi-lagi Ia merasa kalau Jehova memang dengan sengaja menolak nya.
dengan segera Ia menyadarkan pikiran nya, dan segera beranjak dari ruang ganti meninggalkan Hov dengan segala pertanyaan dihatinya.
maaf kan aku Alesya, aku sudah berjanji padamu, kalau aku tidak akan melakukannya tanpa seijin dari mu.
Batin Hov.
sepertinya Hov masih belum bisa menyadari. kalau sebenarnya Alesya sudah mulai menerima nya. karena Alesya memang tidak tau bagaimana cara untuk menunjukkan perasaan nya pada Hov.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
"KOMENTAR*
TERIMAKASIH
__ADS_1