"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 17


__ADS_3

Mereka berdua berjalan di sepanjang taman Mansion De'luxe. yang seakan tak ada ujungnya.


"kenapa anda berjalan cepat sekali Tuan?? Alesya' merasa kakinya tak pernah bisa menyamai langkah Hov yang lebar.


tubuh Alesya sedikit kedinginan karena baju yang di pakenya tanpa menggunakan lengan.


Tampak bibir Hov tersenyum bahagia, saat mendengar bibir Alesya' yang terus saja menggerutu. Hov sesekali melirik kearah Alesya.


kasihan sekali Dia, sepertinya Dia kedinginan.


"Apa kau selalu saja berisik seperti ini Sya? Diamlah dan berjalan di samping ku! tiba-tiba Hov berbalik dan menarik tangan Alesya yang ada di belakang nya.


Buuk... Owww sakit..! tanpa sengaja kepala Alesya membentur dada bidang milik Hov.


'Ohhh dada Tuan Hov sungguh sangat nyaman. Aroma Tubuhnya selalu membuat ku gilaaaa. tanpa sadar Alesya terus saja menempel kan wajah nya di dada bidang Hov.


"Maaf Alesya aku tidak sengaja melakukan nya. apa kah kepala mu sakit? Hov menangkup wajah Alesya dengan kedua tangan nya.


Hov meraba seluruh wajah Alesya. dengan raut wajah yang begitu cemas. kenapa tubuh mu dingin sekali Alesya? Hov langsung melepaskan jas hitamnya untuk dan menutup lengan Alesya yang terbuka.


Alesya hanya terdiam memandangi wajah tampan Hov yang ada tepat di depan matanya.


"apa kau ini seorang Pangeran Tuan? kenapa wajah mu tampan mu sekali!! bibir meracau tak jelas..


"apa yang kau katakan Sya?? Hov ingin mendengar suara Alesya sekali lagi dengan jelas!


"Ah.. Apa Tuan?? Alesya langsung tersadar bahwa bibirnya berkata di luar kendalinya.


"Tadi kau berkata apa? aku ingin mendengar nya sekali lagi! pancing Hov.


"Tidak... aku tidak berkata apa-apa mungkin anda saja yang salah dengar. Alesya langsung kabur dan berjalan mendahului Hov.


"Alesya.. Alesya... tunggu.....!!


Ohhhh.. seperti nya gadis kecil ini bisa membuat ku gila. Hov segera berlari mengejar Alesya yang sudah jauh di depannya.


"Hufff.. kenapa tiba-tiba kau berjalan cepat sekali Sya?? Hov ter engah-engah mengejar Alesya.


"Iya, karna aku sudah lelah Tuan, ini sudah malam, aku ingin cepat sampai ke kamar ku. Alesya berbicara tanpa menatap Hov.


"Bukankah tadi kau bilang padaku. kalau kau bosan berada di kamar terus. dan kenapa sekarang kau ingin cepat kembali ke kamarmu?


Hov berjalan mundur dengan tubuh menghadap ke Alesya.


"Tuan" bukan kan aku sudah bilang aku lelah. dan aku ingin tidur karena aku sudah mengantuk. Huaaaaaaaa.. Alesya menguap walaupun sebenarnya dia tidak mengantuk.


"Benarkah..? bukan karena kau sengaja menghindar dari ku.


karena tadi aku mendengar apa yang kau ucapkan kan!! Hov masih saja menggoda Alesya.


"Benarkah? kau mendengar apa yang aku ucapkan kan tadi. Alesya langsung menghentikan langkah nya. Mata coklat nya langsung membulat sempurna menatap Hov.


"Hmmmm Seperti nya Iya... Hov menunduk mendekat kan wajah tampan nya di depan Alesya. karena tinggi badan Alesya hanya setinggi dada Hov saja.


wajah Alesya seketika merah merona seperti udang rebus.


Hey kenapa pipi mu bersemu merah Sya?? Hov masih saja menggoda Alesya.

__ADS_1


"Benarkah? tangan Alesya refleks menyentuh kedua pipinya. dan berlari secepat mungkin untuk menjauh dari Hov ke sembarang arah. padahal Dia tidak tau kemana sebenarnya arah dia berlari.


"Wuahahahahah,, Hov tertawa terbahak-bahak dengan berkacak pinggang melihat Alesya berlari secepat kilat.


Setelah Alesya merasa larinya cukup jauh. Dia baru menyadari bahwa Ia berada di tempat yang sama sekali tidak di ketahui nya.


tempat itu gelap dan penuh dengan pohon besar mengelilinginya.


ada suara gemericik air di sana tapi Alesya tidak tau dari mana sumber nya.


"Aaaaa.. di mana aku.. tolong di mana aku? Tuan Hov apa Anda mendengar ku?


Tuan Hov..! Tuan Hov..!


suara Alesya langsung terdengar di telinga Hov.


Hov langsung mencari di mana sumber suara itu berasal.


"Alesya apa kau tersesat??? Alesya yang menyadari ada suara Hov dari balik pohon langsung menghampiri nya dan langsung menelusup kan wajah nya di dada Hov.


"Tuan Hovv, aku pikir kau akan meninggalkan ku sendirian disini.


karena masih merasa takut, Alesya memegangi lengan Hov dengan kedua tangan nya.


"Hey bukankah kau yang berlari meninggalkan ku? kenapa kau malah menuduh ku ingin meninggalkan mu? Dasar Aneh!!


Hov yang melihat kedua tangan Alesya yang masih bergelayut di lengannya hanya diam dan menikmati saat-saat itu.


"siapa suruh kau terus saja menggoda ku Alesya merajuk.


"Baiklah Nona Alesya. Aku minta Maaf...!


"kau datang ke sebuah danau kecil buatan yang biasa ku kugunakan untuk memancing.


"ohhh, pantas saja aku mendengar ada suara gemericik air. tapi kenapa disana gelap sekali Tuan? tidak seperti di tempat lainnya.


"iya... aku memang sengaja tidak menaruh banyak lampu di sana. Hov menjawabnya dengan sembarangan saja. padahal Hov tidak tau kenapa di bagian itu tidak terdapat banyak lampu. karna jelas-jelas Dia tidak pernah mengurusi hal semacam itu.


"Apa kau sudah lelah Sya???


"hmmmmm begitu lah Tuan, kepalanya menempel di pundak Hov dengan nyaman. tapi tiba-tiba Alesya langsung tersadar.


Ohhhhh maaf kan aku Tuan. aku tidak sengaja memegang lenganmu dari tadi. itu karena tadi aku benar-benar ketakutan. Alesya segera menjauh kan tubuh nya dari Hov.


"kenapa kau harus menjauh Sya? kau boleh terus memegang nya semaumu lakukanlah! Hov mendekat kan lengannya.


"Tidak Tuan, terimakasih banyak. Alesya menolak tawaran Hov dengan sopan.


"Lihat lah kita hampir sampai. Hov menunjukkan Mension De'luxe yang mewah dari depan.


"Wow bangunan ini benar-benar tampak indah sekali dari depan, Alesya menatap dengan takjub.


lalu tadi aku keluar dari mana Tuan?? Alesya heran kenapa ada banyak sekali Pintu di bangunan ini.


"Tadi kau keluar dari pintu samping yang langsung menghadap ke laut. Hov menjawab dengan mempercepat langkahnya menuju Mansion.


"Tunggu aku Tuan...!!! Alesya berlari kecil mengejar langkah Hov.

__ADS_1


saat kedua nya telah sampai di depan pintu. para pelayan Langsung membuka pintu dan mempersilahkan mereka berdua masuk. saat pintu di buka. Alesya hanya terdiam di depan pintu, rasanya seperti mimpi Dia bisa berada di tempat ini sekarang.



Hov langsung masuk seperti biasanya. tapi dia menghentikan langkah, saat Alesya tak ada di sebelahnya.


lalu Ia menoleh ke belakang dan melihat Alesya yang masih diam tak bergeming di depan pintu.


Alesya menutup mulut nya yang masih menganga, dengan kedua telapak tangannya karna terkejut.


"Heyy masuk lah! Hov melambaikan tangan nya. apa kau akan diam disana terus Sya? cepat Masuk lah!! atau aku akan benar-benar menggendong mu kali ini. Hov mulai mendekat ke arah Alesya.


"Baiklah Tuannnnnn Hovv"


Alesya melangkah kan kaki nya. Masuk ke dalam Mansion dengan perasaan tak percaya. Aouuu.. sakit...! dia mencubit tangannya sendiri. untuk memastikan bahwa saat ini Dia tidak sedang bermimpi.


lagi-lagi Hov hanya bisa tersenyum dan menggeleng kan kepalanya saat melihat tingkah laku Alesya.


"sekarang ayo naik! aku akan mengantarmu ke kamar.


"tidak usah Tuan, aku bisa sendiri.


Alesya' menaiki tangga dengan semangat. namun setelah Ia sampai di lantai atas.


Dia bingung arah mana yang menuju ke kamarnya.


"kenapa kau berhenti Sya? carilah dimana kamar mu!!! Hov sengaja memperlambat langkahnya.


"Hehehehe... seperti nya aku butuh bantuan mu Tuannnnnn. Alesya mempersilahkan Hov untuk melangkah di depan dan Alesya mengikuti di belakang nya.


Kau begitu menggemaskan Alesya!! gumam Hov dalam hati.


akhirnya mereka tiba di depan kamar Alesya. Hov membuka pintu untuk Alesya dan ikut masuk ke dalam kamar nya.


"Apa yang akan kau lakukan di sini Tuan? Alesya panik.


Hov berjalan menuju jendela besar di kamar Alesya. dan menutup semua kelambu yang ada di sana.


"Sekarang bersih kan diri mu dan beristirahat!!


terimakasih Sya, terimakasih untuk semua nya. Hov mengusap kepala Alesya dan pergi keluar dari kamar nya.


Alesya tak berucap sepatah kata pun. Ia hanya menatap punggung Hov yang semakin menjauh dari pandangan nya.


Alesya langsung membersihkan kan diri, lalu segeralah naik ke atas ranjang empuk miliknya.


"Kenapa Tuan Hov memperlakukan aku begitu baik' ya.


Oh Alesya sadar lah! tempat mu bukan di sini, kau hanya tawanan saja, suatu saat kau pasti akan berakhir menyedihkan bila terus berada ditempat ini.


hmmmmm seindah apapun tempat ini. aku tetap harus kembali ke keluargaku. karna mereka pasti mencari ku kemana mana. aku harus mencari cara agar segera bisa keluar dari tempat ini. Alesya membulat kan keyakinan nya sekali lagi.


🌸🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa untuk like dan kasih komentar yang baik ya sayang..

__ADS_1


Selamat membaca 🤗🤗 dan tunggu kelanjutannya 👌👌👌


__ADS_2