"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 26


__ADS_3

Hov masih saja dengan setia membuntuti langkah Alesya yang semakin cepat.


Alesya tidak memperdulikan Hov yang ada di belakangnya. Ia terus saja berjalan menuju Mansion de'Luxe.


"Alesya"


kumohon jangan seperti ini, Hov mulai gelisah dengan sikap gadis nya yang sedang merajuk.


"memangnya aku harus bagaimana Tuan? Alesya menjawab nya dengan setengah berteriak.


Alesya masih belum bisa menerima kenyataan, bahwa baru saja Hov memperlakukan nya seperti wanita murahan.


air matanya masih saja menetes deras di pipi putihnya.


hatinya semakin mantap untuk meninggalkan kan Mansion itu.


Sesaat kemudian


mereka berdua sudah sampai di depan kamar Alesya.


saat Alesya akan masuk ke dalam kamar nya, tangan Hov lebih dulu menarik tangannya.


"Tunggu sebentar Alesya!!


"apalagi Tuan? apa kau belum puas merendahkan aku tadi!! tangisnya terisak.


"maaf kan aku Alesya!!! sungguh aku tidak sedikit pun berniat merendahkan mu.


"Sudahlah Tuan, sekarang aku tau apa tujuan mu menculik ku.


kau hanya ingin menikmati tubuh ku saja kan!


rupanya pekerjaan yang kau tawarkan pada ku sungguh menjijikan "Tuan Alexander Jehova"


asal kau tahu! aku bukan seperti wanita lain yang dengan mudah bisa kau tiduri sesuka mu!


Alesya menatap Hov penuh dengan kebencian.


"Alesya"


Hov berteriak tepat di depan wajah cantiknya. memang nya siapa kau? kenapa dengan mudahnya kau bisa menilai ku seperti itu! apa aku pernah meniduri mu selamanya kau tinggal bersama ku disini hah? Hov mulai terpancing emosi nya.


"lalu apa tujuan mu menculik ku Tuan? apa Anda bisa menjelaskan nya? Alesya menyeringai di depan Hov.


"jangan membuat ku marah Alesya, ku mohon! Hov memperingati.


"memangnya kalau kau marah kenapa? apa kau akan membunuhmu ku Hah!! kalau begitu bunuh saja aku! dari pada aku harus tinggal bersama laki-laki mesum seperti mu. Alesya tidak menyadari Bahwa laki-laki yang ada di hadapannya adalah seorang pembunuh berdarah dingin.


"Cukup Alesya! apa kau ingin tau siapa sebenarnya aku? katakanlah! bukti apa yang ingin ku berikan pada mu?


kau benar sekali Alesya, sampai kapanpun aku tidak akan menyakiti mu, walaupun kau memaksa ku! tapi ketahuilah! aku bisa membuat keluarga mu menghilang untuk selamanya hanya dalam satu kedipan mata ku.


apa kau ingin mencoba nya? Hov memberi senyuman iblis nya.


Tubuh Alesya langsung lunglai tak berdaya saat mendengar Hov lagi-lagi menyeret keluarga nya karena kesalahannya pada Hov.


"Dasar pengecut!! umpat Alesya pada Hov.


kalau kau memang menyimpan dendam pada ku, biarlah aku saja yang menanggung nya, untuk apa kau melibatkan keluarga ku! jika kau tidak bisa membunuhku dengan tangan mu sendiri, maka perintah kan saja anak mu untuk melakukan nya, bukankah segera mengakhiri nya akan lebih baik Tuan! Alesya sesenggukan menahan tangisnya.


"Hahahaha, dendam katamu! tangan Hov sudah mencengkeram dagu Alesya.

__ADS_1


dengarlah baik-baik Alesya, sedikit pun aku tidak pernah ingin menyakiti mu, dan apa kau tau? jika ada tangan yang berani menyentuh mu selain aku. maka saat itu juga aku akan memotong tangan nya.


jadi mulai sekarang berhati-hati dalam berfikir Alesya.


jangan sampai karna mu! aku harus membunuh orang yang tidak bersalah.


Hov mendorong tubuh Alesya masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan keras!


"Hannaaa....!


"Iya Tuan. Hanna langsung berlari menghampiri Hov.


"temani Alesya! terus awasi Dia jangan sampai Dia melakukan hal-hal yang bisa membahayakan diri nya.


"Baik Tuan.


Hanna masuk kedalam kamar dan langsung menghampiri Alesya yang sedang menangis sesenggukan di lantai.


"Nona baju mu basah, biar ku bantu melapaskan.


"Aku tidak mau Bi!!


"tapi Anda bisa masuk angin Nona.


"Biarkan saja aku masuk angin, lebih baik lagi bila aku mati saja. lagi pula untuk apa aku hidup. aku hanya di jadikan tawanan di sini. hiks...hiks...hiks... tangisnya masih terdengar.


"apa anda tidak ingat apa yang baru saja Tuan Hov katakan Nona?


Bila Nona sampai terluka apa lagi sampai sakit, maka Nona bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan saya.


"Huaaaaaaaaaaaa maaf kan aku Bibi Hanna, karna aku harus menjadi beban untuk mu. Alesya meraih tubuh Hanna dan memeluknya.


"Anda bukan beban saya Nona, justru saya senang Nona ada di sini. karna Nona bisa membuat Tuan Hov kami kembali tersenyum.


"Apa kau tau Nona, Tuan Hov tidak pernah sebahagia ini sebelum anda datang ke Mansion ini.


sekali pun Tuan tidak pernah membawa perempuan lain datang ke Mansion ini, apa lagi untuk tidur bersama perempuan lain, itu tidak pernah Tuan lakukan Nona.


sembari bercerita Tangan Hanna sudah melepas baju basah yg Alesya pakai.


"Sungguh Bi? Alesya tetap tak percaya.


"Nona lah satu-satunya wanita yang Tuan Hov bawa dan lindungi dengan sepenuh hati nya.


Alesya terdiam mendengar yang semua Hanna cerita kan tentang Hov.


batinnya bergejolak, baru saja Ia mengatakan hal yang tidak-tidak pada Hov, bahkan Ia sempat memaki nya juga.


"Bi Apa benar Tuan Hov tidak pernah bergonta-ganti pasangan? Alesya masih ingin meyakinkan.


"Iya Nona.. Aku berkata yang sejujurnya! karena aku sudah pekerjaan dengan keluarga Tuan Hov lebih dari 25 tahun.


"Berati apa yang ku tuduh kan pada Tuan. Hov itu salah Bi?


tamatlah riwayat mu Alesya! karena baru saja kau memakai Tuan Hov dengan sesuka mulutmu sendiri.


kenapa juga aku harus menantang nya untuk membunuh ku tadi!! aku memang sungguh bodoh. apapun yang terjadi aku harus segera pergi dari tempat ini, sebelum Iblis Tampan itu benar-benar membunuhku.


"Ya Begitulah!!


Hey apa yang kau pikirkan Nona, kenapa kau hanya diam saja?

__ADS_1


"Ah tidak apa-apa Bibi, Alesya tidak ingin Hanna tau apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.


"Baiklah sekarang sarapan lah Dulu! pasti kau belum sempat serapan bukan?


"He,em.. Alesya mengangguk pelan.


Bi setelah selesai makan boleh kah aku keluar untuk berjalan jalan?


"Tunggu lah sebentar aku akan bertanya pada Tuan Hov.


Hanna meraih gagang telpon yang ada di kamar Alesya, dan langsung menekan tombol nomor 1 yang langsung terhubung ke kamar dan Ruang kerja milik Hov.


"Hallo Tuan?


"Ya ada apa Hanna?


"maaf Tuan, Nona Alesya ingin mengajak berjalan-jalan di taman apakah Tuan mengijinkan?


"Hmmmmm...


"Baik Tuan. Terimakasih...


"Bagaimana Bibi, apa Tuan Hov mengijinkan?


"iya Nona, Tuan Hov memberikan Ijin.


"yessss.. Alesya mengepalkan tangannya.


*


*


Mereka berdua sudah berada di taman, seperti biasa Alesya langsung berlari kesana-kemari.


tentu saja kali ini Alesya tidak hanya membuang waktu nya.


kali ini Alesya memanfaatkan waktu sebaik mungkin. menghafal setiap sudut aman yang bisa di lewati nya nanti saat kabur nanti.


Hanna tidak menyadari, bahwa Alesya sedang menghafal letak CCTV dan pos penjagaan yang ada di sana, yang Hanna lihat hanya Alesya sedang bermain mengelilingi taman itu.


sementara itu, Hov yang sedari tadi berada di ruang kerjanya merasa tidak nyaman karena telah memperlakukan Alesya dengan kasar.


"maaf kan aku Alesya, maafkan aku! Hov meremas kasar rambut di kepala nya.


saat Ia melihat keluar jendela, di lihatnya Alesya yang sedang berjalan santai dengan Hanna di samping nya,


maaf kan aku Alesya, karna aku tidak memberitahu Alasan ku sampai harus menahan mu di sini.


Ya Hov belum berani memberitahu Alesya, bahwa Hov adalah pemuda yang di tolong nya 10 tahun yang lalu.


karena Hov masih takut, jika Alesya tau karena Hov lah, kedua orang tuanya sampai di bunuh. Hov tidak berani menerima kenyataan bila nantinya Alesya tau kebenarannya gadis itu akan lebih membenci dirinya.


🌸🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf ya, apa bila ada kesalahan dalam penulisan atau pun tanda bacaan yang masih belum rapi.


Karna ini adalah Novel Pertama saya dan saya masih harus lebih banyak belajar.


Mohon saran nya dari para pembaca sekalian dan jangan lupa untuk like vote dan kasih komentar yang baik ya 🙏 🙏🙏

__ADS_1


Selamat membaca dan semoga menghibur 🤗🤗🤗


__ADS_2