
Setelah Hov selesai membersihkan dirinya, Ia segera menuju ke Walk in Closet untuk berpakaian. saat Ia keluar dari ruang ganti Hov tidak mendapati istrinya di kamar. Ia tau pasti Alesya sudah ada di ruang makan mereka. oleh karena itu Hov tidak mau membuang waktu nya dan segera menyusul istrinya kesana.
setelah tiba di lantai bawah, sesuai dengan dugaannya. Alesya sudah ada di sana menyiapkan beberapa piring untuk mereka berdua.
namun sepertinya ada satu pemandangan yang membuat Jehova lebih bersemangat untuk makan malam kali ini.
siapa lagi kalau bukan Alesya.
gadis cantik itu berpakaian asal-asalan saja, tidak seperti biasanya Ia selalu memakai baju yang menutupi tubuh molek nya.
malam ini Alesya hanya menggunakan t-shirt polos berwarna merah muda dan celana jeans pendek diatas lutut. dan yang paling membuat Jehova semakin terpesona adalah, Alesya kembali menggulung rambut panjangnya tak beraturan.
Hov berjalan mendekat ke meja makan dimana Alesya sedang berada saat ini.
"silahkan Tuan! Alesya langsung mempersilahkan Hov untuk duduk di kursinya.
"apa kau ingin menggoda ku Nyonya Hov? Jehova mengeryitkan kan matanya menatap Alesya.
"a..apa maksud mu Tuan? Alesya kebingungan.
"astaga, apa kau tidak sadar dengan pakaian yang sedang kau pakai sekarang ini heh? pekik Hov.
"apa ada yang salah dengan pakaian ku Tuan? Alesya menatap dirinya sendiri dari atas ke bawah.
"kenapa kau berpakaian seperti ini di luar kamar Alesya? apa kau tau, bajumu ini begitu ketat dan juga sangat tipis. Hov terlihat kesal.
"maaf Tuan, aku tadi tidak sempat memilih baju apa yang harus aku pakai, jadi aku hanya mengambil apa yang terlihat oleh ku saja. Alesya membela diri.
"tunggu-tunggu, dari mana kau mendapatkan baju itu. setau ku, aku tidak menempatkan baju itu di lemari kita. wajah Hov tampak berfikir.
"hehe, iya Tuan. aku memang baru mengambilnya dari kamar ku siang tadi. Alesya tersenyum getir.
"pantas saja. sahut Hov kesal.
"ayo sekarang makan lah Tuan! tidak baik membiarkan makanan terlalu lama. Alesya mencoba mengalihkan pembicaraan.
"apa kau sedang mencoba untuk menyuap ku Nyonya? Hov memicingkan matanya.
"eh, tidak Tuan. apa kau tau? aku sengaja memasak ini semua khusus untuk Anda. Alesya membubuhkan senyum termanis nya.
"hmmmmm. Hanya itu saja yang keluar dari bibirnya. namun tampak jelas wajah Jehova merona karena perlakuan Istimewa dari Istri kecilnya.
"silahkan Tuan! Alesya mengambil sepotong steak daging dengan kematangan medium kesukaan Jehova.
Alesya sudah terlebih dahulu bertanya pada Leo seberapa tingkat kematangan daging yang Jehova sukai.
"apa sungguh kau sendiri yang membuat nya Alesya? Hov mengeryitkan dahi.
"tentu saja! Sahut Alesya mantap.
Hov memotong steak buatan Istrinya dan langsung memasukkan ke dalam mulutnya.
"hmmmm, dari mana kau belajar memasak Nyonya? mata Hov terbelalak saat masakan Alesya menyentuh Indra perasa nya yang bisa dikatakan sempurna itu.
__ADS_1
"bagaimana? enak kan Tuan? mata coklat Alesya tampak berbinar bahagia.
"tidak, biasa saja. Hov sengaja menjawab nya dengan datar.
"kalau begitu jangan di makan Tuan. Alesya kesal dan hendak menarik piring milik suaminya itu.
"eh, apa-apaan ini? kau tidak boleh mengambil makanan ku Alesya? Hov mencoba mempertahankan piring milik nya.
"katanya biasa saja. jadi kau tidak perlu memakan nya. biar Paman Leo saja yang membuat kan makanan untuk mu. Alesya masih kesal.
"ini sudah malam Alesya, tidak baik mengganggu istirahat mereka kan. Hov masih Saja memakan steak itu tampak mempedulikan Alesya yang masih kesal.
ambilkan satu potong steak lagi untuk ku Alesya! titah Hov.
"kalau tidak enak kenapa kau ingin memakan nya lagi? Alesya masih tak bergeming.
"kapan aku mengatakan tidak enak? aku hanya mengatakan rasanya biasa saja Alesya. jawab Hov santai.
"tapi itu sama saja Tuan. pekik Alesya.
"sekarang ayo cepat ambil kan untuk ku! pekik Hov pelan.
dengan kesal Alesya berdiri dari kursinya dan mengambil kan ****** steak untuk suaminya.
"silahkan Tuan! Alesya memaksakan senyum nya.
"hey, kenapa wajah mu seperti itu Alesya? tidak baik kalau kau melayani suami mu dengan senyum yang terpaksa. Hov menggoda istrinya.
"oh, sungguh? lalu apa kah baik, kalau seorang suami tidak menghargai kerja keras istri nya. cecar Alesya.
"apa! kau sudah menghabiskan dua potong daging Tuan? sedangkan aku baru saja memakan satu kentang keju ku. protes Alesya.
"kau tau Alesya? hari ini pekerjaan ku banyak sekali. jadi aku harus menyelesaikan nya segera mungkin, sampai-sampai aku tidak sempat untuk makan siang. dan sepertinya aku sangat kelaparan sekarang. Hov mengiba.
"kenapa kau tidak mengatakan nya dari tadi Tuan. wajah Alesya seketika melunak saat mendengar cerita dari suaminya.
sepertinya Jehova berhasil membuat hati Alesya merasa kasihan padanya.
"sekarang apa aku boleh menghabiskan semua ini Alesya. Hov memelas.
"tentu saja Tuan. makanan daging bagian ku! biar aku memakan kentang ini saja. Alesya tersenyum begitu tulus.
astaga, betapa baik hatinya istri ku ini. aku jadi semakin gemas padanya.
Batin Hov.
"eh, sepertinya aku sudah bosan dengan steak mu itu. sekarang kau makan lah Steak itu! dan aku akan memakan kentang isi keju mu. Hov mengambil paksa kentang keju milik Alesya dari piring nya.
"tapi Tuan, bukankah kau tidak menyukai olahan dari bahan susu? Alesya mengingat kan.
"berisik, apa kau tidak rela Aku memakan kentang mu ini heh? Hov menancapkan garpu nya pada kentang itu.
"tidak Tuan, sekarang makan lah! akhirnya Alesya merelakan kentangnya masuk kedalam mulut suaminya.
__ADS_1
"dari mana kau belajar memasak Alesya? Hov kembali bertanya.
"aku belajar dari Ibu Tuan. dan kebetulan aku bekerja di Restoran milik Tuan Hans, jadi aku menyalurkan hobi memasak ku di sana. jawab Alesya.
"apa? jadi kau sering memasak di Restoran itu? Hov sedikit terkejut.
pantas saja. aku seperti pernah merasakan cita rasa seperti ini di restoran Hansen, rupanya memang kau yang memasak nya.
Batin Hov.
"hehe. Iya Tuan. tapi sesekali saja. saat si koki Restoran sedang tidak berada di dapur. celoteh Alesya.
"ingat lah! mulai sekarang kau hanya boleh memasak untuk ku saja. aku tidak akan mengijinkan mu memasak untuk orang lain. titah Hov.
"iya Tuan. sahut Alesya pelan.
"sekarang ayo kita habiskan semua makanan ini! Hov tampak sangat bersemangat.
walaupun, sebenarnya Ia tidak pernah menghabiskan semua makanan yang tersaji diatas meja makannya.
karena biasanya Hov hanya akan memakan makanan yang memang ingin Dia makan dan selebihnya Dia tidak akan menyentuh nya.
tapi kali ini, demi Alesya Ia bersedia menghabiskan semua nya. agar Istri kecilnya itu tidak merasa kecewa.
"sungguh Tuan? kalau begitu ayo kita habiskan. semua nya. haha Alesya terkekeh di depan Jehova.
Hov tampak sangat bahagia, saat melihat Alesya tersenyum begitu lepas dihadapan nya. baru kali ini Hov melihat senyum yang begitu tulus dari bibir indah Alesya.
"besok masak lah sesuatu untuk sarapan ku. ucap Hov disela kunyahan nya.
"eh, tapi aku takut masakan ku tidak sesuai selera mu Tuan. sahut Alesya.
"aku tidak menerima penolakan Alesya! kau masih ingat tentang itu kan? Hov menatap Alesya tajam.
"ih,, iya Tuan. saya akan memasak untuk Anda besok. Sahut Alesya cepat.
dasar aneh, bukankah tadi Dia mengatakan masakan ku biasa saja kan, tapi kenapa Dia meminta ku untuk memasak untuknya lagi besok.
Dasar Iblis besar!!
Batin Alesya.
mereka berdua makan malam dengan suasana yang begitu hangat, terkadang terdengar tawa di sela makan malam mereka, namun juga terkadang terjadi perdebatan kecil diantara keduanya. dan itu semua membuat keduanya semakin dekat satu sama lain.
tak jarang Hov memperhatikan Istri nya saat sedang menikmati makanan nya. tak sedikit pun Jehova merasa risih saat Alesya dengan polosnya memakan satu persatu makanan yang sudah Ia masak. di matanya Alesya adalah gadis yang sangat menyenangkan. sikap polos dan apa adanya dari Alesya. membuat Jehova semakin jatuh cinta pada istri kecil nya itu.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
*KOMENTAR*
__ADS_1
TERIMAKASIH