"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 65


__ADS_3

wajah Alesya sudah mulai dirias oleh Asta. dengan sangat hati-hati Asta melukis wajah Alesya menggunakan makeup pilihan.


jelas sekali terlihat kalau wajah Alesya tampak tegang. hingga membuat semua orang yang ada di sana bertanya-tanya.


karena memang tak ada seorang pun yang tau awal mula dari kisah Alesya dan Jehova bisa sampai memutuskan untuk menikah. yang mereka tau hanya Alesya adalah gadis paling beruntung, Karna bisa bersanding dengan seorang Tuan Alexander Jehova.


"Nona, kenapa wajah mu tampak murung? tanya Astra penasaran.


"tidak apa-apa kak Asta. aku hanya sedang gugup saja. jawab nya polos.


"astaga, Anda memanggil ku kakak. haha bukankah aku sudah mengatakan kalau Anda cukup memanggil namaku saja. titah Asta.


"tidak apa-apa, lagi pula aku lebih nyaman memanggil mu seperti itu. Alesya tersenyum ramah.


"oh, kalau begitu terserah kau saja Nona Alesya. sahut nya.


Asta masih mengerahkan semua kemampuan terbaiknya untuk merias wajah Alesya agar tampak memukau dihari istimewanya ini. ya walaupun pada dasarnya Alesya sudah memiliki wajah yang cantik karena Ia memiliki kecantikan diatas wanita pada umumnya. bagaimana tidak. Ayah Alesya berasal dari Negara C dan Ibu nya berasal dari benua E.


mereka semua masih sibuk dikamar Alesya.


tak berbeda dengan Jehova. pria itu tampak mondar mandir di kamar nya bersama Steven dan Dokter Carlos.


"Hov, apa kau tidak bisa diam heh? pekik Carlos.


"diamlah Carl! aku sedang menunggu seseorang sekarang. sahut nya.


"menunggu seseorang, siapa Hov? apa jangan-jangan kau memberi tau Tante Michelle tentang pernikahan mu ini. cecar Carlos.


"tidak, tidak, tidak! aku tidak mungkin memberi tau Mommy ku Carl, apa menurutmu aku sudah gila heh! teriak Hov.


"Lalu siapa lagi yang kau tunggu Jehova? Carlos kesal.


"sudah lah, nanti kau juga akan tahu sendiri. jawab Jehova.


"oh, baiklah. aku akan diam sekarang! Carlos menyerah.


kemudian terdengar gemuruh suara helicopters yang sudah mendarat.


dengan cepat Jehova langsung berlari menuju ke Helipad Mansion di susul oleh Steven dibelakang nya.


Carlos masih diam mematung menatap kedua pria itu sudah berlari jauh dari nya.


apa yang sebenarnya mereka kejar? kenapa Jehova sampai berlari menyambut nya. aneh sekali.


Batin Carlos.


tak heran jika Dokter tampan itu dibuat heran oleh tingkah Jehova. Karna biasa nya orang lain lah yang mengejar menyambut kedatangan Jehova. tapi keadaan seakan terbaik saat ini.


dengan penuh rasa penasaran Carlos pun akhirnya berjalan menyusul mereka ke Helipad.


saat Carlos sudah tiba disana, Ia semakin dibuat terkejut karena sudah ada wanita paruh baya dalam rangkulan Jehova. Carlos hanya diam memandang tingkat Sodara nya itu dengan pandangan yang tidak biasa.


dan saat mereka sudah berjalan mendekati Carlos tiba-tiba Jehova menginjak kaki nya memberikan isyarat agar Carlos menyalami tangan wanita itu sebagai rasa hormat.

__ADS_1


"Selamat datang Nyonya? Carlos tampak menolak kepada Steve dan juga Jehova Karna Ia tidak tau siapa nama wanita itu.


"Nyonya Mayya, Tuan Carlos. sahut Steven ramah.


"Oh, iya.. iya.. Selamat datang Nyonya Mayya. Carlos mengulangi perkataan nya pada Ibu Alesya itu.


Carlos tampak kikuk.


"Perkenalkan, Ini Ibu dari Alesya Carl. Jehova memberi tau.


"Oh, jadi Anda ibu dari Alesya. maaf saya Nyonya, Karna selamat ini saya belum pernah bertemu dengan Anda hehe. kekeh nya pelan.


"tidak apa-apa Nak, apakah kau sahabat dari calon menantu ku ini. Mayya menatap Jehova penuh kasih.


"ih, iya Nyonya. saya sahabat sekaligus Sodara calon menantu Anda ini. perkenalkan namaku Carlos.


"jangan panggil aku Nyonya! panggil saja Aku ibu. seperti Jehova memanggil ku.


"eh, baiklah kalau begitu, Ibu.. Carlos tampak tersenyum bahagia.


"kalau begitu ayo sekarang kita bertemu dengan Alesya, Nak. ajak Mayya tak sabar.


"iya Bu, aku akan mengantarmu ke kamar Alesya.


mereka semua berjalan menyusuri koridor menuju ke kamar Alesya.


mata Mayya tampak berkaca-kaca saat melihat tempat yang dilewatinya ditata dengan begitu indah nya.


"apa semua ini, kau persiapan untuk pernikahan kalian Nak? tanya Mayya.


"jadi maksud mu, anak itu belum melihat semua ini. sahut Mayya.


"iya Bu, sejak kemarin Alesya belum Keluar dari kamar nya. Karna dia sedang melakukan persiapan untuk hari ini.


"oiya, anak itu memang selalu bersungguh-sungguh untuk mewujudkan keinginannya. ucap Mayya pelan.


"Bagaimana pengobatan Ibu? apa sudah lebih baik? tanya Jehova.


"sudah Nak. jantung ku terasa lebih baik sekarang. sejak para dokter itu dengan rutin melakukan pemeriksaan pada ku. jawab Mayya.


"Syukurlah kalau begitu Bu. Jehova tampak bahagia.


"ini semua karena mu Nak, kalau bukan kau yang membantu ku. mana mungkin aku bisa sesehat ini. terimakasih Nak Jehova.


"jangan berkata seperti itu Bu. sudah sepantasnya aku melakukan ini. Karna ibu juga akan menjadi orang tua ku juga kan. Jehova masih merangkul tubuh ibu Alesya.


apa katanya tadi, jadi rumah sakit membentuk tim khusus untuk menangani pasien jantung secara intensif saat itu, rupanya pasien itu adalah ibu Alesya.


dasar gila! benar saja, rumah sakit sampai mendatang kan Dokter khusus dari luar Negeri. tapi kenapa Jehova tidak memberitahu ku? lihat saja aku akan meminta penjelasan dari nya nanti.


Batin Carlos kesal.


tak terasa mereka semua sudah tiba didepan pintu kamar Alesya.

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan" sapa kedua pria bertubuh tegap yang menjaga pintu.


apa Anda ingin masuk ke kamar Nona?


"Tentu saja. apa kalian tidak melihat ada Ibu Nona Alesya ingin masuk.


"oh, baiklah Tuan. mereka tampak membuku kunci dan menarik gagang pintu.


silahkan Tuan, Nyonya!


dengan penuh rasa canggung Ibu Alesya memasuki kamar Anak nya yang begitu mewah.


"Masuk lah Bu! Alesya ada di dalam Jehova tampak menuntut wanita itu.


"tidak Nak, kau tidak boleh ikut masuk kekamar ini! Mayya tersenyum.


"tapi kenapa Bu? aku akan mengantarmu! jawab Hov.


"Karna kalian belum sah menjadi suami istri. jadi untuk sementara waktu kalian tidak boleh saling bertemu dulu. Mayya kembali tertawa.


"kenapa harus ada peraturan seperti itu Bu? Jehova merajuk.


"ikuti saja Nak, Karna itu sudah menjadi tradisi. jangan kwartir Karna sebentar lagi kau bisa menatap Alesya sepuas hati mu.


sekarang keluar lah! Mayya mendorong tubuh Jehova pelan.


"Baiklah Ibu. aku akan keluar sekarang. jangan lupa sampai kan salam ku pada pengantin ku. Hov tersipu malu.


"dasar genit, Mayya menepuk pundak Hov pelan.


Akhirnya Jehova pun keluar dari kamar Alesya dan kembali menutup pintu kamar itu rapat-rapat.


Mayya berjalan bersama satu adik perempuan Alesya yang bernama Lia.


"ibu, dimana kak Lesya? kenapa aku tidak melihatnya. ucap gadis kecil itu.


"sebentar sayang, kakak mu pasti ada disana. Mayya menunjuk sebuah ruangan yang terdengar suara orang-orang tertawa.


Mayya dan Lia pun semakin mempercepat langkahnya untuk segera menuju ke sumber suara itu.


matanya wanita itu langsung menetes air mata tatkala melihat Anak gadis nya sedang duduk di kursi dengan riasan yang membuat wajahnya semakin cantik.


"maaf, siapa Anda? kenapa Anda bisa masuk kekamar ini. tanya seorang wanita yang merupakan asisten dari perancang busana gemulai itu.


seketika semua orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh kearah Mayya dan putri kecilnya.


*BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2