
Alesya masih menangis histeris di depan Hov. tampak sekali gadis itu ketakutan dengan apa yang sedang dilihat nya sekarang ini.
"Ku..mo..hon hen..tikan Tuan!! jangan lakukan lagi.
suara Alesya terbata-bata.
"kenapa Alesya, apa kau takut?
"Iya Tuan. Alesya mengangguk pelan.
"kamu terlambat Alesya, seharus nya kamu berfikir berkali-kali saat akan kabur dari sini. sekarang semuanya sudah terjadi. bukankah aku sudah pernah memperingatkan kan mu untuk tidak melakukan hal bodoh seperti ini, Karna bukan hanya kau saja yang akan menerima hukuman dari ku. tapi semua nya. dan dengan ceroboh ternyata kau malah sengaja melakukan nya. Hov tergelak menetap Alesya.
"Tapi Anda tidak bisa melakukan ini pada mereka Tuan! ini tidak seperti hukuman menurut ku, tapi lebih seperti penyiksaan. Alesya mencoba menghardik laki-laki itu.
"jadi apa kau tidak terima Alesya? lalu kau mau apa? beri tau aku, hukuman apa yang tepat untuk mereka semua hah? pekik Hov keras.
sepertinya kau sekarang sudah mulai menjadi seorang pembangkang Nona!
Hov berjalan mendekati Hanna yang masih berdiri mematung dengan wajah pias.
apa yang sudah kau ajarkan pada gadis ini Hanna? kenapa sekarang Dia seberani ini padaku! Hov berteriak di depan muka wanita paruh baya itu. Hanna hanya menundukkan kepala tak berani menatap Tuan Mudanya.
kenapa kau diam saja? jawab Hanna!!! Hov mendorong tubuh Hanna hingga jatuh tersungkur.
"Kumohon jangan perlakukan Bibi Hanna seperti itu Tuan!! Alesya meraung menatap wanita yang sudah Ia anggap sebagai Ibunya itu di perlakukan kasar oleh Hov.
"kenapa? apa kau tidak bisa melihat ini semua Alesya? apakah aku salah kalau bertanya padanya.
bukankah memang Hanna yang menjagamu selama di tinggal di Mansion ini.
atau jangan-jangan kau yang sengaja membantu Alesya kabur dari sini ya. Hov menatap Hanna penuh curiga.
"Tidak Tuan sungguh" Hanna menjawab dengan sangat pelan.
"Bohong" lalu kenapa Alesya bisa dengan mudah lari dari Mansion ku ini Hanna! Hov mendorong bahu rapuh Hanna dengan kuat hingga wanita itu jatuh terlentang.
"Tidak Taun, Bibi Hanna tidak berbohong. Dia memang tidak tau tentang rencana ku kabur dari sini. Alesya coba meyakinkan Hov yang sudah mulai menggila.
"aku tidak meminta jawaban dari mu gadis kecil ku. Hov menyeringai menatap Alesya.
Bangunlah Hanna!! jawab pertanyaan ku!
Hanna dengan sekuat tenaga kembali duduk bersimpuh di lantai.
apa yang sedang kau lakukan saat Alesya Pergi dari sini?
"sa..sa..ya se..dang ti.ti.dur Tuan. bibir Hanna seakan kaku untuk menjawab semua pertanyaan dari Tuan Mudanya.
"Oh, bagus sekali. jadi kau sedang tertidur pulas saat Alesya Pergi dari sini.
__ADS_1
apa kau tau Hanna? Karna kecerobohan mu itu, tubuh Alesya menjadi terluka seperti sekarang ini. lihat dan bukalah matamu lebar-lebar Hanna! tubuh Alesyaku penuh luka sekarang.
"Ma..af kan Sa..yaa Tuan" Hanna kembali tertunduk.
"Apa katamu? maaf!! apa kau pikir dengan maafmu bisa mengembalikan semua nya seperti semula. tidak kan!
bagaimana kalau sekarang aku membantumu untuk kembali tertidur pulas selamanya saja Hanna?
tanpa di duga Hov mengarahkan pucuk senjata yang masih di pegang nya ke pelipis kanan Wanita itu.
Hanna Hanya diam memejamkan matanya, seperti sudah bersiap menyerah kan nyawanya kepada Hov.
"Aaaaaaaaaaaaa jangan Tuan!! ku mohon jangan lakukan itu pada Bibi Hanna. Alesya menangis sesenggukan. teriakannya semakin Histeris terdengar ketika melihat Hov bermain dengan senjata api nya itu.
"jangan menangis Alesya" bukankah ini yang kau inginkan? aku tau, kalau sebenarnya kau tidak peduli dengan nyawa mereka kan! buktinya kau berani pergi dari sini dan mempertaruhkan nyawa mereka semua.
"ku mohon maaf kan aku Tuan" maaf kan aku!! kalau kau mau, kau bisa mengambil nyawa ku saja, Jangan sakiti Bi Hanna sedikit pun. aku mohon Tuan!! Hiks hiks
"jangan gila Alesya" mana mungkin aku akan mengorbankan nyawa mu demi wanita ini!
"tapi Bibi tidak bersalah Tuan"
"Oiya" mungkin menurut mu Dia tidak bersalah Alesya, tapi menurut ku kesalahan wanita ini sangat fatal. Hov kembali menekan ujung pistol nya di kepala Hanna.
Steven dan yang lainnya hanya bisa diam mematung tak berani berkata-kata. mereka Hanya fokus seperti sedang menyaksikan pergelaran drama yang begitu mengerikan. lebih tepatnya seperti sedang menyaksikan siaran Live tentang pergolakan batin kedua sejoli aneh itu.
kumohon hentikan semua ini Tuan!! jangan membuang tenaga mu, aku tau kau hanya ingin memberikan Alesya pelajaran saja, tapi bukan berarti kau harus menyakiti semua orang juga kan. Batin Steven.
"Berhenti di sana Alesya" teriak Hov kencang hingga membuat tubuh Alesya langsung berhenti terpaku di tempatnya.
kau meminta ku berhenti menghukum mereka. apa sekarang kau sudah puas? setelah melihat banyak darah yang mengucur dari tubuh mereka ini.
"Tidak Tuan" Anda salah, aku tidak ingin semua ini terjadi Tuan. Alesya masih menangis.
"kalau kau tidak ingin semua ini terjadi. kenapa kau masih bersikeras untuk pergi dari sini dan meninggalkan ku Alesya. Hov terduduk di depan Hanna dengan masih memegang erat pistol revolver type Desert Eagle itu.
"lepaskan mereka semua Taun" aku berjanji tidak akan pergi dari sini lagi. Alesya kembali mendekati Hov yang masih duduk di lantai.
"Sungguh Alesya" Mata Hov berbinar indah menatap Alesya, namun tanpa di sangka mata nya kembali merah padam dan terbahak di depan gadis itu. hingga membuat Alesya bergidik ketakutan.
haha apa kau pikir aku akan percaya dengan semua ucapan sandiwara mu itu Alesya.
dengan cepat Hov kembali berdiri dan kembali mengarahkan pistol nya dikepala Hanna.
ingat lah baik-baik Alesya! aku melakukan ini semua karena aku tidak ingin kehilanganmu.
dan aku rasa Hanna pantas mendapatkan Hukuman ini Karna kelalainya dalam bekerja.
Hov perlahan ingin menarik pelatuk pistol itu.
__ADS_1
tapi dengan cepat Alesya berdiri terhuyung memeluk tubuh Hov dari belakang.
greeeeb..
tangannya dengan gemetar memeluk tubuh laki-laki yang saat ini begitu Ia takuti.
"kumohon lepaskan mereka" hukum saja aku! aku lah yang pantas menerima semua hukuman dari mu. aku tidak mau karna kebodohan ku mereka semua yang harus menanggung nya Tuan. Alesya menangis sesenggukan membenamkan wajahnya di punggung Hov.
Hov mematung, Ia terdiam begitu saja seperti sudah tersihir oleh gadis itu. pandangannya turun kebawah menatap tangan gadis nya itu sudah melingkar erat di perut Sixpack nya.
jantungnya berdebar kencang, seperti mendapatkan sebuah kejutan besar yang tak pernah di sangka sangka.
Dasar gadis bodoh, apa aku harus menyiksa orang dulu, baru kau mau memelukku seperti ini. kenapa sulit sekali membuatmu percaya kalau aku sangat mencintaimu.
dengan cepat Hov membalikkan badannya hingga membuat tubuh mereka berdua saling berhadapan.
"Oh, jadi kau ingin menggantikan semua hukuman yang aku berikan pada mereka?
apa kau yakin Alesya? Hov menundukan kepalanya untuk melihat wajah gadis kesayangannya itu.
"i..iya Taun" dengan bibir bergetar Alesya memberikan jawaban.
"haha, rupanya kau tidak hanya keras kepala, tapi juga seorang gadis pemberani Alesya. Hov meraih dagu gadis itu dan membuatnya menengadah menatap nya.
sesaat mata mereka bertemu dan beradu pandang. begitu dalam Jehova menatap mata coklat itu, mata dari gadis kecil yang sudah menyelamatkan diri nya 10tahun yang lalu. apa kau tau Alesya? seharian ini aku seperti hampir gila
karna merindukanmu. Hov mencium pelan pucuk kepala Alesya. raut wajah Hov tampak lebih baik dari sebelumnya
hingga membuat semua orang yang ada di sana di sedikit tenang karna melihat perubahan sikap Tuannya.
"Kumohon, biarkan mereka semua Pergi Tuan! jangan sakiti mereka lagi. Alesya dengan sengat hati-hati berbicara pada Hov.
"Baiklah Alesya"
sekarang giliran ku untuk menghukum mu. Hov menyeringai lebar.
"silahkan Tuan" Tubuh Alesya melorot kebawah dan bersimpuh dengan memejamkan matanya di depan kaki Hov memasrahkan diri.
semua orang juga ikut memejamkan mata nya terutama Hanna. Karna sebentar lagi mereka akan melihat kejadian yang sangat mengerikan secara langsung di depan mata.
kumohon hentikan kegilaan ini Tuan!! jangan sampai kau mencelakai gadis itu dengan tangan mu sendiri, Karna saat kau menyadarinya nanti kau pasti akan sangat menyesal.
BERSAMBUNG......
*LIKE
*VOTE
*KOMENTAR
__ADS_1
"TERIMAKASIH"