"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 77


__ADS_3

sementara itu Alesya masih mencari beberapa barang yang akan dipindahkan nya ke kamar Jehova.


Hanna dengan telaten membantu Alesya memindahkan barang barang milik Alesya.


"apa kau juga akan membawa ini Nona? Hanna menunjukkan sebuah benda kecil yang masih tergeletak diranjang nya. benda itu adalah penutup mata saat tidur bermotif mata panda.


"o iya Bi, untung Bibi mengingat kan aku. hehe Alesya tersenyum lebar.


"apa lagi yang akan kau pindah kan ke kamar baru mu Nona?


"aku rasa sudah cukup Bi, sebenarnya aku hanya membutuhkan baju tidur ku saja. karena baju tidur yang ada dikamar Hov sangat mengerikan. bisik Alesya.


"mengerikan? apa maksud mu Nona? Hanna penasaran.


"iya Bi, kau tau baju tidur yang ada di kamar itu benar-benar transparan. aku merasa kurang nyaman untuk memakainya. sahut Alesya.


"haha, memang model nya seperti itu Nona! tegas Hanna.


"tapi aku tidak pernah memakai yang seperti itu Bi. Alesya meruncing kan bibir nya.


"iya, iya Nona. terserah kau saja. Hanna mengangkat kedua tangan nya.


"kalau begitu ayo bantu aku untuk membawanya ke kamar Tuan Hov Bi. ajak Alesya.


"ayo! Hanna membawa satu dus penuh baju-baju milik Alesya.


sedang kan Alesya membawa setengahnya.


setelah sampai di depan pintu kamar Jehova, Hanna tampak berdiri mematung dan tidak mengikuti Alesya masuk ke kamar itu.


"Bibi, ayo masuk! kenapa Bibi hanya berdiri di depan pintu saja? Alesya tampak bingung melihat tingkah Hanna.


"tidak Nona, aku tidak masuk kekamar ini. sahut Hanna cepat.


"tapi kenapa kau tidak bisa masuk kekamar ini Bi? Alesya semakin penasaran.


"iya Nona, kamar Tuan Hov tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang. apalagi seorang pelayanan seperti aku ini. Hanna menjelaskan.


"tapi kenapa Bi? Alesya masih tak menerima alasan Hanna.


"itu sudah menjadi peraturan di Mansion ini Nona. dan tidak ada yang bisa melanggar aturan itu, kecuali Tuan Hov sendiri. Hanna menjelaskan.


"kenapa Bi? semua orang disini begitu takut padanya. apa jangan jangan Tuan Hov itu suka menghukum ya. Alesya kesal.


"tidak Nona, bukankah sudah sering Bibi katakan, jangan sembarangan bicara di tempat ini. bisik Hanna pelan.


"iya Bi, aku masih tau. tapi aku hanya bingung saja. kenapa semua orang yang bekerja disini begin patuh pada nya. gerutu Alesya.


"sudah sekarang masuk lah! letakkan baju-baju itu. dan segera lah beristirahat. Hanna meletakan kardus yang di sedari tadi di pegangnya tepat diatas kardus yang masih di pegang Alesya.


"Bibi, ini berat Bi!! pekik Alesya kencang saat menerima kardus berisi baju-baju milik nya.


"sudahlah bawa masuk saja! Hanna berjalan dengan cepat meninggalkan Alesya sendirian di depan pintu kamar Jehova.


lalu dengan susah payah, Alesya membawa kedua kardus itu masuk kedalam kamar nya.


diletakkan kardus-kardus itu di bawah lantai kamar dengan sembarangan, hingga membuat isinya sedikit berantakan.


satu persatu Kardus di bawa nya masuk ke ruang ganti untuk diletakkan didalam lemari.

__ADS_1


setelah Ia selesai merapikan semua bajunya.


segera Alesya merebahkan tubuhnya di ranjang empuk milik Jehova itu.


tiba-tiba Ia menyentuh paper bag yang berisi ponsel yang tadi pagi di letakkan nya begitu saja.


"o iya, aku sampai lupa. kalau Tuan Hov memberikan ponsel untuk ku. Alesya mengoceh sendiri di dalam kamar.


lalu dengan penuh semangat Ia membongkar kardus untuk mengambil ponsel didalamnya.


mata coklat nya terbelalak, tatkala melihat ponsel yang ada dihadapannya ini adalah ponsel dengan lambang apel keluar seri terbaru. dengan fitur yang yang luar biasa. Alesya tidak pernah membayangkan kalau suaminya itu akan memberi nya ponsel semahal ini. selama ini Alesya hanya melihat ponsel seperti itu saat menonton televisi saja.


saat Alesya sedang mempelajari ponsel barunya itu. tiba-tiba ponsel nya berdering kencang. dan tertulis Nama "Suamiku" yang sedang melakukan panggilan diponsel nya.


Alesya tampak kalang kabut saat melihat nama yang sedang melakukan panggilan telepon itu.


"dasar aneh, bisa-bisanya Dia menulis kan sendiri Namanya di ponsel ku. gumam nya.


Alesya sengaja tidak mengangkat panggilan dari Jehova. karena Dia bingung harus membicarakan soal apa dengan suami nya itu.


namun sepertinya, Jehova tidak mudah menyerah. Ia terus saja mengulangi panggilan nya. dan bener saja usaha Jehova akhirnya membuahkan hasil.


("Iya ada apa Tuan?") sahut Alesya dari balik ponsel.


("kenapa lama sekali mengangkat panggilan dari ku heh") pekik Hov keras.


("maaf Tuan, aku baru saja dari kamar mandi") Alesya beralasan.


("O iya, apa kau tidak berbohong pada ku Nyonya Hov?")


sepertinya Alesya tidak menyadari kalau ternyata Jehova mengawasinya dari CCTV yang ada di kamar itu dan rupanya hanya Hov saja yang bisa mengaksesnya.


("eh, mana mungkin saya berani berbohong pada Anda Tuan.) hehe senyum nya terdengar terpaksa.


("Iya Tuan, saya menyukainya. tapi kalau boleh, apa saya bisa memakai ponsel lama ku saja.) Alesya tampak memejamkan matanya saat mengucapkan kalimat itu.


("tapi kenapa? apa kau tidak menyukainya Alesya) Suara bariton Jehova mulai menusuk telinga Alesya.


("tidak, bukan begitu Tuan. maksud ku semua file penting ku ada di ponsel itu. dan beberapa nomor teman ku juga ada diponsel itu) Alesya tampak memikul kepalanya pelan.


Hov yang melihat tingkah Alesya dari CCTV melalui Laptop nya tampak tersenyum tak jelas. Ia tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat melihat tingkah polos Istri kecil nya.


("aku sudah membuat ponsel mu") jawab Hov singkat.


("apa?) pekik Alesya kencang. hingga membuat


telinga Hov sedikit tersentak.


("jangan berteriak pada ku Alesya! apa kau ingin membuat gendang telinga ku rusak heh?) sahut Hov.


("tapi, kenapa Anda membuatnya Tuan? itu kan ponsel ku) suara Alesya terdengar kesal.


Hov bisa melihat dengan jelas kalau saat ini, Alesya sedang merutuki diri nya dari balik ponsel itu. Alesya tampak mengepal kan jari-jarinya seakan ingin memukuli seseorang yang sedang melakukan panggilan dengan nya.


("hey, apa kau tidak terima, karena aku sudah membuang ponsel kuno mu itu Alesya?) Hov tampak mengulum senyum.


sementara itu Steve hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, saat melihat tingkah Tuan mudanya yang sedang dimabuk cinta dengan Istri kecil nya itu.


("Tapi aku membutuhkan semua file yang ada diponsel "Kuno" ku itu Tuan Jehova yang terhormat) Alesya terdengar menekankan kalimat nya.

__ADS_1


("tapi mulai sekarang kau sudah tidak membutuhkan file-file itu lagi. dan sekarang kau harus terbiasa menggunakan ponsel itu Nyonya Jehova yang terhormat) Hov semakin geli saat melihat Alesya yang sudah mulai marah kepada nya.


("Terserah kau saja") jawab Alesya singkat.


lalu..


tuutt..


Alesya dengan sepihak memutuskan panggilan telepon nya.


dan sontak saja hal itu membuat Jehova terkejut. karena baru kali ini ada orang yang berani memutuskan panggilan nya saat ia sedang ingin berbicara. beberapa saat Hov menatapi layar ponselnya. namun tiba-tiba


haha tawanya pecah menggema di ruangan itu.


"ada apa Tuan? kenapa Anda begitu senang sekali? Steve penasaran.


"kau tau Steve? baru saja Alesya memutuskan panggilan dari ku begitu saja, karena Dia marah pada ku. tampak senyum itu masih menghiasi bibir seksi nya.


"benarkah? Steve tampak bingung. karena Hov tidak marah dan malah tampak bahagia.


astaga, apa otak nya sudah mulai rusak karena cinta. sungguh jatuh cinta memang begitu mengerikan.


Batin Steven.


"iya, Steve. aku baru saja menggoda nya. dan Dia marah pada ku.


ah, aku jadi merindukan kan nya. Hov menatap langit langit ruangan nya.


"eh, bukan kah, baru tadi pagi Anda meninggalkan Nona Alesya kan Tuan? sahut Steven.


"entah lah Steve, aku seperti tidak bisa jauh dari nya. aku seperti ingin membawanya kemana saja aku pergi. haha Hov terkekeh geli.


"bagaimana mungkin Tuan? Nona Alesya itu bukan boneka. apa Anda bisa membayangkan akan seperti apa, saat Anda membawanya kemana saja. Hehe Steve tertawa kecil.


"kau benar sekali Steven, gadis itu tidak akan diam begitu saja. Dia pasti tidak akan berhenti mengomeli ku ini dan itu. haha tapi aku suka saat Dia banyak bicara dengan ku. jawab Hov.


"O iya Tuan, semua jadwal Anda sudah saya atur ulang. dan Anda bisa mulai menjalankan nya mulai siang ini juga.


"hah, kenapa cepat sekali Steve? apa aku tidak bisa memulai nya besok pagi saja. Hov mengiba.


"bukankah tadi Anda sendiri yang meminta ku untuk cepat mengatur nya ulang kan. Steve memastikan.


"iya, tapi itu tadi. dan sekarang aku seperti ingin pulang lebih awal. hehe Hov tersenyum canggung.


"tidak bisa Tuan, siang ini juga. Anda harus menghadiri rapat pemegang saham. karena hanya Anda dan Tuan Hans saja yang bisa menghadirinya. jelas Steve.


"sial!! Aku bahkan tidak ingat kalau Hansen sekarang ada di Negara N.


Baiklah kalau begitu siapkan semua nya untuk ku Steve!!


"Baik Tuan" Sahut Steve.


Hov menutup laptopnya dan kembali memfokuskan pikiran nya pada beberapa lembar berkas dan proposal yang sudah menumpuk di meja kerjanya untuk mendapatkan persetujuan dari nya.


BERSAMBUNG


**LIKE


*VOTE

__ADS_1


*KOMENTAR*


TERIMAKASIH


__ADS_2