
kedua manusia itu masih bersikukuh dengan pemikiran nya masing-masing.
"kenapa kau tidak bisa memperlakukan aku seperti kau memperlakukan Hansen, Alesya?
"jelas aku tidak bisa Tuan! dari awal saja aku tidak mengenal siapa Anda. apalagi Anda secara paksa membawa aku ketempat ini. sedangkan Tuan Hans, Dia adalah Bos ditempatku bekerja. kami sudah saling mengenal sejak lama. jelas Anda tidak bisa disamakan dengan Tuan Hans! tegas nya.
"kalau begitu dengarkan aku! teriak Jehova keras.
Alesya langsung naik ke ranjang tangannya meraih guling yang ada disampingnya dan memeluknya erat.
"apa yang akan kau lakukan Tuan? Alesya mulai panik.
"kau tidak perlu takut Alesya! aku tidak akan menyentuh tubuh sedikitpun.
"lalu apa yang kau inginkan?
"aku hanya ingin kau mendengar semua ucapanku baik-baik! sahut Hov.
"kalau begitu cepat katakan! dan segera lah keluar dari kamar ini! tegas Alesya.
"aku mau, mulai sekarang kau harus melupakan Hansen atau laki-laki manapun! Jehova berjalan mendekati ranjang.
"tapi kenapa Tuan? bukankah aku berhak berteman dengan siapapun yang aku inginkan! pekik nya.
"tapi mulai sekarang aku tidak akan mengijinkan mu untuk dekat dengan pria manapun selain dengan ku Alesya! titah nya.
"tapi kau tidak berhak melakukan itu pada ku Tuan! kau tidak berhak. tangisnya mulai pecah.
"kenapa aku tidak berhak Alesya? lalu menurut mu siapa yang berhak melakukan nya heh. Hov kembali tersulut emosi.
"entahlah, tapi yang jelas Anda tidak berhak atas diriku!
"kenapa tidak Alesya? bahkan sekarang aku bisa melakukan apapun padamu! sinis nya.
"tidak, Anda salah besar Taun Jehova! Anda bahkan tidak bisa melakukan apapun terhadap ku.
"apa kau mencoba memancing ku Nona? Hov tersenyum iblis.
"sekali lagi ku tegas kan Pada Anda Tuan Jehova! Anda tidak berhak atas diriku sedikit pun. Karna apa? karna Anda bukan siapa-siapa untuk ku! Alesya tersenyum sarkas.
"apa katamu Alesya? Hov begitu terkejut dengan ucapan gadis yang sangat dicintainya itu.
"oh, apa kau tidak mendengar nya? kali ini dengarkan baik-baik Tuan Alexander Jehova!
"Anda bukan siapa-siapa untuk ku!"
sepertinya ucapan dari Alesya bagaikan sebuah pedang tajam yang dihunuskan tepat di jantung nya.
tubuh pria itu seketika membeku di tempatnya. tatapan matanya kosong pikirannya pergi entah kemana.
Alesya yang melihat itu hanya diam, Ia sadar apa yang baru saja diucapkannya begitu berlebihan. tapi apa mau dikata semuanya sudah terlanjur diucapkan. Ia pun pasrah jika nantinya harus menanggung resiko dari ucapannya.
__ADS_1
"jika aku tidak berarti untuk mu? lalu apa yang sudah kita lewati selama ini adalah sandiwara saja Alesya. tiba-tiba Hov berbicara dengan sangat lembut dan menatap wajah Alesya lekat.
"aku tidak sedang melakukan sandiwara apapun pada Anda Tuan! aku hanya sedang berusaha menerima kenyataan bahwa hidupku harus berhenti disini. ucapnya pelan.
"Berhenti katamu? Hov sedikit menaikan suaranya.
aku bahkan rela melakukan apapun untuk mu Alesya. aku bahkan rela memberikan semua waktuku untuk menemani mu disini.
"tapi aku tidak menginginkan semua itu Tuan! aku tidak mau tinggal disini bersama mu. Alesya menangis sesenggukan.
"tapi kenapa Alesya, bukankah kita sudah tinggal bersama selama beberapa bulan ini kan! kenapa kau masih tidak bisa memperlakukan aku dengan baik? Hov tertunduk lesu.
"berapa kali aku harus mengatakannya padamu Tuan. Anda bukan siapa-siapa ku dan aku tidak bisa tinggal bersama orang lain dalam satu tempat secara bersamaan. aku ingin pulang ke rumah ku! huhu tangisnya semakin terisak.
"kau baru saja mengatakan tidak bisa tinggal bersama orang lain kan. Hov kembali menatap Alesya penuh arti.
"iya Tuan, aku tidak bisa tinggal disini bersama Anda. apalagi Anda selalu keluar masuk kamar ku dengan mudah. aku ini seorang gadis Tuan. kau selalu saja memperlakukan aku seperti seorang tahanan. yang kemanapun aku melangkah harus diikuti. aku ingin hidupku yang dulu Tuan. kumohon! Alesya menenggelamkan wajahnya diguling itu.
sejenak Jehova terdiam, menatap gadis yang sedang duduk di ranjang dengan memeluk guling seperti seorang yang sedang tidak berdaya.
"kau ingin bebas? kau ingin tinggal dengan keluarga mu? dan kau tidak bisa tinggal bersama orang lain dalam satu atap kan? Jehova memberikan banyak pertanyaan pada Alesya.
"iya..! aku menginginkan semua itu! jawabnya dengan cepat. Alesya hanya mengangkat kepalanya sebentar lalu menenggelamkan nya lagi ke guling nya.
"Baiklah kalau begitu aku akan mewujudkan semua keinginanmu! sahut Jehova pelan
"Benarkah? gadis itu segera mengangkat kepalanya menatap Jehova.
"iya! aku tidak akan berbohong kali ini. jawabnya dengan mantap.
"kapan kau akan membiarkan aku pergi dari Mansion ini Tuan? Alesya tampak bersemangat.
"sabarlah Nona! Lebih baik kau siapkan diri mu dulu! Hov menyeringai.
tidak, kenapa Iblis itu tersenyum begitu mengerikan? apa kali ini Dia akan membohongiku lagi. Batin Alesyabertanya tanya.
"tapi nanti nya Anda tidak akan menyakiti keluarga ku kan? Alesya memberanikan diri untuk bertanya.
"tentu saja tidak. aku bahkan akan memperlakukan keluarga mu dengan sangat baik. karena mereka juga akan menjadi keluarga ku. jelas nya.
"apa maksud Anda Tuan? Alesya mulai merasakan ada yang salah dengan pria tampan yang sedang duduk menatap nya itu.
"aku hanya ingin mewujudkan semua keinginan mu Alesya. apa kau tidak mau? pancing nya.
"iya Tuan, aku mau! Alesya mantap.
Ia tidak tau apa sebenarnya yang sekarang ada dipikiran Jehova saat ini. yang Ia tau hanya sebentar lagi Ia akan segera keluar dari Mansion itu dan bisa kembali bertemu dengan keluarga nya.
dengan reflek, Ia melempar guling yang dari tadi di peluk nya ke sembarang arah dan segera menghampiri Jehova yang sedang duduk di bangku yang ada di sebelah nakas.
he, kenapa tiba-tiba Dia bertingkah seimut ini? aku sudah tidak sabar melihat reaksi nya saat Dia tau semua rencana ku nanti. seandainya kau tau, betapa aku sangat terluka dengan semua ucapan mu tadi Alesya. Batin Jehova.
__ADS_1
"siapkan diri mu dari sekarang Alesya. Jehova menyentuh rambut ikal gadis itu dengan penuh kasih sayang.
sial, aku bahkan harus diam saja saat Dia menyentuh rambut ku! Alesya.
"tapi aku sudah siap Tuan, tubuh sudah sangat kuat untuk melakukan perjalanan. sahut Alesya.
"kau tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga Nona! kau hanya perlu menyiapkan mental mu saja.
karena besok aku akan "Menikahi" mu! Jehova meraih dagu wanita cantik yang ada di hadapannya itu.
"ah..apa maksud Anda Tuan?? Alesya masih tidak mengerti dengan ucapan Jehova.
"apa kau benar-benar Bodoh Alesya?
apa kau tidak tau arti dari "Menikahi" Jehova menekankan ucapan.
bukankah kau sendiri yang mengatakan, kalau tidak bisa tinggal dengan orang yang bukan siapa-siapa untuk mu kan.
besok aku akan mewujudkan nya untuk mu! ingat lah! mulai besok, aku akan bukan lagi orang lain untuk mu dan yang lebih penting mulai besok, aku akan berhak sepenuhnya atas dirimu.
Hov menghempaskan dagu Alesya dengan sembaranga saja hingga membuat gadis itu sedikit terkejut.
"tidak.. tidak..! kau tidak bisa melakukan itu padaku Tuan! kau tidak bisa menikahi ku! terikat nya histeris.
"kenapa Alesya? apa sekarang kau berubah pikiran? kalau pun Iya, sayangnya sudah terlambat, Karna aku tidak akan pernah menarik kembali ucapan ku! cecar nya.
"Jangan Tuan! ku mohon jangan lakukan itu!
"ada Apa Alesya? apa orang lain yang kau cintai? Hov memicingkan mata nya.
"tidak Tuan, bukan itu masalah nya! Teriakannya kencang.
"lalu apa alasannya Alesya? Suara Hov tak kalah keras.
"Anda tidak bisa bermain-main dengan pernikahan Tuan. Karna bagi ku pernikahan itu adalah hal yang sangat sakral. dan aku hanya akan melakukan nya sekali seumur hidupku. ku mohon mengertilah lah! Alesya mengiba.
"kalau begitu, ayo kita lakukan upacara pernikahan kita dengan baik Alesya! haha Jehova tergelak.
Jehova memang sebelumnya tidak pernah berfikir untuk menikah seorang gadis sebelum nya. bahkan saat bersama Cindy pun Ia tidak pernah berniat untuk menikah gadis itu. tapi perasaan nya untuk Alesya kali ini sungguh berbeda. ada perasaan yang sakit teramat sangat saat Alesya tidak menganggap nya bagian dari hidupnya. hatinya seketika bergejolak, perasaan untuk ingin memeliki Alesya begitu kuat. Ia tidak bisa melepaskan Alesya. Ia juga tidak bisa melihat Alesya berada di pelukan pria lain selain dirinya. hingga keputusan untuk menikahi Alesya dan menjadi kan sebagai istri sudah menjadi kemantapan hati nya.
tak ada sedikitpun keraguan di hati Jehova menjadi kan Alesya sebagai bagian dari hidupnya dan Ia juga berharap, dengan pernikahan ini Alesya bisa menjadi kan dirinya sebagai bagian dari hidup Alesya.
*BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
*KOMENTAR
"TERIMAKASIH"
__ADS_1