
Berkali kali Jehova mengulangi panggilan nya pada Alesya, namun tetap tidak mendapat jawaban dari Istri nya itu.
Hov tampak sangat kesal karena merasa diabaikan oleh Alesya. Ia tidak memperdulikan kalau saat ini semua mata yang ada di ruangan itu sedang memperhatikan tingkah Jehova yang tidak seperti biasanya.
"Pertemuan hari ini cukup sampai di sini saja! Pekik Hov dan segera berdiri meninggalkan ruang meeting nya.
dengan terburu-buru Hov berjalan menuju ke ruangan CEO miliknya.
Hov sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang sedang Alesya lakukan, sampai-sampai Istrinya itu tidak sempat mengangkat panggilan telepon darinya.
Steve sudah tau, kalau Tuan nya tiba-tiba berubah menjadi aneh, pasti ada kaitannya dengan Istri kecilnya itu.
"apa Anda baik-baik saja Tuan? tanya Steve pelan.
"apa kau tidak bisa melihat Steven? aku sudah menelpon Istri ku berkali kali. tapi Dia tidak menjawab nya. bagaimana mungkin aku bisa baik-baik saja. suara Hov kesal.
"Maaf Tuan" sahut Steven.
ya..ya.. kau sedang kehilangan jejak istri kecil mu Tuan.
Batin Steven.
Greeekkk
dengan kasar Hov membuka pintu lebar yang terbuat dari kaca itu dan segera masuk keruangan pribadinya.
Ia segera duduk dan membuka Laptop nya untuk mencari keberadaan Alesya dari CCTV di Mansion.
pertama kali Ia memeriksa CCTV yang ada di kamarnya, tapi Hov tidak menemukan Alesya. Ia hanya bisa melihat ponsel pemberiannya teronggok begitu saja di atas nakas.
"Sial, Dia mana Alesya? umpat nya pelan.
"apa Anda ingin makan sesuatu Tuan? sejak tadi siang Anda belum makan apa-apa. oceh Steve.
"duduk dan diamlah ditempat mu Steven! jangan membuat ku lebih marah! Hov berteriak tanpa menatap Asistennya itu.
"Baiklah Tuan" Steve langsung duduk manis seperti apa yang diperintahkan Jehova.
satu persatu Ia kembali mengecek seluruh CCTV yang ada di Mansion nya. hingga akhirnya Hov menemukan Alesya sedang memasak sambil bercengkrama bersama Hanna. tampak dari CCTV yang ada di dapur, kedua wanita beda usia itu sedang asik mengolah bahan-bahan makanan yang tidak begitu jelas dari layar Laptop Jehova.
"Astaga, apa yang sedang kau masak Alesya? bagaimana nanti kalau tubuh mu kelelahan, bagaimana kalau kulit mu terkena minyak panas. tidak, kau tidak boleh terluka Alesya. dapur terlalu berbahaya untuk mu. Hov menggerutu sendirian.
dengan segera Hov meraih ponselnya dan saat Ia hendak mendial nomor Hanna, tiba-tiba terlihat di layar ponselnya sebuah panggilan dari Hans masuk.
ada apa Hans menelfon ku? apa jangan-jangan Dia tau kalau aku sudah menikahi Alesya.
Batin Hov.
("ada apa Hans?) Hov menjawab panggilan dari sahabat nya itu.
__ADS_1
("tidak ada apa-apa, aku hanya ingin memastikan apa benar kau sudah mulai datang ke perusahaan hari ini?) sahut Hans datar.
("Oh, rupanya kau memiliki mata-mata di perusahaan ku ya) sial, katakan pada ku siapa orang itu Hans!! pekik Hov keras.
("sudah lah Hov, kau tidak perlu marah pada siapapun. yang harus kau lakukan saat ini adalah kembali bekerja!! lakukan saja apa yang sudah menjadi kewajiban mu sebagai CEO di AJ Group.) ucap Hans santai dan segera mengakhiri panggilan nya.
"Hans!! Halo?? Hans!!
Brengsek, beraninya Dia mengucapkan itu padaku. umpat nya.
Prakkkkkk
Hov melempar seluler nya sembarangan saja di mejanya.
"apa ada masalah Tuan? Steve berdiri mendekati meja Jehova.
"tidak ada Steve, hanya saja Hans sekarang sudah mulai kurang ajar pada ku. Hov meremas jarinya kuat.
"lalu apa yang harus saya lakukan Tuan? sahut Steven.
"kau tidak harus melakukan apapun Steve. lagipula ini memang salah ku. pantaslah kalau sekarang Hans membenciku kan. Hov mengacak rambut hitamnya.
"tapi Tuan? sahut Steven.
"sudah lah, sekarang kau siapkan saja helikopter untuk ku!
"baik Tuan" segera Steve menghungi para kru pesawat untuk mempersiapkan diri.
jelas sekali terlihat kegalauan di wajah Jehova kali ini. Ia tidak tau harus berbuat apa, di satu sisi Alesya adalah gadis yang sangat Ia cintai dan di sisi lain Hans adalah sahabat baiknya sejak mereka masih kecil.
Hov tidak bisa melepaskan Alesya untuk Hans begitu saja dengan Hans, Pria itu juga tidak mau mengalah untuk Jehova. karena Ia merasa lebih dulu mengenal dan mencintai Alesya.
hingga akhirnya kedua sahabat baik itu terlibat dalam keadaan yang begitu rumit.
"apa helicopters nya sudah siap Steve? wajah Hov tampak kusut.
"iya Tuan, Helicopters sudah menunggu Anda.
"Baiklah, Hov berjalan menuju pintu lift dengan membawa tas berisi Laptop miliknya dengan lesu.
"berikan tas Anda padaku Tuan! biar saya saja yang membawanya. Steve meraih tas berisi Laptop yang ada di tangan Jehova.
"Hmmmmm" sahut Hov pelan.
didalam Lift khusus CEO itu, mereka berdua hanya diam tak ada pembicaraan apa disana. hingga akhirnya mereka berdua tiba dilantai paling atas gedung itu yaitu Helipad.
"silahkan kan Tuan, tampak salah satu Kru pesawat membukakan pintu Helicopters untuk Jehova dan juga Steven.
Hov langsung masuk tanpa menghiraukan Kru pesawat yang sudah tersenyum ramah menyapanya dan disusul Steve yang kemudian ikut naik dan segera mengambil posisi duduk di samping kiri Jehova.
__ADS_1
dalam penerbangan kali ini. Hov masih saja diam, tidak seperti biasanya walaupun sedang di dalam Heli Ia selalu memegang ponsel nya hanya untuk sekedar melihat keadaan Alesya.
tapi saat ini yang ada hanya keheningan, begitu juga dengan Steven. Ia tidak berani memulai pembicaraan apapun sebelum Jehova yang mengawalinya.
hingga akhirnya tak terasa sudah 30 menit mereka mengudara.
kapten pesawat memberikan pemberitahuan kalau, saat ini helikopter akan segera melakukan pendaratan di atas Mansion DE'LUXE.
sepuluh menit kemudian, helicopter yang Hov tumpangi sudah mendarat sempurna di Helipad Mansion.
"Silahkan Tuan" Kru pesawat membukakan pintu untuk Jehova.
seperti biasa Hov langsung turun begitu saja dan segera menuju ke lantai bawah dimana Alesya sedang berada sekarang ini.
rupanya Alesya tidak menyadari kalau Jehova sudah ada di Mansion saat ini. Ia hanya mendengar suara Helicopter tapi tidak mengetahui kalau heli itu yang ditumpangi oleh suaminya.
Alesya masih saja sibuk memasak, sebenarnya menu utama untuk makan malam mereka sudah siap semua, hanya saja Alesya membuat beberapa makanan penutup seperti puding dan juga panecake stroberi.
saat Hov sudah sampai di lantai bawah, Ia sengaja tidak langsung menghampiri Alesya. Hov memperhatikan tubuh indah Istrinya yang ada dibalik Appron dari kejauhan.
Alesya tetep saja masih sibuk menimbang tepung terigu dan juga menyiapkan beberapa bahan lainnya. Ia tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang begitu tajam menyoroti nya.
saat Hov masih sibuk memperhatikan Istri nya, Rupanya Steve sudah tau apa yang harus Ia lakukan, dengan pelan Ia meminta ijin kepada Hov untuk kembali ke Paviliun nya. dan Hov hanya memberikan Isyarat kalau Dia mengijinkan nya pergi.
Steve segera keluar dari Mansion. dan Jehova melanjutkan menonton pemandangan indah di depan matanya.
rupanya saat Hov sedang memperhatikan Alesya, Hanna menyadari keberadaan Tuan Mudanya itu. namun Hov dengan segera segera mengistirahatkan Hanna untuk diam dan pergi meninggalkan Alesya sendirian di dapur.
"Nona, apa kah aku boleh pergi sebentar untuk memasukkan beberapa jemuran, Karena hari sudah mulai petang. Hanna beralasan.
"iya pergilah! lagi pula aku sudah selesai membuat adonan nya, dan aku hanya tinggal memasak nya saja. Alesya tersenyum ramah.
Astaga, lihatlah! Dia bisa tersenyum begitu tulus pada Hanna, sementara pada ku, Dia selalu saja menggerutu.
Batin Jehova kesal.
tinggal lah hanya tinggal mereka berdua saja yang ada ditempat itu.
memang setelah mereka berdua menikah, Hov tidak lagi menempatkan banyak penjaga di dalam Mansion. semua penjaga sekarang di tempat kan di luar Mansion, lebih tepatnya sekarang seluruh penjaga berada mengelilingi Mansion DE'LUXE.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH
__ADS_1