"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 105


__ADS_3

seketika mata Hov dan Alesya saling beradu pandang tatkala kedua tangan Laura melingkar di perut sixpack milik Jehova.


semacam ada api yang membara di mata coklat Alesya saat menyaksikan nya, namun Alesya tetap diam tak bergeming.


hingga membuat Jehova dengan paksa segera melepaskan tangan Laura dan menghempaskan tubuh wanita itu dengan keras.


"teganya kau melakukan hal itu padaku Tuan Hov" ucap Laura dengan air matanya yang mulai tumpah.


namun Hov tetap tak menoleh sedikitpun, pria tampan itu segera menghampiri Alesya yang masih berdiri ditempatnya.


"apa kau baik-baik saja Alesya?" Ucap Hov sembari mengecek seluruh wajah dan juga tubuh istrinya dengan kedua tangan nya.


"seperti yang kau lihat Tuan Jehova" sahut Alesya sarkas.


"kumohon maaf kan aku Alesya!" Hov meraih jari Istrinya dan menggenggamnya erat.


"kau tidak benar-benar menikahi gadis Kampung ini kan Tuan?" pekik Laura dengan berapi-api.


"tutup mulut mu itu Laura! atau Steven akan benar-benar membungkam nya sekarang juga" ucap Hov tanpa menoleh pada Laura sedikit pun.


"tapi kau harus memberi penjelasan pada ku Tuan, kenapa kau menikahnya tanpa memberi tau ku, atau setidaknya mommy mu heh" pekik Laura lagi.


"memang kau pikir, kau ini siapa Laura? beraninya kau berkata seperti itu padaku" teriak Hov murka.


"aku mencintaimu Tuan, dan kau tau itukan?" ucap Laura pilu.


"sepertinya Steve memang harus membungkam mu ya, Steve!!" pekik Hov kencang memanggil Asisten nya.


belum sempat Steve menjawab wajah Laura sudah berubah pucat.


"maaf Tuan, tapi aku tidak bermaksud seperti itu" ucap Laura ketakutan.


"kalau begitu dengarkan aku baik-baik! Mommy ku adalah urusan ku, jadi mulai sekarang berhenti untuk mencampuri urusan kami!" ancam Hov.


"Tapi Mommy mu hanya menginginkan aku yang menjadi pendamping mu Tuan" ucap Laura tak menyerah.


"kalau begitu, mulia sekarang menyerah lah Nona muka tebal! karena sejak 3 bulan yang lalu Tuan Jehova yang sangat kau cintai ini sudah sah menjadi suami ku" sahut Alesya begitu saja sambil melingkarkan tangannya erat di lengan kekar milik Hov.


hingga membuat si pemilik lengan sedikit terkejut dan menoleh ke arah Istri kecilnya.


"diam kau wanita murahan! tidak ada yang meminta mu untuk berbicara disini" jawab Laura kesal.


"kaulah yang seharusnya diam Laura! dan aku peringatkan! jangan sekali kali menyebut Istri ku seperti itu" ucap Hov geram.


"tapi kenapa Tuan?" tangis Laura semakin pilu.


"semuanya, dengarkan aku baik-baik! mulai sekarang kenali wajah wanita itu dan jangan biarkan dia masuk ke AJ Group lagi kedepannya dan satu lagi Tatap baik-baik gadis yang sekarang ada di samping ku ini! Dia adalah istri ku Alesya Gracia Lie dan kalian semua harus memanggil nya dengan sebuah Nyonya Jehova. apa kalian semua sudah paham? pekik Hov kencang sekali hingga suara nya menggema di seluruh lobby.


oh Tuhan, Iblis besar mengumumkan kepada semua orang kalau aku ini Istri nya.


Batin Alesya malu.

__ADS_1


"paham Tuan" pekik seluruh karyawan yang sedang berada di tempat itu.


"sekarang kau bisa meninggalkan tempat ini Laura!" ucap Hov.


"Tapi Tuan Hov?" Laura masih mengiba.


"kau akan berjalan sendiri atau security yang akan menyeret mu keluar" Hov menwarkan dengan senyum membunuh nya.


security segera mendekati Laura, yang masih duduk bersimpuh di lantai. dengan air mata yang masih mengucur deras di pipi nya.


"menyingkir kalian semua! jangan ada yang berani menyentuh ku!" Laura berteriak histeris.


"Ayo sekarang kita naik ke Atas Alesya!" ajak Hov.


"iya Suamiku, ayo kita naik sekarang! lagi pula kau pasti belum makan siang kerena terlalu lama menunggu ku kan. sahut Alesya dengan begitu manisnya dan tak lupa Ia membelai wajah Jehova dengan begitu mesra dan di saksikan oleh seluruh pasang mata yang memandang.


akhirnya, Alesya memanggil ku dengan sebutan Suami, apakah sungguh aku tidak salah dengar.


Batin Jehova kegirangan.


hingga membuat semua orang memandang tanpa mengedipkan mata sedikit pun. karena menurut mereka saat-saat seperti adalah momen yang begitu langka bagi mereka.


seorang Tuan Jehova bisa begitu pasrah di sentuh wajah nya oleh seorang gadis yang begitu sederhana dan jauh dari kata mewah.


karena mereka semua tau, kalau Tuan mereka dikenal tidak mau tersentuh oleh wanita manapun dan baru kali ini mereka melihat Tuan Hov begitu tidak berdaya di depan wanita yang Ia sebut Istrinya itu.


sementara itu Laura hanya bisa menahan pilu. melihat kemesraan antara Jehova dan Alesya tepat di depan matanya.


aku tidak akan melepaskan mu begitu saja gadis Bodoh, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu nanti.


Batin Laura culas.


sementara itu Alesya dengan sengaja berjalan di depan Laura dengan merangkul pinggang Hov dan menyelusup kan wajah nya di sisi dada Jehova dengan manjanya.


dan Hov juga tidak kalah erat nya merangkul pundak Alesya dan berjalan bersama menuju lift tanpa mempedulikan semua orang yang sedang memandangi kemesraan mereka.


mereka berdua masih berangkulan mesra hingga tiba di depan pintu masuk Lift.


dengan cepat Steve menekan tombol agar lift segera terbuka dan setelah itu mereka bertiga masuk kedalam Lift.


Steven mengambil posisi berdiri di belakang sedangkan Alesya dan Jehova berdiri di depannya.


namun tak berapa lama tiba-tiba Alesya melepaskan diri nya dari rangkulan Jehova dan berdiri menjauhi pria itu.


hingga membuat Hov terkejut setengah mati.


"eh, kenapa kau tiba-tiba menjauhi ku Alesya? ucap Hov kebingungan.


"kau masih bisa bertanya kenapa Tuan Hov, apa kau sudah lupa pertunjukan yang baru saja kau saksikan di bawah tadi heh?" ucap Alesya sambil berkacak pinggang dengan muka kesal menatap suaminya.


"ta.tapi bukankah semuanya sudah baik-baik saja Alesya" Hov mencoba membelai wajah lembut istri nya.

__ADS_1


namun dengan cepat Alesya menangkis tangan Hov dengan keras.


"baik-baik saja katamu? apa kau tidak mendengar tadi wanita itu mengatai ku semaunya dan mengatakan bahwa Dia lah wanita yang di inginkan oleh ibu Tuan! lalu kenapa kau tidak menikahi nya dan malah menikahi ku heh" ucap Alesya dengan tersengal-sengal dan tak sanggup lagi menahan Air matanya yang sedari tadi sudah meronta di pelupuk mata.


"karena aku mencintaimu Mu Alesya!! dan maaf, jika karena perasaan cinta ku menyusahkan mu" ucap Hov dengan suara parau dan kemudian meraih tubuh Alesya dengan paksa lalu di benamkan ke dadanya.


tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir gadis itu, hanya tangisnya yang semakin pecah tatkala mendengar Hov mengucapkan kata-kata yang sebenernya selama ini sudah Ia (Alesya) nanti kan. akhirnya mereka berdua saling berpelukan cukup lama tanpa menghiraukan ada satu manusia yang sedang berdiri di belakang mereka dengan jantung yang tak kalah ikut berdebar dengan kencang saat mendengar Tuannya akhirnya berani menyatakan cinta pada gadis pujaan nya.


Tingggg


Bunyi tanda Lift sudah sampai pada tempat yang di inginkan.


Hov masih tak ingin melepaskan Alesya dari rangkulan nya, Hov tak peduli semua staf kalangan atas melihat kebersamaan mereka. yang Hov tau hanya ingin merangkul erat Istrinya dan membawanya masuk ke ruangan pribadi nya.


hingga tibalah mereka di ruangan Jehova, setelah membukukan pintu secara bijak Steven segera keluar setelah Alesya dan Jehova masuk kedalam, membiarkan mereka berdua menyelesaikan masalah nya hanya berdua saja.


Hov mendudukkan tubuh Alesya di sofa empuk berwarna coklat tua yang begitu nyaman. dan Hov berjongkok tepat di depan gadis itu.


"ku mohon maaf kan aku Alesya!" ucap Hov pelan.


"apa yang harus ku maaf kan dari mu Tuan? sahut Alesya datar.


"maaf kan karena aku telah membawa ku dalam kesulitan" ucap Hov


Huaaaaaa


bukan nya mereda, tangisan Alesya justru semakin meledak.


"aku lelah Tuan, aku lelah!" ucap Alesya sesenggukan dan langsung memeluk tubuh Hov yang ada di hadapannya.


seandainya kau tau, betapa sulit nya aku melalui hari ini sebagai Istri mu Tuan Hov. mereka semua menganggap ku wanita murahan, mereka semua menganggap ku simpanan mu, hanya karena kau menikahi ku secara diam-diam.


Alesya hanya berani bergumam dalam hati tanpa berani mengatakan pada suaminya.


"kalau begitu istirahatlah Alesya! ayo kita kemar" Hov mencoba membopong tubuh Alesya, namun gadis itu menolak nya.


"dasar Bodoh, bukan tubuh ku tapi hati ku Tuan Jehova" ucap Alesya dan memukuli tubuh Hov sekuat tenaga melampiaskan kemarahannya.


namun sepertinya tak berasa di di tubuh pria itu.


"pukul aku sesukamu Alesya! atau jika kau ingin, kau bisa menampar pipiku juga!" Hov menarik tangan Alesya dan meletakkannya di pipi sebelah kanan.


Alesya segera menarik tangannya cepat untuk disingkirkan dari pipi suaminya dan sejenak menatap wajah Hov yang begitu galau. kemudian memeluknya lagi, kali ini dengan begitu erat.


BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2